Tag Archives: wisata jakarta

Museum BI Punya Koleksi Uang Kuno, Kepoin Yuk!



Jakarta

Jika traveler sedang berlibur ke Jakarta, Kota Tua jadi salah satu destinasi primadona wisatawan. Di antara barisan bangunan tinggalan kolonial, ada satu bangunan estetik, bernama Museum Bank Indonesia. Yuk simak ada apa sih di Museum Bank Indonesia!

Jakarta memiliki sederet museum dengan berbagai macam barang bersejarah yang dipamerkan. Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak museum ciamik.

Di Kota Tua Jakarta, tersembunyi sebuah peninggalan bersejarah yang tak boleh dilewatkan. Bernama Museum Bank Indonesia. Bangunan kuno nan megah ini terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3.

Tak hanya menyimpan kisah panjang perjalanan Bank Indonesia, museum yang satu ini juga memiliki desain interior yang terbilang menarik. Menggunakan teknologi modern untuk memberikan pengalaman berbeda yang memanjakan pengunjung.

Museum Bank IndonesiaMuseum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Masuk ke museum ini hanya perlu membayar mulai dari Rp 5.000/orang, namun jika membawa kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa, traveler tak dipungut biaya alias gratis. Sip untuk traveler pemburu destinasi wisata ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia adalah sebuah destinasi yang didirikan dengan tiga tujuan utama, sebagai ruang untuk menyampaikan kebijakan Bank Indonesia, tempat penyimpanan dan pemeliharaan benda-benda numismatik serta dokumen-dokumen bersejarah, pusat rekreasi literasi yang menggabungkan hiburan dengan pendidikan.

Museum Bank Indonesia menghadirkan ragam koleksi yang memukau. Mulai dari uang-uang kuno zaman kerajaan Hindu-Buddha, masa kejayaan Islam, hingga zaman kolonial, serta koleksi uang Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.

Traveler juga akan diajak menelusuri evolusi logo Bank Indonesia serta melihat keindahan emas dalam bentuk mata uang. Tak hanya itu, museum ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang dunia perbankan Indonesia.


Museum Bank IndonesiaKoleksi uang dari masa ke masa di Museum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Dari peran sentral Bank Indonesia sejak masa pra-kolonial hingga pendiriannya pada tahun 1953, serta kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan, hingga aktivitas perbankan pada masa penjajahan.

Tak hanya menarik dari segi koleksinya, penyajian di Museum Bank Indonesia juga dikemas dengan modern dan interaktif. Menggunakan teknologi canggih seperti layar elektronik, panel interaktif, dan televisi plasma, museum ini memberikan pengalaman yang mengesankan bagi setiap pengunjung.

Bagi traveler yang ingin berkunjung, Museum Bank Indonesia buka setiap hari, kecuali Senin dan hari libur nasional. Museum ini buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Lagi di Kota Tua dan bingung mau berlibur kemana? Museum Bank Indonesia jadi destinasi wajib bagi traveler pecinta sejarah dengan penyajian yang kekinian. Ramah di kantong pula!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Ciputat, Perpustakaan Kerucut Seperti Rumah Adat Wae Rebo



Ciputat

Bagi traveler yang sudah bosan dengan wisata sekitar Jakarta yang begitu-begitu saja, perpustakaan ini bisa jadi pilihan. Bukan perpustakaan biasa, perpustakaan ini mempunyai fasad bangunan yang unik dan koleksi bukunya beragam.

Perpustakaan itu bernama Pustaka Pahala. Dirancang langsung oleh sang pemilik yang merupakan pensiunan guru besar Arsitektur UI, Prof. Gunawan Tjahjono.

Perpustakaan itu memiliki bangunan berbentuk kerucut seperti rumah masyarakat adat di Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunawan menyebut memang rumah adat itu yang menjadi inspirasinya untuk membangun perpustakaan tersebut.


Awalnya perpustakaan itu untuk menampung buku-buku yang dibacanya. Gunawan dan keluarga memang hobi membaca buku dan mengoleksi buku.

Hingga kemudian, pada 3 September 2023 diputuskan perpustakaan itu dibuka untuk umum dengan waktu operasional setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Gunawan menjelaskan bahwa waktu operasional itu dipilih agar anak-anak, yang menjadi salah satu target utama perpustakaan itu, dapat memanfaatkan waktu libur untuk diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca buku.

“Diputuskan bukanya hanya pada hari Sabtu dan Minggu pertimbangannya adalah bahwa anak-anak yang sebagai sasaran utama itu kan sudah banyak PR di sekolah (saat hari kerja) jadi biar mereka pada hari Sabtu dan Minggu bisa mengisi waktu dengan baca buku dan masih bisa diantar orang tuanya,” kata Gunawan.

Tak perlu khawatir, terdapat lebih dari 5000 koleksi buku yang bervariasi baik fiksi dan non-fiksi sehingga semua kalangan dapat membaca buku di sini. Lantai 1 untuk menyimpan koleksi buku fiksi, buku anak-anak, dan novel. Kemudian, lantai 2 merupakan tempat koleksi buku non-fiksi, seperti buku filsafat, arsitektur, psikologi, seni, dan ekonomi.

Setelah mengisi buku kunjungan, pengunjung akan disambut ramah oleh pustakawan yang sedang bertugas. Masing-masing pengunjung akan dijelaskan terkait tata letak koleksi buku dan tata cara mengembalikan buku yang selesai dibaca.

Pengunjung juga diminta untuk mengganti alas kakinya dengan sandal khusus yang telah disediakan. Menurut Prof. Gunawan ini merupakan bagian dari pendidikan kedisiplinan dan keselamatan para pengunjung.

“Itu ada tangga (menuju lantai 2) yang pakai kawat, kalau nggak pakai sandal kakinya bisa terluka kalau tidak terbiasa. Ganti sepatu juga ada unsur pendidikannya, kalau anak-anak diajarin cuci tangan, ganti sepatu, dia akan mulai menjadi kebiasaan baik,” kata dia.

Satu kali dalam sebulan, Pustaka Pahala juga mengadakan kegiatan mendongeng bersama khusus anak-anak. Tempatnya yang unik membuat perpustakaan ini tak pernah sepi diburu pengunjung. Tak hanya pecinta buku, beberapa kreator konten juga terlihat mampir sambil mengabadikan sudut-sudut perpustakaan yang estetik ini.

