Tag Archives: wisata garut

Uniknya Pasar Ceplak di Garut, Malioboro ala Swiss van Java



Jakarta

Jika Yogyakarta punya Malioboro, Garut punya spot wisata serupa yang bernama Pasar Ceplak. Di sini, kamu bisa nongkrong dan kulineran.

Garut yang dijuluki sebagai Swiss van Java punya sejumlah destinasi wisata menarik, termasuk Pasar Ceplak. Ceplak, dalam Bahasa Sunda memiliki makna suara mulut saat makan sehingga tak mengherankan bila di sini dijual aneka makanan.

Pasar Ceplak ini, berada di Jalan Siliwangi. Sekitar 1 kilometer di sebelah Utara Alun-alun Garut. Pasar Ceplak membentang di setengah Jalan Ahmad Yani. Mulai dari perempatan Jalan Cikuray hingga pertigaan Jalan Ciledug.


Di lahan jalan yang ukurannya kira-kira sepanjang dua kali lapangan sepak bola ini, para pedagang berjualan. Di sisi kiri dan kanan jalan, gerobak-gerobak pedagang berjejer sehabis asar.

Ada yang jualan ayam bakar, seblak, bakso aci hingga beragam camilan sepert molen, sekoteng, kue putu, keripik, dan usus goreng. Tak ketinggalan, ada juga pedagang yang menjual beragam minuman seperti jus hingga kopi.

Para pedagang di tempat ini, diketahui mulai berjualan sejak pukul 15.30 WIB setiap harinya. Saat gerobak mulai berbaris di sore hari, hanya motor yang bisa menembus jalanan ini.

Pasar Ceplak rupanya sudah eksis sejak lama, loh. Salah satu pedagang bernama Dedi Juhendi mengatakan, Pasar Ceplak sudah ada sejak 1962.

“Kalau dulu, berbagai macam dagangan ada. Mulai dari peuyeum, pindang, bobodasan sampai jagung beleduk,” ungkap Dedi.

Pria berumur 58 tahun itu merupakan generasi kedua yang berjualan di Pasar Ceplak. Lapak camilan manis yang kini dijaganya, merupakan warisan dari sang ayah.

“Saya mulai jualan tahun 1986. Langsung jualan molen, onde, odading. Kalau menu yang lain, kayak cibai, baru sekitar 15 tahun yang lalu,” katanya.

Berita selengkapnya baca di detikJabar.

(pin/pin)



Sumber : travel.detik.com

Percaya Tidak, Lapangan Keren di Garut Ini Dulu Kuburan Belanda



Garut

Di Garut, ada sebuah lapangan bola yang keren dan menawan. Tapi percaya tidak, di zaman dulu, lapangan ini adalah sebuah kuburan Belanda.

Lapangan Kerkhof di Kabupaten Garut, jawa Barat lebih menawan usai diberi sentuhan rumput sintetis impor. Sebelum dikenal sebagai tempat untuk warga olahraga, lapangan ini mempunyai sejarah panjang.

Lapangan Kerkhof rupanya kuburan orang-orang Belanda dan Eropa hingga tahun 1981. Di tahun tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut kemudian memindahkan makam-makam tersebut ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Santiong, yang berada di Kecamatan Karangpawitan.


Kemudian, pada masa kepemimpinan Bupati Taufik Hidayat (1983-1988), Pemkab Garut mengubah fungsi Kerkhof dari kuburan Belanda menjadi arena pacuan kuda.

Setelah puluhan tahun berlalu, barulah pada tahun 2003, Bupati Dede Satibi mengubah fungsi lapangan Kerkhof menjadi sarana olahraga, dan mengubah namanya menjadi SOR Merdeka.

Sarana olahraga seluas dua hektar ini berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Lokasinya berada dekat dengan SMAN 1 Garut yang ada di sebelah timur, dan bundaran Leuwidaun yang ada di barat.

