Tag Archives: wisata denpasar

Lebih Dekat Yuk dengan Penyu di Rumah Penyu Denpasar



Denpasar

Traveler yang liburan ke Bali, sempatkan waktu berkunjung ke Rumah Penyu di Denpasar ini. Tenang saja, kamu membayar tiket seikhlasnya kok.

Sejak tahun 2023, Rumah Penyu di Denpasar, Bali, aktif memberikan edukasi seputar penyu bagi warga hingga wisatawan. Tak ada biaya yang dipatok, pengunjung cukup berdonasi seikhlasnya untuk bisa mendapatkan wisata edukasi di Rumah Penyu.

Total ada tiga jenis penyu yang berada di Rumah Penyu, yakni penyu hijau, penyu lekang, dan penyu sisik. Tak hanya penyu dewasa, tukik pun juga ada di Rumah Penyu.


“Sama sekali tidak (mencari profit). Jadi kami bersyukur sudah diberikan lahan oleh pemerintah karena kami butuh tempat yang betul-betul dekat dengan air laut,” kata Inisiator Rumah Penyu Sanur Kadek Suprapta Meranggi (46) saat ditemui di Jalan Kusuma Sari, Denpasar, Bali, Minggu (7/4/2024).

Rumah Penyu yang beralamat di Jalan Kusuma Sari, Denpasar, Bali, Minggu (7/4/2024). (Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali)Rumah Penyu yang beralamat di Jalan Kusuma Sari, Denpasar (Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali)

Meskipun sifatnya donasi, pria yang akrab disapa Deck Sotto mengimbau pengunjung agar dapat mengikuti peraturan selama berada di Rumah Penyu. Salah satunya tidak menyentuh penyu secara langsung.

“Kami punya kotak donasi, silahkan kalau mau berdonasi. Kami tidak di-funding pemerintah. Kami beli listrik, menjalankan pompa, makanan (penyu) saya beli dari teman-teman nelayan untuk (mereka) cari ikan jenis tertentu dan cari rumput-rumput laut. Itu kami bayar dengan donasi,” sebutnya.

Deck Sotto mengungkapkan sebelum hadirnya Rumah Penyu sejak lima tahun lalu, dia bersama kelompok nelayan setempat aktif menyelamatkan tukik di sekitar Pantai Semawang, Denpasar. Keinginan untuk menyelamatkan tukik pun tercetus saat mereka melihat banyak burung kormoran di kawasan tersebut.

Menurutnya, burung ini menjadi salah satu pemangsa tukik dan hal itu pun telah sempat dia suarakan kepada pemerintah daerah. Deck Sotto kemudian berinisiatif bersama dengan kelompok nelayan untuk menyelamatkan, merawat tukik, dan penyu hingga nantinya dapat dilepaskan ke alam.

“Karena kami tidak punya uang kami gunakan ember (untuk menampung tukik), ganti airnya, kasih makan dan rawat. Rata-rata ada 100 tukik dan (dirawat) sampai tiga-empat bulan sehingga sizenya tiga-empat jari. (Dengan) Cangkangnya sudah kokoh dan ukurannya sudah tidak mungkin dimangsa oleh burung,” tuturnya.

Deck Sotto memandang dengan hadirnya Rumah Penyu, banyak siswa hingga mahasiswa di Indonesia bahkan dari Singapura bisa datang untuk mempelajari penyu. Menurutnya, untuk dapat menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap penyu adalah dengan berinteraksi langsung.

Selama ini pelajar yang berkunjung akan diajak untuk ikut memberi makan penyu. Bahkan berpartisipasi dalam membersihkan kolam.

“Ketika mereka nyentuh (penyu atau tukik) dengan tangan yang sudah bersih, saya bisa melihat something sparkling dari mata mereka dan itu akan memorable seumur hidup mereka, menambah awareness untuk mencintai lingkungan, dan mencintai laut ini melalui penyu,” imbuh Deck Sotto.

Adapun rata-rata jumlah kunjungan ke Rumah Penyu per hari sekitar 100-200 orang. Mereka tak hanya berasal dari Nusantara, namun juga dari berbagai negara. Untuk jam operasional Rumah Penyu mulai dari pukul 05.00-20.00 Wita.

