Tag Archives: wisata jawa tengah

Libur Lebaran, Nikmati Serpihan Surga di Karimunjawa



Jepara

Libur panjang lebaran kurang dua pekan. Buat Si Paling Healing, menikmati serpihan surga di Karimunjawa bisa jadi pilihan utama. Selain deretan pantai pasir putih nan eksotis, beberapa pengalaman empirik bersama nelayan dan kearifan lokal disana menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Memasuki awal bulan Maret tahun ini, kondisi cuaca diprediksi mendukung perjalanan detikers ke pulau di Utara Pelabuhan Jepara ini. Perjalanan laut dengan kapal cepat bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Kalau mau lebih santuy, ada kapal feri yang membutuhkan waktu sekitar enam jam hingga berlabuh di pelabuhan Karimunjawa.

Menepi di pulau ini, traveler akan disuguhi pemandangan indah biota bawah laut yang terpampang jelas. Perairan dangkal dengan air hijau tosca yang sangat jernih, menampakkan gugusan terumbu karang dan warna warni ikan yang menari dan berlarian.


detikTravel memilih paket wisata dan homestay yang ditawarkan penduduk lokal. Dengan pertimbangan, mereka lebih mengetahui hidden gems destinasi wisata pantai dan bisa mengikuti aktifitas keseharian para nelayan. Penduduk lokal sekaligus guide lokal, juga telah siap membawa traveler berkeliling dengan sarana transportasi mulai sepeda, motor hingga mobil.

Nah…sejak sore pertama tiba, healing dimulai. Pantai Tanjung Gelam menawarkan suasana senja yang bikin romantis. Spot ini cocok banget buat menghilangkan kepenatan selama perjalanan. Pasir putih pantai , gelombang mengayun lambat, dan snorkeling menikmati indahnya terumbu karang bisa dilakukan hingga senja datang.

Kalau mau menikmati sunset dengan suguhan kopi dan tempe mendoan hangat, tinggal berjalan sekitar 200 meter di sisi Utara menuju Pantai Sunset. Sesuai namanya, sunset disini terlihat menakjubkan. Pancaran lembut sinar mentari yang tenggelam di ufuk barat, dipadu nyiur melambai, menciptakan suasana alam nan damai.

“Untuk makan malam, kami tawarkan ke para tamu, mau menikmati di pinggir pantai atau di home stay. Kami memang ingin memberikan pengalaman berbeda selama tamu disini. Supaya pulang membawa kenangan indah,” kata Priyo, pemilik homestay Pak Pri.

Istirahat sejenak di homestay, atmosfer kekeluargaan bisa dirasakan. Ngobrol dengan semua anggota keluarga menjadi moment mempererat hubungan sebagai ikatan bathin persaudaraan. Setelah tidur malam sekitar lima jam, menjelang pukul 03.00 WIB, Pak Pri mengajak ikut mencari ikan teri. Dengan jungkung dibantu lampu penerangan, aktivitas ini sungguh mengasyikkan. Setiap mengangkat jala, ribuan ekor ikan teri yang terperangkap, akan kami santap untuk lauk sarapan.

Dengan bumbu bawang putih, merica dan garam kemudian dikocok dengan telur, ikan teri segar siap disantap. Ini juga enaknya kalau menginap di homestay. Traveler bisa ikut memasak dan rekues masakan sesuai selera. Ikan teri segar lainnya, digoreng krispi untuk camilan yang nikmat tiada tara.

“Baru kali ini merasakan gurihnya ikan teri segar. Beda banget dengan yang saya biasa konsumsi selama ini. Kalau yang ini ada manis-manisnya, gurihnya nikmat tiada tara,” aku Nana, traveler asal Malang.

Ikan teri menjadi satu diantara komoditas utama andalan para nelayan Karimunjawa. Karena ekosistem di lautan Utara Jawa masih terjaga habitatnya. Sehingga para nelayan, nyaris bisa memanen tangkapan ikan teri setiap hari, tanpa mengenal musim, dibandingkan beberapa ikan laut jenis lainnya.

Selesai sarapan, perjalanan dilanjutkan. Dengan menyewa motor pemilik homestay, destinasi yang direkomendasikan adalah Pantai Bobi. Spot ini terbilang baru, karena sekitar bulan Maret 2023 lalu ditemukan warga lokal bernama Bobi. Dan kemudian ditata sedemikian rupa menjadi spot wisata baru yang wajib didatangi.

Kenapa wajib, karena disinilah lokasi tepat untuk Si Paling Healing. Sepanjang bibir pantai berpasir putih, tak nampak kotoran tersisa. Bahkan , seorang yang mendirikan warung disitu, selalu siap menyapu jika daun kelapa dan Cemara udang mengering berjatuhan. Bibir pantai sepanjang satu kilometeran ini sangat bersih.

Di bawah deretan nyiur melambai, pengelola membangun gazebo-gazebo yang nyaman untuk melepas lelah. Ada beberapa spot instagramable disediakan, ada beberapa ayunan dengan tali tampar besar sangat panjang yang dikaitkan dengan dahan pohon kelapa di pinggir pantai.

Gugusan bukit di sisi Utara pantai, menghijaukan pemandangan yang didominasi warna putih disini. Warna menenangkan, suasana adem menenangkan apalagi traveler bisa berjalan menapaki bibir pantai yang airnya surut sekitar pukul 09.00 pagi. Imajinasi melayang seakan berjalan menuju kahyangan…semua serba putih.