Meski sudah berubah fungsi dari kuburan menjadi tempat olahraga, tapi lapangan Kerkhof tak pernah kehilangan nilai sejarahnya. Kerkhof masih menjadi saksi bisu, beragam peristiwa sejarah yang terjadi di masa lalu.

Kisah Heroik Yang Chil Sung

Salah satu momen yang terjadi di Lapangan Kerkhof di masa lalu, adalah eksekusi mati terhadap Yang Chil Sung. Pria asal Korea Selatan, yang saat masa setelah kemerdekaan ikut membela rakyat Garut mengusir penjajah Belanda.

Sejarah ini, bermula ketika Yang Chil Sung, alias Yanagawa Shichisei, alias Komarudin, tertangkap oleh Belanda di Gunung Dora, perbatasan Garut-Tasikmalaya pada 25 Oktober 1948.

Saat itu, selain Yang Chil Sung, ada 4 orang lainnya yang tertangkap. Yakni Masahiro Aoki alias Abubakar, Katsuo Hasegawa alias Usman/Oetman, Guk Jae Man alias Soebardjo, dan seorang pribumi bernama Letnan Djoehana.

Guk Jae Man dieksekusi Belanda lebih dulu, karena konon kabarnya mencoba melarikan diri. Tinggallah 4 orang ini, yang diadili oleh Belanda. Letnan Djoehana yang pandai berbahasa Belanda melakukan pembelaan dan akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan militer.

Sedangkan Yang Chil Sung, Aoki dan Hasegawa dijatuhi vonis mati. Vonis mati itu, kemudian dilaksanakan pada bulan Mei 1949.

Media Belanda, de Vrije Pers dalam sebuah artikel yang terbit di tanggal 25 Mei 1949 mengabarkan Yang Chil Sung dkk, dieksekusi mati pada tanggal 22 Mei 1949.

“Dini hari tanggal 22 Mei, hukuman mati dilaksanakan di Garut terhadap Aoki Jepang alias Abubakar, Hasegawa alias Uetman, dan Yanagawa alias Komaroedin. Yang pada saat itu, telah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Militer Khusus,” bunyi laporan berbahasa Belanda tersebut.

Perdebatan Soal Waktu Eksekusi

Terkait waktu eksekusi mati ini, masih menjadi perdebatan. Sebab, di batu nisan Yang Chil Sung, Aoki dan Hasegawa sendiri, tertera jika mereka meninggal dunia pada 10 Agustus 1949.

Ada juga beberapa laporan media Belanda jadul, yang menyebutkan jika mereka mati pada tanggal 21 Mei 1949. Salah satunya, seperti laporan yang dirilis Indische Courant voor Nederland yang tayang pada 1 Juni 1949.

“Hukuman mati dilakukan di Garut pada 21 Mei. Warga Jepang, Aoki alias Abubakar, Hasegawa alias Oetman, dan Janagawa alias Komaroedin yang pada saat itu divonis mati oleh pengadilan militer khusus di Garut,” ungkap laporan tersebut.

Terlepas dari misteri tanggal dieksekusi mati ketiga pahlawan tersebut, yang jelas, konon kabarnya, eksekusi mati itu dilakukan di lapangan Kerkhof yang sekarang menjadi SOR Merdeka.

Ada beragam kisah menarik, yang mengiringi gugurnya ketiga pahlawan tersebut. Pertama, mereka diketahui menyampaikan ingin dimakamkan secara Islam, setelah dieksekusi mati. Kemudian, mereka juga konon kabarnya minta agar dipakaikan kemeja putih dan sarung merah, saat ditembak mati.

Lapangan rumput sintetis SOR Merdeka Garut yang punya standar FIFALapangan Kerkhof di Garut Foto: Hakim Ghani/detikJabar

Kisah mengenai Yang Chil Sung ini, belakangan banyak diperbincangkan di Garut. Setelah pemerintah mengungkap rencana pembuatan film berjudul Tanah Air Kedua yang akan mengisahkan perjuangan Yang Chil Sung dan kawan-kawan.

