Tag Archives: wisata bandung

Ngopi Bonus Suara Menenangkan Gemericik Air Sungai di River Deck



Bandung

Bosan dengan kafe-kafe yang ada di Bandung? Kamu suka dengan nuansa alam? Salah satu kafe yang berada di pinggiran Bandung ini bisa jadi alternatifnya. Kafe River Deck yang berada di kawasan Gunung Puntang ini memiliki pemandangan yang bisa menenangkan pikiran.

Dari Kota Bandung, jarak tempuh ke kafe River Deck ini hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Setelah menemukan gerbang masuk kawasan Taman Kop Guntang, Gunung Puntang, traveler tinggal membayar tiket masuk area tersebut.

Untuk satu orang pengunjung harus membayar sekitar Rp 25.000 dan jika kamu membawa kendaraan akan dikenai biaya Rp 7.000 untuk motor, serta Rp 12.000 untuk mobil. Setelah membayar tiket masuk, langsung saja ikuti petunjuk yang sudah ada disepanjang jalan.

Tak jauh dari gerbang masuk, traveler bakal langsung menemukan kafe estetik ini. Pemandangan yang asri di tengah hutan dengan pepohonan yang lebat menjadi asupan untuk mata selama perjalanan menuju lokasi dan saat di lokasi.

Kafe River Deck di BandungKafe River Deck di Bandung (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Aliran sungai juga jadi dambaan pengunjung yang datang ke kafe ini, mereka bisa dengan bebas untuk bermain di aliran sungai tersebut. Keseruan pun tercipta di antara mereka, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Lokasi kafe River Deck ini masih dalam area Taman Kopi Guntang, sehingga sangat pas sekali jika kamu ingin menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga sambil menikmati kopi di tengah alam.

Untuk harga yang ditawarkan oleh kafe ini, tak bisa juga disebut murah. Tapi untungnya kafe ini masih memiliki daya tarik yang mampu meredam rasa perih saat membayar, selain itu rasa makanan yang disuguhkan juga cukup untuk membuat perut kenyang nikmat.

“Harganya sebenernya nggak bisa dibilang murah, mie instan aja dibanderol Rp 30.000. Tapi, tetep worth it buat datang ke sini karena harga mahalnya bisa terbayarkan sama pemandangan yang bagus banget. Cocok banget kalo lagi pengen refreshing,” ujar Anas salah satu pengunjung kafe River Deck.

Ia bersama suaminya jauh-jauh dari daerah Ujung Berung datang ke sini hanya untuk menikmati nuansa kafe yang berada di kawasan hutan ini. Jarak tak menjadi hambatan untuk keduanya menerjang kemacetan Kota Bandung.

Di masa libur panjang ini jadi momen mereka untuk mencoba menikmati sarapan di River Deck, matahari seakan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati situasi kafe tanpa merasa tersengat. Konsep outdoor yang kafe ini bawakan begitu cocok dengan perpaduan nyanyian dari alam.

Buat kamu yang penasaran dengan menikmati kopi di tengah hutan, langsung aja datengin River Deck di kawasan Taman Kopi Guntang ini.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Fasilitas, Aktivitas Menarik, dan Biaya Masuk


Kabupaten Bandung Barat

Taman Lembah Dewata merupakan salah satu spot yang menarik dikunjungi di kawasan Lembang, Bandung. Berikut fasilitas, hingga aktivitas menarik di dalamnya.

Taman Lembah Dewata adalah sebuah taman yang terletak pada lembah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Taman ini memiliki nuansa menarik lewat ornamen khas Jawa dan Bali di dalamnya.

Ornamen Bali ditampilkan lewat adanya pura di tengah danau yang dibuat mirip seperti di Bedugul, Bali. Selain itu, ada juga air mancur patung barong, hingga pepohonan yang diberikan sarung khas Bali.


Selain aksen Bali, aksen Jawa juga melekat lewat miniatur candi hingga patung-patung dalam kisah pewayangan. Ada patung Rama-Shinta hingga Pandawa Lima.

Pada kunjungan detikTravel ke Taman Lembah Dewata, Sabtu (6/1/2024), terlihat tempat ini dipenuhi wisatawan. Banyak wisatawan yang hadir merupakan keluarga dan rombongan wisatawan.

Fasilitas

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungPiknik estetik di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kab. Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Taman Lembah Dewata memiliki fasilitas yang cukup lengkap, untuk fasilitas hiburan, di sini tersedia fasilitas sepeda, mobil keliling yang dikemas layaknya sepeda, spot nongkrong yang terdiri dari kafe hingga kursi, dan spot foto estetik.

Selain itu, ada pula fasilitas pendukung seperti area kuliner yang menyajikan sekitar 15 tenant makanan dan minuman. Traveler dapat temui makanan berat hingga makanan ringan.

Sedangkan fasilitas pendukung terdapat toilet hingga mushola yang cukup luas.

Aktivitas Menarik

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungMemberi makan alpaca di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kab. Bandung Barat (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat beberapa aktivitas menarik yang dapat dilakukan di Taman Lembah Dewata, misalnya saja swafoto. Traveler dapat menemukan beberapa spot foto dengan pemandangan pura tengah danau hingga berlatar Gunung Putri. Traveler juga dapat berfoto dengan ornamen patung hingga hewan-hewan di sini.

Selain itu, berkunjung ke sini traveler juga dapat berinteraksi dengan hewan misalnya menaiki kuda hingga memberi makan alpaca. Di sini terdapat aktivitas menaiki kuda untuk amatir hingga profesional.

Ingin berkeliling tanpa pegal? Traveler juga bisa nih menaiki mobil keliling yang dikemas layaknya kereta keliling dengan tajuk Dewata Express.

Tak hanya itu, piknik estetik juga bisa banget dilakukan di sini lho. Traveler hanya perlu membeli paket piknik di sini dengan harga Rp 50 ribu – Rp 100 ribu.