Sambil menikmati kesegaran air kelapa muda, ibu pemilik warung akan menceritakan legenda perahu yang konon milik Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria yang diasingkan di pulau ini. Konon, putra sang wali yang bernama asli Amir Hasan berperangai kurang terpuji, sehingga dihukum menjalani hidup di pulau buangan ini. Dari selat Muria, dia disuruh naik perahu sampan menuju sebuah pulau yang terletak di Utara Jepara. Namun perahunya karam menghantam terumbu karang. Dan sampai saat ini terlihat batu menyembul berbentuk menyerupai perahu bisa terlihat dari tepi Pantai Bobi.

“Asal usul nama Karimunjawa, konon katanya juga dari Sunan Muria. Beliau melihat pulau ini dari atas Gunung Muria terlihat kremun-kremun. Itu bahasa Jawa, yang artinya tidak jelas terlihat. Akhirnya pulau ini diberi nama Kremun ko Jawa. Karimunjawa,” tutur Sri, pemilik warung.

Sambil menunggu saat makan siang, perjalanan berlanjut ke Museum rumah adat suku yang berdiam di Karimunjawa. Beberapa literasi menulis, Karimunjawa dikenal sebagai “Indonesia Mini” karena penduduknya sangat beragam, terdiri atas berbagai suku seperti suku Jawa, Bugis, Madura, Buton, Bajo, dan Mandar (Anis, 2015). Oleh karena itu, tidak salah jika Karimunjawa dikatakan sebagai pulau kecil yang memiliki multikulturalisme yang kental.

Sayang, museum ini terkesan tidak terurus. Padahal banyak hal menarik bisa dijumpai , karena berdiri kokoh rumah panggung Baboroh khas suku Bajo dan Joglo Limasan khas Jawa. Selain rumah adat, rekam jejak multikulturalisme ini juga bisa dijumpai dari para pembuat perahu kayu yang merupakan warga keturunan suku Bajo dan Bugis. Traveler bisa melihat langsung dan ngobrol dengan para pembuat perahu kayu yang banyak bermukim di kawasan Pantai Kamojan.

“Kalau dulu kayu masih bisa didapat dari hutan disini. Sekarang saya mesti datangkan sebagian dari Kalimantan. Untuk perahu panjang sekitar 20 meter dan lebar 7 meter ini, sekalian ongkos tukang, saya butuh dana sampai Rp 200 juta,” ujar
Kasan.

Ngobrol dengan Kasan membuat waktu berjalan hampir dua jam. Senja-pun menjelang. Dalam perjalanan pulang ke homestay, deretan pantai cantik menjadi pemandangan sore yang tak terlupakan. Apalagi sampai di homestay, menu sotong bakar dan sambal kecap telah tersedia di meja makan. Uluuhh…nikmatKU mana lagi yang kau dustakan.

Waktu tiga hari dua malam, serasa belum cukup untuk menikmati liburan di Karimunjawa. Walaupun didominasi wisata pantai, tapi Karimunjawa punya banyak tawaran lainnya. Seperti menyusuri hutan mangrove, air terjun sampai nge-camp di gugusan pulau kecil di sekitar pulau Karimunjawa.

Disela fenomena kerusakan lingkungan dampak maraknya kapitalisasi tambak udang, pulau ini punya daya tarik tersendiri. Semoga saja pemerintah secepatnya membuat kebijakan, agar kecantikan Pulau ini tetap terjaga dan lestari sepanjang masa. Karena Karimunjawa adalah eksotisme semesta dan multikulturalisme kearifan lokal yang berpadu dengan indahnya.

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Aktivitas Seru di Gunung Telomoyo: Mendaki hingga Gantole


Jakarta

Gunung Telomoyo merupakan dataran tinggi dengan aneka daya tarik. Kawasan wisata ini berada di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dengan ketinggian di atas 1.500 mdpl, kawasan Telomoyo memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan yang elok. Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di kawasan Gunung Telomoyo, mulai dari mendaki ke puncak gunung hingga olahraga udara seperti gantole dan paralayang.

Aktivitas Seru di Gunung Telomoyo

Berikut ini tujuh aktivitas seru di Gunung Telomoyo yang dirangkum dari situs Pemkab Magelang dan Pemprov Jawa Tengah:


1. Mendaki Gunung

Bagi detikers yang hobi naik gunung, kalian bisa mendaki ke puncak Gunung Telomoyo yang berada di ketinggian 1.894 mdpl. Untuk mencapai ke puncak dengan jalan kaki dibutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Jalur yang bisa kamu lewati di antaranya via Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, atau via Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Tidak sulit untuk mencapai puncak Gunung Telomoyo karena tidak terlalu tinggi. Ada pula jasa tur yang siap mengantar kamu trekking hingga ke puncak.

2. Naik Jip ke Puncak

Jip wisata di kawasan Gunung Telomoyo, perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Rabu (26/10/2022).Jip wisata di kawasan Gunung Telomoyo, perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Rabu (26/10/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Jika malas jalan kaki, kamu juga bisa naik kendaraan untuk mencapai puncaknya. Pilihan pertama adalah naik sepeda motor pribadi. Pastikan kendaraan kamu dalam kondisi prima. Sedangkan mobil pribadi tidak diperbolehkan naik.

