Tag Archives: wisata jakarta

Yuk Lihat Monumen Ondel-ondel, Ikon Jakarta Selain Monas!



Jakarta

Belum banyak yang tahu kalau Jakarta memiliki ikon lain selain Monas atau Monumen Nasional. Monumen Ondel-ondel Kemayoran.

Berdasarkan peraturan Gubernur nomor 11 tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi menetapkan ondel-ondel sebagai salah satu dari delapan ikon Betawi. Delapan ikon Budaya Betawi tersebut adalah Ondel-ondel, Kembang Kelapa, Ornamen Gigi Balang, Baju Sadariah, Kebaya Kerancang, Batik Betawi, Kerak Telor, dan Bir Pletok.

Nah, Monumen Ondel-ondel itu berada di Bundaran Kemayoran, tepatnya Jl Benyamin Suaeb. Monumen itu menjadi landmark khas budaya Betawi.


So, jika sedang melewati Jalan Benyamin Suaeb arah selatan, traveler akan disambut oleh patung sepasang ondel-ondel raksasa yang berdiri megah. Dengan tinggi total 13 meter dan berat 1.5 ton ondel-ondel ini dinobatkan sebagai ondel-ondel terbesar di Indonesia oleh MURI.

Di sekeliling patung raksasa ini, terdapat taman kecil yang tertata rapi dengan lebar kurang lebih 2.5 meter yang membuat patung raksasa ini semakin menawan.

Monumen itu juga menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi warga sekitar untuk bersantai, melepas penat, atau sekadar bercengkerama bersama keluarga.

Suasana taman semakin hidup dengan kehadiran anak-anak yang bermain riang, menjadikan Monumen Ondel-Ondel Kemayoran bukan hanya ikon budaya, tetapi juga ruang publik kecil yang terbuka bagi semua kalangan.

Yati, salah satu warga lokal, mengatakan sering membawa anak-anaknya jalan sore ke Monumen Ondel-ondel. Baginya itu adalah salah satu spot yang disukai anak-anaknya untuk menghabiskan waktu di sore hari.

“Ke sini mah beberapa kali sih soalnya rumah deket, biasanya sore sambil nyuapin anak-anak gini. Mereka seneng di sini, paling kudu ati-ati soalnya banyak mobil motor lewat,” kata Yati.

Pemandangan Monumen Ondel-ondel Kemayoran justru memukau dengan kontrasnya gedung-gedung tinggi di sekitarnya. Perpaduan unik antara tradisi dan modernitas itu menghadirkan suasana yang istimewa, yang menunjukkan kearifan lokal budaya Betawi berpadu harmonis dengan gemerlapnya kemajuan kota metropolitan.

Diresmikan sejak 17 Januari 2014 oleh Direktur Utama Mayjen TNI (Purn) TABRIE, Monumen Ondel-ondel Kemayoran juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat kemayoran terkait pelestarian budaya betawi.

Monumen itu berdiri sebagai bagian dari pelestarian budaya Betawi atas prakarsa Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran. Meskipun menampilkan ikon budaya khas Betawi, monumen ini justru dibuat di Bantul, Yogyakarta.

Dalam waktu empat bulan, Hidayat sebagai pembuatnya berhasil menciptakan patung raksasa dengan bobot hampir 2 ton itu. Dalam pembuatannya, budayawan betawi Ridwan Saidi juga turut memberikan saran teknis terkait monumen ondel-ondel tersebut.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Destinasi Liburan untuk Cuti Bersama Idul Adha 2024 di Sekitar Jakarta


Jakarta

Pemerintah telah menetapkan jadwal cuti bersama Idul Adha pada tanggal 18 Juni 2024. Ini berarti, ada long weekend dari Sabtu, 15 Juni hingga Selasa, 18 Juni 2024.

Tak heran jika banyak yang berencana memanfaatkan long weekend ini untuk liburan, baik di dalam dan di luar Jakarta. Jika detikers tidak berencana pergi ke luar kota, masih banyak tempat di Jakarta yang bisa jadi destinasi liburan selama long weekend, lho.

Yuk, simak rekomendasi destinasi liburan di Jakarta, mulai dari tempat berwisata kuliner hingga tempat bermain yang menarik. Siapa tahu bisa jadi ide destinasi wisatamu saat cuti bersama Idul Adha yang akan datang.


Destinasi Liburan di Jakarta untuk Cuti Bersama

Berikut adalah rekomendasi destinasi wisata di Jakarta berikut bisa jadi acuanmu untuk merencanakan liburan Idul Adha 2024 versi detikTravel:

1. Ancol

Warga menikmati liburan jelang pergantian tahun di pantai Ancol, Jakarta. Ancol menjadi salah satu tempat wisata alternatif bagi warga Ibukota yang akan menikmati malam pergantian tahun.Potret warga yang menikmati liburan di pantai Ancol, Jakarta. (Rachman Haryanto/detikcom)

Destinasi liburan pertama yang bisa jadi pilihan adalah Ancol yang terletak di Jakarta Utara. Buka setiap hari dari jam 06.00 sampai 24.00, Ancol jadi tempat bermain yang cocok untuk sekeluarga.

Berdasarkan situs resminya, tiket masuk ke Ancol adalah Rp 30.000 per orang. Jika kamu membawa mobil, terdapat tiket kendaraan seharga Rp 30.000. Bagi pengendara motor, kamu harus membayar tiket Rp 20.000.

Untuk merayakan hari ulang tahun Jakarta, pengunjung bisa masuk Ancol secara gratis dari pukul 17.00 hingga 23.00, lho. Menurut akun Instagram resminya, promo ini berlaku dari tanggal 1 sampai 21 Juni 2024, jadi masih bertepatan dengan liburan panjang Idul Adha. Tentunya, kamu harus reservasi dulu, ya.

2. Jakarta Aquarium & Safari

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024). (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Jakarta Aquarium & Safari adalah akuarium indoor terbesar di Indonesia. Letaknya di dalam Neo Soho, tepatnya di Podomoro City Floor LG 101 – LGM 101 Jalan S. Parman Kav 28, Jakarta Barat. Jadi, setelah dari akuarium, detikers masih bisa berkeliling mal Neo Soho yang luas.

Di sini, pengunjung bisa melihat atraksi hewan, berinteraksi langsung dengan hewan, diving, sampai makan di restoran sambil melihat-lihat penguin yang lucu.

Menurut situs resminya, Jakarta Aquarium & Safari beroperasi dari jam 10.00 hingga 21.00. Harga tiket dimulai dari Rp 122.500 untuk anak-anak dan Rp 156.800 untuk orang dewasa. Harga tiket ini bisa berubah tergantung hari kunjungan dan aktivitas yang bisa kamu lakukan.

3. Pondok Indah Waterpark

Pondok Indah WaterparkPondok Indah Waterpark (dok. Pondok Indah Waterpark)

Bagi yang suka bermain air, Pondok Indah Waterpark bisa jadi destinasi wisata pilihan untuk cuti bersama Idul Adha mendatang. Letaknya di Jalan Metro Pondok Indah, RT.1/RW.16, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Di sini, ada berbagai jenis kolam dan seluncuran yang bisa kamu nikmati bersama keluarga atau teman-teman.

Menurut akun Instagram resminya, Pondok Indah Waterpark beroperasi dari jam 06.00 sampai 21.00 dari hari Senin sampai Jumat dan dari jam 06.00 sampai 18.00 untuk hari Sabtu dan Minggu.

Harga tiket masuk dimulai dari Rp 110.000 untuk hari kerja dan Rp 200.000 untuk weekend.