Harga Tiket Masuk

Tempat ini menjadi salah satu taman bermain yang cukup terjangkau di Lembang, biaya masuknya hanya Rp 20 ribu untuk weekday dan Rp 25 ribu weekend. Selain itu, terdapat pula beberapa biaya untuk aktivitas tambahan antara lain:

Menyewa sepeda 60 menit: Rp 15 ribu
Becak 30 menit: Rp 15 ribu
Dewata Express 1 kali putaran: Rp 15 ribu
Sepeda listrik dan mobil listrik 15 menit: Rp 25 ribu
Wahana air: Rp 15 ribu – Rp 45 ribu
Beanbag piknik 2 jam: Rp 10 ribu
Tikar kecil 2 jam: Rp 20 ribu
Tikar besar 2 jam: Rp 30 ribu
Berkuda: Rp 35 ribu – Rp 115 ribu
Memberi makan binatang: Rp 10 ribu – Rp 15 ribu

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Januari Healing Ceria, Tiket Trans Studio Bandung Diskon 50%



Bandung

Kini saatnya kita rayakan awal tahun dengan semangat baru di Trans Studio Bandung. Ada kabar baik nih detikers, tiket masuk Trans Studio Bandung diskon 50% lho hanya sampai akhir Januari!

Trans Studio Bandung merupakan destinasi pilihan terbaik untuk kamu dan keluarga. Karena, lokasinya sangat strategis dan kamu tetap bisa nyaman liburan tanpa khawatir cuaca sedang panas ataupun hujan.

Selain itu, Trans Studio Bandung menawarkan beragam atraksi dan wahana menarik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Mulai dari roller coaster menegangkan hingga pertunjukan panggung yang memukau.


Jangan lupa juga untuk mencoba wahana-wahana seru seperti Trans Car Racing, Giant Swing, Sky Pirates, Ocean World Science Center, dan masih banyak lagi!

Semakin nggak sabar untuk liburan di Trans Studio Bandung kan? Ayo segera nikmati diskon 50% ini dengan melakukan pembelian tiket Trans Studio Bandung menggunakan Allo Bank.

Sebelum pesan tiketnya, yuk perhatikan syarat dan ketentuannya:

  • Pesan 2 tiket masuk ke Trans Studio Bandung dengan harga Rp.200.000 di weekdays
    dan Rp.400.000 di weekend
  • Pastikan untuk melakukan transaksi dengan Allo Bank, promo 50% ini berlaku untuk
    pembelian tiket online di www.transentertainment.com maupun langsung di loket Trans
    Studio Bandung.

Nah, buat yang belum punya rekening di Allo Bank, nggak perlu khawatir. Daftarnya gampang
banget!

  1. Download aplikasi Allo Bank di sini
    atau temukan di App Store atau Google Play.
  2. Upgrade jadi Allo Prime dengan pilih menu UPGRADE NOW di home page Allo Bank App, masukkan PIN transaksi, lakukan verifikasi (Scan KTP & Liveness Detection), dan setelah upgrade, lalu top up untuk mulai bertransaksi.

Ingat ya, promo diskon hanya berlaku dari 12-31 Januari 2024, detikers. Trans Studio Bandung menanti kedatanganmu, ayo ajak orang terdekatmu untuk berlibur di Trans Studio Bandung.

Pesan tiketnya detik ini juga di sini!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

5 Destinasi Long Weekend untuk Keluarga di Bandung



Bandung

Liburan long weekend tiba, Bandung tentunya menjadi tempat menarik dikunjungi bersama keluarga. Itu karena ibu kota Parahyangan ini memiliki beragam wisata menarik, berikut listnya.

Libur long weekend akan terselenggara pada 8 hingga 11 Februari 2024. Libur tersebut karena perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada Kamis (8/2/2024) serta perayaan Imlek yang jatuh pada Sabtu (10/2/2024). Sedangkan untuk hari Jumat (9/2/2024) akan diadakan cuti bersama menjelang Imlek.

Sudah merencanakan wisata ke Bandung tetapi masih bingung ingin berkunjung ke mana? Berikut kami rangkum 5 destinasi wisata ramah keluarga di sini.


1. Kiara Artha Park

Sejak dibuka 17 Agustus lalu, ruang publik Kiara Artha Park, Kota Bandung, selalu ramai dikunjungi. Begini keseruannya saat menikmati Kiara Artha Park di malam hari.Kiara Artha Park. Foto: Rico Bagus

Kiara Artha Park adalah taman tengah kota yang menarik untuk dikunjungi. Taman ini memiliki berbagai wahana seperti skuter listrik, sepeda listrik, hingga bus wisata keliling. Taman ini juga kerap kali menjadi spot olahraga bagi para masyarakat.

Menariknya lagi, pada malam hari terdapat atraksi air mancur dan lampu warna warni yang memanjakan mata.

Untuk menemani wisata traveler ke sini, traveler juga bisa berwisata kuliner, karena terdapat berbagai jajanan di kawasan ini.

Alamat: Jalan Banten, Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Bandung
Buka: 9.00-21.00 WIB
Biaya: Rp 10 ribu

2. Noah’s Park

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Noah’s Park menyimpan berbagai aktivitas menarik. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Salah satu spot wisata di bandung yang cocok disambangi bersama keluarga adalah Noah’s Park. itu karena taman bermain yang berada di kawasan Lembang ini memiliki banyak fasilitas wisata menarik.

Wahana permainan di sini misalnya flying fox, luge kart, gokart, ATV, panahan, dan lain sebagainya. Selain itu, spot ini berada di perbukitan lembang, sehingga memiliki nuansa yang syahdu dan tak terik.

Alamat: Jalan Sukanagara No.20, Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Buka: 09.00-17.00 WIB (weekday) dan 08.00-17.00 WIB (weekend)
Biaya: Gratis (masuk), wahana (bervariasi).

3. Taman Lembah Dewata

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungTaman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Foto: Weka Kanaka/detikcom

Masih berada di kawasan Lembang, ada spot wisata yang menarik dikunjungi bersama keluarga, yakni Taman Lembah Dewata.

Spot satu ini memiliki panorama ikonik dengan pura di tengah danau yang mirip seperti di kawasan Bedugul, Bali.

Selain itu, tempat ini juga memiliki hal menarik lainnya seperti spot foto dengan berbagai patung Pandawa Lima, mini candi, hingga hewan seperti kuda poni atau alpaca.