Deck Sotto berharap melalui hadirnya Rumah Penyu ini dapat mewujudkan keinginannya untuk melihat kembali ekosistem penyu seperti saat 1980. Di mana saat bulan-bulan tertentu seperti bulan purnama, penyu-penyu dapat naik dan bertelur di pantai.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dia pun mendorong agar pemerintah dapat lebih bijak dalam membuat sebuah keputusan terhadap pengembangan pantai sebagai obyek pariwisata.

Artikel ini telah tayang di detikbali

(sym/sym)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

33 Diorama di Bajra Sandhi Rekam Perjuangan Rakyat Bali



Denpasar

Bali memiliki banyak destinasi bersejarah, salah satunya Bajra Sandhi. Monumen satu ini menyajikan cerita sejarah perjuangan masyarakat Bali melalui diorama.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Monumen Bajra Sandhi merupakan salah ikon terkenal yang terletak di Lapangan Niti Mandala, Kota Denpasar.

Jika dilihat sekilas, bentuk bangunan Monumen Bajra Sandhi terlihat unik, dengan penggunaan bata hitam yang khas. Bentuknya menyerupai genta (bajra) yang sering digunakan oleh pendeta agama Hindu dalam merapal mantra.

Tak hanya bentuknya yang unik. Bangunan setinggi 45 meter ini ternyata menyimpan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Cerita ini disajikan melalui media diorama. Adapun total diorama yang ditampilkan, yakni sebanyak 33 diorama berdimensi 2×3 meter.

Monumen Bajra Sandhi di DenpasarMonumen Bajra Sandhi di Lapangan Niti Mandala, Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti)

Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, I Made Artana Yasa, menuturkan 33 diorama yang ada menggambarkan rekonstruksi perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Mulai dari masa pra sejarah hingga setelah kemerdekaan RI.

“Diorama ini menyajikan dan menggambarkan adegan atau proses masa kehidupan masyarakat Bali. Diawali dengan masa pra sejarah, masa Bali kuno, masa Bali Madya, dan masa perjuangan kemerdekaan,” Kata Yasa.


Adegan adegan sejarah tersebut disuguhkan dalam bentuk tiga dimensi yang dilengkapi berbagai model boneka manusia, binatang, dan peralatan yang digunakan pada waktu itu, walaupun tidak sama persis.

Yasa menyebut penggambaran diorama secara tiga dimensi diharapkan akan memudahkan setiap pengunjung dapat memahami alam, situasi, dan suasana yang mencerminkan keadaan pada saat suatu peristiwa tersebut terjadi.

Setiap diorama juga dilengkapi dengan penjelasan singkat mengenai peristiwa sejarah yang terjadi pada waktu itu. Kerennya lagi, penjelasan diorama disajikan dalam 3 bahasa, yakni Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Traveler juga bisa menjumpai fasilitas barcode yang nantinya bisa dipindai untuk mengetahui cerita lebih lengkap terkait setiap diorama.

Secara kronologis, diorama ini diawali dari masa prasejarah, yakni dimulai dari diorama 1 memutar ke kanan mengikuti arah jarum jam. Deretan putaran pertama dengan diorama 20, kemudian deretan putaran kedua mulai diorama 21 sampai dengan diorama 33.

Bajra Sandhi menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang kerap disambangi oleh pelajar atau mahasiswa. Menurut Artana Yasa, setiap harinya terdapat sekitar 500 pengunjung yang datang ke Bajra Sandhi.

Adapun harga tiket bagi wisatawan mancanegara dewasa Rp 100.000, dan anak-anak Rp 50.000. Lalu untuk wisatawan domestik dewasa Rp 30.000 dan anak-anak Rp 20.000.

Kemudian tarif bagi mahasiswa lokal Rp 10.000, mahasiswa luar bali Rp 20.000, pelajar lokal Rp 5.000 dan pelajar luar bali Rp 10.000.

Ternyata nggak cuma arsitekturnya yang unik, Bajra Sandhi juga menyimpan banyak cerita sejarah perjuangan rakyat Bali.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Rekomendasi Wahana di Trans Studio Bali


Denpasar

Taman rekreasi indoor Trans Studio Bali bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu liburmu. Trans Studio Bali lengkap dengan lima zona permainan dan 16 wahana berkelas dunia. Masih bingung mau mencoba wahana apa? Yuk simak rekomendasi dari detikTravel.

Trans Studio Mall Bali berada di Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar Bali, taman rekreasi indoor iniresmi dibuka pada 16 Desember 2022.