4. Pantjoran Chinatown

Sejumlah warga beraktivitas di Chinatown Pantjoran, Jakarta, Kamis (24/12/2020). Tempat makan di lahan reklamasi itu menggunakan konsep chinatown.Sejumlah pengunjung di Chinatown Pantjoran, Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Selain menikmati berbagai tempat bermain, kamu bisa menghabiskan waktu liburan dengan berwisata kuliner, salah satunya di Pantjoran Chinatown di Golf Island PIK (Pantai Indah Kapuk).

Pantjoran Chinatown adalah kawasan kuliner nuansa Tionghoa. Di hari-hari tertentu, pengunjung juga bisa menikmati Chinese live music, lho.

Perlu diperhatikan, Pantjoran Chinatown memiliki berbagai tenant makanan dari yang halal sampai non-halal, ya. Menurut akun Instagram resminya, kawasan kuliner ini beroperasi dari jam 07.00 hingga 23.00.

5. Blok M

taman Literasi Blok M atau Taman Literasi Martha Christina TiahahuTaman Literasi Blok M (Taman Literasi Martha Christina Tiahahu) yang jadi salah satu spot terkenal di Blok M. (Weka Kanaka/detikcom)

Blok M bisa jadi destinasi liburan bagi kamu yang suka berwisata kuliner dan berbelanja. Di sini terdapat berbagai restoran dan tempat-tempat makan yang memanjakan lidah.

Tak hanya puas berwisata kuliner, detikers bisa mengunjungi berbagai pusat perbelanjaan di kawasan Blok M, mulai dari Blok M Square hingga Plaza Blok M.

Ada juga M Bloc Space yang bisa jadi tempat nongkrong kece bagi anak-anak muda. Di sini kerap diadakan berbagai event, lho.

Blok M berlokasi di Jakarta Selatan dan mudah dicapai menggunakan Transjakarta maupun MRT.

6. Monas

Monas pada saat libur lebaran, Minggu (14/4/2024).Suasana Monas pada saat momen libur. (Brigitta Belia/detikcom)

Detikers juga bisa menjadikan Monas sebagai destinasi wisata untuk libur panjang mendatang. Berlokasi di Jakarta Pusat, kamu bisa masuk ke museumnya dan bahkan sampai ke puncak tugu Monas dengan harga yang cukup terjangkau.

Menurut akun Instagram resminya, harga tiket museum adalah Rp 8000 untuk orang dewasa, Rp 5000 untuk mahasiswa, dan Rp 3000 untuk anak-anak.

Sementara jika ingin naik sampai ke puncak tugu Monas, orang dewasa perlu membayar harga tiket Rp 24.000. Bagi mahasiswa, harga tiketnya Rp 13.000 dan bagi anak-anak, tiket dijual seharga Rp 6000.

Monas buka setiap hari kecuali hari Senin. Kawasan Monas buka dari jam 06.00 sampai 16.00, sementara tugu Monas buka dari jam 08.00 sampai 16.00.

7. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. TMR dipadati pengunjung saat libur Waisak hari ini.Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. (Andhika Prasetia/detikcom)

Rekomendasi destinasi wisata selanjutnya adalah Taman Margasatwa Ragunan yang berlokasi di Jalan Harsono RM. No. 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut situs resminya, terdapat lebih dari 2000 spesies fauna di kebun binatang ini. Taman seluas 147 hektar ini ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon sehingga lingkungannya sejuk dan nyaman.

Tarif masuk ke kebun binatang ini adalah Rp 3000 per orang untuk anak-anak dan Rp 4000 per orang untuk orang dewasa. Taman Margasatwa beroperasi setiap hari kecuali hari Senin, dari jam 07.00 sampai 16.00.

8. Tebet Eco Park

Suasana Tebet Eco Park (Taufiq/detikcom)Suasana Tebet Eco Park. (Taufiq/detikcom)

Selanjutnya, bagi kamu yang mencari udara segar di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, Tebet Eco Park bisa jadi destinasi wisata pilihan. Lokasinya di Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Jakarta Selatan.

Di sini kamu bisa jogging, yoga, atau sekadar duduk santai dikelilingi pepohonan yang rindang. Di Tebet Eco Park juga terdapat fasilitas bermain anak, sehingga tempat ini cocok dijadikan destinasi liburan keluarga.

Menurut situs resminya, Tebet Eco Park buka setiap hari dalam 2 sesi. Sesi pertama dari pukul 06.00 sampai 11.00, lalu sesi kedua dari pukul 13.00 sampai 18.00.

9. Como Park

Suasana pengunjung dan anjing pelaharaannya di Como Park.Suasana pengunjung dan anjing pelaharaannya di Como Park. (dok. Instagram @comopark998)

Bagi pemelihara anjing, mungkin sulit untuk mencari destinasi wisata yang membolehkan membawa anjing peliharaan. Jangan khawatir, Como Park bisa jadi alternatif destinasi wisata.

Como Park beralamat di Jalan Kemang Timur No.15 998, RT.1/RW.3, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Selain taman bermain khusus anjing, terdapat berbagai tenant F&B yang menarik.

Como Park beroperasi dari pukul 08.00 hingga 20.00.

10. Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai dibuka secara bertahap. Salah satunya Gedung Panjang, yang kini tengah menggelar pameran Pameran Arsip koleksi Dewan Kesenian Jakarta.Pameran Arsip koleksi Dewan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki. (Agung Pambudhy/detikcom)

Rekomendasi destinasi liburan yang terakhir adalah Taman Ismail Marzuki yang berlokasi di Jalan Cikini Raya No. 73, RT.8/RW.2, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Di sini terdapat planetarium, teater halaman, sampai perpustakaan bagi kamu yang suka membaca. Menurut akun Instagramnya, masuk ke sini gratis dan tanpa perlu reservasi.

Taman Ismail Marzuki dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 20.00.

Itu dia beberapa rekomendasi destinasi wisata sekitar Jakarta yang bisa kamu kunjungi pada liburan cuti bersama nanti. Detikers tertarik mengunjungi yang mana?

(khq/khq)



Sumber : travel.detik.com

Keren! Tempat Pembuangan Sampah Disulap Jadi Taman Ondel-Ondel



Jakarta

Siapa sangka Taman Ondel-ondel di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara dulu adalah tempat pembuangan sampah. Kini, taman itu menjadi tempat wisata warga setempat.

Sebelum menjadi taman, area itu adalah lahan kosong yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Bau tidak sedap dan pemandangan yang tidak menyenangkan membuat lingkungan ini menjadi tempat yang dihindari. Kondisi itu berdampak buruk pada kesehatan dan kualitas hidup warga setempat.

Meski berada dalam gang sempit, fasilitas yang dimiliki taman ini bisa dibilang cukup lengkap. Terdapat toilet, sarana olahraga, jogging track, lapangan serbaguna, playground, hingga wifi spot. Taman Ondel-ondel menjadi tempat rekreasi yang sangat dibutuhkan oleh warga yang sebelumnya tidak memiliki banyak pilihan untuk beraktivitas fisik dan bersosialisasi.


Berdasarkan pantauan detikTravel pada Selasa (13/6/24), kawasan Taman Ondel-ondel cukup ramai disinggahi warga setempat. Terlihat anak-anak bermain di kawasan playground sambil diawasi orang tuanya dan beberapa remaja sedang asyik duduk menatap layar handphone di daerah Wifi spot.

