Tag Archives: wisata karawang

Di Balik Pabrik-pabrik, Ada Setitik Keindahan Bali di Karawang



Karawang

Tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pulau Dewata, di Karawang pun bisa. Traveler datang saja ke Kampung Turis yang suasananya Bali banget!

Karawang yang terkenal sebagai kota industri, ternyata menyimpan Hidden Gem. Di balik pabrik-pabrik yang berdiri di kota itu, ada Kampung Turis yang keindahannya serupa Ubud di Bali.

Lokasinya berada di kaki Gunung Sanggabuana, tepatnya di Desa Mekar Buana, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang. Begitu masuk ke sini, traveler akan merasa seperti bukan di Karawang, tapi di Bali.


Kampung Turis Karawang menghadirkan pemandangan alam yang begitu menawan. Udara sejuk dan suasana asri khas pegunungan menambah rasa betah berada di objek wisata itu.

“Banyak tamu yang berkunjung ke Kampung Turis terkagum-kagum dan tidak menyangka kalau Karawang memiliki tempat wisata yang lengkap dan mempesona seperti Kampung Turis,” kata General Manager Kampung Turis, Heri Heryana.

Area Bukti Sidampyak, Kampung Turis KarawangKampung Turis Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Di area perbukitan Kampung Turis terbentang hamparan sawah nan hijau dengan landscape terasering ala Ubud Bali yang begitu eksotis.

Kampung Turis jadi semakin istimewa, karena nuansanya yang ditata dengan baik, dengan sentuhan artistik ala Bali yang begitu menarik.

“Hal menarik lainnya yang sulit didapatkan pengunjung di tempat wisata lain adalah, nuansa artistik Bali yang dapat dilihat dari model bangunan, gapura, pura hingga landscape sawah terasering khas Ubud Bali yang menjadi daya tarik Kampung Turis,” paparnya.

Kampung Turis menghadirkan berbagai wahana hiburan yang lengkap dan menarik, yaitu: Water Park, Resto, Cafe, Villa, Danau, Kids Play Ground, Pendopo, Meeting Room dan Air Terjun.

Selain itu, Kampung Turis juga menyediakan wahana education dan adventure, yang dilengkapi dengan aneka permainan yang menarik seperti, playing fox, high rope, archery, ATV dan permainan menarik lainnya.

“Saat ini, Kampung Turis tengah mengembangkan wahana edukasi dan adventure (eduventure) yang juga menjadi wahana unggulan untuk memenuhi kebutuhan segmen corporate,instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, komunitas bahkan family untuk menyelenggarakan kegiatan outbound, training, meeting family gathering, wedding dan juga kegiatan sekolah,” ucap Heri.

Pesona Kampung Turis tidak hanya digandrungi oleh wisatawan lokal Karawang dan Bekasi. Tetapi juga oleh wisatawan dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Purwakarta, Tanggerang, Bogor, Subang, dan daerah lainnya di Jawa Barat.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

4 Spot Wisata Rengasdengklok dan Sekitarnya



Jakarta

Rengasdengklok merupakan salah satu kecamatan di Karawang yang dikenal karena sejarah. Berkunjung ke sini, traveler bisa berwisata di beberapa wisata sekitarnya.

Rengasdengklok menjadi salah satu saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Di sanalah tempat Sukarno dan Hatta dibawa oleh kaum muda.

Saat itu, mereka berdua diculik untuk didesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, diculiknya Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok juga dimaksudkan agar mereka terbebas dari intervensi Jepang.


Hasilnya, kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tak terlepas dari andil kejadian tersebut.

Berkunjung ke Rengasdengklok, traveler bisa berwisata hingga napak tilas ke beberapa spot wisata di sekitarnya.

Berikut 4 spot wisata di sekitar Rengasdengklok.