Ada pula jasa sewa jip untuk naik ke puncak Gunung Telomoyo. Waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit. Selain ke puncak Telomoyo, ada pula paket tur yang menawarkan sampai ke Gunung Andong.

3. Berkemah

Di Gunung Telomoyo, kamu bisa mendirikan tenda di tempat-tempat yang tersedia. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan berkemah yang memadai.

Di sana juga ada jasa persewaan tenda yang sudah satu paket dengan berbagai perlengkapannya. Jadi kamu tinggal menyiapkan dana saja. Harga paket lengkapnya mulai dari Rp 600 ribu untuk 4 orang.

Jika tidak ingin berkemah di atas gunung, detikers bisa menyewa penginapan di lereng gunung. Harganya bervariasi dari Rp 100 ribuan hingga jutaan rupiah.

4. Menikmati Sunrise

Gunung TelomoyoGunung Telomoyo Foto: Dimas Christyaji/d’Traveler

Salah satu tujuan dari berkemah adalah menikmati sunrise atau matahari terbit. Dengan berkemah, kamu tinggal keluar tenda dan menunggu matahari muncul dari cakrawala. Jika cuaca cerah, akan terlihat Gunung Andong dan Merbabu dari puncak.

Momen yang cukup singkat ini tentu sayang dilewatkan. Biasanya orang mengabadikan momen ini dengan foto atau video.

5. Berfoto di Spot Menarik

Gunung Telomoyo, Magelang, Minggu (4/9/2022).Gunung Telomoyo, Magelang, Minggu (4/9/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Salah satu spot foto terbaik adalah Awang-awang Sky View yang berada di Dalangan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gardu pandang ini dilengkapi tempat bersantai sambil menikmati pemandangan alam.

Lokasinya berada di KM 4, yakni di ketinggian 1.561 mdpl. Tempat ini memiliki luas 186 meter persegi dengan spot kaca berukuran 4 x 8 meter. Harga tiket masuknya Rp 15 ribu.

6. Datang ke Tempat Wisata

Awang-awang di Gunung TelomoyoAwang-awang di Gunung Telomoyo Foto: Eko Susanto/detikTravel

Selain Awang-awang Sky View, kamu bisa datang ke tempat wisata lain di kawasan Telomoyo.

Ada Air Terjun Sekar Langit dan Sumuran Seloprojo, danau buatan Embung Sekembang Pagergunung, dan Telaga Bleder. Kemudian Inggil Telomoyo Cafe, Taman Langit, Kampung Pinus Keditan, Telomoyo Nature Park, dan kolam pemandian air hangat Candi Umbul.

7. Gantole dan Paralayang

Gunung cantik di Magelang/SemarangNaik paralayang atau gantole di Gunung Telomoyo. Foto: Eko Susanto/detikTravel

Aktivitas seru lainnya di Gunung Telomoyo adalah berolahraga udara. Kamu bisa naik paralayang atau gantole dengan didampingi instruktur. Dari langit, kamu bisa merasakan sensasi terbang sambil menikmati pemandangan indah.

Ada juga wahana gantole yang digabungkan dengan flying fox sehingga lebih aman. Wahana ini berada di Inggil Park Telomoyo, Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Nah, itulah tadi 7 aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Gunung Telomoyo. Kira-kira detikers pengin mencoba aktivitas yang mana?

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

4 Wisata Alam di Sembungan Wonosobo, Desa Tertinggi di Pulau Jawa


Jakarta

Lanskap Indonesia yang di antaranya terdiri dari gunung dan pegunungan membuat sebagian masyarakat tinggal di dataran tinggi. Bahkan ada suatu wilayah di Pulau Jawa yang disebut sebagai desa tertinggi.

Ialah Desa Sembungan di Wonosobo yang dijuluki sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Bukan tanpa alasan, Sembungan dikenal demikian karena terletak di ketinggian seiktar 2.300 mdpl. Panoramanya menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti sejuknya udara pegunungan.

Pada 2022 silam, Sembungan berhasil masuk daftar desa terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Karena memang di sana terdapat sejumlah wisata alam cantik yang patut dikunjungi. Lantas, ada wisata apa saja di desa tertinggi Pulau Jawa tersebut?


Wisata Alam di Sembungan Wonosobo

Desa Sembungan di Wonosobo, Jawa Tengah menawarkan wisata alam meliputi air terjun, telaga, hingga spot melihat matahari terbit. Mengutip situs Kemenparekraf, berikut penjelasannya:

1. Puncak Sikunir

Golden sunrise dari puncak sikunirGolden sunrise dari Puncak Sikunir Foto: Fadli Zaini Dalimunthe/d’Traveler

Di Bukit Sikunir, tepatnya di area puncaknya, traveler dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) mempesona. Cahaya matahari pagi yang mengintip di antara perbukitan dan awannya sungguh elok. Sunrise di Puncak Sikunir diklaim sebagai yang terbaik di Asia lho.

Pelancong disarankan mengunjungi Puncak Sikunir pada musim kemarau untuk mendapatkan best viewnya, sebab cuacanya cenderung cerah dan tidak berkabut.

2. Telaga Cebong

Di perjalanan menuju Puncak Sikunir, traveler akan menemukan Telaga Cebong. Terletak di lembah, telaga ini berlatarkan perbukitan dan sawah terasering hijau yang menyegarkan mata.