Meski sudah diresmikan sejak tahun 2023, taman ini masih terlihat sangat terawat. Sebab, setiap hari kawasan Taman Ondel-ondel selalu dalam pengawasan satpam untuk tetap menjaga fasilitas-fasilitas yang ada demi kenyamanan bersama.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, Taman Ondel-ondel juga menjadi sarana pelestarian budaya Betawi. Patung sepasang ondel-ondel yang dipasang di depan taman tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah modernisasi.

Taman Ondel-ondel di Semper, Cilincing, Jakarta Utara dulu adalah tempat pembuangan sampah.Taman Ondel-ondel di Semper, Cilincing, Jakarta Utara dulu adalah tempat pembuangan sampah. (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Wijiastuti, salah satu warga setempat menyambut positif hadirnya ruang publik ini. Baginya, Taman Ondel-Ondel jadi satu wadah tempat bermain anak-anak sekitar.

“Bagus sih Neng, karna anak anak lebih mainnya di sini semuanya jadi ga kemana mana mainnya,” kata Wijiastuti dalam perboncangan dengan detikTravel, Rabu (12/6/2024).

Tak hanya warga sekitar, Wijiastuti juga mengatakan bahwa banyak warga yang rumahnya cukup jauh dari Taman Ondel-ondel memilih untuk mencari hiburan di taman itu.

“Nggak sekitar doang, yang jauh jauh pada ke sini juga. Taman ini berada di RT 9, dari RT 1 sampai 16 kebanyakan anak anak pada mainnya jadi ke sini semua,” kata dia.

Menurut Bukhori, petugas satpam yang berjaga, Taman Ondel-ondel selalu ramai dikunjungi pada sore hari terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Tak hanya bermain, taman ini juga jadi pilihan warga setempat untuk berolahraga.

“Rame kalau sore, apalagi hari libur Sabtu Minggu rame ini. Karena ini kan bisa buat olahraga juga. Iya rame kalau pagi sama ntar sore banyak yang olahraga,” kata Bukhori.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Setu Babakan, Jelajahi Kampung Budaya Betawi Gratis


Jakarta

Sedang mencari tempat refreshing murah meriah di Jakarta? Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan bisa jadi pilihan. Areanya cocok sebagai spot wisata bersama keluarga.

Di sini kamu juga bisa berwisata sambil mengenal budaya Betawi, lho. Kira-kira seperti apa perkampungan Betawi di Setu Babakan dan apa saja aktivitas yang bisa dilakukan? Berikut ulasannya.

Gerbang Setu Babakan.Gerbang Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Sejarah Perkampungan Betawi Setu Babakan

Peresmian berdirinya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta era 1997-2007 Sutiyoso. “Peletakan batu pertama itu ada di satu area yang sekarang disebut sebagai Kampung Embrio.” ujar petugas Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPKPBB) Jaka Yudha Permana, saat ditemui detikcom.


Pembangunan Perkampungan Budaya Betawi dilatarbelakangi wacana kepedulian dari masyarakat dan tokoh Betawi, dan pemerintah daerah untuk mengadakan satu tempat yang khusus untuk melestarikan budaya Betawi. Pada akhirnya dipilih kawasan Srengseng Sawah sebagai lokasi Perkampungan Budaya Betawi.

Sesuai Peraturan Pemerintah Daerah nomor 3 Tahun 2005, sekitar 289 hektar wilayah Srengseng Sawah dikelola menjadi Perkampungan Budaya Betawi. Area seluas 289 hektar ini terdiri dari zona kampung Muhammad Husni Thamrin, kampung Abdulrahman Saleh, kampung Ismail Marzuki, kampung KH Noer Ali dan kampung Embrio.

Tak hanya menawarkan wisata budaya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan juga menyuguhkan wisata Air, Budaya dan Agro bagi pengunjung. Berkat daya tarik wisatanya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berhasil masuk dalam daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia pada 2021 lalu.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Setu Babakan

Nggak perlu takut mati gaya kalau berkunjung ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, karena tempat ini menawarkan sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan bareng keluarga atau teman. Berikut ini beberapa rekomendasi kegiatannya:

1. Mengunjungi Museum Betawi

Museum Betawi di Setu Babakan.Museum Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Ingin berwisata sembari menambah wawasan tentang budaya Betawi? Museum Betawi tempatnya. Museum yang terdiri dari 3 lantai ini menampilkan bermacam-macam koleksi yang dikemas dengan tema 10 Siklus Kehidupan Masyarakat Betawi dan 7 Unsur Budaya Betawi, juga terdapat memorabilia yang dihibahkan oleh beberapa tokoh legendaris Betawi untuk tujuan edukasi.

Salah satu koleksi yang istimewa dari nilai sejarahnya adalah kostum penari topeng peninggalan maestro tari topeng Betawi. Selain itu, ada juga topeng Bapak Jantuk yang sering dipakai seniman legendaris Haji Bokir.

Sebagai informasi, pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Saat berkunjung, wisatawan cukup scan kode QR yang ada di meja resepsionis untuk melakukan registrasi kunjungan. Lalu, untuk kunjungan rombongan sekolah, kampus, atau komunitas, pemohon dapat mengirimkan surat permohonan terlebih dulu ke email upkpbbsetubabakan@gmail.com dengan format berikut ini:

  • Maksud dan tujuan
  • Tanggal dan Waktu kunjungan
  • Jumlah peserta
  • Nomor kontak HP.

Permohonan akan diproses 3 hari kerja dimulai setelah surat diterima. Hal ini sebagaimana yang tertera pada unggahan resmi di akun Instagram @pbbsetubabakan.

2. Menyaksikan Pagelaran Kesenian Tradisional Betawi

Apabila berkunjung di hari Minggu, pengunjung dapat menikmati pagelaran kesenian tradisional Betawi yang diadakan reguler setiap minggunya. Pagelaran ini menyuguhkan berbagai penampilan seni, seperti tari, teater, musik gambang kromong, tanjidor, rebana, dan ondel-ondel.

Selain pagelaran kesenian reguler, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga mempunyai acara hajat yang biasa digelar pada momentum peringatan seperti hari ulang tahun kota Jakarta dan momentum perayaan lainnya. Untuk melaksanakan acara-acara tersebut, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan turut melibatkan warga, penggiat seni setempat, dan sanggar tari yang sudah resmi terdaftar.

3. Workshop dan Wisata Agro

Kegiatan lainnya yang diadakan secara rutin di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah workshop pengenalan budaya Betawi. Kegiatan yang diusung oleh workshop ini pun bervariasi, mulai dari membuat bir pletok, kembang goyang, bermain alat musik, hingga membuat ondel-ondel.

Selain itu, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga menyediakan workshop yang diadakan/difasilitasi oleh Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi dan ada juga kegiatan workshop yang bisa dipesan ke sanggar dengan biaya untuk instruktur dan ganti bahan.

“Kalau misalnya workshop, kan ada instruktur, berarti akan ada honor untuk instruktur. Kalau mau yang sifatnya makanan atau kuliner, ada bahan pengganti.” ujar Jaka.

Satu lagi kegiatan andalan yang ditawarkan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah wisata agro. Melalui wisata agro, pengunjung akan diajak mengeksplor pohon-pohon khas Betawi yang ditanam di area kampung MH. Thamrin dan khususnya di pulau yang berada di tengah danau/Setu Babakan (kampung Ismail Marzuki).

4. Menaiki Wahana Sepeda Air

Sepeda air di Setu Babakan.Sepeda air di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Kalau datang bersama keluarga, detikers bisa banget ajak anak-anak menikmati suasana danau dengan menaiki wahana sepeda air. Untuk anak usia 3-12 tahun, tarif yang dikenakan sebesar Rp 10.000. Sedangkan tarif untuk anak di atas 12 tahun seharga Rp 15.000. Satu wahana sepeda air berkapasitas 2 orang.