Traveler juga bisa menikmati suasana dengan piknik di pinggir danau, sehingga cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Alamat: Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Barat.
Buka: 8.00-17.00 WIB
Biaya: Rp 20 ribu – Rp 25 ribu (biaya masuk)

4. Orchid Forest Cikole

Golden Pine, kafe bernuansa Eropa di Orchid Forest Cikole LembangGolden Pine, kafe bernuansa Eropa di Orchid Forest Cikole Lembang Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Kawasan Lembang memang tak habis-habisnya menyuguhkan wisata yang menarik. Salah satu yang sudah terkenal yakni Orchid Forest Cikole.

Berkunjung ke sini, traveler akan disuguhi rumah anggrek dan hutan pinus yang syahdu. Ada juga kafe estetik yang dipenuhi bunga Golden Pine.

Ada juga rabbit house dan orchid castle yang bisa dimasuki anak-anak. Untuk dewasa, traveler bisa menjajal flying fox lho.

Alamat: Jalan Raya Tangkuban Perahu KM 8, Cikole, Lembang, Bandung Barat.
Buka: 8.00-16.00 WIB.
Biaya: Rp 40 ribu.

5. Toko Tahilalats Braga

Toko Tahilalats di Jalan Braga BandungToko Tahilalats di Jalan Braga Bandung (Putu Intan/detikcom)

Salah satu spot wisata ikonik di Bandung adalah Jalan Braga. Jalan ini terkenal sebagai berbagai spot otentik dan bersejarah.

Namun begitu, ada juga destinasi baru yang menarik, ialah Toko Tahilalats. Tempat ini merupakan toko berkonsep karakter Tahilalats, yakni komik buatan Nurfadli Mursyid.

Di dalamnya traveler dapat melihat-lihat suasana toko yang unik dengan berbagai karakter dalam bentuk stiker 2D hingga patung 4D. Selain itu, traveler juga dapat menikmati hidangan cemilan di sini. Misalnya saja hotdog berisi daging cincang dan es krim.

Bagi traveler yang ingin mengabadikan momen liburannya, bisa juga berfoto di photobooth dengan membayar biaya Rp 50 ribu.

Selepas puas berkunjung ke sini, traveler juga bisa langsung menyusuri jalan Braga yang ikonik.

Alamat: Jalan Braga Nomo 35 Kota Bandung, Jawa Barat.
Buka: 12.00-21.00 WIB (Senin-Kamis), 11.00-21.00 WIB (Jumat-Sabtu) dan 9.00-21.00 WIB (Minggu).
Biaya: Gratis (Masuk).

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Butuh Pemandangan Hijau-Hijau tapi Nggak Mau Capek? Yuk ke Gunung Pangradina



Bandung

Traveler yang sedang mencari ide mengisi liburan weekend di Bandung, coba deh datang ke Gunung Pangradina ini. Pemandangan di sini diibaratkan mirip dengan hamparan sabana di Merbabu lho.

Namanya Gunung Pangradina. Gunung yang berada di Bandung Timur yang sekarang ini sedang digandrungi para pendaki karena mudah dijangkau oleh pendaki pemula.

Gunung Pangradina berada di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pemandangan yang sangat menakjubkan dengan hamparan sabana atau padang rumput menjadikan gunung ini mendapatkan julukan Merbabu Van Bandung. Ya, kata Merbabu merujuk pada keindahan Gunung Merbabu yang berada di Jawa Tengah.


Gunung Pangradinda.Gunung Pangradinda. Foto: Wisga Putra Julian

Gunung Pangradina memiliki ketinggian 1.236 mdpl dan trek pendakiannya cukup mudah. Dari Pos Kandang Ayam menuju puncak gunung ini hanya membutuhkan waktu 30 menit.

“Kebetulan diajak teman katanya ada gunung yang mirip Merbabu di daerah Bandung timur. Treknya juga mudah di lalui buat pemula,” ucap Dani salah satu pengunjung kepada detikJabar belum lama ini.

Dengan keindahan yang sangat memukau ini banyak pengunjung juga yang berdatangan untuk kamping maupun hiking. Ya, sekadar naik gunung untuk menikmati keindahan alam Bandung.

Belum ada pengelola khusus untuk masuk ke gunung ini, tetapi pengunjung dapat menitipkan kendaraan di sekitar rumah warga sebelum memasuki trek berbatuan. “kalau mau simpan kendaraan mah di sini aja dijagain sama saya, aman soalnya sudah terbiasa ada yang nyimpen kendaraannya di sini,” ujar Suryono warga setempat

Artikel ini telah tayang di detikJabar

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik dan Harga Tiket


Jakarta

Kabupaten Bandung memiliki kawasan wisata yang menarik di Kecamatan Pangalengan. Di satu kawasan ini, detikers bisa berwisata ke beberapa tempat sekaligus karena letaknya yang saling berdekatan.

Sebelum ke sana, simak dulu informasi mengenai tempat wisata Pangalengan berikut ini biar wisata kalian terencana dengan baik.

Rekomendasi Tempat Wisata Pangalengan

Berikut ini rekomendasi 11 tempat wisata Pangalengan, Kabupaten Bandung yang bisa menjadi pilihan kamu saat liburan:


1. Taman Langit Pangalengan

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan. Foto: Yuga Hassani/detikcom

Yang pertama, kalian bisa datang ke Taman Langit Pangalengan. Wisatawan disuguhi keindahan kebun teh di bawah barisan Gunung Wayang. Ada jembatan kayu melintang di antara perkebunan teh yang menjadikan foto kamu estetis.

Taman Langit Pengalengan berada di Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Taman ini berada pada ketinggian 1.670 mdpl.

Harga tiket masuknya Rp 15 ribu per orang. Jika mau camping, ada biaya tambahan Rp 25 ribu. Ada juga paket camping dengan harga mulai dari Rp 550 ribu per malam.

2. Sunrise Point Cukul

Cukul Sunrise Point di PangalenganCukul Sunrise Point di Pangalengan. Foto: (Wisma Putra/detikTravel)

Yang kedua ada Sunrise Point Cukul. Seperti namanya, tempat ini cocok buat kamu yang suka menikmati matahari terbit. Dari titik berketinggian 1.600 mdpl ini, kamu bisa menyaksikan matahari muncul dari balik Gunung Wayang.

