Tag Archives: wisata kuliner

Wisata Kuliner Seafood yang Wajib Dicoba di Pulau Tidung



Jakarta

Saat pariwisata pulau berkembang, ada satu aspek yang juga ikut populer yaitu wisata kuliner. Sudah pasti tahu, andalannya pulau pasti seafood.

Jembatan Cinta, ikon dari Pulau Tidung, tenar di tahun 2009. Semenjak itu, banyak turis dan wisatawan yang datang ke sana untuk liburan.

Masripah (48) adalah pemilik kedai Warung Makan Weni. Mulai-mula ia berjualan di dekat Jembatan Cinta, bersamaan dengan pembukaan tempat ikonik itu, dan mendapat banyak pelanggan, hampir seluruhnya adalah wisatawan.


Namun persaingan membuatnya harus pindah ke area pemukiman. Mengalah bukan berarti kalah, kedai barunya tetap dicari oleh pelanggan lama.

“Ada yang datang ke sini sama operator travel, tapi kebanyakan mandiri, mereka mau makan ikan yang bisa pilih sendiri,” ucapnya.

Wisata kuliner seafood di Pulau TidungWisata kuliner seafood di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Tak cuma dari domestik, bule-bule pun lalu lalang masuk ke kedainya. Hal ini terbukti di Lebaran kemarin.

“Lebaran hari pertama dan kedua buka, rame banget. Tapi Lebaran ketiga tutup, saya ngawinin anak bungsu saya,” ungkapnya.

Awalnya Ibu Masripah tidak sadar dengan banyaknya pengunjung di luar kedainya. Ia sedang sibuk mempersiapkan pernikahan sang putri. Cucunya datang, memberi tahu bahwa ada belasan orang yang antre untuk pesan ikan bakar.

“Cucu saya bilang kalau ini nggak buka, tapi mereka nggak percaya,” katanya.

Ibu Masripah pemilik warung seafood di Pulau TidungIbu Masripah pemilik warung seafood di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Sang cucu akhirnya menghampiri neneknya, ia kemudian keluar dan memberi tahu bahwa kedai mereka akan tutup selama tiga hari. Wajah kecewa terpasang di wajah wisatawan.

Ibu Masripah berkata bahwa Sabtu-Minggu adalah hari yang ramai oleh wisatawan. Biasanya ia menyiapkan 20 kg ikan untuk dibakar. Kalau libur panjang, tiga kulkas berkapasitas 50 kg pun penuh sesak dengan berbagai jenis ikan, udang sampai cumi-cumi.

“Sekali datang rombongan bisa 50an duduk di sini. Kalau mau diantar ke homestay juga bisa,” katanya.

Langganan biasanya sudah tahu dengan fasilitas ini. Mereka tak segan untuk memesan ikan sampai 5kg untuk diantar ke penginapan. Malam terasa panjang, seringkali pesanan menumpuk sampai pukul 2 pagi.

Wisata kuliner seafood di Pulau TidungWisata kuliner seafood di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

“Langganan pasti ke sini, banyak ikan bakar lain tapi di sini bumbunya beda,” ungkap wanita berambut panjang itu.

Pendukung besar dari usahanya BRI. Sudah 6 tahun ini, Ibu Masripah menerima pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Ini sudah kali ketiganya.

“Pinjaman pertama Rp 50 juta, kemudian pinjaman kedua juga sama, pinjaman ketiga Rp 40 juta,” katanya.

Warung seafood ini menjadi tanda bahwa BRI setulus hati mengembangkan UMKM warga setempat. Meski laris manis, harga ikan bakar di sini masih standar sekitar Rp 120 ribuan per kilo. Ikannya segar dan bumbunya medok tiada dua.

Wisata kuliner seafood di Pulau TidungWisata kuliner seafood di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Dibantu oleh 3 karyawan dan keluarga, Ibu Masripah terus berupaya untuk memajukan usahanya. Apalagi di tengah gempuran mahalnya sewa tanah usaha, sekitar Rp 12 juta per tahun. Modal usaha yang ia dapat dari BRI benar-benar mempermudah jalannya.

“Berterima kasih sama BRI, karena bisa dapat suntikan dana buat modal usaha,” pungkasnya.