Taman hiburan ini diigadang-gadang menjadi The Most Instagramable Theme Park. Bukan tanpa alasan, setiap sudut dari Trans Studio Bali menjadi tempat yang sip untuk berfoto, estetik dan instagramable banget.

Tak hanya itu, Trans Studio Bali yang terletak di dalam Trans Studio Mall juga menjadi nilai plus dari taman rekreasi ini. Traveler tak perlu khawatir dengan cuaca yang tidak bersahabat.

Trans Studio Bali memiliki banyak wahana dan atraksi yang tersebar dalam 5 zona permainan. Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone. Ada 16 wahana seru yang siap mengisi waktu traveler selama di Trans Studio Bali.

Ingin berlibur di Trans Studio Bali dan masih bingung mau coba wahana apa aja?

Yuk simak 5 rekomendasi wahana yang wajib traveler coba di Trans Studio Bali.

1. Formula Kart

Wahana pertama ini cocok untuk traveler yang ingin merasakan sensasi menjadi seorang pembalap. Dalam sirkuit sepanjang 240 meter persegi traveler bisa bergaya ala pembalap tanpa perlu khawatir cuaca yang tak bersahabat.


2. Boomerang Coaster

Wahana yang satu ini cukup berbeda, Boomerang Coaster di Trans Studio Bali terletak di atas gedung. Memberikan pengalaman tak terlupakan dengan sensasi speed coaster. Dengan trek yang menantang dan menjulang ke langit, Boomerang coaster cocok untuk traveler yang suka tantangan dan memacu adrenalin.

3. Flying Over Indonesia

Flying Over Indonesia menjadi salah satu wahana favorit di Trans Studio Bali. Kerennya, Flying Over Indonesia hanya ada di Trans Studio Bali dan menjadi teater terbang pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.

Sesuai dengan namanya, di wahana ini traveler akan diajak menikmati pemandangan Indonesia dari ketinggian menggunakan paralayang digital. Nggak cuma seru tapi estetik banget.

“Flying Over Indonesia adalah wahana yang recommended banget karena cuma ada di Trans Studio Bali. Bahkan wahana ini teater terbang pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara untuk mengeksplor Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” kata Sukma Widyantari selaku PR Trans Studio Bali.

4.The Forbidden Temple Rapid Adventure

Siapa sangka ada sungai di dalam gedung. The Forbidden Temple Rapid Adventure adalah arum jeram mini yang menyajikan pengalaman bermain arum jeram di dalam gedung. Tak kalah menarik adalah traveler bisa menyaksikan pemandangan Bali dari atas gedung loh!

5.Road Rage Wasteland Escape

Di wahana ini traveler akan dibekali dengan kacamata 4D dan diajak berpetualang menggunakan mobil. Traveler akan merasakan sensasi kabur dari penjara. Mobil yang traveler tumpangi juga akan bergerak dan bergoyang, ditambah dengan efek suara dan ledakan yang membuat wahana ini semakin seru.

Tak hanya wahana seru, Trans Studio Bali juga menghadirkan empat show yang spektakuler. Ada Gayatri Show, Simsalsabim Show, Temple Raiders Stunt Show, dan Dream Festival Parade.

Sebagai The Most Instagramable Theme Park, Trans Studio Bali memiliki banyak spot foto instagramable, seperti Bali Senses dan Kapal Titanic.

Untuk mencoba semua wahana dan atraksi yang ada, traveler hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 200.000 untuk domestik dengan KTP Bali, Rp 275.000 untuk domestik, serta Rp 500.000 untuk wisatawan asing. Sudah termasuk akses ke semua wahana (kecuali iFly).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Margot Riverside, Restoran Instagramable di Tepi Sungai Ayung


Jakarta

Restoran ini tidak hanya menyuguhkan makanan enak, tetapi paket komplet nuansa masa lalu, pemandangan indah Sungai Ayung, dan pepohonan yang rindang. Margot Riverside namanya.

Sesuai dengan namanya, Margot Riverside adalah sebuah restoran dengan bangunan berkonsep tempo dulu dan terletak di tepi Sungai Ayung, lengkap dengan pemandangan yang indah dan asri.

Yanto Soedjianto, pemilik Margot Riverside, menjelaskan restoran itu dibangun sekitar tahun 2017. Peresmian Margot Riverside dilakukan lima tahun kemudian, pada akhir tahun 2022.