Dinamakan Telaga Cebong lantaran bentuknya yang mirip bayi katak jika dilihat dari atas. Dahulunya, telaga ini merupakan kawah purba seluas 18 hektare. Seiring waktu, kawah tersebut menjadi nonaktif dan mengecil sehingga kini tersisa sekitar 12 hektare saja.

3. Curug Sikarim

Pengunjung berwisata di air terjun Sikarim kawasan dataran tinggi Dieng Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (11/1/2023). Air terjun setinggi 125 meter yang berada di ketinggian 1.800 mdpl (meter diatas permukaan laut) tersebut dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Tirta sebagai salah satu wisata alam alternatif di kawasan Dieng.  ANTARA FOTO/Anis EfizudinCurug Sikarim di Desa Sembungan Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Traveler juga bakal menjumpai air terjun berundak yang menakjubkan di Desa Sembungan yaitu Curug Sikarim. Menariknya, air terjun ini mengalir di atas permukaan batu curam.

Bebatuan di bawahnya bertingkat-tingkat sehingga air mengalir bebas di sela tumpukan batunya. Pada bagian bawah terdapat kolam kecil yang dipenuhi batu, pelancong disarankan untuk tidak turun.

Debit airnya cukup deras sehingga pengunjung mesti berhati-hati saat mendekati curug. Apalagi tumbuh lumut yang membuat bebatuannya licin, jadi traveler harus ekstra waspada.

Curug Sikarim dikelilingi hutan hijau lebat. Viewnya bahkan sudah terlihat dari jalan. Tak jarang pelancong berfoto di jalanan dengan air terjun indah ini sebagai backgroundnya.

4. Camping Ground

Tersedia penginapan serta homestay di Desa Sembungan. Jika tertarik lebih menyatu dengan alam, traveler dapat berkemah di camping ground.

Bisa dirikan tenda di tepi telaga untuk menikmati nuansa syahdu yang tak ada duanya. Dari sini juga dapat menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang epic. Kalau tidak punya tenda, camping ground menawarkan sewa tenda dengan harga terjangkau. Bisa juga rental alat-alat outdoor lainnya.

Selain sejumlah wisata di atas, traveler dapat mengeksplor lanskap alam Desa Sembungan dengan menaiki jeep. Tour jeep bakal semakin seru jika beramai-ramai.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Pemandian Air Panas Guci Tegal: Destinasi Favorit Keluarga



Tegal

Wisata Guci di Tegal, Jawa Tengah menjadi favorit untuk berakhir pekan. Destinasi ini mengandalkan wisata alam, yang menjadi magnet adalah wisata air panas.

Guci memiliki hawa sejuk dengan berada di lereng Gunung Slamet. Pada 2024, Pemerintah Kabupaten Tegal memprioritaskan kawasan pariwisata Guci dan Cacaban untuk dimasukkan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Artinya, ada rencana pengembangan yang lebih terstruktur di wilayah tersebut.

Saat ini, ada beberapa tempat wisata di kawasan tersebut. Pengunjung bisa puas menikmati berbagai atraksi, namun yang paling populer adalah Pemandian Air Panas Guci.


Sejumlah pengunjung menikmati air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2025). Menurut Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Obyek Wisata Guci pada H+1 Lebaran pengunjung dari luar kota untuk berlibur di Guci mengalami peningkatan mencapai 20 persen dari 800 menjadi 1.200 pengunjung dibandingkan pada H1 dan H2 Lebaran. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.Sejumlah pengunjung menikmati air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Oky Lukmansyah/Antara)

Airnya mengandung mineral alami yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit dan membantu meredakan pegal-pegal. Traveler bisa memilih untuk berendam di kolam umum atau menyewa pemandian pribadi untuk pengalaman yang lebih nyaman. Suhu airnya yang hangat sangat cocok untuk relaksasi, terutama di pagi atau malam hari ketika udara terasa lebih sejuk.

Tempat paling favorit untuk wisatawan mandi-mandi ada di 10 air terjun, tujuh pancuran, tiga belas pancuran dan lima pancuran. Nama-nama itu disesuaikan dengan jumlah pancuran. Misalnya, pancuran tiga belas artinya di area itu terdapat 13 buah pancuran, pancuran lima memiliki jumlah pancuran sebanyak 5, begitu pula pancuran tujuh memiliki jumlah pancuran sebanyak 7 buah.

Buat traveler introvert jangan khawatir, pemandian air panas tersedia juga di vila-vila yang ada di Guci. Ada pula bath up dengan air panas alami yang terpisah dalam masing-masing ruangan di sana.

Tiket masuk di objek wisata Guci Tegal bervariasi tergantung tempat wisatanya. Di Pemandian Air Panas Guci (Pancuran 5, 7, 13) sekitar Rp 10.000, sementara di Guci Forest (Guci Forest Tegal) tarif masuknya Rp28.000 per orang untuk fasilitas umumnya. Ada juga tarif untuk fasilitas tambahan seperti ATV di Guci Forest seharga Rp 50.000 per orang, atau paket camping mulai Rp 100.000 per tenda.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Wisata Murah Meriah Jogja-Solo dengan KRL, Tarif Tiket Rp 8 Ribu


Yogyakarta

Yogyakarta sejak lama terhubung dengan kereta, dulu ada Prambanan Ekspress (Prameks) nan legendaris, hingga kemudian dipensiunkan dan menjadi KRL atau kereta rel listrik dengan nama KRL Jogja-Solo. Tarifnya flat Rp 8000.