Panca Haryono(39) SPV Unit Kencana Pluit yang membawahi nasabah di Kepulauan Seribu sadar betul bahwa Pulau Tidung hidup dari pariwisata. Tak perlu jauh-jauh ke daratan, kini mantri BRI bisa datang langsung ke pulau-pulau untuk memberikan modal usaha pada UMKM yang membutuhkan lewat Teras BRI Kapal.

“Orang-orang pulau sangat terbantu dengan ini. BRI lebih mengembangkan nasabah yang memiliki warung dan potensi wisata,” tutupnya.

Wisata kuliner seafood di Pulau TidungWisata kuliner seafood di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Dari Jauh Seperti Vihara, tapi Ternyata Kuliner Legendaris Rumah Merah



Jakarta

Sebuah bangunan di Tanah Abang menyita perhatian. Dari jauh sekilas seperti vihara, tapi ternyata itu adalah wisata kuliner legendaris si Rumah Merah.

Terletak tepat di samping kompleks Pasar Tanah Abang Blok A, traveler akan menemukan sebuah bangunan bergaya Tionghoa yang menyerupai vihara, padahal bukan.

Dikenal dengan sebutan Rumah Merah, bangunan ini ternyata adalah sebuah kafe dan restoran bernama Kapitan Lim. Bangunan kafe itu memang terlihat dari luar memiliki kombinasi warna merah dan putih yang mencolok.


Dengan pagar pintu berwarna merah yang menyerupai ciri khas vihara, kafe ini lengkap dengan hiasan lampion-lampion yang menggantung di sekelilingnya, menciptakan suasana yang memikat dan kental dengan nuansa Tionghoa.

Penamaan kafe ‘Kapitan Lim’ diambil dari nama Kapitan Tionghoa di Batavia, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Batavia yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang pengusaha gula sukses di wilayah Batavia pada masanya. Berdasarkan arsip sejarah ada dua kapitan bermarga Lim, yaitu Lim Lak Tjo dan Lim Kin Kwa.

“Kalau yang saya tahu, dari kapitan Lim, Kapitan Lim ini bukan owner, tapi nama sejarah orang Tionghoa,” kata Ria penanggung jawab resto tersebut kepada detikTravel.

Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Kapitan Lim kafe dan resto menawarkan pengalaman yang berbeda dengan interior dan bangunan yang unik. Suasananya membawa pengunjung seakan tertransportasi ke zaman dahulu.

Saat berada di dalam kafe, traveler akan merasakan suasana yang dihadirkan selaras dengan ciri khas Tionghoa, dari bangunan maupun ornamen penghiasnya.

Tidak seperti kafe-kafe di Jakarta yang mengusung konsep gaya minimalis, di Kapitan Lim tetap dijaga tradisi dan keaslian konsep arsitektur Tionghoa yang kental, sehingga menciptakan kombinasi yang harmonis antara modernitas dan warisan budaya yang kaya.

“Karena keunikannya terus konsepnya lebih mengarah ke zaman dahulu jadi membuat orang tuh berada di tahun sekarang” ujar Ria.

Rata-rata pengunjung kafe dan resto Kapitan Lim ini terdiri dari berbagai kalangan. Banyak dari mereka adalah orang-orang yang datang setelah berbelanja di Tanah Abang, serta pengunjung yang mengadakan meeting atau event-event keluarga.

“Kebanyakan sih kita event-event keluarga, meeting, dan orang-orang setelah habis berbelanja,” Ria menjelaskan.

Kafe Kapitan Lim di Tanah AbangKafe Kapitan Lim di Tanah Abang Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Bangunan Kapitan Lim terbilang sangat luas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama dapat menampung hingga 70 pengunjung dengan suasana yang hangat dan nyaman, dihiasi oleh lampu-lampu dari rotan memberikan pencahayaan lembut. Sementara bangku-bangku kayu menambahkan kesan vintage yang menawan, diimbangi dengan piring dan guci keramik yang dipajang indah dan poster pop art yang menghiasi dinding.

Sedangkan lantai kedua tidak kalah memanjakan mata pengunjung dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari seratus orang, terdapat smoking area, memberikan pengalaman yang lebih luas dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersantai dan menikmati hidangan di kafe ini.

Menu yang ditawarkan di Kapitan Lim cukup beragam, mencakup berbagi hidangan Chinese food hingga masakan peranakan. Salah satunya Lontong Tjap Gomeh hingga Kapitan Chicken Rice.