5. Olahraga dan Naik Sepeda

Kawasan sekitar Setu Babakan yang begitu luas, menjadikan tempat wisata ini sebagai spot favorit penduduk sekitar untuk berolahraga atau berkeliling naik sepeda. Disini, kamu bisa jogging atau sekadar nongkrong santai menikmati suasana danau yang meneduhkan.

Spot Foto di Setu Babakan

Bagi detikers yang ingin eksis di sosial media, tenang saja karena Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki berbagai spot foto outdoor menarik yang instagramable. Berikut diantaranya:

1. Area Jembatan

Jembatan di Setu Babakan.Jembatan di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Spot foto pertama yang menjadi favorit pengunjung adalah jembatan bernuansa hijau yang terletak di antara contoh rumah tradisional adat Betawi. Jembatan ini bisa jadi latar belakang yang kece untuk foto OOTD ataupun foto beramai-ramai bersama keluarga dan sahabat. Pencahayaan pada foto akan semakin maksimal saat cuaca cerah.

2. Rumah Adat Betawi

Rumah adat Betawi di Setu Babakan.Rumah adat Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Masih di sekitar jembatan, kamu juga bisa menonjolkan suasana khas Perkampungan Betawi dengan berpose di depan Rumah Adat Betawi beraksen kayu yang tampak tradisional namun tetap aesthetic.

3. Amfiteater

Amfiteater di Setu Babakan.Amfiteater di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Kemudian, tepat di depan rumah adat, terdapat pelataran amfiteater dengan latar belakang bangunan Museum Betawi yang megah. Agar tidak terlalu panas, sebaiknya datang menjelang sore hari ketika cahaya matahari mulai teduh.

Kuliner Setu Babakan

Di sepanjang area Setu Babakan, detikers bisa menemukan beragam variasi kuliner khas Betawi. Mulai dari camilan hingga makanan berat, berikut beberapa kuliner ikonik Betawi yang dijajakan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan:

Kuliner Betawi di Setu Babakan.Kuliner Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

1. Kerak Telor

Warga Jakarta mungkin sudah tidak asing dengan hidangan gurih satu ini. Kerak telor merupakan makanan khas Betawi berbahan dasar telur dengan teknik memasak yang unik, di mana telur dibakar dan dibolak balikkan dalam nampan. Jajanan ini dibanderol seharga Rp 20.000-Rp 26.000.

2. Bir Pletok

Berbeda dengan bir pada umumnya, bir pletok aman dikonsumsi karena terbuat dari rempah-rempah. Pembuatan minuman ini terinspirasi dari bir beralkohol yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Belanda pada zaman kolonial untuk menghangatkan badan.

“Kalau orang Betawi yang mayoritas Islam ya, dilarang mengonsumsi alkohol, nah dibuat sesuatu minuman yang reaksinya sama menghangatkan badan, tapi tidak ada alkoholnya. Akhirnya, rempah-rempah dimasak dan dijadikan satu minuman.” tutur Jaka.

3. Laksa

Kuliner khas Betawi berikutnya yang dapat detikers santap ketika berkunjung ke Setu Babakan adalah laksa. Secara singkat, laksa merupakan hidangan mie yang disajikan bersama kuah gurih dan aneka lauk pauk seperti ayam, udang, telur, dan lain-lain. Untuk menikmati seporsi laksa khas Betawi, detikers cukup merogoh kocek Rp 18.000 saja.

4. Soto Betawi

Satu lagi hidangan berkuah otentik Betawi yang tak kalah sedap yaitu soto Betawi. Cita rasa kuah soto Betawi yang kental berempah ditambah isian daging serta jeroan sapi sebagai pelengkap sangat nikmat disantap selagi hangat. Bagi detikers yang penasaran, kamu bisa menjajal menu makanan ini di Rumah Makan Betawi Setu Babakan dengan harga Rp 30.000 per porsinya.

5. Es Selendang Mayang

Selendang mayang adalah sejenis puding tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras warna-warni. Karena lapisan pudingnya yang berwarna-warni bak selendang penari inilah, penganan ini kemudian disebut selendang mayang. Di tengah panas terik Jakarta, menyeruput semangkuk selendang mayang yang manis nan segar merupakan kenikmatan hakiki.

Berada di kawasan Jagakarsa, tempat wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mudah diakses dengan transportasi umum. Jika menaiki moda transportasi KRL, kamu bisa turun di Stasiun Pancasila lalu lanjut menggunakan ojek online dengan jarak 4 km dan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Sementara itu, detikers yang bepergian via busway bisa menjajal bus Transjakarta koridor D21 (Universitas Indonesia-Lebak Bulus), 4B (Universitas Indonesia-Stasiun Manggarai), atau 9H (Universitas Indonesia-Blok M) dengan titik pemberhentian di halte Universitas Pancasila. Setelah itu, lanjut menaiki ojek online sejauh 2,8 km dengan waktu tempuh berkisar 7 menit.

Harga Tiket Masuk, Jam Operasional, dan Lokasi Setu Babakan

  • Lokasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berada di Jl. Moch Kahfi 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Wisata Perkampungan Setu Babakan dapat dikunjungi siapa saja tanpa dikenakan tiket masuk alias gratis. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan buka mulai hari Selasa sampai Minggu pada pukul 09.00-15.00 WIB mengikuti jam operasional museum. Namun, area sekitar danau Setu Babakan dibuka sampai dengan 18.00 jam setiap harinya.

Akhir kata, Jaka berpesan pada kalangan muda untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan kearifan lokal budaya Betawi. Salah satunya melalui Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan komunitas budaya yang telah ada.

Jaka berharap generasi muda tidak merasa berat hati dalam usaha melestarikan budaya. Apalagi upaya pelestarian kini bisa memanfaatkan teknologi dengan jangkauan yang lebih luas pada dunia internasional.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menikmati Perpaduan Ketenangan dan Jepang di Koryu Space



Jakarta

Terletak di area perkantoran dan pusat lalu lalang pekerja, Koryu Space sepertinya jadi tempat yang memiliki fitur mute dalam ruangannya. Koryu Space merupakan working space yang berada di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta.

Buat traveler yang sedang mencari tempat untuk WFA (work from anywhere) atau mengerjakan tugas, Koryu Space adalah tempat yang cocok. Terutama, buat kamu yang hanya bisa fokus ketika berada di lingkungan yang tenang dan damai.

Saat detikTravel berkunjung ke tempat ini, Jumat (14/6/2024) suasana tenang pun langsung terasa ketika pintu dibukakan oleh petugas.


Semua pengunjung yang ada Koyru Space ini asik dan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, ada yang membaca buku dan mengerjakan sesuatu di laptop. Tanpa ada gangguan sedikit suara mengganggu di ruangan ini, hanya ada suara kaki melangkah, ketikan keyboard hingga suara buku yang tersingkap.

Area yang cukup luas, bersih, dan nyaman ini bakalan bikin kamu betah berlama-lama Koryu Space. Karena tempat ini berada di The Japan Foundation, tentunya segala budaya yang berkaitan dengan Negeri Matahari Terbit terdapat di sini.

Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta.Origami di Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Mulai dari buku, foto, patung-patung, origami juga ornamen-ornamen kecil lainnya. Selama detikTravel berada di Koyru Space, tak ada kata lain yang bisa tergambarkan selain kata nyaman. Begitu cocok buat kamu yang ingin ‘berhenti’ sejenak dari kebisingan dan hiruk pikuk Kota Jakarta.