1. Rumah Djiauw Kie Siong

Rumah Djiaw Kie Siong (Andi Saputra/detikcom)Rumah Djiaw Kie Siong (Andi Saputra/detikcom) Foto: Rumah Djiaw Kie Siong (Andi Saputra/detikcom)

Salah satu yang paling lekat dengan Rengasdengklok adalah keberadaan rumah Djiauw Kie Siong. Rumah inilah yang menjadi tempatnya Sukarno sekeluarga dan Hatta diculik.

Berkunjung ke sini, traveler bisa napak tilas sejarah awal kemerdekaan dengan mendengarkan penuturan sejarah dari keluarga pemilik rumah ini.

Letaknya berada di Dusun Bojong, Rengasdengklok, berdekatan dengan sungai Citarum yang menjadi batas antara Rengasdengklok di Kabupaten Karawang dan Kedungwaringin yang sekarang masuk Kabupaten Bekasi.

Rumah ini dibangun pada 1920, artinya rumah ini telah berusia sekitar 103 tahun. Namun kini, rumah itu telah dipindahkan dari lokasi aslinya pada 1957 karena abrasi.

“Dulu rumah ini ada di dekat sungai. Tapi tahun 1950 itu ada banjir, karena abrasi, rumah dipindah, dicopot satu per satu kayunya dan dibangun ulang di sini,” kata Yanto, selaku cucu Djiauw Kie Siong, mengutip detikJabar, Senin (22/1/2024).

2. Monumen Kebulatan Tekad

Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok.Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok. (Irvan Maulana/detikJabar)

Salah satu wisata yang identik dengan gerakan perjuangan di Rengasdengklok adalah Monumen Kebulatan Tekad. Itu karena monumen ini berada di bekas markas PETA (Pelindung Tanah Air).

Monumen ini berdiri setelah kemerdekaan, tepatnya 1950 dan diresmikan pada 17 Agustus 1950. Monumen ini memiliki beberapa arti yang melambangkan perjuangan kemerdekaan, antara lain:

  • Tundangan tugu: Menggambarkan perjuangan seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan
  • Badan tugu: Memiliki bentuk segi empat yang melambangkan kesatuan perjuangan bangsa.
  • Bulatan tugu: Memiliki bentuk bulat, menggambarkan bulatnya tekad dalam merebut kemerdekaan.
  • Kepalan tangan kiri: adalah aksen paling ikonik yang melambangkan perlawanan dan memegang teguh kemerdekaan.
  • Rantai dan tiang: selain sebagai penjaga monumen, melambangkan pula sebagai ikatan kokoh dan kuat dari seluruh rakyat Indonesia.

Berkunjung ke sini traveler dapat melakukan napak tilas era kemerdekaan hingga berburu foto di beberapa spot di sini.

3. Taman Hud-hud

Wisata Taman Hud-hud KarawangWisata Taman Hud-hud Karawang. (Irvan Maulana/detikJabar)

Berkunjung ke Rengasdengklok, traveler juga bisa mampir ke Taman Hud-hud. Tempat wisata ini memiliki beberapa hal menarik seperti kolam renang hingga taman burung dan beberapa wahana lainnya.

“Di sini ada kolam renang anak, outdoor dan semi indoor, ada lukisan 3D, wahana sepeda, ATV, kolam ikan, mini danau, taman burung, rumah pohon, karaoke di kapal, serta gazebo,” kata pemilik Taman Hud-hud, Iqbal Jamalulail, dikutip dari detikJabar, Senin (22/1/2024).

Menariknya, Taman Hud-hud disebut terinspirasi dari kisah Nabi Sulaiman AS.

Gus Iqbal menjelaskan dahulu Nabi Sulaiman dianugrahi mukjizat salah satunya dapat berbicara dengan hewan, “Kala itu ada seekor burung yang mengabarkan adanya seorang ratu cantik bernama Balqis penyembah matahari, pembawa kabar itu ialah burung Hud-hud,” kata dia.

Atas peristiwa itu, ratu Balqis kemudian menjadi istri Nabi Sulaiman berawal dari burung Hud-hud sebagai pembawa kabar. Oleh karenanya burung Hud-hud disebut sebagai burung pembawa kabar bahagia.