Sunrise Point Cukul berada di Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Biar nggak ketinggalan sunrise, kamu bisa berkemah di sini.

Berdasarkan ulasan di Google Maps, harga tiket di Sunrise Point Cukul adalah Rp 10 ribu. Sedangkan tarif parkirnya Rp 5 ribu untuk sepeda motor.

Bagi wisatawan yang ingin camping akan dikenai biaya Rp 40 ribu sudah termasuk tiket masuk. Disediakan pula tenda dengan biaya sekitar Rp 150 ribu.

3. Nuansa Riung Gunung

Sempat menjadi primadona pada tahun 2021, objek wisata Nuansa Riung Gunung di Pangalengan, Kabupaten Bandung saat ini mengalami penurunan pengunjung. Hal tersebut diakibatkan adanya peraturan PPKM level 3 yang ada di Jawa hingga Bali.Nuansa Riung Gunung di Pangalengan. Foto: Yuga Hassani

Pangalengan memang memiliki banyak spot kebun teh yang menarik. Kamu juga bisa datang ke Nuansa Riung Gunung untuk menikmati pemandangan kebun teh.

Jika ingin merasakan sejuknya suasana pagi hari di kebun teh, ada sejumlah penginapan yang bisa menjadi pilihan.

Lokasi Nuansa Riung Gunung berada di Kampung Riung Gunung, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Harga tiket masuknya Rp 10 ribu.

Wisatawan yang ingin camping dikenakan biaya sebesar Rp 25 ribu. Ada juga paket camping yang disediakan dengan biaya mulai dari Rp 300 ribu.

4. Nimo Highland

Aksi para model di atas jembatan Nimo Highland, Pangalengan, Kabupaten Bandung.Jembatan Nimo Highland, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Nimo Highland diambil dari nama kawasan Nini Mountain. Kamu bisa menyaksikan pemandangan kebun teh dari jembatan kaca sambil berfoto-foto di atasnya.

Lokasinya berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Harga tiket masuk mulai dari Rp 35 ribu untuk dewasa.

Tak hanya berfoto, kalian juga harus mencoba berbagai wahana, seperti naik ATV dengan biaya sekitar Rp 135 ribu, atau flying fox seharga Rp 65 ribu.

5. Rumah Putih Cukul

Rumah Putih Cukul bukan rumah biasa. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan Villa Jerman Pangalengan. Bangunan bergaya Eropa ini memiliki sejarah yang penuh misteri.

Meski ada kesan seram, banyak pengunjung yang tetap datang karena tempat ini memiliki spot foto menarik dan instagramable.

Harga tiket masuk ke spot wisata ini Rp 10 ribu per orang. Jam operasionalnya antara pukul 08.00 hingga 18.00 WIB setiap hari.

6. Perkebunan Teh Malabar

Selanjutnya ada Perkebunan Teh Malabar yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kebun teh ini memiliki luas hampir 2.022 hektare dan disebut terluas ketiga di dunia.

Di sini ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, seperti makam Karel Rudolf Bosscha, serta Museum dan Wisma Karel Rudolf Bosscha. Dia dulunya adalah seorang manajer perkebunan teh Malabar.

Jika kamu pernah nonton film ‘Heart’ yang dirilis 2007 silam, lokasi syutingnya ada di Perkebunan Teh Malabar ini. Harga Tiket Masuk Kebun Teh Malabar yaitu Rp 10 ribu untuk mobil.

7. Situ Cileunca

Cileunca Land, tempat wisata baru di Pangalengan. Bisa santai dan camping di pinggir Situ Cileunca.Cileunca Land, tempat wisata baru di Pangalengan. Bisa santai dan camping di pinggir Situ Cileunca. Foto: Istimewa

Situ Cileunca adalah danau buatan dari aliran Sungai Cileunca. Salah satu aktivitas menarik di sini adalah rafting dengan biaya sebesar Rp 135 ribu.

Kamu juga bisa bermain flying fox dengan harga Rp 25 ribu. Atau kamu bisa naik wahana Offroad Land Rover dengan biaya Rp 260 ribu per orang.

Jika ingin camping, biayanya adalah Rp 200 ribu sudah termasuk sewa tenda. Jika membawa tenda sendiri, kamu cukup membayar Rp 10 ribu.

Adapun lokasinya berada di Jalan Situ Cileunca, Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

8. Situs Rumah Adat Cikondang

Seorang warga membersihkan halaman rumah di Kampung Adat Cikondang, Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). Kampung Adat Cikondang yang telah ada sejak abad ke-19 dan memiliki beberapa peninggalan leluhur kampung tersebut saat ini telah ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.Kampung Adat Cikondang, Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Situs Rumah Adat Cikondang adalah satu objek wisata edukasi di Pangalengan. Tempat ini cocok buat kamu yang tertarik dengan sejarah atau ingin mengenalkan sejarah kepada anak.

Rumah adat berbentuk unik khas Sunda dan menjadi tempat pemukiman etnis Sunda yang diakui sebagai cagar budaya. Rumah adat ini diperkirakan telah berusia sekitar 200 tahun.

Lokasinya berada di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tempat wisata ini hanya bisa dikunjungi setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Minggu. Untuk pengunjung wanita yang sedang haid tidak boleh masuk.

9. Wayang Windu

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. HealingPesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing Foto: Ari Saputra

Wayang Windu adalah kawasan yang tak jauh dari Geothermal Wayang Windu. Di sini, detikers bisa menikmati pemandangan alam perkebunan teh yang luas dan sejuk karena berada di ketinggian 1.600-1.800 mdpl.

Selain berfoto-foto di berbagai spot, kamu bisa camping dengan peralatan yang sudah tersedia. Fasilitasnya sudah cukup lengkap, mulai dari toilet, tempat ibadah, hingga gazebo. Beberapa wahana yang bisa kamu coba seperti ATV dan flying fox

Wayang Windu berlokasi di Banjarsari, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Harga tiket masuknya adalah Rp 15 ribu. Jam operasionalnya mulai dari 05.30 hingga 18.30 WIB.