Nuansa Jepang yang kental di tempat ini juga bisa terlihat dari dinding-dinding yang berlapiskan kayu, terus yang membuat tempat ini semakin menakjubkan ialah bisa melihat lanskap gedung-gedung pencakar langit dari dalam ruangan ini. Walaupun terletak di lantai dasar, sisi itulah yang membuat sudut pandangnya terasa berbeda.

Koryu Space juga banyak dijadikan tempat oleh para pengunjung sebagai spot foto karena tempat ini memang begitu instagramable. Tak ayal pengunjung ada saja yang telah usai dengan aktivitasnya mengabadikan gambar atau video di sini.

Fasilitas yang tersedia di Koryu Space juga terbilang lengkap loh, terdapat toilet yang bersih, colokan listrik, AC yang dingin sampai wifi. Semua fasilitas itu bisa kamu rasakan tanpa harus merogoh kocek sepeser pun, untuk bisa masuk ke area ini hanya cukup dengan melakukan registrasi di sebelah kiri setelah pintu masuk.

Jam operasional Koryu Space ini dimulai pada hari Senin-Jumat dari pukul 09.30 sama 16.30 WIB dan akan tutup pada pukul 12.30 sampai 13.30 WIB. Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional tempat ini tidak bisa dikunjungi.

Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta.Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat jam akan menunjukkan waktu istirahat, petugas dari Koyru Space akan memberitahukan kepada pengunjung waktu visit mereka akan segera habis dan pengunjung dipersilahkan untuk mengosongkan area tersebut.

Jadi selama waktu istirahat berlangsung, Koyru Space akan tutup sementara dan kembali beroperasi pada pukul 13.30 WIB. Di sini juga buat kamu yang ingin belajar Bahasa Jepang, tersedia buku gratis untuk bisa dibawa pulang.

Sebagai informasi, The Japan Foundation merupakan lembaga milik Pemerintah Jepang yang khusus menaungi pertukaran budaya sekaligus mempromosikan budaya Jepang ke negara lain.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Ikon Budaya Betawi yang Resmi Diakui Perda Jakarta



Jakarta

Jakarta memiliki delapan ikon budaya yang resmi diakui dalam peraturan serah. Apa saja ya?

Jika menyebut nama Jakarta yang sering terlintas pastilah kehidupan modern yang sibuk, tetapi nyatanya Jakarta bukan hanya tentang gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk kota. Betawi sebagai suku asli Jakarta, ternyata kaya akan budaya dan menarik untuk ditelusuri.

Meskipun memiliki banyak kebudayaan yang khas, dalam Peraturan Daerah No.4 Tahun 2015 tentang pelestarian budaya Betawi baru ada delapan kebudayaan yang masuk ke dalam ikon budaya Betawi.


Bersama jktgoodguide dengan dipandu oleh Rony selaku guide, detikTravel berkesempatan mengenal lebih dekat dengan delapan ikon budaya Betawi, berikut ringkasannya.

1. Ondel-Ondel

Siapa yang tak kenal dengan ikon satu ini, ondel-ondel memang lekat kaitannya dengan budaya Betawi. Ondel-ondel adalah sepasang boneka besar dengan tinggi sekitar 2.5 meter-3 meter dengan diameter tubuh hingga 80 cm. Anggota tubuhnya terbentuk dari bambu dan bagian wajahnya terbuat dari pahatan kayu cempaka, rambutnya dari ijuk, dan busananya dari kain.

Mulanya ondel-ondel disebut dengan nama ‘barongan’. Nama ondel-ondel muncul setelah Benyamin Sueb menciptakan dan menyanyikan lagu berjudul ‘Ondel ondel’.

“Muncul nama ondel-ondel itu setelah Bang Benyamin menyanyikan lagu ondel-ondel,” kata Rony.

Pada awal abad ke-20, nama barongan pun berganti nama menjadi ondel-ondel. Kata ondel-ondel diambil dari bahasa Betawi klasik yang memiliki arti lincah dan fleksibel.

Sebelum menjadi sarana hiburan, barongan atau ondel-ondel digunakan sebagai ritual pengusiran roh jahat dan malapetaka seperti gagal panen atau ancaman wabah penyakit kala itu dengan struktur wajah yang menyeramkan. Seiring perkembangan zaman, wajahnya berubah menjadi tidak lagi menyeramkan karena alih fungsinya menjadi seni pertunjukan.

2. Kembang Kelapa

Banyak orang yang menganggap bahwa dekorasi berbentuk lidi yang dihiasi dengan kertas warna-warni hanyalah pemanis semata. Padahal pajangan atau dekorasi tersebut adalah salah satu bagian dari delapan ikon budaya Betawi.

Kembang Kelapa adalah salah satu bagian dari dekorasi yang tak pernah terlewat dalam setiap rangkaian acara Betawi. Biasanya juga ditemukan dalam rangkaian ondel-ondel. Ornamen ini dipilih karena melambangkan pohon kelapa yang memiliki manfaat di setiap bagian pohonnya mulai dari akar hingga daunnya.

“Kenapa ada kembang kelapa dalam ornamen Betawi karena filosofi pohon kelapa itu sendiri. Kalau temen-temen perhatiin pohon kelapa itu kan semua bagian kepake, nah seperti fungsi dari pohon kelapa kita sebagai manusia itu harus berfungsi dari semua aspek jangan sampai kita nggak bermanfaat,” ujar Rony.

3. Kerak Telor

Kerak telor juga jadi salah satu makanan khas terkenal di Jakarta. Makanan ini mudah sekali ditemukan di kawasan hiburan atau wisata Jakarta.

Menurut sejarah, kerak telor adalah salah satu makanan yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada tahun 1970 kerak telor tercipta menjadi suatu hidangan atas insiden tidak disengaja. Kerak telor tercipta setelah masyarakat Betawi saat itu mencoba-coba membuat berbagai makanan dengan memanfaatkan kelapa sebagai bahan dasar utamanya lalu terciptalah makanan unik ini.

Makanan ini terbuat dari beras ketan putih (direndam semalaman), srundeng, telur ayam atau bebek, merica, ebi, dan bawang goreng. Dalam pembuatannya, kerak telor membutuhkan alat mulai dari wajan bergagang, kayu rotan, kipas, dan anglo.

Pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, kerak telor mulai gencar dipromosikan hingga terus berlanjut sampai saat ini. Selain menjadi salah satu identitas dari budaya Betawi, kerak telor juga jadi salah satu hidangan wajib setiap festival kebudayaan Betawi diselenggarakan.

Ternyata ada makna khusus di balik kudapan gurih ini lho. Kerak telor ternyata menggambarkan pergaulan hidup manusia yang harmonis. Sebagai sisi kehidupan manusia yang mengalami berbagai perubahan.

4. Bir Pletok

Minuman khas Betawi yang identik dengan warna merah ini terbuat dari campuran 13 jenis rempah-rempah. Dengan kandungan tersebut, bir pletok dinilai memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Uniknya, meskipun mengandung kata ‘bir’ minuman ini justru tak memiliki kandungan alkohol.

Terdapat dua versi asal usul nama bir pletok. Yang pertama berasal dari kata birun atau abyar dalam Bahasa Arab yang berarti sumber mata air. Versi lain mengatakan bahwa pada saat itu karena mayoritas penduduk Betawi umat muslim maka kebanyakan masyarakat Betawi tak bisa bergabung dalam budaya ‘minum bir’ Belanda.