Karena berlokasi di alam, Margot Riverside berkonsep semi outdoor agar pengunjung tetap bisa menikmati keasrian Sungai Ayung.

“Di sini konsep yang mau diangkat adalah suasana yang alami dan pemandangan yang indah, terlebih kita ada di pusat kota. Jadi sensasi alam seperti ini sulit didapatkan,” kata Yanto.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Margot Riverside memiliki kapasitas 60 pax dan pet friendly, jadi cocok untuk traveler yang ingin membawa hewan peliharan. Tak hanya bersantap, traveler bisa mencoba menjelajah pinggiran Sungai Ayung.

Yanto mengatakan banyak pengunjung yang membawa makanan yang dipesan ke area bawah dan seolah berpiknik di tepi Sungai Ayung.


“Banyak tamu yang turun ke bawah untuk selfie dan berfoto. Bahkan ada yang pesan makanan dan dibawa ke bawah, ala-ala piknik di pinggir sungai” ujarnya.

Spot favorit pengunjung untuk berfoto adalah di deck. Dari spot ini traveler bisa bersantap sambil menyaksikan keindahan Sungai Ayung dan berfoto dengan latar belakang yang indah. Sayangnya, spot deck ini hanya memiliki empat meja dengan kapasitas sekitar 10 orang.

“Spot favorit pastinya di deck, karena dekat dengan sungai. Kadang pengunjung sampai rebutan di deck. Suasananya bagus terutama di sore hari,” katanya.

Aktivitas Menarik di Margot Riverside

Kurang afdol rasanya jika traveler berkunjung ke Margot Riverside namun tak menjelajahi setiap sudut estetik di sini. Yanto menyebut terdapat beberapa aktivitas menarik yang sering dilakukan oleh pengunjung di Margot Riverside.

Aktivitas yang utama dan favorit pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang sungai dan pepohonan yang asri.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Banyak pengunjung yang selfie di sana sini. Terutama di bawah karena pemandangannya bagus, ada rumput hijau juga. Apalagi dapat spot di deck, itu favorit untuk foto,” ujarnya.

Tak jarang ada pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja sambil bersantap dan menikmati pemandangan sungai di Margot Riverside. Anak muda juga sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di sini.

Bagi traveler yang tinggal atau sedang berlibur di Denpasar, tapi ingin bersantap dengan konsep alam, Margot Riverside adalah pilihan yang sip. Di sini traveler bisa menemukan berbagai pilihan menu khas nusantara.

“Kita di sini ada menu Indonesia, yang rasanya autentik khas Indonesia. Kita bisa buat menu apa saja kalau ada yang request,” jelasnya.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Menu makanan di Margot Riverside terdiri dari banyak pilihan, mulai dari Starters, Indonesian Authentic Heritage, Pasta, Western Cuisine, dan Dessert. Yanto menyebut menu Ikan Bakar Jantung Pisang dan Pindang Serani menjadi menu andalan dari Margot Riverside yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, Margot Riverside menawarkan berbagai jenis menu, seperti juice, coffee, latte, frappe, mocktail, tea, dan lain-lain.

Untuk mencicipi menu dari Margot Riverside tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 10 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Margot Riverside

Margot Riverside memiliki lokasi yang strategis, dengan dengan pusat Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya beralamat di Jalan Padang Galak No.3, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 9 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Margot Riverside buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WITA. Setiap harinya Margot Riverside bisa kedatangan sekitar 100 pengunjung. Bahkan restoran ini sering digunakan untuk foto yearbook dengan minimum spend Rp 75 ribu. Waktu favorit pengunjung adalah weekend mulai pukul 16.00 WITA.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke Margot Riverside dan takut kehabisan spot di deck, traveler bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @margot_riverside_restaurant. Karena menjadi spot favorit, Margot Riverside sedang melakukan pengembangan deck, dan direncanakan rampung dalam sebulan ke depan.

Mau bersantap santai dengan pemandangan sungai yang asri? Traveler tak perlu jauh-jauh, karena Margot Riverside sudah hadir di tengah Kota Denpasar. Sip banget untuk nongkrong atau work form restaurant.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pengingat Perjuangan Rakyat Bali Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Bali mempunyai satu monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Monumen Bajra Sandhi.