10. Curug Panganten

Aktivitas seru body rafting di Curug Panganten, CiamisAktivitas seru body rafting di Curug Panganten, Ciamis. Foto: Istimewa

Jika ingin tempat wisata yang segar, kamu bisa datang ke Curug Panganten yang berada di Desa Margamulya, Pangalengan, Bandung. Curug Penganten menyajikan keindahan air terjun.

Saat memasuki kawasan curug pun detikers sudah bisa menikmati suasana yang menenangkan khas pedesaan yang asri.

Curug ini cocok dijadikan sebagai tempat melepas lelah setelah berwisata di beberapa tempat di Pangalengan. Curug Panganten buka setiap hari pada pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp 10 ribu.

11. Curug Ceret

Air terjun lain yang bisa kamu kunjungi adalah Curug Ceret yang berada di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Selain pemandangan air terjun dengan ketinggian 5 meter, tempat ini terasa asri karena dipenuhi pepohonan yang rimbun.

Curug ini masih terbilang sepi. Kamu bisa datang setiap hari. Pengunjung masih belum dikenakan tiket masuk.

Nah, itulah tadi 11 tempat wisata Pangalengan Kabupaten Bandung yang menarik dikunjungi. Kalian bisa menginap satu atau dua malam untuk bisa menikmati berbagai tempat wisata di satu kawasan tersebut.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

Spot Healing Ijo Royo-royo di Tebing Keraton Bandung



Bandung

Bandung punya segudang tempat healing yang tak jauh dari pusat kota. Salah satunya adalah hamparan hutan pinus yang menyegarkan, Tebing Keraton.

Tebing Keraton berada di ketinggian 1200 Mdpl, Tebing ini menawarkan keindahan alam serta hamparan hutan pinus di atas ketinggian. Tempat ini sangat cocok untuk anda yang suka dengan pemandangan alam yang masih asri.

Mengenai Tebing Keraton, merupakan gawir atau lembah sesar (fault scarp) dengan dinding gawir menghadap ke arah utara. Terbentuk sekitar 500.000 tahun lalu, masih berhubungan dengan ambruknya Gunung Sunda. pendapat lainnya menyebutkan hasil kegiatan tektonik yang mengakibatkan terangkatnya sebagian lembah sehingga membentuk pegunungan tebing yang curam.


Akses untuk menuju tempat ini jika anda dari pusat Kota Bandung bisa mengambil rute ke arah Jalan Dago, setelah itu anda akan menemui dua cabang jalan, pilih cabang kanan yang menuju ke bukit Dago Pakar. Setelah melewati bukit Dago Pakar anda akan menemui sebuah pertigaan belok lah ke kiri menuju arah Taman Hutan Raya Juanda.

Setelah itu ambil jalan sebelah kanan saat berada di simpang dua dan jalan terus hingga bertemu warung bandrek. Tak jauh dari warung bandrek anda akan menemui lagi simpang dua beloklah ke kiri hingga kemudian menemukan pintu masuk ke Tebing Keraton. Estimasi perkiraan kurang lebih 30 menit untuk sampai ke tempat ini jika lalu lintas lancar.

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan wisata ini, akan dikenakan biaya. Harga tiket masuk cukup terjangkau Rp. 12.000 dan biaya asuransi Rp 2.000. Tiket ini sudah termasuk ke Tahura Maribaya dan Tebing Keraton.

Semacam prasasti menyambut begitu tiba di Tebing KeratonSemacam prasasti menyambut begitu tiba di Tebing Keraton Foto: detik

Pembelian tiket bisa langsung dibeli di loket pembelian. Untuk parkir kendaraan bermotor dikenakan biaya parkir Rp 5.000, dan untuk kendaraan Roda empat bisa disimpan di bawah sebelum kawasan kurang lebih harus berjalan dulu 1 km.

Untuk jam buka tersendiri objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. Jika anda ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus bisa pergi pagi maupun sore untuk melihat sunrise dan sunset di tebing ini.

Saat anda memasuki area Tebing pertama-tama akan diajak untuk menyusuri jalan setapak dengan pohon-pohon di sampingnya. Tetapi pengunjung harus berhati-hati saat melangkah karena tekstur jalan yang agak curam dan licin.

Tak jauh dari itu dapat dilihat kawasan tebing yang indah dan cantik sejauh mata memandang, tak hanya itu jika ada beruntung akan ada kawanan monyet yang akan menghampiri anda. Pengunjung dianjurkan berhati-hati dan menjaga barang bawaan serta tidak memberi makan hewan. Tak hanya itu kawasan ini dipakai juga untuk memantau burung Elang.

Di Kawasan ini anda juga bisa melihat langsung sesar lembang serta ada papan penjelasan mengenai informasi tersebut. Banyak juga pohon yang diberi tanda nama serta spesiesnya agar pengunjung lebih mengenal nama-nama tumbuhan yang ada di kawasan Tebing Keraton.

Sedikit mengenai Sesar Lembang yaitu merupakan patahan besar di Jawa Barat yang mengelilingi tepi utara Bandung. Memiliki panjang 29 km dan merupakan sesar oblique dengan komponen geser mengkiri dan komponen sesar naik.

****

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Jalan Braga, Kawasan Ikonik di Paris Van Java



Jakarta

Jalan Braga merupakan kawasan legendaris di Bandung. Kini, tiap akhir pekan Jalan Braga bebas kendaraan, dinamai Braga Beken.

Dibangun sejak zaman Hindia Belanda, Jalan Braga disebut sebagai saksi bisu perkembangan zaman. Jalan sepanjang 850 meter itu merupakan pusat perbelanjaan dan tempat berkumpul pada masa Hindia Belanda.

Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat komplek toko yang memiliki arsitektur kuno pada masa Hindia Belanda. Kini, di sepanjang Jalan Braga terdapat berbagai restoran, kafe, penginapan, hingga apotek, dan sejumlah kantor.


Jalan Braga juga masih menjadi salah satu jalur utama di jantung kota Bandung. Jalan itu padat dengan lalu lalang kendaraan dan para pejalan kaki, juga pedagang, serta mobil dan motor yang parkir.

