Tag Archives: wisata jaksel

5 Rekomendasi Kafe di Ashta District 8, Pernah Berkunjung?


Jakarta

Ada sejumlah kafe “kelas dunia” di Ashta District 8 yang dapat kamu datangi saat berkunjung ke sana. Kafe ini menyuguhkan beragam menu dengan cita rasa yang menggugah.

Ashta District 8 jadi pusat perbelanjaan yang memiliki konsep berbeda dari mall lainnya di Jakarta. Mall ini memiliki arsitektur bangunan yang menakjubkan dengan banyak spot menarik yang dapat dijadikan latar berfoto aesthetic.

Terletak di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Ashta District 8 termasuk mall hits yang selalu ramai pengunjung. Berbagai toko ritel sampai kafe instagramable bisa ditemukan di sini.


Kalau kamu sedang main ke Ashta District 8, ada beberapa kafe dunia yang terkenal dan cocok jadi tempat nongkrong lho. Kafe-kafe ini menawarkan sejumlah menu lezat mulai dari kopi hingga camilan yang dapat kamu cicipi. Ada kafe apa saja?

Kafe Enak di Ashta District 8

Berikut sejumlah kafe kenamaan dunia di Ashta District 8 yang bisa banget kamu kunjungi:

1. % Arabica

Merek kopi % Arabica asal Jepang membuka gerainya di Ashta District 8 sekitar 2021 lalu. Kafe ini terkenal dengan racikan jenis kopi arabikanya.

% Arabica menawarkan kopi single origin. Menu minuman kopi lain yang dapat ditemukan yakni latte, cappuccino, macchiato, hingga americano. Segelas latte dengan latte art yang cantik jadi andalan di kafe ini.

Kafe yang identik dengan nuansa putih dan desain minimalis ini juga menyediakan menu es krim lembut dengan pilihan rasa matcha dan latte.

2. Café Kitsuné

Café Kitsuné juga dapat kamu temukan di Ashta District 8. Coffee shop ini merupakan perpanjangan dari merek fashion Maison Kitsuné yang mengawinkan unsur Paris dan Tokyo.

Segelas latte di kafe ini terbuat dari kopi arabica house blend yang berasal dari Brasil dan Jepang. Latte art yang diberi tambahan tulisan Café Kitsuné jadi tampilan ikonik dari coffee shop ini.

Selain minuman kopi latte, di sini tersedia juga kue, dessert, sandwich, pasta, salad, dan aneka hidangan lain yang punya rasa bintang lima.

3. The Coffee Academics

Berasal dari Hong Kong, The Coffee Academics menyuguhkan minuman kopi yang nikmat. Ada espresso, long black, latte, hingga cappuccino. Varian biji kopi dari berbagai penjuru dunia juga dapat kamu temukan di sini.

Hidangan yang tersedia di sini komplet. Ada menu sarapan, starter, main course, pizza, sampai pastry dan dessert. Aneka makanan lezat yang ada termasuk hidangan ala Western dan lokal.

4. Chicha San Chen

Kafe minuman asal Taiwan Chicha San Chen juga hadir di Ashta District 8. Merek minuman yang memenangkan sertifikat setara dengan standar Michelin 3-star ini menawarkan aneka minuman teh dengan topping boba yang menyegarkan.

Di sini tersedia berbagai teh mulai dari oolong tea, green tea, black tea, hingga high mountain pouchong tea. Selain minuman berbasis teh, ada minuman manisa lain juga yang dapat dicicipi. Dan tentunya berbagai topping tambahan bisa dipilih.

5. Paris Baguette

Terdapat pula outlet cafe-bakery asal Korea Selatan, Paris Baguette di mall Ashta District 8. Konsep kafe bercita rasa Perancis ini menyajikan aneka fresh-baked pastry, roti, kue, dan minuman segar.

Selain itu, tersedia juga menu brunch, main course, salad, sup, pasta, hingga makanan ringan yang rasanya juara.

Nah, itu dia sederet kafe kenamaan dunia yang ada di Ashta District 8. So, apakah kamu pernah ke salah satu kafe di atas?

(azn/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Oma Huis, Tempat Nongkrong Bernuansa Vintage di Jaksel



Jakarta

Sebuah bangunan kecil bergaya klasik bernama Oma Huis bisa menjadi jujugan buat traveler yang ingin merasakan nuansa tempo dulu. Bangunan berarsitektur Eropa itu menonjol dengan dinding putih dan jendela besar bergaya vintage, memberi kesan hangat sekaligus elegan.