Kapitan Chicken Rice disajikan dengan kuah kaldu gurih dalam wadah yang terpisah. Isianya terdiri dari nasi hainan yang kaya rempah, dipadukan dengan ayam yang empuk dan gurih, serta disertai dengan pakcoy rebus dan selada, menciptakan perpaduan rasa yang sempurna dan memanjakan lidah setiap pengunjung yang mencobanya.

Salah satu menu lain yang jadi favorit di Kapitan Lim adalah racikan kopi Kapitan seharga Rp 22.000. Traveler dapat memesan varian kopi itu dalam bentuk dingin atau hangat. Uniknya, kopi Kapitan disajikan dalam cangkir berwarna putih yang bergambar ayam jago, memberikan sentuhan estetika yang menarik.

Sementara aroma kopinya yang sangat harum dan rasanya yang seimbang menciptakan perpaduan yang pas, menjadikan pengalaman ngopi Anda di sini tak terlupakan.

Soal kehalalan jangan khawatir, di sini traveler dapat menikmati berbagai hidangan yang dijamin halal, sehingga kalian bisa makan dengan tenang dan aman tanpa perlu meragukan kehalalan makanan yang disajikan.

Kafe dan Resto Kapitan Lim beralamat di Jl H. Fachrudin No 82A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kapitan Lim buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga jam 16.00 WIB.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

6 Tempat Kuliner yang Ramah Keluarga di Tangsel


Jakarta

Tangerang Selatan, atau Tangsel menggabungkan nuansa kehidupan urban modern dan keasrian alam, menawarkan beragam tempat wisata populer yang ramah kantong. Bagi mereka yang berlibur, terdapat banyak opsi tempat wisata dengan fasilitas menarik.

Tangsel menyuguhkan restoran-restoran bertema kekinian yang ideal untuk pertemuan dan bersantap bersama keluarga. Tempat-tempat kuliner yang ramah keluarga di Tangsel bisa menjadi pilihan menarik untuk momen berharga bersama keluarga.

Daftar Tempat Kuliner Ramah Keluarga di Tangerang Selatan

Berikut ini beberapa pilihan tempat kuliner ramah keluarga yang berada di Tangerang Selatan, Banten.


1. Lubana Sengkol

Lubana Sengkol, yang pertama kali beroperasi sebagai lokasi pemancingan, kini telah mengalami perkembangan menjadi sebuah restoran yang menyediakan fasilitas outbond dan beragam wahana untuk keluarga.

Dengan menawarkan berbagai hidangan olahan ikan air tawar, seafood, pecak, dan minuman, Lubana Sengkol memberikan pengalaman bersantap yang menarik dengan suasana outdoor.

Lubana Sengkol berlokasi di Jalan Lingkar Selatan No.Km 1, RW.5, Muncul, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten

2. Gubug Berkah Resto

Gubug Berkah Resto memiliki fasilitas bermain yang luas, termasuk ayunan dan becak yang bisa digunakan. Dengan tema saung dan hidangan khas Sunda, daya tarik utama tempat ini adalah replika Tugu mini yang memberikan nuansa nostalgis Yogyakarta.

Gubug Berkah Resto, berlokasi di Jalan Ciater Barat No.54, di depan Taman Kota 2 (Jaletreng River Park) Tangerang Selatan, Banten, dan beroperasi dari pukul 10.00 hingga 23.00.

3. Gubug Makan Mang Engking

Gubug Makan Mang Engking menawarkan pengalaman istimewa dengan kesempatan berinteraksi dengan ikan kolam sambil menikmati hidangan khas Sunda, terutama udang bakar madu yang menjadi menu favorit.

Gubug Makan Mang Engking memberikan pengalaman kuliner dengan suasana pedesaan yang menciptakan daya tarik tersendiri untuk dinikmati bersama keluarga.

Lokasinya terletak di The Breeze Unit L No. 67A, Jl. BSD Grand Boulevard No.67C, Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang, Banten 15345.

4. Warung Tuman

Warung Tuman memberikan pengalaman makan di luar ruangan yang terhubung dengan alam, disajikan dalam suasana yang rindang dengan rumpun bambu.