Kabarnya, film tersebut sekarang sedang berproses, dan akan dibintangi Maudy Ayunda dan aktor kenamaan Korea Selatan, Kim Bum.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

14 Tempat Wisata Garut yang Wajib Dikunjungi, Seru dan Terjangkau!


Jakarta

Meski bukan menjadi destinasi wisata utama saat liburan, Garut ternyata memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, lho. Ada segudang objek wisata menarik yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata alam hingga taman bermain.

Selain itu, ada beberapa tempat wisata yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jadi, detikers bisa mengunjunginya tanpa perlu khawatir capek karena menempuh perjalanan yang lama.

Lantas, apa saja tempat wisata di Garut yang wajib dikunjungi? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Garut yang Wajib Dikunjungi

Apabila bosan berlibur ke Bandung, cobalah sesekali melipir ke Garut. Jaraknya juga tidak begitu jauh, hanya sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung dengan mengendarai mobil.

Memangnya, ada tempat wisata apa saja sih di Garut? Simak ulasannya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. De Wisdom

Destinasi yang pertama adalah De Wisdom. Di tempat ini, detikers dapat melihat secara langsung domba garut yang ikonik.

Selain melihat domba, kamu juga bisa mencoba berbagai wahana permainan yang seru. Lalu, ada juga sejumlah spot foto yang Instagramable dan estetik dengan latar belakang pemandangan gunung.

De Wisdom juga menyediakan villa yang bisa disewa oleh pengunjung. Ada juga berbagai arena bermain anak, lapangan yang luas, labirin, dan spot foto ala Bali.

De Wisdom buka setiap hari dari pukul 09.00-17.00 WIB. Lokasinya berada di Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 6,6 km dari pusat kota Garut.

2. Balong

Balong menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan terkenal di Garut. Sebab, detikers bisa merasakan sensasi ngopi di tepi danau. Ditambah udara yang segar dan suasana asri membuat tempat ini cocok untuk healing sejenak.

Balong buka setiap hari dari pukul 09.00-22.00 WIB. Tempat wisata ini terletak di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 6 km dari Alun-alun Garut.

Disarankan datang ke Balong saat weekdays dan di pagi hari. Selain udaranya masih sejuk, hal ini agar travelers tidak perlu antre ketika ingin menikmati secangkir kopi hangat di tepi danau.

3. Alun-alun Garut

Sudut-sudut di Alun-alun Garut yang baru selesai renovasi.Foto: Hakim Ghani

Kurang lengkap rasanya berkunjung ke Garut namun tak sempat mampir ke Alun-alun. Tempat yang satu ini selalu ramai dipadati masyarakat dari pagi sampai malam hari.

Saat pagi, Alun-alun Garut ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berolahraga. Menjelang sore hingga malam, Alun-alun Garut semakin ramai karena banyak warga yang ingin bersantai.

Selain itu, ada banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan dan minuman yang murah meriah. Di sebelah Alun-alun juga terdapat Masjid Agung Garut, sehingga travelers yang beragama muslim bisa menyempatkan diri untuk beribadah.

Alun-alun Garut dapat dikunjungi secara gratis. Jadi, sempatkan diri untuk mampir ke Alun-alun ya!

4. Pemandian Air Cipanas Garut

Selain domba, Garut juga terkenal dengan pemandian air panas alami. Salah satu lokasi pemandian air panas yang terkenal berada di Cipanas.

Sedikit informasi, sumber air panas tersebut berasal dari Gunung Guntur, yakni salah satu gunung berapi yang aktif.

Adapun sejumlah tempat pemandian air panas yang ramai dikunjungi wisatawan, yakni Kolam Renang Purbasari, Nagara Hot Spring Experience, dan Pemandian Air Panas Ciengang.