Ilmi, salah satu pengunjung asal Sulawesi Selatan, sembari mendatangi acara di Jakarta ia sempatkan untuk mampir ke Pustaka Pahala. Ia merasa kagum dengan arsitektur perpustakaan yang tak seperti perpustakaan umumnya,

“Kebetulan lagi ada acara di Jakarta terus sekalian mau cari-cari perpus dan kebetulan saya lihat perpus ini desainnya unik kan, suka banget sih sama arsitekturnya, koleksinya juga lumayan lengkap,” kata Ilmi.

Pengunjung dapat datang ke Pustaka Pahala secara gratis tanpa perlu registrasi terlebih dahulu. Lokasinya berada Villa Gunung Lestari, Blok E3, Jl, Merbabu VI No.13, Ciputat, Tangsel. Untuk informasi terkini traveler bisa pantau Instagram resminya @pustakapahala.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah, Harga Tiket, dan Jam Operasional Museum Bank Indonesia



Jakarta

Museum Bank Indonesia menyuguhkan perpaduan bangunan megah, masa lalu, dan teknologi interaktif. Harga tiket masuknya ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia, yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, bukan hanya sebuah bangunan bersejarah, melainkan juga sebuah jendela yang membuka wawasan traveler tentang perjalanan panjang sistem keuangan dan perbankan di Indonesia.

Dibuka untuk umum sejak 2006, museum ini menawarkan pengalaman edukatif sekaligus interaktif bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Penasaran dengan sejarah pendirian museum ini dan daya tariknya? Yuk simak serba-serbi tentang Museum Bank Indonesia berikut.

Sejarah Berdirinya Museum Bank Indonesia

Gedung yang kini menjadi Museum Bank Indonesia awalnya dibangun pada tahun 1828 sebagai kantor cabang De Javasche Bank, sebuah bank sentral Hindia Belanda. Bangunan dengan gaya arsitektur neo-klasik dipadukan dengan gaya arsitektur lokal karya Ed. Cuypers.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun 1953 bangunan ini kemudian menjadi kantor Bank Indonesia Kota. Nilai sejarah dan budaya yang tinggi membuat gedung ini akhirnya ditetapkan menjadi cagar budaya menurut SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah peresmian awal dan pembukaan untuk masyarakat (soft opening) yang berlangsung pada tanggal 15 Desember 2006, diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah. Tahap kedua adalah peresmian utama (grand opening) yang dilaksanakan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009.

Daya Tarik Museum Bank Indonesia

Bagi traveler yang berkunjung ke Museum Bank Indonesia, setibanya di lokasi akan disambut dengan bangunan megah berwarna putih. Menyimpan berbagai koleksi numismatik, atau benda-benda terkait uang. Berikut beberapa daya tarik Museum Bank Indonesia.


1. Koleksi Numismatik yang Kaya

Museum Bank Indonesia memiliki koleksi numismatik yang sangat banyak. Mulai dari mata uang kuno dari zaman kerajaan Nusantara hingga uang Jepang. Koleksi ini memberikan gambaran tentang evolusi sistem moneter di Indonesia.

“Keren banget sih, konsep museumnya memang menyajikan berbagai perkembangan Bank Indonesia dan koleksi numismatik. Ada juga ruang emas dan berbagai miniatur tentang Bank Indonesia. Edukatif banget,” ujar Dita Yoga, pengunjung Museum Bank Indonesia.

2. Ruang Pamer Interaktif

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah ruang pamer interaktifnya. Dengan menggunakan teknologi multimedia, museum ini menyajikan informasi secara menarik dan mudah dipahami. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah ekonomi Indonesia, kebijakan moneter, dan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Cukup kaget dengan konsep interaktifnya, pengunjung nggak cuma bisa liat koleksi, tapi bisa berinteraksi atau mendengarkan berbagai cerita dari ruang pamernya, jadi nggak membosankan,” Dita menambahkan.

3. Arsitektur Bersejarah

Gedung Museum Bank Indonesia sendiri merupakan salah satu daya tarik utama. Dengan arsitektur kolonial yang megah bergaya neo-klasik, bangunan ini menyimpan nilai historis yang tinggi. Interiornya yang elegan dan detail arsitektur yang menawan membuatnya menjadi salah satu gedung bersejarah paling indah di Jakarta. Sip banget jadi spot foto estetik.

4. Spot Foto Anti Mainstream

Tak hanya estetik jika dilihat dari segi arsitektur, interior Museum Bank Indonesia juga masih terbilang megah dengan tetap menggunakan gaya neo-klasik. Membuat bangunan ini menyimpan banyak spot foto yang anti mainstream. Traveler dapat menemukan beberapa spot foto estetik, seperti mdi metamorfosis logo Bank Indonesia, ruang emas moneter, dan ruang numismatik.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No.3, RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tempat wisata edukatif ini menarik banyak pengunjung dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang dan gratis jika traveler membawa kartu pelajar/kartu tanda mahasiswa.

Bagi traveler yang datang bersama rombongan dengan jumlah maksimal 100 orang, museum ini menawarkan akses gratis, asalkan permohonan kunjungan diajukan terlebih dahulu kepada pengelola museum.

Saat hendak masuk ke dalam museum, traveler diwajibkan menitipkan tas di tempat penitipan yang telah disediakan. Pastikan untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya. Namun, pengunjung diperbolehkan membawa ponsel, kamera, dompet, dan barang-barang kecil sejenis ke dalam gedung.

Museum ini buka dari Selasa hingga Minggu dan tutup saat Senin dan libur nasional. Museum Bank Indonesia buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Sedang berlibur di Jakarta dan cari destinasi edukatif bonus murah meriah. Museum Bank Indonesia jadi salah satu destinasi yang wajib traveler kunjungi. Jangan lupa siapkan ponsel dan outfit terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sea World Ancol, Eksplorasi Dunia Bawah Laut di Jakarta



Jakarta

Sea World Ancol bisa menjadi pilihan berakhir pekan buat traveler. Di sini, traveler bisa mendapatkan banyak hal berbeda, termasuk konservasi hewan bawah laut.