Pulau Bali menjadi salah satu basis perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Sejak 1848 hingga 1946 rakyat Bali telah berjuang habis-habisan untuk mengusir penjajah dari tanah Bali.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan untuk mengenang kembali seluruh perjuangan pahlawan Bali sebelum dan setelah kemerdekaan, kemudian dibangunlah sebuah monumen bernama Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Monumen itu dinamai Monumen Bajra Sandhi.

Monumen Bajra Sandhi dibangun di atas lahan seluas 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter. Arsitektur Monumen Bajra Sandhi dirancang oleh seorang mahasiswa Universitas Udayana, Ida Bagus Gede Yadnya tahun 1981.

“Tahun 1981 itu diadakan sayembara untuk desain Monumen Bajra Sandhi ini. Sayembara ini akhirnya dimenangkan oleh salah satu mahasiswa arsitektur di Universitas Udayana yaitu Ida Bagus Gede Yadnya,” kata Artana Yasa.

Monumen Bajra Sandhi di DenpasarMonumen Bajra Sandhi di Denpasar Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Setelah melalui tahap penyempurnaan gambar, pada Agustus 1988 dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan monumen. Dalam kurun waktu 13 tahun akhirnya pembangunan monumen selesai, tepatnya pada 2001.

Pembangunan monumen masih dilanjutkan dengan membangun diorama yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.

14 Juni 2003, bertepatan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-25 tahun 2003. Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri meresmikan Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Di balik cerita sejarah pendirian Monumen Bajra Sandhi, arsitektur monumen yang satu ini pun sangat unik. Bentuknya persis seperti genta (bajra) yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Bangunan Monumen Bajra Sandhi juga sarat akan makna kemerdekaan. Anak tangga di pintu utama berjumlah 17, tiang agung di dalam berjumlah 8, dan ketinggian monument adalah 45 meter. Angka-angka tersebut merupakan tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945.

Untuk menyaksikan kemegahan dan keunikan Monumen Bajra Sandhi traveler hanya dikenakan biaya tiket masuk mulai dari Rp 5.000 untuk pelajar, Rp 20.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara.

Penasaran dengan kisah perjuangan rakyat Bali? Kuy berkunjung ke Monumen Bajra Sandhi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Monumen Bajra Sandhi di Malam Hari Tetap Cantik Jelita



Denpasar

Menikmati keindahan Monumen Bajra Sandhi nggak cuma bisa di siang hari. Di malam hari, monumen di Denpasar ini nggak kalah cantik.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan simbol perjuangan rakyat Bali mempertahankan keutuhan NKRI. memiliki eksterior khas Bali. Monumen ini sarat akan makna dan filosofi ajaran Hindu. Bentuknya pun unik, bagaikan genta (bajra) raksasa yang sering digunakan oleh pendeta Hindu saat merapal mantra.

Monumen ini memiliki 17 buah anak tangga Kori Agung (pintu utama), delapan buah tiang Agung yang terdapat dalam gedung, dan tinggi monumen dari dasar sampai puncak 45 meter. Menunjukkan tanggal bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus 1945.

Di dalam monumen ini traveler juga bisa menemukan 33 diorama yang menceritakan kisah perjuangan rakyat Bali secara tiga dimensi. Traveler juga bisa menikmati keindahan sekitar monumen dari ketinggian di Ruang Peninjauan.

Keindahan dan keunikan Bajra Sandhi menarik wisatawan lokal dan turis asing untuk berkunjung, baik sekadar foto atau pun mengulik lebih dalam tentang fasad dan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.


I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menuturkan setiap harinya monument itu dikunjungi sekitar 500 wisatawan.

Pengunjung yang berwisata ke Bajra Sandhi biasanya ramai datang dari pagi hingga sore hari, menyesuaikan dengan jam buka monumen. Namun tak banyak yang tahu bahwa keindahan arsitektur Bajra Sandhi juga bisa dinikmati di malam hari. Malah, monumen itu cantik dengan dengan lampu sorot.

Cahaya lampu yang dipancarkan secara artistik menggambarkan keagungan dan kebesaran monumen.

Kendati mayoritas pengunjung datang pada siang hari, namun pengalaman unik menjelajahi Monumen Bajra Sandhi di malam hari patut dicoba.

Namun perlu diingat ya traveler, pada malam hari pengunjung tidak dapat masuk ke area dalam Bajra Sandhi, hanya bisa menyaksikan monumen itu dari luar gerbang.

