Tag Archives: wisata blitar

Atikoh Kunjungi Kampung Coklat di Blitar, Punya Wahana Apa Saja?



Blitar

Istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, mengunjungi Kampung Coklat di Blitar, Jawa Timur. Seperti apa sih Kampung Coklat?

Atikoh mengatakan Kampung Coklat menjadi salah satu contoh pangan yang berdaulat. Dia bilang Kampung Coklat merupakan salah satu usaha di bidang pangan yang berhasil merintis dari hulu ke hilir.

“Berdaulat di bidang pangan itu mulai dari bagaimana kita bisa menghasilkan bibit yang unggul, kemudian penjualannya tidak hanya bentuknya bibit atau bentuk coklat yang masih mentah, nilai tambahnya itu pasti akan bisa ditingkatkan kalau sudah dalam bentuk jadi, dan ini luar biasa,” kata Atikoh di sela-sela saat gala dinner bersama pemilik Kampung Coklat Kholid Mustofa dan kader PDIP lainnya, Jumat (26/1/2024).


“(Kampung Coklat) ini adalah menjadi percontohan kalau Indonesia itu mau maju kita harus berdaulat di bidang pangan dan ini bisa menyerap tenaga kerja banyak sekali,” kata Atikoh.

Dikutip dari situs Kampung Coklat, area wisata ini tepatnya berada di Jalan Banteng – Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 RW 06, Kademangan, Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di sini tersedia berbagai wahana permainan, mulai dari sepeda listrik, kereta lokomotif, kolam pemancingan, kolam renang, coklat creative, terapi ikan, hingga istana balon. Selain itu, tersedia produk coklat lengkap dengan kelas untuk belajar tentang pengolahan coklat berlangsung.

Bagi yang ingin berkunjung ke Kampung Coklat, harga tiket masuknya relatif terjangkau, yakni Rp 20 ribu. Kampung Coklat buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 18.00.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit Asyik Berburu Ikan Laut di Pasar Ikan Tambakrejo Blitar



Blitar

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.

Pekan ini, cuaca di wilayah Blitar mulai cerah. Curah hujan intensitasnya menurun dan deru angin mulai berkurang. Perjalanan menuju pantai terasa lebih nyaman dilakukan saat musim lebih damai dengan alam seperti ini. Namun untuk mengantisipasi fenomena alam yang tidak bisa diprediksi, disarankan tidak Ngabuburit ke pantai terlebih dahulu.

detikers bisa mencari alternatif lokasi sekitar pantai, seperti berburu ikan laut hasil tangkapan para nelayan. Di Blitar selatan, lokasi ini bisa dijumpai di Pasar Ikan Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Akses dari Kota Blitar menuju kesana terbilang aman, karena kondisi jalan aspal tidak banyak yang rusak. Bahkan detikers bisa menikmati proses pembangunan JLS yang menghubungkan dengan deretan pantai wilayah Tulungagung.


Pasar ikan disini mulai ramai pengunjung sejak pukul 9 sampai 11 siang. Namun di masa Ramadan ini, jam sibuk bergeser agak siang mulai pukul 13.00 sampai 16.00 WIB. Para pengunjung yang kebanyakan berasal dari luar kota, akan langsung disapa ramah para pedagang ikan yang didominasi emak-emak dengan senyum cerah.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Pedagang di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

Penampilan sebagian besar lapak hampir sama. Deretan ikan panggang disumpit dengan sebilah bambu, menjadi pemandangan ikonik di destinasi kuliner ini. Beberapa spot di pojok lapak, proses memanggang ikan juga menjadi atraksi unik yang mampu menyedot perhatian pengunjung.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

Kalau mau melihat langsung proses memotong ikan hasil tangkapan, kemudian memasukkan dalam bilah sumpit bambu, detikers harus berjalan ke bagian belakang memasuki lorong diantara lapak pedagang. Beneran deh….menyenangkan melihat aktifitas pedagang ikan di sini. Sampai tanpa terasa, waktu hampir dua jam berlalu dengan rekaman pengalaman empiris soal ikan laut dan proses pengolahannya hingga siap dikonsumsi.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

“Monggo-monggo, pilih ikan apa semua ada. Yang mentah apa yang sudah dipanggang, silahkan dipilih sendiri,” kata Lastri sambil menunjukkan lapak dagangannya, Jumat (22/3/2024).

Soal harga dijamin murah. Satu sumpit bambu ikan Pari berisi tiga potong daging dijual seharga Rp 1.500. Kalau yang jenis Cakalang putih dijual Rp 2.500 per sumpit. Ikan tongkol lebih murah lagi, selain ada juga Salem, Tuna dan Pindang.

Kalau mau beli ikan segar dan beragam jenis seafood lainnya, lapak terdepan bisa didekati. Kata si pedagang, ikan segar yang mereka pajang disini kebanyakan merupakan hasil tangkapan nelayan dari Pantai Prigi dan Popoh Tulungagung. Walaupun di wadah ada potongan es batu agar kualitas ikan tetap segar, namun para pedagang menjanjikan ikan-ikan ini hasil tangkapan nelayan semalam.