Sea World Ancol adalah sebuah akuarium yang terletak di dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol. Sea World Ancol dibangun karena terinspirasi dari Indonesia yang merupakan negara maritim menjadi alasan berdirinya Sea World Ancol.

Pada 2 Oktober 1992, Gubernur Jakarta, Wiyogo Atmodarminto, secara simbolis memulai pembangunan Sea World dengan peletakan batu pertama. Dalam waktu kurang dari dua tahun, area ini berkembang menjadi Sea World.

Terletak di sebelah selatan Ocean Dream Samudra, Sea World berdiri di atas lahan seluas 3 ha yang terdiri dari sarana pameran, restoran, toko souvenir, lobi, dan area servis.

Sea World Ancol menampilkan beragam kehidupan akuatik dengan koleksi yang mengagumkan. Secara keseluruhan, terdapat 7.300 ekor biota air tawar dan 11.500 ekor biota air laut.

Semua biota air tawar dan laut ini dipamerkan dalam 28 display yang menarik, meliputi sembilan akuarium air tawar, 19 akuarium air laut, dan empat kolam terbuka. Setiap display pun disajikan dengan konsep yang unik dan ekosistem yang khas.

Sea World Ancol, JakartaSea World Ancol, Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Tak perlu bingung, pada setiap display juga dilengkapi dengan papan informasi yang menjelaskan nama dan jenis biota air, habitat asli, keterangan biologis, hingga keunikannya.

Memasuki areal Sea World, traveler terlebih dahulu harus membeli tiket dan memasuki area ticket checking. Display hall adalah area pertama yang traveler kunjungi setelah melewati pemeriksaan tiket. Terdapat 12 akuarium dengan berbagai jenis ikan. Terdapat pila car aquarium, sebuah akuarium unik yang menggunakan mobil bekas sebagai wadahnya.

Melanjutkan perjalanan, traveler bisa memasuki Antasena Tunnel. Terowongan kaca yang dikelilingi oleh akuarium utama, bak masuk ke bawah laut. Traveler bisa merasakan sensasi dikelilingi oleh ribuan biota laut dalam akuarium raksasa. Oke banget untuk jadi spot foto.

“Kalau spot favorit itu di Antasena Tunnel. Masuk ke sini berapa masuk ke terowongan bawah laut. Bisa lihat banyak ikan dan biota laut lainnya. Spotnya juga bagus banget untuk take foto dan video, recommended untuk dicoba,” kata Pita Maha, salah satu pengunjung Sea World Ancol.

Sea World Ancol, JakartaSea World Ancol, Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Keluar dari Antasena Tunnel, traveler bisa melihat Shark Aquarium, komplit dengan berbagai jenis hiu. Ada pula Interactive Aquarium, traveler bisa berinteraksi langsung dengan ikan-ikan dan memasukkan tangan ke dalam akuarium. Tenang, ikan-ikan di sini aman dan tidak berbahaya.

Ada juga akuarium khusus ubur-ubur, bernama Jellyfish Sphere. Di sini traveler bisa menemukan lima jenis ubur-ubur yang memukau, yaitu sea nettle, blubber jellyfish, upside-down jellyfish, moon jellyfish, dan spotted jellyfish.

Jellyfish Sphere juga menjadi spot yang sempurna untuk berfoto. Keindahannya yang mempesona menjadikannya sangat Instagramable, sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen spesial di dunia bawah laut.


Jadwal Animal Feeding Sea World Ancol

Tak hanya berkeliling melihat biota laut, traveler tidak boleh melewatkan pertunjukan pemberian makan ikan yang diadakan setiap hari pada jam-jam tertentu. Dalam pertunjukan ini, petugas akan menyelam langsung ke dalam akuarium untuk memberi makan ikan-ikan, dan traveler dapat menyaksikan atraksi tersebut.

Yuk catat jadwal animal feeding di Sewa World Ancol:

Weekday (Senin-Jumat)
· Akuarium Utama: 11.00 dan 15.00 WIB
· Shark Feeding: 14.30 WIB
· Piranha Feeding: 12.45 WIB
· Kolam Sobat Laut: 10.00 dan 13.30 WIB
· Moray Eel: 10.15 WIB
· Arapaima Amazonia: 13.00 WIB
· Pari-Rays: 15.00 WIB

Weekend (Libur dan Akhir Pekan)
· Akuarium Utama: 11.00, 14.00, dan 16.00 WIB
· Shark Feeding: 14.30 WIB
· Piranha Feeding: 10.00 dan 12.45 WIB
· Kolam Sobat Laut: 09.30 dan 13.15 WIB
· Moray Eel: 10.30 WIB
· Arapaima Amazonia: 13.00 WIB
· Pari-Rays: 15.00 WIB

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk sea World Ancol

Sea World Ancol terletak di Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur Nomor 7 RW 10, Ancol, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Sea World Ancol buka setiap hari, dengan jam operasional pada hari biasa (Senin-Jumat) dari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, sedangkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) dan hari libur nasional, buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Harap dicatat bahwa loket dan pintu masuk Sea World Ancol ditutup satu jam sebelum waktu penutupan.

Berikut adalah informasi harga tiket untuk Sea World Ancol:
· Harga tiket weekday: Rp 85.000
· Harga tiket weekend: Rp 105.000
· Harga tiket Annual Pass (Ecard): Rp 200.000

Harga di atas belum termasuk tiket masuk ke kawasan Ancol dan tiket untuk kendaraan. Berikut adalah harga tiket masuk dan tiket kendaraan di Ancol:
· Harga tiket masuk Ancol: Rp 30.000
· Harga tiket kendaraan motor: Rp 20.000
· Harga tiket kendaraan mobil: Rp 30.000
· Harga tiket kendaraan bus: Rp 45.000

Mau berlibur sekaligus wisata edukasi? Wajib coba ke Sea World Ancol. Pesan tiketnya dulu, liburan kemudian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pasar Baru, Pasar Lawas Sejak Jaman VOC



Jakarta

Pasar Baru oleh dibilang bukan pasar biasa. Pasar yang dibangun sejak jaman kolonial itu tidak hanya menjadi tempat belanja, tetapi juga budaya dan kuliner.

Pasar Baru masih berada di kawasan Weltevreden (tempat tinggal orang-orang penting Eropa pada pemerintahan Hindia Belanda). Berdiri sejak 1820, pasar itu menjadi pusat perbelanjaan tertua di Jakarta.

Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ketika zaman VOC dahulu, Pasar Baru ditulis dengan ejaan Pasar Baroe atau De Nieuwe Markt.


Pada era tersebut Pasar Baru menjadi pusat perbelanjaan bergengsi karena lokasinya yang berada di Jalan Veteran, yang dahulu merupakan kawasan elit Rijswijk. Tak heran jika banyak sekali toko-toko tua dengan segudang cerita di kawasan Pasar Baru ini

Selain kekayaan sejarah yang ada, Pasar Baru juga terkenal akan kemajemukan suku yang ada. Tak hanya Betawi, etnis India yang pada zaman dahulu bermigrasi ke kawasan Pasar Baru masih bertahan hingga saat ini.

Banyak ditemukan toko-toko pernak-pernik India yang bisa ditemukan hingga saat ini, bahkan ada satu kawasan yang disebut “Little India” di sana karena banyaknya pedagang asli India di kawasan tersebut. Kuil Sikh yang biasa disebut dengan Gurdwara oleh masyarakat keturunan India juga ada di kawasan Pasar Baru.

Pasar Baru di JakartaPasar Baru di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Tak hanya suku India, kehadiran tempat beribadah masyarakat Tionghoa Klenteng Sin Tek Bio yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-17 tepatnya tahun 1698 juga menambah keberagaman di Pasar Baru. Lokasinya berada di gang kelinci. Ini juga menjadikan bukti nyata kerukunan umat berbagai suku, ras, dan agama bersatu di kawasan Pasar Baru.

Itu sekaligus menjadikan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Bahkan dalam pengamatan detikTravel pada Rabu (15/5/24) terlihat beberapa turis asing mondar-mandir sambil mengabadikan suasana di Pasar Baru.

Kini, Pasar Baru mulai dikenal oleh gen z sebagai tempat berburu baju bekas atau thrifting. Mulai dari kaos, celana, jaket, sepatu, hingga sabuk ada di sini. Harga yang dibanderol pun cukup murah mulai dari Rp 10 ribu.

Menurut salah satu juru parkir di Pasar Baru Cenil, pengunjung Pasar Baru kini mayoritas memiliki tujuan untuk thrifting dan kulineran.

“Paling rame Sabtu Minggu abis dhuhur lah, biasanya ke sini buat ngethrift anak-anak muda,” kata Cenil.

“Kalau orang jauh biasa juga nanya Soto Oji, semua bisa belanja bisa kuliner juga bisa di sini. Banyak kan tuh makanan-makanan dari jaman dulu di sini,” kata Cenil.

Pasar Baru di JakartaPasar Baru di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Deretan toko legendaris yang masih eksis hingga saat ini juga masih banyak ditemukan di Pasar Baru, diantaranya toko sepatu Sin Lie Seng yang terkenal dengan keawetan produknya dan sudah berjualan sejak 1943, Bombay Textile yang sudah ada sejak 1951, dan Isardas yang terkenal dengan slogan 3 jam selesai dan sangat terkenal pada zaman dahulu.

Akses menuju Pasar Baru bisa dibilang sangat mudah karena lokasinya yang berada di pusat Kota Jakarta. Untuk KRL stasiun terdekat ialah Stasiun Juanda dan Halte Busway terdekat ialah Halte Pasar Baru. Yuk agendakan berwisata ke Pasar Baru!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Rekomendasi Kuliner Legendaris Saat Jalan-Jalan di Pasar Baru



Jakarta

Tak hanya sebagai lokasi berbelanja pakaian dan kain, jika berkunjung ke Pasar Baru jangan sampai melewatkan kuliner legendarisnya. Apa saja ya?

Sebagai salah satu pasar tua di Jakarta, berbagai kuliner mulai dari makanan berat, cemilan, hingga dessert ada di Pasar Baru dengan cita rasa khas dan suasana vintage yang masih terasa.

Berikut detikTravel rangkum empat kuliner legendaris di Pasar Baru,

1. Bakmi Gang Kelinci (GK)

Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Meskipun lokasinya berada di dalam gang, Bakmi ini selalu ramai dikunjungi pembeli.


Sudah berdiri sejak tahun 1957, konsep resto jadul masih dipertahankan Bakmi GK hingga saat ini. Meskipun telah membuka banyak cabang, Bakmi GK Pasar Baru merupakan lokasi pertama penjualannya.

Harga per porsi bakmi mulai dari Rp 18 ribu saja. Kali ini detikTravel berkesempatan mencoba Bakmi Spesial AK yang merupakan menu andalan Bakmi GK.

Disajikan semangkuk mi pipih dengan tekstur yang kenyal, gurih, dan khas karena dibuat sendiri. Lengkap dengan topping jamur, ayam asin, ayam manis, sayur, serta kuah gurih terpisah.

Selain bakmi tersedia juga berbagai menu makanan berat lainnya seperti capcay, ayam goreng mentega, chicken steak, hingga gurame saus padang.

Bakmi GK buka setiap hari pukul 09.00 – 20.00 WIB. Lokasinya berada di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

2. Bakmi Aboen

Bakmi A Boen Pasar BaruBakmi A Boen Pasar Baru (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Berada tak jauh dari kuliner sebelumnya, tepat di samping Bakmi GK terdapat gang kecil tempat Bakmi Aboen berjualan. Nama Aboen berasal dari nama pemilik kedai.

Kedai mie gaya China ini selalu dipenuhi pembeli setiap harinya, meskipun lokasinya di ujung gang. Namun tak perlu khawatir menunggu lama karena pelayanan di Bakmi Aboen terhitung cepat dengan ruang makan yang nyaman dilengkapi AC.

Menu andalannya adalah bakmi non halal, yakni bakmi campur babi char siu dan babi goreng, dengan daging ayam cincang, bakso sapi. Meskipun memiliki menu andalan non halal tersedia juga berbagai menu lainnya yang tidak menggunakan campuran komponen non halal.

Menu Locupan Bakmi Aboen yang terkenal lezat juga jangan sampai terlewat dicoba jika berkunjung ke sini. Selain bakmi tersedia juga berbagai menu chinese food lainnya yang menggugah selera.