Untuk biaya tiket masuknya sendiri bervariatif, tergantung dari masing-masing tempat wisata air panas yang ingin dikunjungi.

5. Wisata Alam Batu Lempar

Wisata Alam Batu Lempar terletak di Jalan Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Memang jaraknya agak sedikit jauh dari pusat kota, tapi dijamin travelers bakal senang selama berada di sana.

Soalnya, kamu dapat menikmati suasana hutan pinus asri yang dialiri oleh arus sungai yang jernih. Selama di Wisata Alam Batu Lempar, detikers bisa bersantai sambil menikmati alam, berfoto-foto, memasang hammock, hingga mendirikan tenda.

Untuk biaya tiket masuknya sangat murah, yakni Rp 5.000 per orang. Jika detikers membawa kendaraan, siapkan juga tiket parkir sebesar Rp 5.000.

6. D Leuwi Garut

Rekomendasi tempat wisata berikutnya adalah D Leuwi Garut. Di sini, kamu bisa menikmati suasana asri di pinggir sungai sambil menyantap makanan dan minuman yang lezat.

Tempatnya juga asyik untuk menikmati suasana alam Garut sambil healing sejenak. Lalu, suara gemericik air sungai membuat hati jadi lebih tenang dan relax.

D Leuwi Garut terletak di Jalan Pembangunan, Tarogong, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 3,5 km dari pusat kota.

Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB saat weekday. Sedangkan saat weekend, D Leuwi buka sejak pukul 08.00-23.00 WIB.

7. Kuliner Malam di Kerkof

Ingin mengisi perut di malam hari? Cobalah berkunjung ke Kerkof. Sebab, ada banyak sekali jajanan kaki lima yang murah meriah di malam hari. Maka dari itu, tempat ini juga terkenal sebagai kawasan wisata kuliner.

Untuk lokasinya sendiri berada di dekat Bunderan Kerkof, tepatnya di Jalan Merdeka, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Selain berburu sejumlah kuliner lezat, tempat ini juga menyediakan fasilitas umum yang lengkap, seperti tempat parkir, toilet, mushola, hingga wahana permainan anak. Dijamin, detikers tidak akan bosan saat berkunjung ke sini.

8. Galeri Makkah Madinah

Ada satu tempat wisata religi yang patut dikunjungi, yaitu Galeri Makkah Madinah. Di sini, travelers dapat melihat miniatur dari Gua Hira dan Ka’bah yang mirip seperti aslinya.

Selain itu, terdapat juga replika Masjid Nabawi dan maket rumah Rasulullah SAW. Jadi tak hanya sekadar jalan-jalan, namun juga dapat menambah pengetahuan dan mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Galeri Makkah Madinah berlokasi di Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB. Untuk biaya tiket masuknya sekitar Rp 35.000/orang dan gratis untuk anak berusia 4 tahun ke bawah.

9. Casacola Sky Garden Coffee

Garut juga memiliki sejumlah coffee shop kekinian yang patut dikunjungi, salah satunya Casacola Sky Garden Coffee. Tempat nongkrong anak muda ini mengusung arsitektur estetik di segala sisi, jadi ada banyak spot foto Instagramable.

Tempat ini memiliki 2 lantai dengan 3 pilihan area tempat duduk, yakni area indoor, semi outdoor dan area outdoor. Area indoor menyajikan ornamen estetik dan minimalis, lalu area outdoornya terdapat tempat duduk yang luas dengan bean bag yang nyaman.

Disarankan datang ke sini saat sore menjelang malam dan ketika cuaca sedang cerah. Sebab, detikers bisa menikmati pemandangan Kota Garut dari atas. Kalau malam hari, kamu bisa melihat gemerlap cahaya lampu.

Casacola Sky Garden Coffee terletak di Jalan Cirendeu, Godog, Kec. Karangpawitan, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 5 km dari Alun-alun Garut.