KRL Jogja-Solo bisa sangat diandalkan untuk wira-wiri Jogja-Klaten-Solo-Karanganyar pp. Untuk area Karanganyar, stasiun paling ujung ada di Stasiun Palur.

KRL Jogja-Solo hanya memiliki satu jalur yang melintas di 13 stasiun yaitu Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, Solo Balapan, Solo Jebres, dan Palur.


Kereta itu beroperasi mulai pukul 05.00 dari Stasiun Palur. Sementara itu, dari Stasiun Tugu ke arah Solo kereta pertama pukul 05.30.

Rekomendasi Wisata Murah di Jawa Tengah Cukup Rp 8 Ribu

KRL Jogja-Solo memungkinkan ongkos transportasi bisa ditekan sehingga masih tersedia biaya untuk eksplorasi tempat wisata.

1. Yogyakarta

Jejeran andong terpakir di Kawasan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (8/6/2025).Jejeran andong terpakir di Kawasan Malioboro (dok. se)

Ada beberapa destinasi dekat stasiun Tugu Yogyakarta, yaitu Malioboro, Pasar Beringharjo, Museum Titik Kilometer Jogja dan Alun-alun Kidul.

2. Klaten

Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten.Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten (dok. Achmad Syauqi/detikJateng)

Kota Klaten, tak jauh dari Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Seribu Umbul atau mata air, seperti Umbul Ponggok, Umbul Susuhan, dan Umbul Mudal. Kota ini juga memiliki situs peninggalan Hindu-Buddha, yaitu Candi Plaosan. Tempat wisata dekat stasiun adalah Alun-alun Klaten, Taman Lampion Klaten, Hutan Kota Gergunung hingga Sendang Tirto Sinongko.

3. Purwosari

Kampung Batik Laweyan di SoloKampung Batik Laweyan di Solo (dok. Wahyu Setyo Widodo)

Jika berhenti di Stasiun Purwosari, kamu bisa mampir ke beberapa tempat wisata mulai dari Taman Sriwedari (taman rekreasi dan hiburan), Lokananta (studio dan museum rekaman musik legendaris), Kampung Batik Laweyan (pusat industri batik tradisional), Loji Gandrung (bangunan bersejarah dengan arsitektur Indis), serta Koridor Gatot Subroto (Gatsu) yang kini memiliki mural dan night market.

4. Solo Balapan

Masjid Sheikh Zayed SoloKomplek Masjid Sheikh Zayed di Solo (dok. Waskita Karya)

Traveler yang turun di Stasiun Solo Balapan bisa berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed, yang berjarak 1,7 km dari Stasiun Solo Balapan. Masjid Sheikh Zayed ini adalah replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Masjid Sheikh Zayed memiliki luas 8.000 m2 dengan dua lantai dengan empat menara dan 82 kubah batu pualam putih, sehingga terkesan mewah.

5. Solo Jebres

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunagara X duduk di kursi paringgitan saat acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2025). Tingalan Jumenengan atau peringatan kenaikan takhta Adipati Mangkunegaran KGPAA Mangkunagara X tersebut sebagai bentuk syukur atas berjalannya kepemimpinan di Mangkunegaran yang berharap sebagai penanda baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt.Acara Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah (dok. Mohammad Ayudha/Antara)

Pura Mangkunegaran juga cukup populer karena merupakan kediaman resmi dari Adipati Mangkunegara. Lokasi ini juga menjadi tempat menyimpan peninggalan-peninggalan Kadipaten Mangkunegaran dan kebudayaan Jawa. Selain itu ada Benteng Vanstenburg, Pasar Klewe, Taman Balekambang dan Museum Batik Danar Hadi.

Daftar wisata yang bisa diakses dengan KRL Jogja-Solo itu bisa jadi pertimbangan traveler yang ingin liburan dengan biaya lebih terjangkau. Yuk detikers, segera susun wish list kota liburan kamu yang bisa dijangkau dengan KA Commuter Line Yogya-Jawa Tengah!

(bnl/row)



Sumber : travel.detik.com

5 Gunung Terindah di Jawa Tengah untuk Liburan di Akhir Pekan



Yogyakarta

Jawa Tengah kaya akan alam yang indah, termasuk gunung. Pendakian ke 5 gunung ini bisa jadi aktivitas liburanmu selanjutnya.

Gunung-gunung di Jawa Tengah menjulang gagah dengan segudang cerita. Tiap gunung memiliki karakteristik masing-masing dari sisi geologi, ekosistem, maupun mitos yang membayanginya.

Bukan hanya aktivitas fisik, pendakian ke gunung-gunung ini menjadi sebuah perjalanan spiritual dan budaya yang diincar oleh banyak wisatawan.


Dikumpulkan detikTravel, inilah 5 gunung terindah Jawa Tengah untuk dijelajahi.

1. Gunung Prau

Lansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantisLansekap Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat sangat mempesona dari Gunung Prau. Momen matahari terbit pun seakan membuat nuansa menjadi romantis Foto: Rifkianto Nugroho

Terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Gunung Prau menjadi salah satu tempat pendakian favorit, terutama pendaki pemula. Memiliki ketinggian 2.565-2.590 mdpl, gunung ini terkenal dengan matahari terbitnya yang dramatis, latanya gunung Sindoro, Sumbing dan Merapi.