Harga seporsi bakmi di sini mulai dari Rp 50 ribu saja dengan sajian topping yang melimpah. Bakmi Aboen buka setiap hari pukul 07.00 – 20.00 WIB.

3. Cakwe Ko Atek

Cakwe Ko Atek, Pasar BaruCakwe Ko Atek, Pasar Baru (Natasha kayla Ananta/detikcom)

Setelah kenyang menyantap bakmi, traveler bisa coba cemilan satu ini. Masih berada satu gang dengan Bakmi Aboen, ada toko cakwe legendaris yang sudah berdiri sejak 1971. Kelezatan Cakwe Ko Atek berhasil membuatnya masuk ke dalam jajaran ’10 Most Wanted Food In Jakarta’.

Sesampainya di sana traveler akan bertemu langsung dengan Ko Atek. Ko Atek merupakan generasi kedua dari ayahnya, Sutikno yang lebih dulu berjualan cakwe dan kue bantal.

Hingga saat ini Ko Atek masih terjun langsung dalam membuat adonan hingga menjual cakwe di Pasar Baru. Hal ini dilakukannya untuk terus mempertahankan kelezatan cakwe buatannya.

“Iya buat adonan masih sendiri juga. Kalau makanan itu susah, beda pembuat pasti rasanya berubah,” Kata Ko Atek saat ditemui detikTravel Kamis (16/5/24).

Hanya dengan Rp 6 ribu per biji traveler sudah bisa menikmati cakwe yang mekar sempurna, gurih, garing, dan lembut pada bagian dalamnya. Saus cakwenya pun unik dengan rasa pedas manis asam yang kuat.

Meskipun sudah berdagang selama 53 tahun, Ko Atek tetap mempertahankan kesederhanaannya berjualan di gang dan kios kecil. Hal tersebut dilakukannya karena ia sudah merasa nyaman berjualan di lokasi tersebut.

“Enak begini kan di gang, nggak ganggu orang lain, tenang,” kata Koh Atek.

Cakwe Ko Atek buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 09.00-16.00 atau sampai habis. Jika beruntung, traveler bisa melihat langsung proses Ko Atek membuat cakwe hingga menggorengnya di sana.

4. Restoran Tropic

Restoran Tropic di Pasar BaruRestoran Tropic di Pasar Baru (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Perlu kejelian mata yang ekstra untuk menemukan resto es krim yang sudah berdiri sejak tahun 1950-an ini. Menu andalannya adalah Three Fruity dan Banana Splits.

Menurut salah satu penjaga toko, es krim yang dijual di Restoran Tropic dibuat sendiri atau home made dengan resep turun temurun. Itulah sebabnya es krim di sini akan selalu menciptakan cita rasa yang khas dan lembut.

“Iya, semua es krim kita bikin sendiri,” katanya.

Nama ‘Tropic’ diambil dari kata Tropis yang mencerminkan iklim di Indonesia yang cenderung panas. Sehingga Tropic Ice Cream hadir untuk melegakan tenggorokan di kala cuaca panas.

Terdapat banyak lukisan di dinding resto, lukisan itu kini sudah tidak ada namun nuansa tempo dulu sengaja dibiarkan begitu saja di resto ini.

Menjadi toko es krim tertua kedua di Indonesia, tak menghalangi Restoran Tropic untuk terus berinovasi. Hal ini terlihat dari pilihan rasa es krim yang mulai menyajikan rasa kekinian seperti rasa green tea dan tiramisu. Es krim di Restoran Tropic dibanderol mulai dari harga Rp 25 ribu saja.

detikTravel berkesempatan untuk mencoba es krim Three Fruity yang terdiri dari 4 rasa eskrim buah dilengkapi dengan potongan buah koktail, sirup, dan wafer. Rasanya unik dengan sedikit rasa asam yang menyegarkan. Setiap pembelian es krim juga akan mendapatkan segelas air mineral gratis untuk menetralkan mulut.

Mulanya resto ini hanya menjual es krim saja, namun seiring berjalannya waktu menunya bertambah. Traveler juga bisa mencoba menu makanan lainnya yang ada di sana seperti pangsit goreng, bakso, soto, laksa ayam, hingga opor ayam.

Resto ini berada tepat di depan toko Dunia Moda tekstil dan di samping Bombay Tekstil. Buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Rekomendasi Camping Ground Dekat Jakarta, Cocok untuk Melepas Penat


Jakarta

Jika bosan dan jenuh dengan hiruk pikuk kota besar, menikmati waktu liburan dengan berkemah bisa menjadi salah satu pilihan untuk melepas penat. Menikmati udara sejuk di pegunungan sambil dikelilingi alam akan memberikan relaksasi dan semangat.

Walau kota besar seperti Jakarta penuh dengan jalan raya dan gedung pencakar langit, ternyata ada berbagai lokasi camping di sekitar Jakarta yang bisa jadi lokasi pilihanmu untuk melepas penat. Lokasi camping ground di pinggiran Jakarta ini cukup mudah diakses.

Detikers, tertarik untuk camping di Bogor untuk melepas penat? Simak rekomendasi camping ground di sekitar Jakarta berikut.


Camping Ground di Sekitar Jakarta

Berikut beberapa lokasi camping ground yang tak jauh dari Jakarta yang bisa jadi destinasi berkemahmu selanjutnya.

1. Bumi Kepaduan Sentul (BKS)

Camping ground dekat Jakarta.Foto: dok. bumikepanduan.com

Sentul adalah lokasi camping yang tak jauh dari ibu kota. Salah satu camping ground yang bisa dikunjungi di sini adalah Bumi Kepaduan Sentul (BKS).

Mengutip situs resminya, Bumi Kepaduan Sentul mengusung konsep eduadventure camping ground yang menyediakan sarana dan fasilitas berpetualang sekaligus edukasi.

Camping ground di sini berdaya tampung 500 orang. Ada juga 1 rumah panggung yang tersedia sebagai penginapan, 1 unit saung kayu, dan 1 aula. Bahkan untuk fasilitas bermain, terdapat 2 unit kolam, 1 area bermain, dan tempat panahan.

Bumi Kepanduan Sentul berlokasi di Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Bogor.

2. Villa Bukit Hambalang

Masih di Bogor, Villa Bukit Hambalang adalah lokasi outbound yang menawarkan pemandangan indah dan suhu yang sejuk.