“Sebenernya munculnya bir pletok ini pada 1900-an, termasuk baru. Karena, kalau kita lihat orang Betawi kan dimayoritasi muslim nah bangsa eropa kan suka minum bir, tapi pribumi kan dilarang minum minuman beralkohol. Jadi, diciptakan minuman yang mirip dengan bir dengan konsep menghangatkan. Biar kalau mereka ngumpul bisa sama-sama minum,” kata Rony.

Bir pletok jadi sarana alternatif yang tercipta untuk berkumpul. Meskipun tak mengandung alkohol, bir pletok tetap mampu menghangatkan tubuh. Kata ‘pletok’ tercipta dari sajian bir pletok yang identik dengan penggunaan es batu. Bunyi yang tercipta dari es batu ini lah yang jadi asal usulnya.

5. Gigi Balang

Gigi balang adalah salah satu ornamen khas Betawi. Ornamen ini biasanya ditemukan pada lisplang rumah-rumah adat Betawi. Namun kini, kita bisa dengan mudah menemukannya di berbagai fasilitas publik, dekorasi, hingga gapura di Jakarta.

Bentuknya yang menyerupai segitiga berjajar bak gigi belalang melambangkan kehidupan yang harus diisi dengan kejujuran, rajin, ulet, dan sabar. Itu mencerminkan kerja keras yang dilakukan belalang dalam mematahkan sebuah kayu. Beberapa juga mengartikan bahwa gigi balang menggambarkan pertahanan kuat dan keberanian.

Terdapat lima jenis ornamen gigi balang yakni, tumpal, wajik, susun dua, potongan waru, dan kuntum melati.

6. Batik Betawi

Berbeda dengan batik daerah lainnya, batik Betawi identik dengan warna cerah yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan pengaruh budaya Cina yang kuat di kawasan Betawi.

Motif yang tercipta pada batik ini juga terpengaruh dari budaya Belanda, India, hingga Arab. Namun pada dasarnya, batik Betawi memiliki makna sebagai keseimbangan alam semesta guna memenuhi hidup yang sejahtera dan berkah.

Ada lima motif dalam batik Betawi, yakni motif ciliwung, motif ondel-ondel, motif rasamala, motif salakanagara, dan motif nusa pala. Masing-masing motif punya makna tersendiri yang sebagian besar diambil dari kekayaan alam budaya dan sejarah di tanah Betawi.

Batik ini kerap digunakan sebagai salah satu bagian dari pakaian adat Betawi, hingga berbagai kostum tarian asal Betawi. Kini batik Betawi kerap digunakan sebagai pakaian seragam wajib anak sekolah dan karyawan/karyawati kantor pemerintah/swasta di Jakarta.

7. Pakaian Sadariah

Jika biasa melihat orang Betawi yang menggunakan peci lengkap dengan sarung di lehernya, itu adalah Pakaian Sadariah. Pakaian yang khas dengan celana panjang batik longgar atau celana pantalon ini juga jadi salah satu ikon budaya Betawi lho.

Ciri pakaiannya terbuat dari katun atau sutra dengan kerah tinggi, berkancing pada bagian depan, dan memiliki dua kantong pada bagian bawah kiri dan kanannya. Baju Sadariah juga dilengkapi dengan cukin atau kain sarung yang dilipat dan digantung pada bagian leher, lengkap dengan peci hitam polos, dan menggunakan terompah sebagai alas kakinya.

Uniknya cukin atau sarung itu tak hanya berfungsi sebagai estetika belaka, namun memiliki fungsi khusus yakni sebagai alat sholat sekaligus sebagai senjata ketika berhadapan dengan perampok atau begal yang marak di kawasan jalanan Batavia saat itu.

Mulanya pakaian ini dikenakan masyarakat suku Betawi laki-laki sebagai pakaian sehari-harinya. Namun, kini pakaian sadariah biasa digunakan dalam berbagai acara atau seragam khas masyarakat Jakarta.

8. Kebaya Kerancang

Kebaya yang juga familiar dengan sebutan Kebaya Encim ini jadi salah satu ikon budaya Betawi juga lho. Kebaya Kerancang adalah pakaian wanita Betawi yang terbuat dari kombinasi bahan brokat yang ditutup dengan bordir.

Kebaya kerancang biasanya pendek meruncing kebagian muka kebaya antara 12-30 cm dari dasar dengan model jahitan tangan goeng yang jadi ciri khas nya.

Kebaya itu serasi dipadankan dengan sarung atau kain panjang yang tidak diwiru lengkap dengan selendang dengan warna cerah.

Pada zaman dulu, brokat yang dikenakan dalam kebaya kerancang adalah brokat buatan eropa yang ditutup langsung dengan jahitan bordir agar terlihat serasi. Namun, kini berbagai perkembangan dunia fashion dapat mendapatkan berbagai jenis model brokat dengan mudah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menara Miring Ini Jadi Titik Nol Kilometer Jakarta



Jakarta

Di kawasan Kota Tua, Jakarta terdapat sebuah menara miring tua yang menyimpan sejarah, yaitu Menara Syahbandar (Uitkijk). Menara itu menjadi titik nol kilometer Jakarta.

Menara Syahbandar yang berada di Jl Pasar Ikan, Jakarta Utara itu merupakan saksi bisu perkembangan pesat jalur perdagangan di Jakarta. Dibangun pada tahun 1839 oleh pemerintah Belanda, menara itu awalnya berfungsi sebagai menara pemantau kapal yang keluar masuk Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dari menara itulah para petugas mengawasi lalu lintas kapal, memastikan kelancaran bongkar muat barang, dan memungut pajak dari para pedagang.


Sebelum menara itu didirkan, pada 1645, lokasi itu merupakan tempat benteng pertahanan milik Belanda, bernama Benteng Culemborg.

Salah satu penjaga turut menjelaskan secara singkat kondisi situasi sekitar menara pada masa lampau. Sebagai daerah pusat pemerintahan Belanda, daerah menara yang tak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa itu selalu ramai lalu lalang kapal sebagai akses keluar masuk orang-orang Belanda.

“Belanda itu pusat pemerintahannya dulu di sini sebelum ke Cikini, pasar induk itu di sini. Menginjakkan kakinya pertama kali itu ke sini dulu, lewat Pelabuhan Sunda Kelapa. Setelah menguasai dia membangun pemerintahan dan bangun kantor gubernur di Kota Tua, bahkan perahu dulu sampe ke sana (Gedung Fatahillah),” kata penjaga itu.

Menara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer JakartaMenara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Yang bikin unik, Menara Syahbandar sedikit miring. Konon, kemiringan itu justru disengaja dengan tujuan untuk mempermudah pengamatan ke arah laut. Kendati tak separah Menara Pisa di Italia, kemiringan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Menara Syahbandar.

Selain itu, menara tersebut unggul di masa lalu sebagai bangunan tertinggi di Batavia pada masa itu.

Menara Syahbandar tak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi titik nol kilometer Jakarta sebelum akhirnya dipindahkan ke Monumen Nasional. Itu menandakan bahwa menara ini merupakan pusat kota Batavia pada masa lampau.

Titik nol itu berbentuk persegi dengan ukiran tulisan Tionghoa atau biasa disebut Prasasti Tionghoa. Jika diterjemahkan prasasti tersebut bertuliskan kata Kantor Survey, Garis Bujur, dan Titik 0 Batavia. Jika dirangkai jadilah kalimat ‘Garis Bujur Nol Batavia’ (Asal garis bujur berdasarkan kantor jawatan survey).

Menara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer JakartaMenara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Menara Syahbandar terbagi atas tiga bangunan utama, yakni Ruang Titik Nol Batavia, Ruang Menara Syahbandar, dan Ruang Koleksi.