Terletak di Jl. Cikajang No. 74, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Oma Huis relatif mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Pengunjung bisa naik Trans Jakarta 6W dari Blok M dan turun di bus stop depan Oma Huis.

Gedung itu juga memiliki area parkir dengan kapasitas terbatas, namun cukup untuk mobil dan motor pengunjung.


Jika dilihat sekilas, Oma Huis tampak seperti bangunan sederhana. Namun, begitu melangkah masuk, pengunjung akan disambut oleh suasana temaram, ornamen kayu, serta pencahayaan lembut yang menciptakan kesan hangat dan nyaman.

Dibangun dengan konsep artisan retail space bertema vintage, setiap sudut Oma Huis terlihat estetik dan penuh karakter. Desain interiornya yang klasik dan detail dekoratif yang rapi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang, baik untuk bersantai maupun sekadar berfoto.

Nama “Oma Huis” diambil dari Bahasa Belanda yang berarti Rumah Nenek. Nama ini terinspirasi dari Warung Nasi Kuning Cakalang Oma, sebuah usaha nasi kuning yang menjadi konsep utama berdirinya tempat ini. Filosofinya sederhana namun menciptakan ruang yang hangat dan akrab seperti rumah nenek sendiri.

Pada sudut-sudut toko, digantung sebuah lampu taman yang menambah kesan klasik tempat tersebut. Di bagian ujung lorongm terdapat ruang outdoor yang memberikan pencahayaan langsung, memberikan spot foto estetik bagi pengunjung.

Tangga yang didesain dari kayu dan melingkar menjadi spot ikonik di gedung ini juga memberikan kesan klasik yang kental. Dihiasi dengan lampu-lampu berwarna temaram yang menghangatkan suasana. Selain menyediakan Wifi gratis, Oma Huis juga dilengkapi oleh toilet yang bersih dan area duduk outdoor.

“Udah sering ke sini buat kerja, tempatnya emang enak sih,” ujar Nia, salah satu pengunjung yang datang untuk bekerja di Oma Huis, Jumat (24/10/2025).

Di dalam bangunan itu, pengunjung bisa menemukan beragam gerai kuliner dan toko. Di lantai satu ada gerai Latteria Gelato, Abadi Noodle, Gudi Bake, Kantin Oma, hingga toko bunga. Bagi pengunjung yang ingin bekerja atau belajar, Oma Huis menyediakan kotak space yang difasilitasi oleh AC yang nyaman serta area outdoor dengan cahaya alami.

Kemudian, pada lantai dua terdapat gerai Ice Honey, Burnt Burger, hingga gerai butik. Rentang harga yang dijual di Oma Huis berkisar Rp 30.000-Rp 80.000, sedangkan minuman berkisar Rp 25.000. Oma Huis menerima pembayaran tunai maupun non-tunai.

Gudi Bake menjadi salah satu gerai yang paling banyak dikunjungi pengunjung. Kedai itu menjual berbagai jenis roti. Terletak di lantai satu gerai nomor dua di sebelah kanan. Gudi Bake memberikan cita rasa khas butter yang membuat pengunjung ketagihan.

“Kami membuat cita rasa khas yang menghadirkan rasa ‘rumah’ bagi pelanggan” ujar Henny, penjaga gerai Gudi Bake.

Menurutnya cita rasa tidak hanya berasal dari bahan dan cara membuat semata, tetapi melalui sentuhan ketulusan dan kehangatan.

“Menu favorit disini Pastry Danish, kalo untuk best seller nya ada Gudi Signature Set,” kata dia.

Gudi Bake menyajikan berbagai bentuk kehangatan untuk menciptakan ‘rumah’ bagi siapa saja yang mencicipi lembutnya kue – kue yang mereka jual.

“Kalo menu favorit aku croissant di Gudi Bake yang rasa cheese, itu enak banget,” kata Naura, salah satu pengunjung Oma Huis yang sudah langganan di Gudi Bake.

Oma Huis buka setiap hari pada Senin-Kamis pukul 07.00-20.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 07.00-22.00 WIB. Pengunjung yang berminat menikmati kulineran dengan suasana vintage yang instagramable bisa berkunjung ke Oma Huis.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com