Setelah matahari terbit, Anda akan disuguhi bukit-bukit kecil yang bergelombang menyerupai “Bukit Teletubbies” yang ikonik, ditumbuhi ilalang dan bunga-bunga liar. Keberadaan fenomena golden sunrise dan bukit teletubbies menjadikan Prau sebagai salah satu gunung di Jawa Tengah yang paling unik dan paling banyak diminati, terutama di akhir pekan.

2. Gunung Merbabu

Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl.Birunya langit dan hamparan putihnya awan manjakan mata para pendaki akan keindahan panorama di puncak gunung merbabu dari ketinggian 3.142 mdpl. Foto: Dok. Team Choral Adventure

Gunung Merbabu adalah salah satu gunung api aktif. Terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Semarang, gunung ini memiliki keunikan dari hamparan sabananya yang terkenal sebagai ‘Karpet Hijau’ di ketinggian 3.142 mdpl.

Sabana Merbabu menawarkan pemandangan padang rumput hijau yang membentang seolah tak berujung, diselingi pohon-pohon edelweis dan bukit-bukit kecil. Pemandangan ini sangat kontras dengan gunung-gunung lain di Jawa yang mungkin didominasi hutan lebat.

Sabana di Merbabu, seperti Sabana 1, Sabana 2, dan terutama di Pos Helipad (Puncak Kenteng Songo), seringkali menjadi spot favorit para pendaki untuk beristirahat dan berfoto. Saat musim kemarau, rumput-rumput ini akan mengering dan menguning, menciptakan nuansa Afrika yang eksotis. Merbabu menjadi gunung yang sangat ramah bagi pendaki pemula maupun profesional yang ingin menikmati pemandangan terbuka dan camping di bawah bintang-bintang.

3. Gunung Sindoro

Gunung SindoroGunung Sindoro Foto: Gema Bayu Samudra/d’Traveler

Disebut sebagai kembaran Gunung Sumbing, Sindoro adalah gunung api yang masih aktif. Terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, keunikan Sindoro terletak pada kawahnya yang masih aktif dan mengeluarkan belerang. Ini menciptakan efek magis dan dramatis bagi pendaki di ketinggian 3.153 mdpl.

Pendakian Sindoro cukup menantang, membutuhkan fisik yang prima. Namun, lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan dari puncak yang luar biasa, meliputi hamparan awan, gunung-gunung lain di sekitarnya, serta kota-kota di bawahnya. Di beberapa jalur pendakian, Anda juga akan menemukan padang edelweis yang cantik, bunga abadi khas pegunungan.

4. Gunung Andong

Gunung AndongGunung Andong Foto: Pemkab Magelang

Berlokasi di Kabupaten Magelang, Gunung Andong menjadi pilihan favorit bagi pendaki pemula dengan ketinggian 1.726 mdpl. Keunikan utamanya adalah pemandangan 5 gunung sekaligus dari puncaknya, yaitu Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Ungaran. Ini adalah bonus luar biasa yang jarang ditemukan di gunung lain.

Pendakian ke puncak Andong biasanya hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk pendakian singkat atau hiking santai. Dari puncak, Anda bisa menikmati panorama alam yang luas, perkebunan warga, dan desa-desa di bawahnya. Selain pemandangan, Andong juga memiliki beberapa jalur pendakian yang berbeda, menawarkan variasi pengalaman bagi pengunjung.

5. Gunung Sumbing

Gunung sindoro diselimuti awanSunset dari Gunung Sumbing Foto: detik

Kembaran Gunung Sindoro ini memiliki ketinggian 3.371 mdpl, menjadikannya tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Puncak Gunung Sumbing menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler, lautan awan, dan langit penuh bintang saat malam hari.

Keunikannya adalah memiliki dua kawah (kawah mati dan kawah aktif) di puncaknya, meskipun kawah aktifnya tidak selalu terlihat jelas. Sumbing juga dikenal dengan vegetasi hutan tropisnya yang masih sangat alami, dengan keragaman flora dan fauna yang kaya.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Wisata Populer di Muntilan Magelang, Tempat Syuting Gadis Kretek



Muntilan

Muntilan merupakan kecamatan kecil di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Punya banyak destinasi, Muntilan bisa jadi rekomendasi liburan di akhir pekan.

Muntilan memiliki keindahan alam yang beragam, berada di lereng Gunung Merapi membuat tanahnya subur akibat hujan abu vulkanik. Tak cuma alam, budaya dan kultur dari zaman raja-raja pun mengakar di sini.

Peninggalan demi peninggalan ditemukan di Muntilan, jejak leluhur membuat namanya kuat sebagai salah satu kota budaya. Bergulirnya waktu semua itu menjadi atraksi wisata edukasi yang populer.


Baru-baru ini Muntilan menjadi pencarian liburan teratas di berbagai platform setelah muncul sebagai latar dalam serial Netflix yang berjudul ‘Gadis Kretek’. Tempat syutingnya pun diburu sebagai destinasi wisata.