Beberapa waktu yang lalu pengunjung bahkan bisa menaiki tangga kayu yang cukup curam hingga ke puncak menara. Pemandangan memukau kawasan Kota Tua Jakarta dengan deretan bangunan tua dan dermaga Sunda Kelapa akan tersaji di depan mata dari jendela yang empat sisi yang ada.

Sayangnya, saat dikunjungi detikTravel pada Selasa (18/6/24) berdasarkan keterangan salah satu petugas saat ini tangga-tangga sedang dalam tahap perbaikan.

“Oh itu di atas, maintenance lagi ada kerusakan. Udah lama emang dua bulanan, lagi gak bisa dinaikin. Lantai kayu-kayunya sudah mulai lapuk,” kata dia.

Konon, di daerah bawah menara terdapat terowongan bawah tanah yang terkoneksi ke Stadius atau Museum Sejarah Jakarta hingga Benteng Frederik Hendrik yang kini daerahnya telah beralih fungsi menjadi Masjid Istiqlal.

Jika ingin menggali lebih dalam sejarah Menara Syahbandar dan Jakarta secara keseluruhan, traveler bisa mengunjungi Museum Bahari yang terletak tak jauh dari menara. Di museum itu, traveler bisa melihat berbagai koleksi benda-benda bahari dan artefak yang menceritakan tentang sejarah pelayaran dan perdagangan di Nusantara.

Menara ini buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB dengan harga tiket masuk yang terintegrasi dengan Museum Kebaharian Jakarta yakni mulai dari Rp 3.750 ribu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Negeri China, Ini Old Shanghai di Jakarta Timur yang Asyik buat Ngonten



Jakarta

Butuh tempat foto dengan latar bangunan-bangunan khas Negeri Tirai Bambu? Atau butuh tempat baru yang memiliki banyak pilihan makanannya? Old Shanghai bisa jadi tujuan tersebut, tempat ini memiliki konsep yang unik dan bisa memberikan kesan yang menarik saat berkunjung ke sini.

Berada di kawasan Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Old Shanghai jadi tujuan baru masyarakat Jakarta untuk berburu kuliner dengan nuansa khas China. Fasad bangunan-bangunan di kawasan itu menjadi daya tarik.

Arsitektur ala bangunan tradisional China ini keren-keren, cocok untuk diabadikan dan di-upload di sosial media. Jika orang-orang tak tahu dengan tempat ini mungkin akan menyangka traveler sedang berada di daratan China sungguhan.


Ketika pertama kali masuk akan disambut gapura megah nan tinggi menjulang dengan ornamen yang bertuliskan aksara China dan makhluk ikoniknya, naga. Di kedua sisi gapura ini juga terdapat mural-mural yang tak kalah memesona,

Masih berada di area depan, pengunjung juga pastinya bakalan mengabadikan momen terlebih dahulu di gapura tersebut sebelum masuk lebih dalam dan mengeksplorasi setiap sudut di Old Shanghai ini. Berjalan melewati gapura tersebut, detikTravel pun makin terpukau dengan bangunan pagoda berwarna merah yang tepat berada sejajar dengan gapura.

Tempat ini mengingatkan detikTravel dengan film-film kolosal yang kerap diperankan oleh Jet Li, saat berada di sini terasa kita masuk ke tempat kaisar-kaisar China zaman dahulu. Tak perlu mengeluarkan kocek yang mahal traveler akan serasa tengah berlibur berada di China.

Selain bangunan-bangunan ikonik, di Old Shanghai Sedayu City juga terdapat beberapa patung. Salah satunya patung tinggi yang berada dekat pagoda, patung tersebut adalah Dewi Tian Shang Shen Mu atau Dewi Mazu yang merupakan dewi samudera.

Old Shanghai Sedayu City Jakarta TimurOld Shanghai Sedayu City Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

“Satu hal yang juga menjadi sorotan di Old Shanghai yaitu pagoda dan Altar Dewi Mazu di area tengah-tengah Old Shanghai, di mana Altar Dewi Mazu juga dijadikan tempat ibadah di depan patungnya, kami siapkan dupa dan banyak pengunjung yang berdoa disitu,” kata Deputy Division Head Commercial Retail 1 Agung Sedayu Group, Jarenta Sinaga, kepada detikTravel, Rabu (19/6/2024).

Masih banyak lagi bangunan-bangunan keren yang berada di Old Shanghai ini, lawasan yang berdiri seluas 14,515 meter persegi ini juga memiliki banyak tenant-tenant makanan. Ya memang tempat ini selain menyuguhkan keindahan suasana Kota Shanghai juga jadi spot kulineran warga sekitar.

Dalam laman resmi Agung Sedayu Group, sebagai perusahaan yang membidani tempat ini, menyebut terdapat lebih dari 80 tenant kuliner. Untuk masyarakat muslim juga tenang karena di Old Shanghai juga banyak makanan-makanan halal.

“Old Shanghai menyediakan banyak pilihan makanan non halal dan sekitar 70 persen kuliner di Old Shanghai merupakan kuliner halal,” keterangan di laman itu.

Tak cukup dengan suasana dan sajian kulinernya, Old Shanghai juga memiliki supermarket yang juga bernuansa China. Old Shanghai memang masih terbilang muda sebagai sebuah destinasi karena baru tahun 2022 lalu tempat ini resmi beroperasi.

Old Shanghai Sedayu City Jakarta TimurOld Shanghai Sedayu City Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Kendati masih baru tapi pamor tempat ini sudah begitu masyhur, terlihat dari video-video yang berseliweran di media sosial tenant Old Shanghai. Memang tak aneh bila tempat ini jadi magnet untuk para pembuat konten, tempat yang keren serta akses masuk yang mudah.

“Banyak pengunjung yang gemar mencari spot foto yang instagramable dan aesthetic, seringkali juga banyak yang membuat konten vlog ala-ala di sini. Sehingga membuat kita menjadi bertambah exposure dan semakin banyak orang mengenal Old Shanghai,” kata Jarenta.

Untuk bisa masuk ke kawasan ini tak dipungut biaya dan jika ingin berkunjung ke tempat ini, waktu yang pas adalah sore hari. Selain tak terlalu terik, keindahan tempat ini akan semakin meningkat ketika lampu-lampu mulai menyala.

Ini semakin menggugah semangat untuk mengeksplor setiap ikon di Old Shanghai dengan latar bangunan khas China dan lampion-lampion menggantung yang semakin membuat foto jadi keren. Old Shanghai juga bisa didatangi setiap hari, mulai Senin-Jumat buka pada pukul 10.00-22.00 WIB dan Sabtu-Minggu mulai pukul 07.00 WIB sampai 23.00 WIB.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Hutan Kota Penjaringan Peredam Sengatan Matahari dan Kusut Truk Raksasa



Jakarta

Ruang terbuka hijau bisa sedikit menyejukkan saat matahari menyengat tanpa ampun. Salah satunya ada di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara.

Taman Hutan Kota Penjaringan terletak di kawasan yang panas menyengat oleh matahari dipadu lalu-lalang truk-truk besar. Belum lagi debu jalan yang membuat tak nyaman berlama-lama di jalanan tersebut, hutan kota itu bak oase di tengah gurun.

detikTravel merasakan langsung keteduhan taman itu setelah menerjang panasnya Jakarta Utara dengan debu jalanan, Rabu (26/6/2024).


Hutan Kota Penjaringan ini luasnya sekitar 135.000 meter persegi ini jadi magnet untuk warga sekitar. Juga, bagi pengguna jalanan yang butuh istirahat sejenak.