Mengutip situs resminya, Villa Bukit Hambalang menyediakan penginapan villa, camping ground, lahan outbound, lahan agrowisata, kolam renang, kolam terapi ikan, mini zoo, lahan paintball, sampai taman bermain.

Lokasi camping di sekitar hutan pinus membuat udara terasa sejuk, dan detikers juga bisa menikmati pemandangan ibu kota Jakarta dari jauh.

Villa Bukit Hambalang berlokasi di Jalan Anyar Hambalang, Desa Hambalang, Citeureup, Bogor. Jika ingin camping dengan rombongan besar, sebaiknya reservasi terlebih dahulu, ya.

3. Gunung Geulis Camp Area

Gunung Geulis Camp Area adalah pusat bumi perkemahan dan area outbound training di Bogor. Baik wisata camping bersama keluarga maupun rombongan yang lebih besar seperti outbound sekolah dan perusahaan, detikers bisa melakukannya di GGCA ini.

Mengutip situs resminya, GGCA memiliki lahan seluas 2 hektar yang meliputi 2 camping ground, villa, cottage, dan 2 pendopo.

Lokasinya terletak di Jalan Bukit Pelangi, Desa No. 2, Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Bogor.

4. Gunung Pancar

Tempat kemping di Bogor.Foto: bektiyusti/d’Traveler

Ingin berkemah dikelilingi panorama alam hutan? Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar bisa jadi lokasi camping pilihanmu. Kawasan rekreasi dan konservasi ini berorientasi pada pendidikan dan kelestarian lingkungan.

Di TWA Gunung Pancar, pengunjung bisa mengadakan outbound maupun camping individu. Tetapi, peralatan berkemah disediakan sendiri, ya.

Ada 6 camping ground yang bisa dipilih, yaitu Bukit Batu Hijau, Bukit Batu Gede, Lembah Hijau, Lembah Pakis, Bukit Bantu Pandan, dan Bukit Batu Gajah.

Lokasi Taman Wisata Alam Gunung Pancar ini adalah Kp. Ciburial RT. 3/3, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

5. Kampoeng Awan

Camping ground dekat Jakarta.Foto: Instagram/kampoeng.awan

Terakhir ada Kampoeng Awan, camping ground di Megamendung yang lengkap dengan fasilitas yang mendukung kegiatan indoor maupun outdoor.

Di sini terdapat fasilitas camping, villa, kolam renang, aula, dan hutan pinus. Detikers juga bisa menikmati kegiatan rafting, bersepeda, dan flying fox.

Lokasi persis Kampung Awan adalah di Jalan Mega Mendung, Sirnagalih, Bogor Tengah, Megamendung, Kecamatan Megamendung, Bogor.

Itu dia beberapa area camping dekat Jakarta yang bisa jadi destinasi camping detikers selanjutnya. Apakah detikers tertarik berkemah di lokasi-lokasi ini?

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

5 Tenant di Tanjakan 13, Bisa Nongki Sambil Liat City Light Jakarta


Jakarta

Mau nongkrong dengan suasana tak biasa di Jakarta? Tanjakan 13 di Kuningan City Mall bisa lho jadi pilihan.

Tanjakan 13, Kuningan City menawarkan tempat nongkrong yang berbeda dari lainnya. Di sana, kamu dapat menyaksikan pemandangan gedung-gedung tinggi Kota Jakarta.

Apalagi kalau ke sana di waktu sore menjelang malam, kamu bakal lihat city light Jakarta yang memukau.


Lokasi Tanjakan 13 ada di Jalan Prof Dr Satrio Kavling 18, Jakarta Selatan. Tempat nongkrong ini tepatnya terletak di rooftop P7, Kuningan City Mall.

Penasaran ada apa saja di Tanjakan 13, Kuningan City Mall? Cari tahu daftar tenant dan kafenya di bawah.

Tenant dan Kafe di Tanjakan 13

Di Tanjakan 13 terdapat sejumlah tenant yang bisa kamu datangi, nih. Berikut daftarnya:

1. Satu Makna Kafe

Satu Makna Kafe menyajikan beragam menu kopi lezat. Ada americano, hot coffee, iced latte series, sampai. sea salt caramel coffee.

Kalau kurang suka perkopian, ada kok minuman non-kopi seperti red velvet, matcha, biscoff caramel. Refreshing seperti mango sour, yakult lychee, dan minuman berbasis teh seperti thai tea dan lemon tea juga ada.

2. Go-Saeri Kitchen

Jangan bingung juga kalau lapar, karena ada Go-Saeri Kitchen yang menyediakan aneka menu makanan. Ada makanan ringan seperti french fries, sosis, gyoza, siomay, hingga camilan seperti jajanan pasar yang asin dan manis.

3. Villetta Juice

Kalau mau minum yang sehat-sehat seperti jus, di Tanjakan 13 ada tenant Villetta Juice. Kamu dapat memesan berbagai menu jus campuran buah-buahan. Ada jus stroberi, buah naga, jeruk, nanas, apel, serta kiwi.

Ada juga minuman berbasis yoghurt, susu, dan yakult. Jika sekadar ingin es krim dan es mambo, bisa pula membelinya di sini.

4. Kopi Domu

Ada lagi coffeshop di Tanjakan 13, yakni Kopi Domu. Tersedia aneka menu kopi seperti es kopi susu, americano, latte. Ada pula menu non kopi dan yakult series. Kalau mau ngemil snacks bisa beli juga french fries atau croffle di sini.

5. PhotoKabin

Kalau kamu mau coba photobox yang self-service juga bisa lho. Ada tenant PhotoKabin di Tanjakan 13. Kamu bisa foto-foto sendiri atau foto bareng teman-teman di sini.

Cara ke Tanjakan 13 di Kuningan City

Jika mau ke Tanjakan 13 di Kuningan City Mall, kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun naik transportasi umum.

Kalau memakai motor atau mobil pribadi bisa gunakan online maps untuk mengetahui arah jalan menuju mall Kuningan City. Nantinya, kamu dapat memarkirkan kendaraan di area yang tersedia.

