Tag Archives: wisata bima

Pantai di Bima Ini Indah, tapi Sayang Akses Jalannnya Rusak Parah



Bima

Pantai Oi Fanda di Bima sungguh indah. Namun sayang, akses jalan menuju ke pantai itu rusak parah. Ada banyak lubang dan kubangan!

Pantai yang berada di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini sungguhlah indah. Namun keindahan pantai itu ternoda akibat jalan menuju ke sana yang rusak parah.

Dari pantauan di lokasi, akses jalan menuju Pantai Oi Fanda belum diaspal. Jalan tanah dipenuhi kubangan dan lumpur di bahu jalan hingga batu-batu kecil harus dilewati traveler sebelum ke pantai ini.


Meski kondisi jalan rusak parah, tiba di Pantai Oi Fanda cukup terobati dengan suasana pantai yang indah dan sejuk. Ditambah lagi pasir putih pantai. Perahu-perahu nelayan di tengah laut menambah cantik panorama yang tersaji di sana.

Salah seorang pengunjung, Mukmin (40), mengaku ke pantai Oi Fanda bersama rombongan keluarga menggunakan mobil pik up. Mukmin mengaku takjub dengan keinginan pantai Oi Fanda.

“Pantainya indah, pasir pantai cukup bersih dari sampah,” kata warga Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima ini.

Meski begitu, ada yang perlu diperbaiki dan dibenahi. Salah satunya akses jalan menuju Pantai Oi Fanda. Menurut Mukmin, kondisi jalannya rusak parah. Hal itu juga kemungkinan menyebabkan sepinya pengunjung.

“Akses jalan menuju pantai ini yang perlu diperbaiki. Kalau jalan baik, sudah pasti pengunjung bakal ramai,” harapnya.

Kondisi jalan rusak menuju pantai Oi Fanda Bima, NTB, Minggu, (10/2/2024). (Dok. Rafiin/detikBali)Kondisi jalan rusak menuju pantai Oi Fanda Bima, NTB Foto: Kondisi jalan rusak menuju pantai Oi Fanda Bima, NTB, Minggu, (10/2/2024). (Dok. Rafiin/detikBali)

Kepala Desa Nipa, Mahfud, mengakui akses jalan menuju Pantai Oi Fanda yang rusak parah. Menurutnya, akses jalan yang belum diperbaiki atau belum diaspal tinggal sepanjang 500 meter.

“Tinggal 500 meter saja yang belum diaspal,” kata Mahfud.

Mahfud berharap, akses jalan menuju Pantai Oi Fanda agar segera diperbaiki secepatnya oleh Pemkab Bima dan Provinsi NTB. Selain itu, juga membahas terkait kepemilikan lahan. Sebab ia ingin pantai dijadikan aset Pemerintah Desa (Pemdes).

“Kami harapkan Pemkab Bima dan Pemprov NTB memperbaiki ruas jalan yang masih rusak hingga menjadikan pantai Oi Fanda sebagai aset Desa,” ujarnya.

Mahfud mengungkapkan karena persoalan lahan, Pemdes belum mengelola Pantai Oi Fanda secara profesional. Karena saat ini sedang menunggu penerbitan peraturan desa (Perdes). Selain itu, sebagian lahan di sekitar pantai Oi Fanda kebanyakan milik masyarakat.

“Untuk sementara masih dikelola masyarakat yang memiliki lahan. Kami ingin Pemdes yang kelola sebagai obyek PADes dan PAD Pemkab Bima,” imbuh Mahfud.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Pantai Sori Nehe, Pantai Favorit Bule untuk Diving-Snorkeling di Bima



Bima

Bicara soal pantai yang indah, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki banyak pantai yang mempesona. Salah satunya adalah Sori Nehe yang berokasi di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota.

Akses jalan raya menuju Pantai Sori Nehe cukup bagus. Jarak tempuh dari pusat Kota Bima membutuhkan waktu perjalanan darat kurang lebih 1 jam.

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Sori Nehe, mata akan dimanjakan dengan suasana keindahan hamparan tanaman jagung. Tiba di Pantai Sori Nehe, aroma kesejukan pantai terasa. Di pintu masuk Pantai Sori Nehe banyak terdapat pohon-pohon besar hingga kelapa.


Harga tiket masuk di Pantai Sori Nehe dihitung dari kendaraan yang dipakai. Seperti sepeda motor hanya Rp 5 ribu. Sementara biaya masuk mobil Rp 15 ribu. Harga itu sudah termasuk jumlah orang dalam kendaraan yang dipakai dan tarif parkir.