Akhir pekan lalu, Jalan Braga memiliki wajah berbeda. Pemerintah Kota Bandung menjadikan Jalan Braga bebas kendaraan. Rencananya setiap Sabtu dan Minggu Jalan Braga bakal bebas kendaraan.

Berikut lima fakta tentang Jalan Braga:

1. Mulanya Disebut Pedatiweg

Jalan Braga dulu dikenal sebagai Pedatiweg merupakan jalur yang vital di masa kolonial Belanda. Mulanya merupakan jalan becek dan berlumpur yang kerap dilewati oleh pedati pengangkut kopi.

Nama Pedatiweg berasal dari kata “pedati,” sejenis kereta kuda yang banyak digunakan pada zaman itu dan “Weg” dalam bahasa Belanda bermakna “jalan”.

Baru sekitar tahun 1882, Pieter Sijthoff, asisten residen Bandung, mengubah nama Pedatiweg menjadi Bragaweg. Diambil dari nama seorang penulis drama Theofila Braga.

Para ahli sastra Sunda menyebut bahwa nama Braga merujuk pada kata “Baraga” yakni jalan di tepi sungai, dimana Jalan Braga memanglah terletak di tepi Sungai Cikapundung.

Penamaan Braga juga disebut-sebut berasal dari minuman keras khas Rumania yang sering disajikan di Societeit Concordia (sekarang Gedung Merdeka) di bagian selatan Bragaweg.

Dalam bahasa Sunda, nama Braga juga berasal dari kata “Ngabaraga” yang memiliki arti bergaya memamerkan tubuh, nampang, atau mejeng.

2. Dahulu Disebut “Jalan Culik”

Tak seperti sekarang, dahulu Jalan Braga dikenal sebagai jalan yang kecil dan sepi yang rentan terhadap aksi penculikan. Membuatnya kerap mendapat julukan “Jalan Culik”

Jalan Braga yang sepi membuat reputasinya sebagai tempat yang mengerikan di mana banyak orang terluka dan bahkan meninggal karena kegiatan kriminalitas. Jalan Braga menjadi tempat patroli tentara kolonial, yang mengakibatkan banyak pembantaian.

3. Asal Mula Julukan Kota Kembang

Meskipun Bandung juga terkenal dengan keberagaman taman bunganya, namun julukan “Kota Kembang” tidak berasal dari kesejukan bunga-bunga itu. Sebaliknya, julukan merupakan sebuah kiasan berkonotasi negatif di era Belanda.

Bersamaan dengan ramainya Jalan Braga sebagai tempat pertemuan para bangsawan, kehadiran hiburan malam di sudut remang-remang, membuatnya juga dikenal oleh turis mancanegara yang mencari wanita-wanita cantik di kota ini. Sejak saat itulah, Bandung dijuluki sebagai “Kota Kembang”.

Walau begitu, Jalan Braga tetap menjadi simbol sejarah dan budaya yang mencerminkan perubahan zaman dan peranannya dalam perkembangan kota Bandung.

Wisatawan kini dapat menjelajahi Jalan Braga untuk menikmati perpaduan antara sejarah dan gaya hidup kontemporer yang menarik.

4. Toko Senjata Api Jadi yang Pertama Berdiri di Jalan Braga

Bukan kafe atau toko pakaian, melainkan toko senjata api adalah toko pertama di Jalan Braga didirikan pada tahun 1894 oleh C.A. Hellerman. Selain menjual senjata api, toko tersebut juga menawarkan berbagai macam barang seperti sepeda, kereta kuda, dan melayani sebagai bengkel reparasi senjata api.

Namun, bangunan pertama tempat toko tersebut berdiri, yang sekarang dikenal sebagai bangunan tua nomor 51, telah runtuh dan ditinggalkan oleh pemiliknya.

5. Tempat Komersil dan Hiburan

Dalam e-book Mengembalikan Citra Kawasan Jalan Braga Bandung disebutkan pada 1910 Jalan Braga dirancang oleh pemerintahan kolonial menjadi pusat perbelanjaan bagi orang-orang Eropa di Hindia Belanda. Bahkan, kawasan ini disebut pula sebagai Het meest Europeesche Winkelstraat van Indië, atau kawasan pertokoan Eropa terkemuka di Hindia Belanda.

Jalan Braga kemudian ramai diisi oleh pengusaha Belanda dengan membangun toko, bar, hingga tempat hiburan. Tak hanya menjadi trendsetter mode pakaian, pada 1931 salah seorang anggota Komisi Loggemann, Ir. Thomas Karsten membuat Stadsvormings Ordonantie (SVO) memberi panduan perencanaan kota di Hindia Belanda.

Bersama sejumlah profesor lainnya, ada sejumlah hal yang ingin ditata dari kawasan Braga, antara lain: bangunan langsung berhadapan dengan tepi jalan, tanpa adanya halaman teras, antara satu bangunan dengan bangunan lainnya harus saling berdampingan, tanpa ada ruang kosong sedikit pun, ketinggian bangunan hanya 2 lantai, yakni lantai pertama untuk komersial dan halaman belakang dan lantai atas untuk hunian, dan bangunan harus memberi kesan yang selaras baik secara horizontal maupun vertikal.

Lantai pertama dilengkapi pintu masuk dan dinding kaca etalage. Jendela kaca boven-licht untuk penerangan ruang dalam yang dilengkapi lubang ventilasi alami, alias gesloten bebouwing.

6. Mati Suri

Masa kejayaan Braga tidak berlangsung terus-menerus. Jalan Braga mati suri akibat situasi politik dunia yang bergejolak di tahun 1942.

Yakni, saat Jepang memulai ‘kisah’-nya di Tanah Air, kawasan ini seperti ditinggalkan hanya meninggalkan jejak-jejak bangunan bergaya Indische Style saja.

7. Bangunan Bersejarah yang Tersisa

Braga kembali bangkit usai ditetapkan sebagai historical district oleh Pemerintah Kota Bandung lewat Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2009. Sejumlah bangunan kolonial masih tersisa.