Untuk yang menaiki transportasi umum, bisa gunakan bus Transjakarta, KRL, LRT, maupun ojek daring. Untuk Transjakarta bisa pilih koridor 1 atau 6B dan turun di halte terdekat. Pengguna KRL dapat turun di Stasiun Tebet dan melanjutkan perjalanan dengan ojek daring atau bus Transjakarta.

Sementara kamu yang naik LRT bisa turun di Stasiun Kuningan dan melanjutkan perjalanan dengan naik Transjakarta, ojek, atau berjalan kaki untuk sampai ke Kuningan City.

Untuk ke Tanjakan 13 bisa masuk lewat lobi utama mall lalu naik lift di samping kios Burger King ke lantai P6. Dari P6 naik eskalator menuju area Ballroom Kuningan City. Setelah sampai di lantai P7, belok kiri dan keluar ke area parkir atau rooftop.

Nah, itu dia sederet tenant dan kafe di Tanjakan 13, Kuningan City beserta cara menuju ke sana.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

6 Kolam Renang di Jakarta yang Seru dan Nyaman, Pas untuk Keluarga


Jakarta

Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan saat akhir pekan, salah satunya adalah berenang. Khususnya di Jakarta, terdapat banyak kolam renang yang seru dan nyaman.

Ada sejumlah kolam renang yang mengusung konsep waterpark, jadi bisa bermain seluncuran yang seru dan menantang. Lalu, ada juga kolam renang yang memang diperuntukkan untuk berenang dengan santai.

Harganya juga bervariasi, tergantung dari kolam renang yang dipilih. Kalau berkunjung ke waterpark, tentu harga tiket masuknya jauh lebih mahal.


Penasaran, apa saja kolam renang di Jakarta yang seru dan cocok untuk menghabiskan waktu di akhir pekan? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Kolam Renang di Jakarta yang Seru dan Nyaman

Selain menyehatkan badan, berenang juga membuat hati dan pikiran jadi lebih tenang. Berikut rekomendasi 6 kolam renang di Jakarta yang telah dirangkum detikTravel.

1. De Entrance Pool Arkadia

De Entrance Pool Arkadia di Kebagusan, Jakarta Selatan.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Rekomendasi yang pertama adalah De Entrance Pool Arkadia. Kolam renang ini memang tidak memiliki wahana seluncuran, namun yang unik adalah mengusung konsep infinity pool.

Jadi, travelers seolah-olah berenang di tempat yang luas dan tidak terbatas. Meski berada di atas gedung, kolam renang ini tetap aman karena terdapat pagar pembatas.

De Entrance Pool Arkadia terletak di Arkadia Green Park lantai 3, Jalan TB Simatupang Kav 88, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 50.000/orang (weekday) dan Rp 60.000/orang (weekend). Kolam renangnya buka setiap hari dari pukul 07.00-18.00 WIB.

2. Kolam Renang Bulungan

Kolam renang yang satu ini bisa menjadi pilihan menarik, terutama bagi kamu yang ingin menghabiskan waktu untuk belajar berenang. Lokasinya yang berada di tengah kota juga mudah dijangkau masyarakat, tepatnya di Jalan Kyai Maja Blok F, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mengutip Instagram Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta @disporadkijkt, terdapat dua kolam renang dewasa dengan kedalaman yang berbeda-beda, yakni 2,7 meter dan 1,5 meter. Ada juga kolam renang untuk anak-anak yang lebih dangkal.

Untuk harga tiket masuknya juga sangat terjangkau, yakni sebesar Rp 10.500/orang (Selasa-Jumat) dan Rp 12.500 (Sabtu-Minggu). Kolam Renang Bulungan buka dari pukul 07.30-16.00 WIB.

3. Kolam Renang Cikini

Jika Kolam Renang Bulungan dirasa terlalu jauh, pilihan alternatifnya bisa datang ke Kolam Renang Cikini. Kedalaman kolamnya juga beragam, mulai dari 1,5 sampai 3 meter.

Kolam Renang Cikini berlokasi di Jalan Cikini Raya No.75, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya berdekatan dengan Taman Ismail Marzuki.

Kolam renang ini buka setiap hari dari pukul 08.00-20.00 WIB. Untuk tiket masuknya mulai dari Rp 50.000/orang (weekday) dan Rp 60.000/orang (weekend dan hari libur nasional).

4. Kolam Renang Plaza Festival

Satu lagi kolam renang umum yang terletak di Jakarta Selatan, yaitu Kolam Renang Plaza Festival. Lokasinya berada di Plaza Festival, tepatnya di Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Terdapat tiga kolam renang di sini, dua untuk orang dewasa dan satu lagi untuk anak-anak. Khusus di kolam orang dewasa, kedalamannya cukup bervariasi mulai dari 1,5 meter sampai 3 meter.

Kolam Renang Plaza Festival buka setiap hari dari pukul 06.00-20.00 WIB. Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000/orang. Bagi travelers yang ingin sewa loker, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000.

5. Pondok Indah Water Park

Salah satu wahana air di Pondok Indah Water Park.Foto: pondokindahwaterpark.co.id

Ingin seru-seruan bermain air bareng si kecil? Cobalah datang ke Pondok Indah Water Park. Lokasinya berdekatan dari Pondok Indah Mall (PIM), bahkan kamu bisa melihat wahana air dari area PIM 1. Kalau perut sudah lapar, travelers tinggal mampir ke PIM.

Ada banyak wahana air yang bisa dicoba di sini, mulai dari Tube Slide, Wave Pool, Whizzard Slide, Lazy River, Flow Rider, dan Aqua Play. Ada juga kolam Olympic Pool untuk pengunjung yang ingin serius berenang.

Pondok Indah Water Park buka setiap hari dari pukul 06.00-21.00 WIB (weekday) dan 06.00-21.00 WIB (weekend). Untuk harga tiket masuknya bervariasi, simak selengkapnya di bawah ini:

  • Senin-Jumat: Rp 110.000/orang
  • Sabtu-Minggu: Rp 200.000/orang
  • Holiday season: Rp 225.000/orang
  • After six (18.00-21.00 WIB): Rp 110.000 (periode holiday season, long weekend, dan libur nasional).

6. Atlantis Water Adventure

Salah satu wahana di Atlantis Water Adventure, Ancol, Jakarta Utara.Foto: Atlantis Ancol

Water park yang satu ini tak perlu diragukan lagi keseruannya. Sebab, ada banyak wahana seru dan menegangkan yang bisa kamu coba di Atlantis Water Adventure.