“Seperti namanya burung Hud-hud mengisyaratkan sebagai pembawa kabar yang bahagia, kita namai taman ini dengan nama burung itu,” kata Gus Iqbal.

Taman ini merupakan wisata ramah keluarga dengan luas sekitar 1,2 hektare. Lokasinya di Jalan Proklamasi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Biaya tiketnya yakni Rp 30 ribu (weekday) dan Rp 50 ribu (weekend).

4. Kompleks Percandian Batujaya

Candi di KarawangCandi Batujaya Karawang. (Luthfiana Awaluddin)

Tak jauh dari Rengasdengklok, terdapat objek wisata yang menarik untuk didatangi, yakni Kompleks Percandian Batujaya.

Kompleks ini ditemukan disebut-sebut sebagai yang tertua di Indonesia dan lebih tua dari Candi Gedong Songo di Semarang. Puluhan candi kuno ini merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan diduga dibangun pada abad ke-4 Masehi.

Kompleks Percandian Batujaya terletak di hamparan seluas 500 hektar. Saking luasnya, hamparan candi tersebar. di antara tiga desa dan dua kecamatan.

Awalnya, situs ini terkubur di bukit kecil. Bukit tersebut menonjol di antara hamparan tanah dan sawah yang luas. Hingga akhirnya beberapa warga menemukan batu bata berwarna merah dan dilakukan ekskavasi dari tahun 1992 hingga 2000.

Selain melihat candi, berkunjung ke sini traveler juga bisa cuci mata lewat panorama hamparan sawah yang luas. Berkunjung ke sini disarankan naik kendaraan pribadi ataupun kendaraan sewaan.

Namun, jika traveler ingin menggunakan transportasi umum bisa naik dari Terminal Tanjungpura, Karawang dan memilih angkot jurusan Tanjungpura-Rengasdengklok. Dari pasar Rengasdengklok, traveler perlu melanjutkan dengan angkot jurusan Rengasdengklok-Batujaya. Lokasi kompleks candi ini berada sekitar 18 km dari Rengasdengklok.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Destinasi Rekreasi Hemat, Mendunia Berkat Dayung



Karawang

Situ Cipule, sebuah danau yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi wisata menarik dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau. Selain pesona alamnya yang menenangkan, danau itu memiliki nilai historis sebagai lokasi perlombaan ajang nasional dan internasional cabang olahraga dayung.

Salah satu pemilik warung dekat danau, yang biasa disapa Opung, menyebutkan bahwa Situ Cipule saat ini dikelola oleh Karang Taruna setempat. Adapun, kegiatan dayung dikoordinasikan oleh Rais, yang menjadikan aktivitas itu sebagai ekstrakurikuler pelajar.

“Iya, danau ini dikelola oleh Karang Taruna setempat. Pak Rais yang mengatur kegiatan dayung di sini,” ujar Opung kepada detikTravel, Kamis (28/11/2024).


Menurut Opung, warung-warung di sekitar Situ Cipule biasanya mulai buka pukul 08.00. Warung tersebut ramai oleh pengunjung terutama pada Minggu.

“Kalau hari biasa, sepi, paling ramai itu hari Minggu. Sabtu kadang-kadang saja ramainya,” kata dia.

Situ Cipulir, Karawang, JabarJalan menuju Situ Cipulir, Karawang, Jabar (Asti Azhari/detikcom)

Situ Cipule menyediakan fasilitas tiket masuk yang sangat terjangkau. Pengunjung dikenakan biaya masuk Rp 5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat, namun biaya parkir terpisah dengan tarif Rp 2.000.

“Kalau Sabtu dan Minggu biasanya ada penjaga di gerbang tiket, jadi lebih terorganisasi,” kata Opung.

Kegiatan olahraga dayung menjadi salah satu daya tarik utama Situ Cipule. Dengan sejarahnya sebagai lokasi perlombaan cabang olahraga dayung pada Porda Jabar serta sebagai venue dayung pada PON XIX/2026 Jawa Barat dan SEA Games XXVI/2011.