Dari Jalan Asia-Afrika, terdapat Hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka yang menjadi saksi terjadinya Konferensi Asia-Afrika pertama di tahun 1955 silam. Lalu, ada pula Bioskop de Majestic dengan bentuk unik menyerupai kaleng biskuit. Serta, Sarinah Braga yang kini beralih fungsi menjadi tempat penginapan berkelas di Bandung.

Bergeser sedikit ke arah utara, terdapat Gedung Gas Negara hingga restoran Braga Permai eks Maison Bogerijen yang pernah menyajikan makanan istimewa bagi kaum Belanda. Terakhir, ada pula Gedung Bank Indonesia dan Gereja Katedral St. Petrus Bandung dengan menyimpan sejarah perkembangan umat Katolik di Kota Kembang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Destinasi Dekat Stasiun Kereta, Cocok Nih Didatangi Saat Long Weekend



Jakarta

Long weekend ini, traveler bisa berburu tempat cantik yang berada di dekat stasiun kereta api. Banyak kok tempat-tempat populer yang lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta.

KAI pun membagikan beberapa spot destinasi yang lokasinya dekat dengan stasiun kereta. Catat ya!

Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung


Umat Islam yang melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Al Jabbar, Gedegage, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/4/2023). Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444 H pada Sabtu (22/4). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.Masjid Raya Al Jabbar, Gedegage, Bandung, Jawa Barat, ( ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym. Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Siapa yang tidak tertarik dengan kemegahan Masjid Raya Al-Jabbar atau dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage? Dibangun sejak 2017, Masjid Raya Al-Jabbar dirancang berada di atas danau retensi yang merupakan salah satu penanggulangan banjir di Gedebage.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar yang didesain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjabat Wali Kota Bandung ini terinspirasi dari desain eksterior dan interior masjid di Turki dan Iran, dengan halaman yang luas dan melewati bangunan dengan nuansa berbeda. Ciri khas masjid megah ini memiliki 4 menara setinggi 99 meter, sebagai simbol Asmaul Husna. Sentuhan lain yaitu memiliki sentuhan khas Jawa Barat yang dapat dilihat pada puncak atap, yaitu ikon tusuk sate, seperti yang terdapat pada Gedung Sate dan kantor Gubernur Jawa Barat.

Kamu dapat menikmati kemegahan Masjid Raya Al Jabbar dengan akses yang sangat mudah. Jika kamu datang dari luar Kota Bandung, kamu dapat naik kereta tujuan Stasiun Bandung, lalu berpindah ke Commuter Line Bandung Raya atau Commuter Line Garut dan turun di Stasiun Cimekar. Dari sana, kamu hanya perlu berjalan kaki menuju kawasan Masjid Raya Al Jabbar. Selain itu, tersedia juga ojek pangkalan yang siap mengantarkanmu ke kawasan Masjid Raya Jawa Barat tersebut.

Candi Prambanan, Yogyakarta

Liburan ke Candi Prambanan Candi Prambanan Foto: Dok. InJourney

Peninggalan sejarah yang tidak boleh kita lewatkan dan telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 adalah Candi Prambanan. Candi Hindu setinggi 47 meter ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya pada abad ke-9. Bangunan candi terdiri dari tiga halaman tertutup. Candi utama terletak di halaman dalam dan dikelilingi oleh beberapa candi kecil disebut candi-candi ‘Perwara’.

Selain dapat menikmati kemegahan dari warisan sejarahnya, kamu juga dapat menonton pertunjukan budaya Sendratari Ramayana Prambanan yang biasanya digelar setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Tertarik untuk mengunjunginya? Kamu dapat mengunjungi Candi Prambanan dengan akses yang sangat mudah, yaitu menggunakan kereta rel listrik (KRL) dan turun di Stasiun Brambanan. Jarak antara Stasiun Brambanan dan Candi Prambanan cukup dekat, hanya sekitar satu kilometer. Dengan demikian, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek menuju Candi Prambanan.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS), Surakarta

Suasana Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Rabu (1/3/2023).Suasana Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, Rabu (1/3/2023). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Mulai dibuka untuk umum pada 1 Maret 2023 lalu, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terus dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah karena bangunan masjid yang begitu megah dan menawan berbeda dari bangunan masjid di Indonesia pada umumnya.

Arsitektur masjid ini dibuat mirip dengan Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi dengan empat menara, 82 kubah kecil, dan satu kubah utama bergaya Maroko. Kemegahan lain yaitu sebagian lantai dan dindingnya menggunakan marmer Italia. Namun ada ciri khas dari bangunan ini yaitu adanya motif batik di tiap-tiap komponen bangunan seperti kawung, kembang, dan bokor kencono sehingga tidak meninggalkan ciri khas Indonesia.

Masjid Raya Sheikh Zayed telah menjadi tempat wisata religi terbaru di Kota Solo yang patut untuk dikunjungi, terutama karena lokasinya yang dekat dengan Stasiun Solo Balapan.

Gua Maria Lourdes Pohsarang, Kediri

Khusus untuk umat Katolik, terdapat sebuah ikon yang menyerupai Sanctuary of Lourdes di Prancis, terletak di Kediri, yaitu Gua Maria Lourdes Pohsarang, yang juga dikenal sebagai Gua Maria Pohsarang, sebuah situs yang sangat istimewa.

Gua Maria Pohsarang adalah tempat rohani yang unik karena menggabungkan arsitektur khas dengan sentuhan budaya Jawa. Terletak di lereng Gunung Wilis, dengan ketinggian 400 mdpl, udara di sekitar Gua Maria ini sangat sejuk dan segar. Di dalam gua, terdapat replika patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus dengan tinggi 1,75 meter, kedua tangan terbuka seolah-olah menyambut umat Katolik yang datang.

Tidak kalah menarik, gerbang dari Gua Maria ini terbuat dari batu alam yang tersusun rapi dan estetik. Menariknya lagi di sana juga terdapat menara lonceng yang digunakan sebagai penghormatan kepada Santo, yang diberi nama Menara Santo Hendrikus. Di puncak menara, terdapat ayam yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.

Buat kamu yang ingin berkunjung ke Gua Maria ini, tidak perlu bingung karena dapat diakses dengan mudah dari Stasiun Kediri. Kamu dapat melanjutkan perjalanan ke lokasi menggunakan ojek online atau angkutan umum setempat.