Jam operasional dan masuk ke Monumen Bajra Sandhi hanya hingga sore hari. Untuk hari Senin-Jumat traveler bisa masuk ke monumen mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Mau mendapatkan penampakan Bajra Sandhi yang berbeda? Traveler wajib coba berkunjung ke Bajra Sandhi di malam hari. Nggak kalah cantik dan dijamin nggak bakal nyesel deh! Jangan lupa mengabadikan foto ya traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cantiknya Juara! Bajra Sandhi Punya Spot Rahasia, Bisa Dapat View 360 Derajat



Denpasar

Belum banyak yang ahu, Bajra Sandhi mempunyai satu ruangan yang mempunyai view super cantik. Bisa dapat panorama Kota Denpasar secara 360 derajat, dari ketinggian pula. Penasaran? Kuy, simak informasi dari detikTravel.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan unik berbentuk bajra atau genta, itu ternyata menyimpan kisah heroik perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Pendirian monumen itu bermula dari terpilihnya rancangan dari Ida Bagus Gede Yadnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana tahun 1981.

Setelah melalui proses perbaikan, akhiranya Bajra Sandhi mulai dibangun pada Agustus 1988 dan diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri.

Monumen ini memiliki eksterior yang megah dan detail dengan arsitektur khas Bali yang kental. Tentu sarat dengan makna dan filosofi.

Jika dilihat secara vertikal, monumen ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan konsep Tri Angga. Ada Nistaning Utama Mandala (Nistaning Angga) adalah lantai satu, Madyaning Utama Mandala (Madianing Angga) adalah lantai 2, dan Utamaning Utama Mandala (Utamaning Angga) adalah lantai 3.

Belum banyak yang tahu bahwa Bajra Sandhi memiliki ruang peninjauan yang memberikan view juara. Terletak di bagian Utamaning Utama Mandala atau lantai 3 dari monumen ini. Untuk sampai ke ruang peninjauan traveler harus menaiki tangga melingkar.

Sesampainya di atas traveler akan dibuat kagum dengan pemandangan yang juara. Ruang peninjauan yang terletak di bagian puncak Monumen Bajra Sandhi menjadi sebuah spot rahasia yang menakjubkan bagi traveler yang menemukannya.

Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Kota Denpasar secara menyeluruh dengan view 360 derajat. Traveler bisa merasakan sensasi berada di bagian teratas sebuah monumen setinggi 45 meter. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya traveler!

“Di ruang paling atas itu namanya Ruang Peninjauan. Pengunjung bisa memantau atau menyaksikan area sekitar monumen. Pengunjung sangat diperbolehkan untuk naik ke atas, asal tetap menjaga keselamatan,” ujar I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Bagi traveler yang berkunjung ke Bajra Sandhi, tak boleh melewatkan untuk datang ke Ruang Peninjauan. Dijamin akan dapat view juara, dengan pemandangan 360 derajat dari ketinggian. Bener-bener cantik!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Tiket dan Informasi Lain Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Denpasar mempunyai satu wisata sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Bali dan arsitekturnya unik. Namanya Monumen Bajra Sandhi.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan Monumen Bajra Sandhi merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk menghormati pahlawan serta menjadi lambang semangat mempertahankan keutuhan NKRI.

Nama Bajra Sandhi diambil karena bentuk bangunan dari monument ini menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Mulai dibangun pada tahun 1987, Monumen Bajra Sandhi diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas sekitar 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter persegi.

“Tahun 2001 konstruksi Monumen Bajra Sandhi baru selesai dan dilanjutkan dengan pengisian diorama. Diresmikan pada 2003 oleh Ibu Presiden Megawati dan baru dibuka untuk umum tahun 2004,” kata dia.

Bajra Sandhi juga menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang dikelilingi oleh Lapangan Niti Mandala Renon. Penasaran dengan kemegahan dan aktivitas menarik di Monumen Bajra Sandhi? Yuk simak ulasan dari detikTravel!

Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi memiliki daya tarik tersendiri bagi traveler yang kepo dengan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Bajra Sandhi juga sip untuk traveler pecinta foto. Lebih lengkapnya, detikTravel mengulas beberapa daya tarik dari Monumen Bajra Sandhi.