Pengunjung dapat memilih tempat duduk, baik di meja terbuka maupun di saung-saung, sambil menikmati menu-menu favorit yang mencakup hidangan tradisional khas Minang dan Jawa.

Warung Tuman berlokasi di Jalan Ciater Tengah, RT.4/RW.07, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

5. Soto Bu Tjondro

Soto Bu Tjondro menyajikan pengalaman makan soto dengan harga yang terjangkau. Harga soto yang terjangkau, dimulai dari Rp 7.000 per porsi, menjadikannya pilihan ekonomis untuk menikmati hidangan soto bersama keluarga.

Suasana tempat ini mengingatkan pada atmosfer kantin sekolah, di mana terdapat meja panjang yang disusun rapi. Lokasi Soto Bu Tjondro berada di Ruko Alam Sutera, Jalan Jalur Sutera Kav. 29D No.20, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

6. Kayu-Kayu Restaurant

Kayu-Kayu Restaurant di Tangerang adalah sebuah rumah makan dengan konsep dan desain interior yang penuh dengan unsur kayu sehingga menciptakan suasana estetik tetapi cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Pengunjung dapat menikmati beragam hidangan Indonesia, termasuk nasi goreng, mie goreng, dan iga bakar di tempat ini.

Kayu-Kayu Restaurant terletak di Jalan Jalur Sutera No.28A, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Itulah tadi beberapa pilihan tempat kuliner yang ramah keluarga di Tangerang Selatan. Selamat berlibur!

(inf/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Margot Riverside, Restoran Instagramable di Tepi Sungai Ayung


Jakarta

Restoran ini tidak hanya menyuguhkan makanan enak, tetapi paket komplet nuansa masa lalu, pemandangan indah Sungai Ayung, dan pepohonan yang rindang. Margot Riverside namanya.

Sesuai dengan namanya, Margot Riverside adalah sebuah restoran dengan bangunan berkonsep tempo dulu dan terletak di tepi Sungai Ayung, lengkap dengan pemandangan yang indah dan asri.

Yanto Soedjianto, pemilik Margot Riverside, menjelaskan restoran itu dibangun sekitar tahun 2017. Peresmian Margot Riverside dilakukan lima tahun kemudian, pada akhir tahun 2022.

Karena berlokasi di alam, Margot Riverside berkonsep semi outdoor agar pengunjung tetap bisa menikmati keasrian Sungai Ayung.

“Di sini konsep yang mau diangkat adalah suasana yang alami dan pemandangan yang indah, terlebih kita ada di pusat kota. Jadi sensasi alam seperti ini sulit didapatkan,” kata Yanto.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Margot Riverside memiliki kapasitas 60 pax dan pet friendly, jadi cocok untuk traveler yang ingin membawa hewan peliharan. Tak hanya bersantap, traveler bisa mencoba menjelajah pinggiran Sungai Ayung.

Yanto mengatakan banyak pengunjung yang membawa makanan yang dipesan ke area bawah dan seolah berpiknik di tepi Sungai Ayung.


“Banyak tamu yang turun ke bawah untuk selfie dan berfoto. Bahkan ada yang pesan makanan dan dibawa ke bawah, ala-ala piknik di pinggir sungai” ujarnya.

Spot favorit pengunjung untuk berfoto adalah di deck. Dari spot ini traveler bisa bersantap sambil menyaksikan keindahan Sungai Ayung dan berfoto dengan latar belakang yang indah. Sayangnya, spot deck ini hanya memiliki empat meja dengan kapasitas sekitar 10 orang.

“Spot favorit pastinya di deck, karena dekat dengan sungai. Kadang pengunjung sampai rebutan di deck. Suasananya bagus terutama di sore hari,” katanya.

Aktivitas Menarik di Margot Riverside

Kurang afdol rasanya jika traveler berkunjung ke Margot Riverside namun tak menjelajahi setiap sudut estetik di sini. Yanto menyebut terdapat beberapa aktivitas menarik yang sering dilakukan oleh pengunjung di Margot Riverside.

Aktivitas yang utama dan favorit pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang sungai dan pepohonan yang asri.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Banyak pengunjung yang selfie di sana sini. Terutama di bawah karena pemandangannya bagus, ada rumput hijau juga. Apalagi dapat spot di deck, itu favorit untuk foto,” ujarnya.