Klenteng Eng An Kiong, Malang

Persiapan Imlek di Klenteng Eng An Kiong Malang Klenteng Eng An Kiong Malang Foto: Aujana Mahalia/detikJatim

Sebagai Klenteng tua berusia 193 tahun berarsitektur gabungan Eropa dan Tiongkok mempunyai nilai sejarah yang tinggi, Klenteng Eng An Kiong berdiri menawan di tengah Kota Malang.

Klenteng Eng An Kiong merupakan klenteng Tri Dharma, yang artinya digunakan sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Ji (Khonghucu), Too (Tao), dan Sik (Buddha). Bangunan klenteng dibangun pada 1825 (2564 tahun imlek) atas prakarsa Liutenant Kwee Sam Hway (Yauw Ting Kong), keturunan ketujuh dari jenderal di masa Dinasti Ming (1368-1644) di Tiongkok.

Bagi kamu yang ingin jalan-jalan ke Malang, kamu bisa menikmati keindahan Klenteng Eng An Kiong karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Stasiun Malang.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Berapa Jam Ciwidey ke Pangalengan Lewat Soreang dan Mekarsari?


Jakarta

Ciwidey dan Pangalengan adalah dua wilayah di Kabupaten Bandung yang punya banyak pilihan tempat wisata. Tak heran jika keduanya ramai didatangi pengunjung ketika musim liburan.

Wisatawan biasanya berharap bisa mengunjungi keduanya, sehingga waktu liburan tak terbuang percuma. Sebelum menyusun rencana, pengunjung sebaiknya mengetahui lebih dulu waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan.

Berapa Jam Ciwidey ke Pangalengan?

Berdasarkan perkiraan dari Google Maps, waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan adalah lebih dari satu jam bergantung dari pilihan rute, kepadatan lalu lintas, pengguna jalan, dan lingkungan sekitar. Pengunjung bisa menikmati berbagai tempat wisata sesuai pilihan di kedua lokasi.


Jarak dan waktu tempuh kedua tempat ini juga bisa berbeda-beda tergantung titik keberangkatan dan tempat tujuannya. Sebagai perkiraan, kita asumsikan rutenya dari Alun-alun Ciwidey ke Alun-alun Pangalengan.

1. Ciwidey ke Pangalengan via Soreang

Rute pertama dari Ciwidey ke Pangalengan adalah lewat Soreang. Lewat rute ini, Ciwidey ke Pangalengan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 41 km.

Rute ini merupakan jalur utama karena jalannya cukup luas dan bagus, sehingga cocok dilewati mobil, bahkan bus. Namun jalur ini membutuhkan waktu lebih lama, karena agak memutar.

Rute

Dari Jalan Raya Ciwidey, traveler harus lurus ke utara hingga masuk ke Jalan Soreang-Ciwidey. Terus lurus sampai sekitar 11 km atau 25 menit.

Setelah melewati Victory Waterpark, belok kanan di pertigaan besar untuk masuk ke Jalan Lingkar Baru. Ikuti jalan hingga sekitar 3 km. Setelah sampai di RS Hermina Soreang, belok kanan di perempatan untuk masuk ke Jalan Soreang-Banjaran.

Ikuti Jalan Soreang Banjaran sampai sekitar 4,5 km kemudian belok kanan lewat Dangdeur atau arah ke Waterboom Cahaya Abadi yang berada di Jalan Pahlawan. Kemudian belok ke kanan untuk masuk ke Jalan Banjaran-Pangalengan.

Ikuti Jalan Banjaran-Pangalengan hingga sekitar 20 km dan kamu akan sampai di pusat Kecamatan Pangalengan. Untuk menuju ke objek wisata, traveler masih harus melanjutkan perjalanan sesuai tempat tujuannya.

Tempat Wisata yang Dilewati

Berikut ini tempat wisata yang dilewati rute tersebut, beserta ratingnya yang dilihat dari Google Maps pada 2 Januari 2025:

  • D’Riam Riverside (rating 4,5 dan 160 reviews)
  • Bale Bambu Adventure (rating 4,6 dan 593 reviews)
  • Victory Waterpark (rating 4,3 dan 3,174 reviews)
  • Pesona Nirwana Waterpark (rating 4,3 dan 2.264 reviews)
  • Waterboom Cahaya Abadi (rating 4,1 dan 1.327 reviews)

2. Ciwidey ke Pangalengan via Mekarsari

Rute Ciwidey ke Pangalengan selanjutnya adalah via Mekarsari. Jika melewati rute ini, maka membutuhkan waktu sekitar 1 jam 10 menit atau berjarak 29 km.

Rute ini memang lebih cepat, namun jalannya lebih sempit dan berkelok-kelok. Jalan ini lebih cocok dilewati untuk sepeda motor.

Rute

Dari Jalan Ciwidey, traveler harus belok ke timur setelah melewati Puskesmas Pasirjambu. Masuk ke Jalan Cisondari-Jalan Gambung, traveler cukup mengikuti jalur utama hingga melewati Desa Mekarsari, Nuansa Riung dan Situ Cileunca.

Setelah Situ Cileunca, ikuti Jalan Raya Pangalengan untuk menuju ke pusat Kecamatan Pangalengan.

Wisata yang Dilewati

Jika melewati rute Mekarsari ini, traveler bisa mampir ke beberapa objek wisata. Berikut ini tempat wisata beserta ratingnya yang dilihat dari Google Maps pada 2 Januari 2025:

  • Palalangon Park (rating 4,4 dan 1.597 reviews)
  • Barusen Hills (rating 4,0 dan 2.943 reviews)
  • Nuansa Riung (rating 4,7 dan 451 reviews)
  • Situ Cileunca (rating 4,6 dan 2.890 reviews)

Tentunya, waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan bisa berubah sesuai kondisi lingkungan dan lalu lintas. Pengunjung sebaiknya memastikan tersedia cukup waktu untuk mengantisipasi macet atau hujan deras. Jangan lupa pastikan kondisi kendaraan baik saat bepergian jauh.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com