Suasana Pantai Sori Nehe, di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, Kota Bima, NTB, Sabtu, (3/2/2024). (Dok. Rafiin/detikBali)Suasana Pantai Sori Nehe, di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, Kota Bima, NTB, Sabtu, (3/2/2024). (Dok. Rafiin/detikBali) Foto: Suasana Pantai Sori Nehe, di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, Kota Bima, NTB, Sabtu, (3/2/2024). (Dok. Rafiin/detikBali)

Weekend lalu, detikcom datang ke sini dan melihat suasana di dalam area Pantai Sori Nehe cukup bersih dari sampah. Selain dimanjakan dengan pemandangan pantai yang memukau, di Pantai Sori Nehe terdapat beberapa fasilitas penunjang, seperti gazebo, toilet, hingga musala kecil.

Di Pantai Sori Nehe telah dibangun jembatan untuk spot foto. Biaya masuknya Rp 5 ribu per orang. Pengunjung juga tidak perlu ribet-ribet membawa makanan dan minuman dari rumah. Pasalnya di lokasi Pantai Sori Nehe juga ada yang menjual ikan hingga ayam bakar.

Salah satu pengunjung, Juraidah (33), mengatakan berkunjung ke Pantai Sori Nehe karena penasaran. Sebab dalam beberapa minggu terakhir, Pantai Sori Nehe viral di sosial media Facebook. Rasa penasarannya itu terobati begitu melihat indahnya Pantai Sori Nehe.

“Ke sini penasaran saja, karena viral di Facebook. Tempatnya sangat bagus,” ucap warga Kelurahan Lewirato Kecamatan Raba Kota Bima ini kepada detikBali.

Juraida mengungkapkan Pantai Sori Nehe sangat mempesona. Menurutnya, cocok untuk lokasi healing dan piknik bersama rombongan keluarga dan teman kerja. Selain itu, harga masuk di Pantai Sori Nehe relatif terjangkau jika dibandingkan tempat-tempat wisata lainnya.

Pengunjung lain, Nazwa (18), warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, mengatakan datang ke Pantai Sori Nehe bersama teman-teman sekolah. Di pantai itu, hanya untuk foto-foto di samping menikmati keindahan pantai.

Menurut Najwa, Pantai Sori Nehe sudah cukup bagus, tapi ke depan perlu ditata agar lebih baik lagi. Sebab fasilitas pendukung di Pantai Sori Nehe belum sepenuhnya memadai. Salah satunya jumlah gazebo untuk tempat duduk pengunjung masih kurang.

Lokasi Diving-Snorkeling Turis Asing

Pengelola Sori Nehe, Abdul Mutalib (45), mengatakan Sori Nehe merupakan salah satu pantai di Bima yang menjadi tempat persinggahan turis asing dari Bali Menuju Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebaliknya.

“Di pantai ini kapal-kapal dari Bali dan Labuan Bajo, yang memuat turis asing tetap singgah. Dijadikan lokasi untuk diving dan snorkeling,” kata Abdul Mutalib kepada detikBali, Sabtu sore.

Menurut Abdul Mutalib, untuk saat ini, turis asing hanya bisa singgah di tengah laut saja. Tidak seperti dulu lagi leluasa melakukan diving, snorkeling hingga keluar ke pantai untuk berjemur.

“Semenjak pantai ini dibuka untuk umum, kapal-kapal turis hanya bersandar di tengah laut. Para turisnya berani tidak keluar karena ramai,” ujarnya.

Abdul Mutalib mengungkapkan Pantai Sori Nehe dibuka untuk umum belum setahun. Atau tepatnya sejak akses jalan raya selesai diperbaiki pada September 2023. Pengelola Pantai Sori Nehe adalah para pemilik lahan dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kelurahan Kolo.

“Ada beberapa lokasi di Pantai Sori Nehe yang dikelola secara pribadi,” ujarnya.

Abdul Mutalib menambahkan pengunjung Pantai Sori Nehe tetap ramai sehari-hari. Namun yang paling ramai kunjungan antara Sabtu dan Minggu. Kalau Senin sampai Jum’at, jumlah pengunjung relatif biasa.

“Sabtu dan Minggu omsetnya bisa Rp 1 juta. Kalau hari biasa antara Rp 300 sampai 500 ribu,” imbuh Abdul Mutalib.

Artikel ini telah tayang di detikBali

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com