Tak jarang ada pengunjung yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja sambil bersantap dan menikmati pemandangan sungai di Margot Riverside. Anak muda juga sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di sini.

Bagi traveler yang tinggal atau sedang berlibur di Denpasar, tapi ingin bersantap dengan konsep alam, Margot Riverside adalah pilihan yang sip. Di sini traveler bisa menemukan berbagai pilihan menu khas nusantara.

“Kita di sini ada menu Indonesia, yang rasanya autentik khas Indonesia. Kita bisa buat menu apa saja kalau ada yang request,” jelasnya.

Restoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai AyungRestoran di Denpasar, Margot Riverside, dengan view Sungai Ayung (Ni Made Nami Krisnayanti)

Menu makanan di Margot Riverside terdiri dari banyak pilihan, mulai dari Starters, Indonesian Authentic Heritage, Pasta, Western Cuisine, dan Dessert. Yanto menyebut menu Ikan Bakar Jantung Pisang dan Pindang Serani menjadi menu andalan dari Margot Riverside yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, Margot Riverside menawarkan berbagai jenis menu, seperti juice, coffee, latte, frappe, mocktail, tea, dan lain-lain.

Untuk mencicipi menu dari Margot Riverside tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 10 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Margot Riverside

Margot Riverside memiliki lokasi yang strategis, dengan dengan pusat Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya beralamat di Jalan Padang Galak No.3, Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali

Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 9 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

Margot Riverside buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 22.00 WITA. Setiap harinya Margot Riverside bisa kedatangan sekitar 100 pengunjung. Bahkan restoran ini sering digunakan untuk foto yearbook dengan minimum spend Rp 75 ribu. Waktu favorit pengunjung adalah weekend mulai pukul 16.00 WITA.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke Margot Riverside dan takut kehabisan spot di deck, traveler bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @margot_riverside_restaurant. Karena menjadi spot favorit, Margot Riverside sedang melakukan pengembangan deck, dan direncanakan rampung dalam sebulan ke depan.

Mau bersantap santai dengan pemandangan sungai yang asri? Traveler tak perlu jauh-jauh, karena Margot Riverside sudah hadir di tengah Kota Denpasar. Sip banget untuk nongkrong atau work form restaurant.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kulineran Malam di Pasar Lama Tangerang, Ada Apa Saja?


Jakarta

Pasar Lama Tangerang merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang selalu ramai dikunjungi. Tak hanya warga Tangerang, banyak juga masyarakat Jakarta yang datang ke sini karena penasaran ingin mencicipi berbagai makanan.

Di sini, terdapat berbagai kuliner mulai dari camilan, makanan berat, hingga minuman manis yang viral. Sekilas, kawasan Pasar Lama Tangerang mirip seperti street food Bangkok di Thailand.

Memangnya, ada jajanan apa saja sih di sana sampai bisa viral dan ramai dikunjungi? Biar nggak penasaran, simak ulasannya dalam artikel ini.


Aneka Jajanan di Pasar Lama Tangerang

Kalau detikers ingin ke Pasar Lama Tangerang, sebaiknya datang sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Sebab, makin malam kawasan kuliner tersebut lebih-lebih dipadati pengunjung.

Apalagi jika detikers memang berniat untuk mencicipi banyak kuliner lezat di Pasar Lama Tangerang, kalau datang sudah terlalu malam bisa jadi kehabisan. Rugi dong sudah datang jauh-jauh?

Kuliner Pasar Lama TangerangKuliner Pasar Lama Tangerang. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Adapun sejumlah jajanan yang viral di Pasar Lama Tangerang, mulai dari japanese fluffy pancake, korean fish cake, takoyaki jumbo, leker raksasa, telur gulung, potato twist, hingga cake slice.

Kalau masih lapar, ada sejumlah pedagang yang menjual berbagai makanan berat, seperti sate ayam jepang (dakkochi), toge goreng, bubur ayam, hingga steak ayam. Kalau haus, ada juga penjual minuman seperti es jeruk, es teh manis, dan thai tea yang menyegarkan.

Untuk harga jajanan di Pasar Lama Tangerang cukup terjangkau, mulai dari Rp 5.000 saja. Sedangkan harga makanan beratnya mulai dari Rp 15.000, lalu untuk minuman segar mulai dari Rp 10.000.