10. Sabda Alam Water Park

Jika ingin mengajak si kecil berenang sambil bermain air, cobalah berkunjung ke Sabda Alam Water Park. Ada banyak wahana air yang bisa kamu coba, mulai dari wave pool, spilled bucket, hingga kiddies pool yang ramah anak-anak.

Untuk harga tiket masuknya juga murah, yakni sebesar Rp 45.000/orang saat Senin-Jumat. Sementara Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional sebesar Rp 60.000/orang.

Sabda Alam Water Park terletak di Jalan Raya Cipanas, Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jaraknya kurang lebih sekitar 6 km dari Alun-alun Garut.

11. Garut Dinoland

Garut DinolandFoto: Hakim Ghani/detikJabar

Kalau berkunjung ke Garut, jangan lupa mampir ke Garut Dinoland. Tempat wisata ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Garut Dinoland, kamu dapat melihat berbagai replika dinosaurus sekaligus belajar mengenai hewan-hewan di zaman purba. So, tak hanya seru namun juga dapat menambah ilmu.

Untuk harga tiket masuknya cukup terjangkau, yakni sebesar Rp 50.000/orang saat weekday dan Rp 65.000/orang saat weekend. Garut Dinoland buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

12. SKY-G Funtainment

Satu lagi destinasi wisata di Garut yang ramai didatangi anak muda, yaitu SKY-G Funtainment. Di tempat ini, travelers bisa bermain sepatu roda, inline skate, push bike, dan scooter injak.

Tak hanya itu, kamu juga bermain hoverboard dan mini ATV di SKY-G Funtainment. Jangan khawatir, tempat ini seluruhnya indoor jadi aman dari hujan dan panas matahari.

Untuk jam bukanya sendiri berbeda-beda, yakni sebagai berikut:

  • Senin-Kamis pukul 12.00-21.00 WIB
  • Jumat pukul 13.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu pukul 09.00-21.00.

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000/3 jam saat weekday dan Rp 40.000/3 jam saat weekend. Apabila detikers mendampingi si kecil bermain, tidak dikenakan biaya sama sekali.

SKY-G Funtainment berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 3,5 km dari Alun-alun.

13. Situ Bagendit

Situ Bagendit yang telah direvitalisasiFoto: Hakim Ghani/detikJabar

Situ Bagendit merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Garut. Tempat ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat pagi hari.

Sebab, tempat ini dikelilingi oleh pepohonan hijau dan danau yang luas, sehingga suasananya begitu asri dan udaranya terasa sejuk. Maka jangan heran, saat pagi hari tempat ini sudah ramai dikunjungi warga yang ingin olahraga atau bersantai menikmati pemandangan.

Untuk bisa sampai ke Situ Bagendit, detikers harus menempuh perjalanan sekitar 25-30 menit dengan mengendarai mobil. Tiket masuknya juga murah, yakni Rp 10.000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

14. Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang

Rekomendasi tempat wisata di Garut yang terakhir adalah Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang. Di tempat ini, travelers dapat menemui berbagai produk kerajinan dengan bahan dasar kulit, mulai dari jaket, sepatu, dompet, tas, dan lain sebagainya.

Untuk harganya cukup bervariasi, tergantung dari barang yang kamu beli. Jadi, sebelum kembali ke kota asal sempatkan diri mampir ke Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang untuk membeli oleh-oleh.

Demikian 14 tempat wisata di Garut yang wajib dikunjungi karena murah dan dekat dari pusat kota. So, tertarik berkunjung ke mana dulu nih travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Pusat Kota Garut yang Makin Cantik Saja



Garut

Kawasan pusat perkotaan Garut kini punya wajah baru yang berbeda. Penampakannya jadi makin cantik saja. Cocok dikunjungi untuk libur akhir pekan ini.