Ngabuburit selama Ramadan perlu bervariasi agar puasa tidak membosankan. Satu diantaranya, berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar.Berburu ikan laut di pasar ikan pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar. Foto: Erliana Riady

“Kalau yang di sini ini hasil tangkapan semalam. Soalnya nanti yang masih ada ini akan dikirim ke kota, jadi sore atau malam di sini pasti stoknya kosong semua. Besok ganti baru lagi. Selalu begitu,” tutur Munjib, seorang pedagang ikan segar bagian utara.

Para pengunjung tampak pulang membawa bungkusan ikan dengan wajah ceria. Ada banyak pengalaman seru ngabuburit disini. Selain tentu ingin segera sampai rumah untuk memasak ikan segar belanjaan dan disajikan sebagai hidangan berbuka puasa.

“Nggak terasa tiba-tiba sore saja. Senang kalau belanja disini. Bawa uang Rp 100 ribu sudah bisa dimasukkan tas beberapa jenis ikan segar. Buat stok lauk seminggu ini,” kata Ana, pengunjung asal Kota Blitar sambil tertawa.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Konon, Hayam Wuruk Pernah Bertapa di Pantai Ini



Blitar

Konon, ada sebuah pantai di Blitar yang menjadi lokasi pertapaan Hayam Wuruk, raja Majapahit yang paling terkenal. Pantai itu bernama pantai Serit.

Pantai Serit bisa dibilang pantai perawan di sepanjang pesisir selatan Blitar. Raja Majapahit terbesar Hayam Wuruk diceritakan pernah bertapa di pantai selatan ini.

Belum banyak orang yang tahu keberadaan pantai ini. Padahal, lokasinya tepat di balik barat tebing di Pantai Serang, Panggungrejo, Kabupaten Blitar.


Akses ke sana juga seadanya. Jika kuat berjalan kaki, jalur pertama dengan mendaki di tebing bukit bagian barat Pantai Serang, jaraknya sekitar 400 meter.

Atau jika tak kuat mendaki bukit, bisa berjalan memutari areal tambak udang lalu melewati lahan tebu. Ada jalan setapak sepanjang 600 meter untuk menuju bibir Pantai Serit.

Rasa lelah traveler itu akan terbayar lunas dengan pemandangan indah pantai yang masih perawan ini. Rasanya segala lelah jiwa dan raga akan terhapuskan begitu sampai ke pantai ini.

Di balik rimbunnya pohon pandan, tersembunyi pantai yang sangat indah. Hamparan pasir hitam dan bebatuan koral menghiasi bibir pantai sepanjang sekitar 300 meter itu.

Di sebelah kanan pantai, tampak tebing berundak menjorok ke lepas pantai. Tebing setinggi sekitar 20 meter ini, menarik perhatian karena bentuknya unik. Mirip bangunan candi berundak.

Pantai Serit, Surga Tersembunyi Tempat Prabu Hayam Wuruk BertapaPantai Serit, Surga Tersembunyi Tempat Prabu Hayam Wuruk Bertapa Foto: Erliana Riady

Sedangkan di bagian belakang Pantai Serit, terdapat bukit yang di tengahnya terdapat batu andesit tertata, seperti tempat untuk bertapa.

Sesepuh Desa Serang, Raban Yuwono menceritakan, di kedua lokasi itulah kemungkinan Prabu Hayam Wuruk pernah melakukan tapa brata.

“Di dalam Kitab Negarakertagama dituliskan, tetor adalah tempat bertempurnya (bertemunya) sungai dan laut. Nah di situlah Hayam Wuruk melalukan ritual agung,” ujar Raban.

Raban mengatakan di Negarakertagama juga disebutkan, Hayam Wuruk melakukan ritual agung di antara tahun 1283-1293. Artinya, sebelum dia menjadi Raja Majapahit.

Di situ diceritakan, Hayam Wuruk memulai ritual di Candi Palah (Penataran, Nglegok), lalu ke pendarmaan Eyangnya yakni Raden Wijaya di Candi Simping Kademangan.

Kemudian ia meneruskan laku ritualnya di Candi Sawentar Kanigoro dan berjalan menuju arah selatan ke Desa Bacem.

“Sampai di situ, memang ditemukan Prasasti Bacem. Karena saat itu masih hutan belantara, rombongan meneruskan perjalanan dengan menyusuri sungai dan berhenti di simpang tiga Kali Klatak. Kemudian ke selatan ada Kali Sumbersari yang keduanya bermuara Serit ini,” jelas tokoh spiritual Blitar ini.

Hayam Wuruk adalah raja keempat Kerajaan Majapahit yang memerintah tahun 1350-1389. Bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com