Ini 7 Rekomendasi wisata populer di Muntilan:

1. Pasar Kayu Muntilan

Pasar Kayu Muntilan Kini Jadi Destinasi Wisata Karena Gadis KretekPasar Kayu Muntilan Kini Jadi Destinasi Wisata Karena Gadis Kretek Foto: Lintia Elsi

Destinasi yang satu ini viral baru-baru ini setelah serial Gadis Kretek tayang. Diketahui bahwa Pasar Kayu Muntilan merupakan salah satu tempat syuting dari Gadis Kretek yang mana dijadikan sebagai pasar jadul.

Di sini masih bisa dilihat beberapa properti syuting yang belum dilepas para penjual kayu, diantaranya adalah papan nama warung dan poster Kretek Merah. Sekarang banyak pengunjung yang datang untuk berfoto di spot-spot ini.

Pasar Kayu Muntilan terletak di komplek pasar kayu, Jumleng, Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

2. Candi Ngawen

Bangunan candi peninggalan wangsa Syailendra di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukan hanya Candi Borobudur. Ada juga Candi Ngawen, yang patut untuk dikunjungi pula.Bangunan candi peninggalan wangsa Syailendra di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukan hanya Candi Borobudur. Ada juga Candi Ngawen, yang patut untuk dikunjungi pula. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Candi Ngawen merupakan candi Buddha peninggalan Dinasti Syailendra yang terletak di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Candi ini ditemukan pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1927.

Candi Ngawen terdiri dari lima candi yang berjejer sama rata dan menghadap arah timur, namun dari kelima candi tersebut hanya candi II yang masih berdiri utuh, empat lainnya hanya berupa sisa kaki-kaki candi.

Uniknya di Candi Ngawen ini terdapat empat patung singa yang terletak di sudut-sudut kaki candi.

Candi Ngawen bisa dikunjungi setiap hari jam 08.00 – 16.00 WIB dengan tiket masuk seharga Rp 3.000 saja.

3. Klenteng Hok An Kiong

Perayaan Imlek tahun ini digelar di masa pandemi COVID-19. Guna cegah Corona, warga keturunan Tionghoa berdoa di klenteng dengan terapkan protokol kesehatan.Perayaan Imlek tahun ini digelar di masa pandemi COVID-19. Guna cegah Corona, warga keturunan Tionghoa berdoa di klenteng dengan terapkan protokol kesehatan. Foto: Pius Erlangga/Detikcom

Satu lagi wisata religi yang ada di Muntilan adalah Klenteng Hok An Kiong, klenteng ini merupakan klenteng tua yang sudah ada sejak tahun 1878. Lokasinya ada di pusat kota Muntilan, tepatnya di Jalan Pemuda No. 100, Balerejo, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Komplek klenteng ini memiliki bangunan utama yang berfungsi sebagai tempat peribadatan yang terdiri dari dua ruang doa. Selain bangunan utama, di sini juga ada kantor dan ruang pertemuan.

Klenteng Hok An Kiong memiliki hio lo terbesar di Asia Tenggara yang dibuat pada tahun 2002. Hio lo ini terbuat dari perunggu dengan panjang 158 cm, diameter 188 cm, dan berat 3,8 ton.

4. Museum Misi Muntilan

Muntilan dikenal dengan julukan Betlehem van Java. Hal ini karena besarnya pengaruh dari Romo van Lith, pastor dari Belanda yang menyebarkan agama Katolik di Jawa. Ia menjadi tokoh penting atas berdirinya Gereja Santo Antonius dan Sekolah Pangudi Luhur Van Lith. Gereja dan Sekolah ini berada dalam satu kompleks, yaitu Kompleks Misi Muntilan. Di sini juga berdiri Museum Misi Muntilan yang menyimpan kisah perjalanan dan peninggalan jejak penyebaran agama Katolik, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.Muntilan dikenal dengan julukan Betlehem van Java. Hal ini karena besarnya pengaruh dari Romo van Lith, pastor dari Belanda yang menyebarkan agama Katolik di Jawa. Ia menjadi tokoh penting atas berdirinya Gereja Santo Antonius dan Sekolah Pangudi Luhur Van Lith. Gereja dan Sekolah ini berada dalam satu kompleks, yaitu Kompleks Misi Muntilan. Di sini juga berdiri Museum Misi Muntilan yang menyimpan kisah perjalanan dan peninggalan jejak penyebaran agama Katolik, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Foto: Lintia Elsi

Berbeda dari museum biasanya, Museum Misi Muntilan ini berdiri khusus di bawah kepemilikan Keuskupan Agung Semarang untuk menyimpan sejarah dan peninggalan penyebaran agama Katolik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Museum ini berada dalam Komplek Misi Muntilan yang di dalamnya juga ada Gereja Santo Antonius dan Sekolah Pangudi Luhur Van Lith. Romo van Lith menjadi tokoh penting dari adanya komplek ini, sehingga patungnya dibangun di depan museum ini.

Museum Misi Muntilan berlokasi di Jalan Kartini No.3, Balemulyo, Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pengunjung bisa masuk secara gratis dan nantinya akan ditemani staf museum yang akan memberikan tur singkat.

5. Makam Gunungpring

Jika kamu menyukai wisata religi, maka tempat yang satu ini bisa kamu kunjungi saat di Muntilan. Namanya Makam Gunungpring, komplek pemakaman tokoh-tokoh ulama Jawa Tengah seperti Kyai Raden Santri, KH. Abdurrohman, KH. Dalhar, Kyai Krapyak Kamaludin, dan yang lainnya.