Pusat kota Garut atau yang akrab disebut oleh warga setempat dengan nama Pengkolan kini telah selesai dibenahi. Pengkolan saat ini tampil dengan wajah baru, dipenuhi ruang publik dan beragam spot foto yang estetik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, proses renovasi yang dilakukan Pemkab Garut di Pengkolan saat ini sudah rampung seluruhnya.


Titik renovasi yang paling kentara, berada di perempatan antara Alun-alun dan Rutan Garut. Di sudut perempatan itu, kini disulap menggunakan ukiran seni yang menawan.

Ada mural berisi beragam ikon-ikon khas Garut. Mulai dari domba adu, Candi Cangkuang, batik garutan, Babancong, dodol hingga Gunung Guntur dan Papandayan.

Wajah baru Pengkolan Garut yang kini makin estetikWajah baru Pengkolan Garut yang kini makin estetik Foto: Hakim Ghani/detikJabar

Mural itu dilukis di dinding Rutan Garut yang ikonik sekaligus legendaris, karena sudah eksis sejak zaman Belanda dulu.

Persis di samping mural, Pemkab Garut juga menambahkan ornamen bunga sintetis yang tersusun dengan warna hijau, kuning dan merah.

Di tengahnya, ada tulisan ‘Welcome To Garut Swiss van Java’. Spot tersebut langsung menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat buat foto-foto.

Buktinya, di setiap saat, banyak pelancong yang menyempatkan diri untuk berfoto di sana.

“Lumayan, cantik. Jadi tidak terlihat kumuh seperti sebelumnya,” kata Nadya Nurhalimah (35), warga Garut di lokasi.

Selain mural dan ornamen di dinding Rutan Garut tadi, ada beberapa renovasi juga yang dilakukan Pemda. Di antaranya adalah sebuah monumen mini bertuliskan ‘GARUT’ di pertigaan Kantor POS.

Juga ada beragam tempat duduk umum yang disediakan di dekatnya. Kemudian, ada juga sebuah sudut jalan yang dihias dengan ornamen persegi yang estetik.

Pj Bupati Garut Barnas Adjidin mengatakan renovasi yang dilakukan di jantung perkotaan Garut itu diharapkan bisa membuat masyarakat yang berkunjung ke Pengkolan nyaman.

“Penataan kawasan Pengkolan ini maksudnya tentu agar membuat masyarakat Garut nyaman. Kami ingin masyarakat bahagia,” ungkap Barnas.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mengulik Gunung Haruman Garut, Keindahan Alam dan Sejarah di Baliknya


Jakarta

Lebih dari sekadar puncak yang menawarkan panorama Garut dari ketinggian, Gunung Haruman adalah persimpangan antara keindahan alam dan jejak sejarah Islam. Di sinilah, para pencari ketenangan mendaki dan para peziarah menemukan kedamaian di makam-makam tokoh suci.

Berikut fakta dan hal-hal menarik lainnya seputar Gunung Haruman di Garut:

1. Punya Pemandangan yang Indah

Gunung ini memiliki pemandangan yang bisa memanjakan mata. Mulai dari view hijau sejauh mata memandang, Garut dari ketinggian, hingga udara segar.

“Kami bangun dan menikmati pemandangan sunrise yang sangat indah di hari baru dan tak lupa menikmati kopi. Kami mengabadikan keindahan dengan berfoto foto sambil menikmati awan yang semakin terang semakin terbuka,” ujar salah satu pengalaman dTraveler Faulla Bagus Mauluddin saat menjajaki Gunung Haruman Garut, dikutip dari catatan detikTravel yang tayang pada 3 Agustus2023.


Selain itu, Gunung ini juga kerap kali dijadikan sebagai lokasi wisata paralayang oleh pegiat alam bebas.

2. Dianggap Jadi Lokasi Pusat Penyebaran Islam Di Garut

Mengutip informasi dari media lokal Garut, Gunung Haruman merupakan gunung yang awalnya berasal dari nama sebuah tempat bernama Ciharuman. Konon, tempat itu menjadi lokasi pusat penyebaran Islam di Garut oleh seorang wali bernama Embah Wali Jafar Sidik.