Disarankan menyiapkan uang tunai (cash) minimal Rp 100.000 jika detikers ingin mencoba banyak jajanan. Namun, ada sejumlah tenant yang juga menyediakan metode pembayaran QRIS. Kalau kehabisan uang tunai, jangan khawatir karena di sekitar Pasar Lama Tangerang terdapat ATM.

Tips Jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang

Sebelum berangkat ke Pasar Lama Tangerang, ada sejumlah tips yang perlu detikers ketahui nih.

Berikut tips jalan-jalan ke Pasar Lama Tangerang dari detikTravel:

  1. Siapkan uang tunai minimal Rp 100.000 untuk membeli berbagai jajanan.
  2. Datang sejak sore hari sekitar pukul 17.00 WIB agar bisa mencoba berbagai kuliner tanpa antre panjang.
  3. Apabila datang saat akhir pekan atau libur panjang, siap-siap pengunjung yang datang membludak. Jadi, usahakan datang lebih awal lagi.
  4. Gunakan pakaian yang nyaman agar tidak merasa gerah dan panas.
  5. Hati-hati dengan barang bawaan berharga mulai dari HP, dompet, hingga kunci kendaraan.
  6. Disarankan untuk datang ke Pasar Lama Tangerang dengan KRL, karena jaraknya sangat dekat dari Stasiun Tangerang.
  7. Biar nggak cepat kenyang, kamu bisa mengajak teman atau pasangan ke Pasar Lama Tangerang, agar masing-masing bisa membeli makanannya sendiri lalu dibagi (sharing) dengan yang lain.

Akses menuju ke Pasar Lama Tangerang sangat mudah kok. Apabila kamu berangkat menggunakan KRL Commuter Line, turun di Stasiun Tangerang dan lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 650 meter (5-10 menit).

Selain itu, kamu juga bisa datang dengan mengendarai mobil ataupun sepeda motor. Tapi, ketika sudah lewat pukul 19.00 WIB biasanya tempat parkir sudah penuh. Alhasil, kamu harus mencari tempat parkir yang agak jauh.

Itu dia ulasan mengenai kawasan Pasar Lama Tangerang yang sekarang menjadi surga kuliner. Apakah travelers sudah pernah berkunjung ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Disebut Pernah Jadi Rumah Singgah Bung Karno, Kini Jadi Resto Sunda



Jakarta

Tak jauh dari Vila Riung Gunung yang menjadi rumah peristirahatan Presiden RI pertama Sukarno (Bung Karno), di Jalan Raya Puncak – Bogor ada rumah mungil yang disebut-sebut biasa menjadi persinggahan sang Presiden.

Lokasinya persis di seberang Monumen RE Martadinata dan Masjid Atta’awun. Hanya saja sejak Juni 2020, rumah itu disewakan menjadi kafe dan restoran yang cukup eksotis. Secret Garden, namanya.

“Pemilik restoran ini Pak Hari Taufik Muklis yang juga membuka restoran Secret Garden sebagai pemilik Secret Garden di Cianjur,” Manajer Operasional Secret Garden Indra Rusmana, Kamis (8/2/2024).


Restoran ini, dia melanjutkan, beroperasi mulai pukul 11.00 hingga pukul 02.00 dini hari. Sebelumnya, bangunan yang disebut-sebut sebagai rumah singgah Bung Karno itu juga disewakan menjadi restoran Secret Forest, dan Kafe Puncak. Tapi keduanya tutup begitu ada pandemi Covid-19.

Secret Garden mengusung konsep bohemian ala Eropa Tengah. Sejumlah tanaman hias di dalam pot-pot kecil bisa ditemukan mulai dari teras depan, di setiap sudut ruangan dalam, hingga halaman belakang. Perlengkapan furniture dan ornamen yang menghiasinya serba jadul.

Bangunan induk yang berdiri sejak 1934 dengan material utama dari papan sebetulnya tak terlalu besar. Namun halaman depan untuk parkir bisa menampung hingga 10 kendaraan roda empat dan belasan roda dua.

interior restoran secret gardenInterior restoran secret garden (Foto: Sudrajat/detikcom)

Di halaman belakang ada beberapa gazebo dan lapangan cukup luas untuk anak-anak bermain.