Komplek pemakaman ini terletak di atas bukit dengan ketinggian 400 mdpl, sehingga untuk mencapai makam, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga terlebih dahulu. Di sepanjang sisi tangga terdapat toko-toko yang menjual makanan, pernak-pernik, pakaian, dan oleh-oleh.

Komplek pemakaman ini juga sudah dilengkapi dengan fasilitas toilet, mushola, warung makan, dan tempat beristirahat. Makam Gunungpring ini bisa dikunjungi kapan saja tanpa dipungut biaya, letaknya di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

6. Taman Seribu Cinta

Taman Seribu Cinta, MagelangTaman Seribu Cinta, Magelang Foto: Eko Susanto/detikcom

Taman Seribu Cinta ini terletak di perbatasan antara Kecamatan Muntilan dan Kecamatan Salam, di tepi aliran Kali Blongkeng. Dulunya di sini merupakan tempat pembuangan sampah yang kumuh.

Di satu sisinya terdapat tebing yang bertuliskan “Welcome to Muntilan Adipura”. di sisi lainnya ada taman bertingkat penuh bunga warna-warni dan spot-spot berbentuk love. Di sini juga disediakan tempat duduk untuk menikmati aliran kali yang jernih dan tenang.

Taman Seribu Cinta ini bisa diakses secara gratis, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir saja.

7. Javanica Park

Javanica Park merupakan tempat wisata yang menggabungkan suasana alam dengan nuansa Bali. Terletak di Jalan Javanica Nomor 8 Sabrangs, Muntilan, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Javanica Park menawarkan konsep kedai dengan beragam spot selfie.

Ada beberapa aktivitas yag bisa dinikmati oleh pengunjung yaitu kolam renang, gazebo dan wisata kuliner. Pengunjung bisa masuk ke tempat wisata ini dengan membayar biaya sukarela. Jika ingin berenang akan dikenakan biaya Rp 3.000 per orang.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Traveler, Ini Cara Menuju Geopark Karangsambung di Kebumen dari Jakarta



Jakarta

Geopark Karangsambung berada di Kebumen, Jawa Tengah, resmi diakui dan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark pada Juni 2025. Cek di sini cara menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta.

Geopark Karangsambung masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks pada 17 April 2025. Penetapan itu dilakukan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Prancis, bersama dengan Geopark Meratus.

Mengutip informasi dari detikJateng, geopark ini mengusung konsep pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memiliki warisan geologi, keanekaragaman biologi, dan keragaman budaya yang dikelola secara bersama-sama untuk menyejahterakan masyarakat lokal dan melestarikan lingkungan.


Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.Foto udara kawasan karst dan laboratorium geologi alam terbuka di Geosite Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (Aprillio Akbar/Antara)

Konsepnya yang unik dan pemandangan yang indah, membuat Geopark Karangsambung menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Cara Menuju Geopark Karangsambung dari Jakarta

Bagi masyarakat Jakarta yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung, bisa menaiki transportasi umum hingga membawa kendaraan pribadi. Berikut pilihannya.

Menggunakan Kereta

Terdapat berbagai pilihan stasiun yang bisa digunakan untuk pergi ke Kebumen. Stasiun itu antara lain Gombong, Karanganyar, Kebumen, dan Kutowinangun.

Terdapat beberapa pilihan kereta, yaitu:

· Fajar Utomo Solo

Pasar Senen-Karanganyar Rp 450 ribu (ekonomi)

· Argo Semeru

Gambir-Kebumen Rp 705 ribu

· Batavia

Gambir-Kebumen Rp 400 ribu (ekonomi) dan Rp 580 ribu (eksekutif)

· Bangunkarta

Pasar Senen-Karanganyar Rp 310 ribu (ekonomi) dan Rp 425 ribu (eksekutif)

· Gajahwong

Pasar Senen-Karanganyar Rp 350 ribu (ekonomi) dan Rp 500 ribu (eksekutif)

· Sawunggalih

Pasar Senen-Karanganyar Rp 280 ribu (ekonomi) dan Rp 420 ribu (eksekutif)

Pasar Senen-Kebumen Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

Pasar Senen-Gombong Rp 250 ribu (ekonomi) dan Rp 380 ribu (eksekutif)

Menggunakan Pesawat

Transportasi umum lain yang bisa digunakan menuju Kebumen adalah menaiki pesawat. Wisatawan bisa memilih penerbangan menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

Setelah itu, bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus DAMRI menuju Terminal Kebumen dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Opsi lain bisa menaiki kereta api bandara menuju Stasiun Kebumen dengan waktu tempuh 1 jam 12 menit.

Menggunakan Kendaraan Pribadi

Selain kendaraan umum, bagi wisatawan yang ingin pergi ke Geopark Karangsambung menggunakan kendaraan pribadi bisa menggunakan mobil atau motor.

Wisatawan mulai dari Jakarta, ambil arah tol Jakarta-Cikampek, hingga menuju tol Pejagan-Pemalang. Setelah itu, keluar tol Menuju Kabupaten Kebumen.

Dari Kebumen, lanjutkan perjalanan menuju Karangsambung hingga menuju area Geopark Karangsambung. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam 45 menit, tergantung kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com