Mengutip buku Sejarah Pesantren: Jejak, Penyebaran, dan Jaringannya di Wilayah Priangan oleh Ading Kusdiana, berdasarkan informasi dari tradisi lisan yang berkembang di kalangan masyarakat Garut, Sunan Jafar Sidiq merupakan penyebar Islam di wilayah Garut Utara, khususnya di wilayah Cibiuk dan Limbangan.

Ia diperkirakan hidup antara akhir abad ke- 17 dan awal abad ke-18. Di kalangan masyarakat Garut, sosok ini dikenal juga dengan nama Embah Wali Jafar Sidik dan Sunan Haruman.

3. Ada Makam Tokoh Agama

Terdapat 3 makam tokoh agama yang dirawat oleh pihak pengelola di Gunung Haruman. Ketiga makam tersebut adalah makam Syekh Jafar Asidiq, Syekh Maulana Malik Ibrahim, dan makam Nyai Fatimah.

Sampai sekarang, masyarakat masih banyak yang sengaja berziarah ke makam-makam yang ada di Gunung Haruman.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Saung Ciburial, Dulu Miskin, Kini Mendunia!



Jakarta

Dari pelosok terpencil hingga panggung nasional, Desa Sukalaksana di Garut, Jawa Barat menulis ulang kisahnya. Sebuah desa yang dulu menjadi kantong kemiskinan, kini menjelma menjadi destinasi wisata ‘Desa BRILian’ yang menginspirasi. Bagaimana bisa?

Udara segar pegunungan menyambut di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat. Desa itu berjarak sekitar 10 km dari jantung kota Garut. Dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial, tempat ini menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang asri. Keasrian desa itu dulu tidak bikin warganya berkecukupan.

Ya, Desa Sukalaksana adalah desa tertinggal dulu. Namun, berkat ide kreatif Kepala Desa Oban Sobana dan dukungan berbagai pihak, termasuk Bank BRI, desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata yang memikat.


“Dulu desa ini bisa disebut desa miskin di Garut,” kata Siti Julaeha, pengelola Bumdes Desa Sukalaksana, kepada detikcom.

Desa itu merupakan pemekaran, namun bukan berada di sisi jalan utama. Nah, Kades Oban menyadari desa itu harus mampu membiayai operasional dengan potensi yang dimiliki. Dia berguru ke Yogyakarta, tepatnya ke Desa Petingsari. Pulang dari Desa Petingsari, Oban langsung mempraktikkan apa yang didapatkan dari Jogja itu; membangun Desa Sukalaksana menjadi desa wisata.

“Desa wisata enggak usah kita buat yang aneh-aneh, sesuatu yang diada-adakan, kenapa kita tidak coba kalau di sini (memiliki potensi desa) dan kita kembangkan, itu sebenarnya inspirasi pertamanya,” ujar Siti.

Oban dan Bumdes serta warga lokal menyepakati untuk memanfaatkan rumah khas desa itu, rumah palupuh, yang kemudian dibangun sebagai ikon desa komplet dengan sumber mata air bernama mata air Ciburial di belakangnya.

Desa Seukalaksana itu kemudian juga dikenal sebagai Desa Saung Ciburial. Untuk mengembangkan pariwisata, desa itu mengusung konsep natural. Kemudian, dikembangkan pula kearifan lokal yang autentik, mulai dari perkebunan sawi yang terkenal, budidaya domba Garut, hingga teh kewer dan kopi.

“Lebih pure menyajikan tentang desa,” kata Siti.

Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan tradisional anak-anak, pencak silat Gajah Putih yang mendunia, dan berbagai kerajinan lokal.

Kini, Desa Wisata Saung Ciburial dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukalaksana.

BRI turut berperan penting dalam pengembangan desa wisata ini. Bantuan yang diberikan berupa peralatan, dana, dan pendampingan.