1. Arsitektur yang Unik nan Megah

Monumen ini memiliki arsitektur yang megah dan indah dengan desain yang menggabungkan unsur-unsur tradisional Bali dan modern. Bentuknya pun unik, menyerupai genta milik para Pendeta Hindu.

“Dari segi fisik dan arsitektur kita itu unik, berbeda dari yang lain. Bajra Sandhi itu menyerupai genta yang digunakan oleh pendeta untuk menghantarkan upacara agama Hindu,” kata Arsana Yasa.


2. 33 Diorama dan Ruang Pameran

Ruang diorama terletak di lantai dua Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 buah diorama yang menceritakan dan menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di ruangan ini akan diceritakan secara kronologis dari diorama 1 hingga diorama ke-33.

3. Spot Foto Estetik dan Instagramable

Bajra Sandhi memiliki arsitektur yang unik dan khas Bali. Dengan bentuk menyerupai genta, lengkap dengan penggunaan batu berwarna hitam di setiap bangunan. Membuat Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable.

Favorit pengunjung adalah berfoto di depan Bajra Sandhi dengan latar belakang bangunan monumen. Traveler juga bisa menemukan beberapa spot foto seperti diorama, tangga melingkar, dan beberapa pilar besar yang estetik banget.

4. Ruang Peninjauan 360 Derajat

Bagian atas Bajra Sandhi terdapat ruang peninjauan yang memiliki pemandangan 360 derajat. Ruangan ini terletak di Utamaning Utama Mandala, traveler hanya perlu menaiki anak tangga melingkar untuk sampai ke ruangan ini. Di sini traveler bisa merenung dan bersantai sambil menikmati keindahan Kota Denpasar.

Aktivitas Menarik di Monumen Bajra Sandhi

Tidak hanya menyimpan cerita sejarah, kawasan monumen yang terletak di Kota Denpasar ini kerap ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan. Berikut aktivitas menarik yang bisa traveler lakukan untuk menghabiskan waktu di Monumen Bajra Sandhi.

1. Berburu Spot Foto

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bajra Sandhi namun traveler tak berburu setiap sudut estetik di monumen ini. Dengan arsitekturnya yang khas, Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto yang estetik dan instagramable. Traveler bisa berfoto dan membuat video di setiap lantainya.

“Favorit wisatawan itu biasanya di Kori (pintu masuk) dan di tangga,” katanya.

2. Foto Pre Wedding

Bajra Sandhi menjadi salah satu spot prewedding favorit bagi wisatawan. Dengan latar belakang bangunan berbentuk genta yang khas.

3. Menikmati Keindahan Pemandangan Kota Denpasar dari Ketinggian

Yang tak boleh dilewatkan jika traveler berkunjung ke Bajra Sandhi adalah naik ke lantai atas dan menikmati keindahan pemandangan dari ruang peninjauan. Traveler bisa duduk dan merenung sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Monumen ini memiliki empat pintu masuk, namun traveler hanya bisa masuk dari pintu selatan.

Sebelum memasuki Monumen Bajra Sandhi, traveler harus membayar tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuk Monumen Bajra Sandhi.
• Wisatawan Mancanegara
a. Dewasa : Rp 100.000/orang
b. Anak-anak : Rp 50.000/orang
• Wisatawan Nusantara
a. Dewasa : Rp 30.000/orang
b. Anak-anak : Rp 20.000/orang
• Pengunjung Mahasiswa/Pelajar
a. Mahasiswa Lokal Bali : Rp 10.000/orang
b. Mahasiswa Luar Bali : Rp 20.000/orang
c. Pelajar Lokal Bali : Rp 5.000/orang
d. Pelajar Luar Bali : Rp 10.000/orang

Traveler juga bisa melakukan foto shoot untuk prewedding dengan harga Rp 2.000.000 untuk prewedding mancanegara dan Rp 1.000.000 untuk prewedding nusantara.

Monumen Bajra Sandhi buka setiap hari, kecuali hari-hari besar atau libur resmi. Untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Tak jarang monumen ini akan dipadati oleh kunjungan pelajar ketika hari libur tiba. Arsana Yasa menyebut setiap harinya Bajra Sandhi bisa dikunjungi hingga 500 orang.

Traveler penasaran bagaimana perjuangan rakyat Bali? Semua bisa traveler dapatkan di Monumen Bajra Sandhi. Tak hanya tawarkan cerita sejarah, tapi komplit dengan spot foto estetik.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com