Bila cuaca cerah atau sedikit berkabut, gazebo-gazebo di halaman belakang inilah yang menjadi incaran para pengunjung. Tak cuma bisa menikmati sejuknya kabut sambil menyeruput cappuccino, bandrek, atau teh kental di antara hijaunya pepohonan yang rimbun. Berlama-lama menatap megahnya Gunung Salak atau para atlet gantole yang melayang-layang bak burung raksasa tengah mencari mangsa.

Bagaimana dengan menu yang ditawarkan? Nah, ini dia. Meski berada di tataran Bumi Parahyangan, tepatnya di Jalan Raya Puncak Gadog Km 90, No 17, menu yang ditawarkan tak cuma makanan Sunda tapi juga Jepang.

“Sejak mulai dibuka pada Juni 2020 kami menyiapkan sekitar 50 menu Sunda dan Jepang. Ada nasi liwet, timbel, tutug oncom, dan ramen. Kalau untuk minuman selain teh dan aneka kopi kami punya bandrek, bajigur, dan lainnya,” kata Indra Rusmana.

Kami memesan paket nasi liwet untuk dua orang seharga Rp 96 ribu. Lauknya ayam bakar, tahu dan tempe, serta sambel dan lalapan (kol, timun, daun selada dan pokpohan. Untuk minumnya, kami memesan teh dan jeruk.

Perjalanan dua jam dari Depok yang diwarnai kemacetan sejak Tajur hingga Gadog membuat kami lelah dan lapar sangat. Seperti orang kalap kami menyantap tandas semua hidangan dengan cepat.

paket nasi liwet di restoran Secret Garden PuncakPaket nasi liwet di restoran Secret Garden Puncak (Foto: Sudrajat/detikcom)

Si Sulung sempat celingak-celinguk dan cengar-cengir tanda masih lapar. Maklum porsi nasi liwetnya tergolong pas-pasan untuk ukuran kami.

Sebagai penyuka pedas, si Sulung juga mengeluhkan sambelnya yang dirasa kurang menyengat. “Iya, tapi aku mau cobain Ramennya,” kata dia saat saya menawarkan untuk menambah pesanan untuk menambal rasa laparnya.

Selepas makan berat, kami berkeliling halaman belakang sambil menyeruput kopi aren dan bandrek. Dari situlah kami perhatikan ternyata restoran ini punya dua bangunan utama yang terhubung oleh pintu yang dibiarkan terbuka.

Kusen jendela dan pintunya bercat merah. Ruang tamu dilengkapi dengan dua set sofa tua. Aneka suvenir berupa boneka hingga keramik anjing dan gajah terpajang di rak.

Saya pribadi lebih tertarik dengan beberapa foto Presiden RI pertama, Ir Sukarno alias Bung Karno. Salah satunya menampilkan si Bung bersama isteri keduanya, Hartini, serta beberapa sahabat seperjuangannya seperti Mr M. Yamin dan Mr Soepomo.

Di dinding yang lain terpajang bingkai foto artis film era 1970-an hingga akhir 1990-an Dana Christina dan suaminya, Hadi Sutoyo (alm).

Menurut Indra Rusmana, bangunan kedua tersebut awalnya selalu terkunci. Para pegawai Secret Garden pun tak bisa memasukinya. Namun sejak pertengahan 2023, pemiliknya Dana Christina mengizinkan untuk dimasuki para pengunjung restoran.

Soal koleksi foto-foto Bung Karno yang terpajang, ia melanjutkan, tak lepas dari hubungan antara pemilik bangunan sebelum Dana Christina dengan sang Proklamator.

Merujuk cerita yang didengarnya dari anggota keluarga Dana dan Hadi, Bung Karno dan Bu Hartini pernah beberapa kali singgah ke rumah tersebut sebelum beristirahat di Vila Riung Gunung yang berjarak tak sampai 1 km.

(jat/msl)



Sumber : travel.detik.com

Ada Wisata Kuliner Seafood Baru di Tangsel, Harganya Kaki Lima



Tangerang Selatan

Di Tangerang Selatan, ada wisata kuliner seafood yang baru dibuka. Harganya diklaim kaki lima, dengan kualitas bintang lima.