Mengutip laman resminya, wahana air yang ada di Atlantis Ancol meliputi Asthatirta, Dragon Slide, Skybox, dan Crazy Slide. Disarankan datang ke sini bersama keluarga atau teman-teman agar sensasi bermain air semakin seru.

Atlantis Water Adventure berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Jika ingin berkunjung ke sini, maka travelers harus membayar tiket masuk Ancol juga.

Untuk tiket masuk ke Atlantis sebesar Rp 105.000/orang, sedangkan tiket masuk Ancol sebesar Rp 30.000/orang. Jika kamu membawa kendaraan, maka dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30.000 (mobil) dan Rp 20.000 (motor).

Itu dia enam rekomendasi kolam renang di Jakarta yang seru dan nyaman. So, tertarik untuk menghabiskan waktu akhir pekan dengan berenang?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Nyentrik di Tengah Pasar Loak Kebayoran Lama



Jakarta

Kafe yang satu dengan berada di area Jakarta Selatan, bernama Kampoeng Gallery. Lokasinya berada di tengah pasar loak Kebayoran Lama.

Kafe ini jadi titik temu para muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu usai kuliah, bekerja, atau bahkan memang jadi tujuan utamanya. Kesan nyentrik jadi pengalaman pertama saat masuk ke sini karena ornamen barang bekas-antik yang jadi pembeda kafe.

Di sini terdapat buku, lukisan, patung, furniture, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut merupakan kepemilikan dari sang empunya cafe, Ivan Moningka.


Dia mengakui kalau barang-barang yang ada di sini merupakan hasil dari hobinya backpackeran. Dari perjalanannya ini, Ivan kerap membeli beberapa barang yang menurutnya unik dan menarik untuk dikoleksi.

“Awalnya sih hobi karena gue punya hobi ngumpulin barang-barang bekas ‘barang-barang sampah’ ya,” ujar Om Ivan sapaan akrabnya kepada detikTravel, Selasa (21/5/2024).

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari kesenangannya terhadap barang-barang yang dianggap oleh segelintir orang sebagai sampah ini, ia memiliki sudut pandang yang berbeda. Mulanya tempat nongkrong yang kini bernama Kampoeng Gallery pertama kali buka pada 2010 lalu dan berjalan dengan segala terpaannya hingga saat ini.

Saat berkeliling melihat seluk-beluk tempat ini, seakan masuk ke dalam lorong waktu pada era masa lalu. Barang-barang jadul yang ia miliki sudah tak terbilang, Om Ivan pun bingung saat menerka berapa jumlah pasti barang yang dipajang di tempatnya ini.

Mula gandrungnya ia terhadap barang-barang seperti ini adalah ketika ia mencari rilisan-rilisan musik dari band kesukaannya. Dahulu saat Om Ivan masih duduk dibangku sekolah untuk mencari barang seperti itu masih terbilang sulit dan juga mahal, alhasil ia mencari alternatif untuk mencari ke pasar loak.

“Terpaksa gue harus mencari ke tukang loak, itu menjadi alternatif. Ternyata pas di tukang loak di luar ekspektasi gue, ternyata di sana bukan hanya ada kaset dan vinyl doang tapi juga gue dapat kaos, aksesorisnya,” kata dia.

Sembari menikmati sajian singkong goreng dan es jeruk, Om Ivan menuturkan bahwa pasar loak baginya bak surga harta karun. Semua barang yang ia idamkan selama itu nyatanya tersedia ditumpukan-tumpukan barang bekas, pertama kalinya Om Ivan mencari barang-barang adalah di Pasar Loak Jatinegara atau terkenal dengan Pasar Jembatan Item.

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Gue pertama kali ke (pasar) loak itu di Jatinegara, ternyata di situ surganya barang-barang yang gue butuhin ada di situ. Akhirnya gue rajin ke situ jadi kaya hobi hampir tiap hari kalau selama gue punya uang dan itu sampai sekarang masih terus (ke pasar loak),” kata Ivan.

Hingga sekarang tempat Om Ivan ini dijejali oleh barang-barang yang bikin mata terpukau, koleksinya pun jika ada yang berminat untuk meminangnya akan dengan senang hati dikeluarkan oleh Om Ivan. Sedang asik bercengkrama, tetiba ada salah satu pengunjung yang menunjukan berapa harga buku dan kaleng jadul miliknya.

Untuk masalah harga Om Ivan tak mematok harga selangit seperti barang-barang jadul lainnya. Karena menurutnya dengan harga yang murah bisa menjadi daya tarik untuk tempatnya dan juga ia tak mau orang lain kesulitan mendapatkan barang yang diinginkan seperti dulu ia ingin memiliki barang tertentu.

Harga makanan dan minuman di tempat Om Ivan ini juga sangat murah, untuk harga minuman pun dimulai dari hari Rp 5.000 – 35.000 saja. Dan untuk makanan tak hanya cemilan saja, di sini juga terdapat makanan berat yang dibanderol mulai dari harga Rp 15.000.

Kampoeng Gallery terletak di kawasan Pasar Loak Kebayoran Baru dekat Masjid Al Huda, memang tak ada plang jelas masuk lewat mana. Patokan pasnya adalah terdapat Warung Madura berwarna hijau, tak jauh dari situ ada gang dan kamu bisa langsung masuk untuk singgah dan ngopi-ngopi atau bahkan sekadar melihat barang-barang jadul di tempat ini.

Buka setiap hari mulai dari jam 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Salah satu pengunjung yang kerap datang adalah Ray Farsha Anindito, ia bersama teman-temannya sering menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengisi waktu luang disela-sela jam kuliah atau sehabis jam kuliah.

“Sering, gua (pertama kali ke tempat ini) dari tahun 2020. Gua pertama kali tau tempat ini karena eksplor di depan kan ada pasar loak terus masuk ke sini karena penasaran ternyata ada cafe di dalamnya. Dan udah jadi nyaman di sini, tempatnya enak, cozy,” dia menjelaskan.

Di Kampoeng Gallery juga tak usah khawatir buat kamu yang merupakan kaum cashless karena di sini bisa melakukan pembayaran cash maupun cashless. Jadi penasaran sama tempat ini?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com