“Pak Rais sering mengelola kegiatan dayung di sini, terutama untuk pelajar yang menjadikan ini sebagai ekstrakurikuler,” kata Opung.

Situ Cipulir, Karawang, JabarSitu Cipulir, Karawang, Jabar (Asti Azhari/detikcom)

Pengunjung yang tertarik bahkan dapat menyaksikan latihan dayung. Selain aktivitas dayung, kawasan sekitar Situ Cipule juga didukung oleh keberadaan warung-warung milik warga lokal yang menjual makanan ringan dan minuman.

“Banyak warga Karawang yang buka warung di sini, jadi pengunjung bisa santai sambil menikmati pemandangan danau,” kata Opung.

Meski menawarkan keindahan dan fasilitas yang cukup memadai, Situ Cipule masih tergolong sepi pada hari-hari biasa. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola dan warga sekitar untuk terus menarik minat wisatawan. Dengan promosi dan pengelolaan yang lebih baik, Situ Cipule memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata andalan Karawang.

Bagi traveler yang mencari destinasi wisata murah meriah dengan suasana asri, Situ Cipule bisa menjadi pilihan menarik. Nikmati keindahan alam, suasana tenang, serta pengalaman melihat para pendayung di salah satu danau bersejarah di Indonesia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Imah Urang Eco Park: Wisata Edukasi di Karawang



Karawang

Di tengah hiruk-pikuk kota industri, Karawang memiliki destinasi wisata edukasi, yaitu Imah Urang Eco Park. Terletak di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, tempat itu menyuguhkan pengalaman belajar di alam terbuka yang menyenangkan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai program interaktif.

Sejak dibuka pada tahun 2020, Imah Urang Eco Park terus tumbuh menjadi pilihan favorit, khususnya bagi pelajar. Tempat ini menawarkan beragam aktivitas edukasi, mulai dari belajar tentang agrikultur padi, tanaman obat dan rempah, hingga kegiatan seru seperti bermain lumpur, memancing, dan rafting.

“Sekarang kegiatan belajar di sekolah sudah mencakup P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), jadi banyak yang mencari aktivitas luar ruangan. Kami punya berbagai program yang relevan seperti agrikultur dan permainan tradisional,” ujar Suryati kepada detikTravel Jumat (29/11/2024).


Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Berikut tentang Imah Urang di Karawang:

1. Wisata Edukasi dengan Banyak Pilihan

Selain program unggulan tadi, Imah Urang Eco Park juga mengajak pengunjung mencoba aktivitas membatik dengan teknik batik cap. Tak hanya menyenangkan, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya daur ulang, karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari limbah yang didaur ulang.

Untuk pengunjung yang ingin menikmati pengalaman lebih mendalam, tersedia paket edukasi lengkap mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per orang. Ada juga paket camping seharga Rp35.000 per malam, cocok untuk yang ingin bermalam di tengah suasana asri.

“Semua kegiatan kami rancang agar edukatif sekaligus menghibur, cocok untuk sekolah, keluarga, atau gathering perusahaan,” kata Suryati.

2. Tiket Masuk Terjangkau

Umah Irang di KarawangUmah Irang Eco Park di Karawang (Asti Azhari/detikcom)

Dengan tiket masuk hanya Rp 10.000 untuk usia 8 tahun ke atas dan Rp 5.000 untuk anak di bawah 8 tahun, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai fasilitas seperti area piknik, river tubing, dan pemancingan.

Meski sempat menuai keluhan terkait biaya masuk, kini para pengunjung mulai memahami bahwa harga tersebut sepadan dengan pengalaman yang didapatkan.

3. Lokasi Strategis dan Informasi Penting

Berada di Perum Bumi Pasundan Karawang Blok H No. 09-12, RT 08 RW 03, Dusun Buniaga, Desa Bengle, tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi Imah Urang Eco Park, yang kini telah memiliki 5.795 pengikut, atau dengan menghubungi nomor 0823-5937-1479.