“BRI mulai datang sekitar sebelum pandemi 2019-an,” kata Siti.

Dukungan ini sangat membantu, terutama dalam pengembangan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat. Istimewanya lagi, Desa Sukalaksana menyabet predikat juara 1 Desa BRILian 2021.

Desa Sukalaksana memiliki luas wilayah 203.426 hektare dengan jumlah penduduk 4.991 jiwa (data 2021). Keberhasilan Desa Wisata Saung Ciburial menjadi bukti bahwa potensi desa dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(fem/ddn)



Sumber : travel.detik.com

56 Hektare Tertutup Gulma, Situ Bagendit Dibersihkan Besar-besaran



Garut

Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat membersihkan kawasan wisata danau Situ Bagendit agar bersih dari gulma atau tanaman liar yang selama ini tumbuh menyebar sehingga mengganggu keindahan danau.

“Ini harus segera dibersihkan kalau tidak akan meluas lagi, jangan sampai tak terkejar,” kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/7/2025).

Pemkab Garut bersama TNI/Polri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis lalu.


Ia menuturkan gerakan bersih-bersih tanaman liar di kawasan danau Situ Bagendit itu merupakan upaya agar tanaman tidak terus tumbuh banyak dan meluas menutupi permukaan danau.

Selama ini, kata dia, luas danau Situ Bagendit sekitar 87 hektare dan sekitar 56 hektare sudah terganggu oleh tanaman gulma seperti eceng gondok, teratai, dan jenis tumbuhan lainnya yang tumbuhnya cukup cepat.

“Kita melihat bahwa sekarang pada saat ini dari 87 hektare, 56 yang terganggu gulma, teratai, dan eceng gondok, ini harus segera dibersihkan karena akan menyebar,” katanya.

Ia mengatakan upaya memperbaiki kawasan Situ Bagendit itu akan dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang berwenang dalam mengelola wilayah air.

Pemkab Garut, kata dia, tidak hanya siap membersihkan tanaman liar yang tumbuh di danau, tapi juga siap melakukan perbaikan kawasan Situ Bagendit.

“Insyaallah kita akan perbaiki,” katanya.

Kegiatan bersih-bersih tanaman liar di Situ Bagendit itu rutin dilaksanakan oleh sejumlah pihak, termasuk saat ini jajaran TNI dan Polri bersinergi melakukan aksi bersih-bersih di Situ Bagendit.

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, juga hadir Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Puluhan personel TNI dan Polri diturunkan untuk membersihkan area danau menggunakan perahu ponton, dan perlengkapan lainnya dalam rangka pelestarian lingkungan dan mendukung pemulihan fungsi ekowisata Situ Bagendit.

Banyaknya tanaman liar di Situ Bagendit sudah dikeluhkan pengunjung sejak bulan Mei lalu. “Situ Bagendit sudah jadi situ teratai,” ujar Tita, pengunjung yang datang dari Tasikmalaya.

Sementara mengutip detikJabar, jumlah pengunjung yang datang ke Situ Bagendit sepanjang libur sekolah ini juga dinilai tidak terlalu banyak.

Sepinya Situ Bagendit ini, sudah berlangsung sejak lama. Beberapa pedagang di Situ Bagendit yang berbincang dengan detikJabar di lokasi menyebut, sepinya Situ Bagendit disebabkan banyak faktor.

“Kalau yang naik rakit, kebanyakan tidak mau karena kondisi danaunya kotor. Banyak eceng gondok dan teratai,” kata seorang pedagang.

Selain kotornya kondisi danau yang dipenuhi eceng gondok, sejumlah fasilitas yang ada di Situ Bagendit, juga terlihat tidak sementereng sebelumnya.

Beberapa orang lainnya menilai jika pamor Situ Bagendit yang kini kalah dengan tempat wisata lain yang ada di Garut menjadi biang kerok sepinya Situ Bagendit.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com