Selain bisa sebagai tempat ngadem, bermain atau bersantai, Hutan Kota Penjaringan itu juga jadi tempat untuk berolahraga. Dengan luas yang dimiliki hutan kota ini cukup untuk bermandikan keringat jika mengelilingi berkali-kali, dan yang menjadikannya nyaman adalah udara serta cuaca di hutan kota ini begitu bersahabat.

Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraTaman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ya saya cukup sering jalan di sini karena nggak jauh juga dari rumah,” kata Lidya sembari berjalan.

Walaupun di jalanan begitu terik namun ketika berada di dalam hutan kota ini tidak terasa begitu menyengat, pepohonan yang rimbun dan tinggi menjulang lah yang menjadi penangkalnya. Dengan banyaknya masyarakat yang jogging atau jalan santai, di area lain dengan hamparan rumput yang luas anak-anak dengan serunya bermain sepakbola.

Pemandangan itu mengingatkan pada zaman dulu, anak-anak bermain bola di sore hari merupakan aktivitas lumrah dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak setelah pulang sekolah.

“Gocek gue kalau bisa sini!,” teriak salah satu anak.

Warga menikmati tempat itu dengan cara beragam. Ada yang menggelar tikar, duduk-duduk di atas rumput, bahkan ada yang sambil berkaraoke.

Suasana Hutan Kota Penjaringan ini memang begitu nyaman dan sangat mendukung untuk hanya sekadar menurunkan tensi badan dan pikiran.

Sembari berkeliling, ternyata hutan kota itu memiliki labirin yang bisa untuk saat berkunjung ke sini. Labirin tersebut dibuat dari deretan pohon pucuk merah, walaupun tak begitu menantang karena masih terdapat celah di antara deretan pohonnya tapi cukup untuk membuat senang.

Saat masuk ke dalam labirin tak ada rintangan serius, meski tetap harus mencari jalan keluar yang benar tapi kita bisa menembus celah dari pepohonan jika jalannya buntu. Selesai dengan labirin itu, tak jauh dari taman labirin terdapat bangunan menara pengawas yang tinggi.

Masyarakat tak hanya bersantai di bawah pohon saja ternyata, di atas menara pengawas juga terdapat beberapa remaja yang tengah asyik duduk-duduk. Hal itu janganlah ditiru karena berbahaya, lebih baik bersantai di bawah saja walaupun di atas sana bisa melihat sudut pandang yang lebih luas.

Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraAnak-anak bermain bola di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bagi pengunjung yang haus atau lapar, jangan khawatir di pinggiran hutan kota ini juga terdapat warung-warung kecil yang menjual berbagai minuman dan makanan. Jadi tempat ini begitu komplet, secara fasilitasnya pun terdapat toilet dan juga mushola di dekat pintu masuk hutan kota.

Dan yang paling membuat semakin ingin berlama-lama di Hutan Kota Penjaringan yakni adanya Wifi gratis. Walaupun jangkauan sinyalnya hanya 50 meter dari titik pusat tapi cukup berguna untuk berselancar di media sosial.

Hutan Kota Penjaringan ini buka setiap hari dari sejak pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Dan letaknya di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, tentunya untuk masuk ke hutan kota ini kamu sama sekali nggak perlu ngeluarin uang alias gratis.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menelusuri Jejak Kejayaan Rempah Nusantara di Museum Bahari



Jakarta

Indonesia sohor dengan kekayaan rempah-rempah di masa lalu sampai-sampai menjadi buruan negara-negara Eropa. Jejak itu ada di Museum Bahari.

Bangunan sejarah yang menjadi saksi bisu kejayaan rempah-rempah nusantara adalah Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. Bangunan tersebut dulu merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah dan dibangun oleh seorang arsitek asal Belgia bermana Jacques de Bollan.

“Museum Bahari dulunya itu adalah gudang rempah-rempahnya VOC dan dibangunnya itu tahun 1652. Tapi dulunya itu bentuknya tidak seperti ini, bentuknya itu hanya rumah bertingkat biasa terus mulai dibangun sepanjang ini itu 1718 dan itu bertahap serta bisa dilihat dari pintu-pintu di Museum Bahari,” kata Educator Museum Bahari, Dita Amelia, kepada detikTravel, Rabu (26/6/2024).


Di kawasan gudang rempah ini terdapat beberapa bangunan dan bangunan utama gudang rempah ini dari tiga lantai. Setiap lantai gudang penyimpanan itu memiliki fungsinya masing-masing, lantai pertama sebagai tempat penyimpanan rempah, lantai dua untuk pengemasan rempah-rempah, dan lantai ketiga dipakai untuk tempat menjemur rempah-rempah.

Dan sebagian besar bangunan di Museum Bahari ini masih serupa dengan masa lalu, material kayu yang ada pun masih kokoh. Dita menjelaskan kalau bangunan ini masih sama dengan saat masih berjaya. Ia juga menerangkan ada dua jenis kayu yang dipakai sebagai material rangka untuk bangunan ini.

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ini bangunan masih sama kaya dulu, ada beberapa yang dari kayu ulin dan beberapa dari kayu jati. Kayu ulinnya itu dari Kalimantan dan jatinya itu dari daerah Jatinegara,” kata dia.

Ia pun mengatakan hal unik tentang jalan-jalan di kawasan Jakarta yang menggunakan nama perkebunan. Ya, karena dahulu saat Belanda menduduki Nusantara banyak perkebunan seperti seperti kebun kacang, kebun jeruk, kebun sirih dan masih banyak lagi.

Sembari berjalan mengelilingi tiap sudut di museum ini, Dita terus memberikan informasi tentang sejarah dari bangunan ini sejak awal hingga menjadi museum. Lalu diselingi dengan cerita tentang bangunan yang dipakai sebagai gudang rempah.

“Dulu rempah-rempahnya itu kebetulan dari seluruh Nusantara itu dikirimnya ke sini, ada lada hitam, cengkeh, biji pala, terus ada kayu manis, kembang lawang, ada cabe Jawa, jinten. Tapi yang paling populer dicari sama bangsa Eropa itu ada empat rempah-rempah yaitu lada hitam, biji pala, cengkeh, dan kayu manis,” ujar Dita.

“Rempah-rempah satu kilogramnya itu sebanding dengan satu batang emas, macam-macam semua rempah-rempah itu sekilo sebanding dengan satu batang emas. Itulah kenapa kita dijajah karena harga (rempah) yang mahal dan fungsinya yang banyak,” sambung dirinya.

Di salah satu ruangan juga terdapat pajagan rempah-rempah yang menjadi komoditas pada zaman dulu hingga kini. Menurut Dita ruangan itu sebagai informasi juga kepada pelajar yang belum tahu tentang rempah-rempah dan menariknya rempah-rempah tersebut merupakan rempah-rempah asli bukan imitasi jadi ketika berada di dekat ruangan dan tentunya di dalam ruangan tersebut semerbak wangi rempah langsung menusuk hidung.

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Sejarah yang menarik yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman dan melimpahnya variasi rempah. Sebagai informasi, setelah perginya Belanda dari tanah yang kaya itu masuklah Jepang dan mengganti fungsi gudang rempah ini sebagai gudang logistik tentara Jepang.

“Terus pas kita merdeka ini dijadikan sebagai gudang dari kantor PLN dan pas zaman Gubernur Ali Sadikin itu 1977 tanggal tujuh bulan tujuh, baru diresmikan sebagai cagar budaya yaitu Museum Bahari. Dan kenapa diresmikan sebagai Museum Bahari karena letak bangunannya itu dekat dengan laut, di mana bahari itu artinya kelautan dan kita juga letaknya dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa,” kata Dita.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com