Jadi, kalau kamu mencari tempat untuk belajar sambil bermain, Imah Urang Eco Park adalah pilihan tepat! Cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa yang ingin merasakan keseruan berwisata dengan sentuhan edukasi lokal. Siapkan rencana perjalananmu sekarang juga!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Favorit Siswa Sekolah dan Budak Korporat di Karawang



Karawang

Karawang ternyata menyimpan pesona tersembunyi di tengah kawasan industri modernnya. Salah satunya adalah Danau KIIC (Karawang International Industrial City), sebuah destinasi yang kini menjadi tempat favorit untuk nongkrong bagi karyawan kawasan itu dan siswa sekolah di sekitarnya.

Seorang pengunjung yang masih mengenakan seragam SMA, Bunga Kesya Salsabila, mengungkapkan kesannya tentang Danau KIIC. Menurutnya, suasana di tepi danau terasa sangat sejuk dan nyaman.

“Awalnya saya tahu tempat ini dari teman-teman setelah selesai PKL. Mereka ngajak saya untuk mampir ke danau ini, dan saya langsung penasaran. Ternyata, danau ini memiliki suasana yang sejuk dan nyaman,” kata Bunga kepada detikTravel, Selasa (10/12/2024).


Bunga mengungkapkan bahwa danau itu menjadi alternatif untuk bersantai yang menyenangkan. Apalagi, buat mereka yang menyukai menghabiskan waktu dengan teman-teman di luar ruangan.

“Kami sering mengunjungi danau ini untuk santai sambil ngobrol. Tempatnya tenang dan jauh dari keramaian, jadi cocok banget buat ngobrol atau sekadar melepas penat,” kata Bunga.

Namun, Bunga juga tidak bisa menutup mata terhadap beberapa masalah yang ada di sekitar danau. Ia menyebutkan bahwa kebersihan di area danau menjadi perhatian utama yang perlu diperbaiki.

“Sayangnya, banyak sampah yang dibuang sembarangan di sekitar danau. Itu jadi masalah yang mengurangi kenyamanan pengunjung,” ujar Bunga.

Selain itu, Bunga menyampaikan harapannya agar para pengunjung dan pedagang menjaga kebersihan Danau KIIC. Ia berharap keindahan danau ini tetap terjaga dan bebas dari pencemaran.

“Kalau kebersihannya lebih terjaga, saya yakin banyak orang yang akan lebih nyaman datang ke sini. Tempat ini punya potensi besar untuk jadi destinasi wisata lokal,” kata Bunga.

Tidak hanya Bunga, pengunjung lain juga merasakan pengalaman yang sama. Beberapa dari mereka mengaku sering datang ke danau ini karena jaraknya yang dekat dan suasananya yang mendukung untuk melepas stres setelah seharian beraktivitas.

“Kalau kita gabut atau bosen di rumah, ya ke sini aja. Bisa ngobrol-ngobrol sambil menikmati udara segar,” kata Andini.

Meski demikian, perhatian terhadap kebersihan danau harus diperhatikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Kebersihan dan keberlanjutan alam menjadi isu penting yang harus mendapat perhatian serius.

Bunga dan teman-temannya sepakat bahwa Danau KIIC memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lokal yang menarik. Menurut mereka, potensi ini akan semakin optimal jika pengelolaannya diperhatikan dengan lebih baik.

“Kalau sedikit dirawat dan diperhatikan kebersihannya, tempat ini bisa jadi lebih ramai dan lebih banyak dikunjungi,Kami pasti akan balik lagi ke sini, terutama kalau mencari tempat untuk ngobrol atau hanya menikmati ketenangan,” kata Bunga.

Danau KIIC menunjukkan bahwa di balik kesibukan industri, Karawang masih menyimpan potensi alam yang belum tergali sepenuhnya. Jika dikelola dengan baik, tempat ini bisa menjadi destinasi wisata alam yang ramah bagi semua kalangan, termasuk wisatawan yang mencari tempat santai dengan nuansa yang tenang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com