Seafood Bakaran itulah nama tempat wisata kuliner yang didirikan duo TikToker, Aidan Mirza dan Ivan Laf. Seafood Bakaran yang resmi dibuka Sabtu (9/3) itu berlokasi di Jalan Ciputat, Jombang Nomor 102, Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

Sejumlah content creator TikTok yang tergabung dalam LLTTFOC, mulai dari Benjamin Master Adhisurya (Iben MA) dan Michael Simanjuntak (Mike) pun hadir dalam acara grand opening Seafood Bakaran tersebut.


“Seafood Bakaran dimulai dari pandangan orang yang beranggapan untuk makan di restoran seafood yang higienis dan enak perlu merogoh kocek yang tidak sedikit,” ucap Aidan Mirza pada saat acara grand opening, Sabtu (9/3/2024).

“Berangkat dari masalah tersebut, kami ingin membuktikan makan seafood dengan harga terjangkau, namun tetap higienis dan nyaman. Di Seafood Bakaran terjamin kebersihannya, rasanya, kualitas makanannya, dan tempat makan yang luas untuk konsumen berkumpul bersama keluarga,” lanjutnya.

Seafood BakaranSeafood Bakaran Foto: (dok. Istimewa)

Memiliki tagline, The Real Seafood Bintang Lima Harganya Kaki Lima, Seafood Bakaran menyajikan makanan hidangan laut berkualitas terbaik, tetapi dengan harga yang terjangkau. Resto ini juga memiliki bumbu khas yang tak dimiliki tempat jajanan seafood lainnya, yakni bumbu Khas Bakaran dan Bumbu Jimbaran.

“Seafood Bakaran menawarkan aneka makanan laut seperti udang, kepiting, hingga berbagai jenis kerang. Tidak hanya makanan laut, kami juga memiliki menu lain untuk masyarakat yang tidak dapat menikmati hidangan laut kami karna alasan kesehatan,” imbuh Ivan Laf.

“Di sini kami juga menyediakan hidangan non-seafood seperti ayam, bebek, nasi goreng, dan mie goreng. Harga yang ditawarkan Seafood Bakaran relatif murah dan bervariasi mulai dari Rp 12 ribu,” sambung pria yang memiliki 11,5 juta followers di Tik Tok tersebut.

Beragam penawaran spesial diberikan saat pembukaan Seafood Bakaran, mulai dari makan gratis untuk 100 pengunjung pertama hingga doorprize sepeda motor.

Seafood BakaranAidan Mirza dan Ivan Laf di Seafood Bakaran Foto: (dok. Istimewa)

Setelah membuka outlet pertama di Bintaro, Seafood Bakaran berencana untuk melebarkan sayapnya. Dalam waktu dekat bakal dibuka empat cabang baru Seafood Bakaran, dan ditargetkan mencapai 20 resto pada tahun ini.

“Target utama yang ingin kami capai adalah memberi pelayanan dan kepuasan terbaik untuk seluruh masyarakat indonesia. Untuk cabang baru Seafood Bakaran, sudah kami persiapkan empat resto yang akan dibuka pada tahun ini,” kata Aidan.

“Ke depan kami targetkan akan membuka 20 outlet lagi pada tahun ini. Kami butuh dukungan masyarakat agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati seafood berkualitas dengan harga terjangkau,” harap TikToker yang identik dengan konten ngeprank tersebut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Namanya Yutuk, Kuliner Unik dari Pantai Karangbolong



Kebumen

Jika bicara tentang kuliner Kebumen, kalian harus cobain Yutuk. Kuliner ini adalah sejenis undur-undur laut yang rasanya gurih enak. Sudah pernah coba?

Kebumen tak akan lepas dari keindahan alam Pantai Selatan. Hal ini dikarenakan letak geografis kabupaten Kebumen yang berada di ujung selatan pulau Jawa membuatnya memiliki banyak pantai eksotis dengan segudang potensi.

Di samping potensi alam itu, Kebumen juga memiliki kuliner unik yang wajib Anda coba saat mengunjunginya. Undur-undur laut atau biasa disebut yutuk oleh warga sekitar merupakan sebangsa crustacea layaknya kepiting, udang, dan lobster.


Tidak heran, jika rasa dari undur-undur laut ini gurih mirip dengan hewan-hewan tersebut. Hewan ini memangsa plankton dan detritus yang terbawa air dengan menggunakan antena berbentuk V di bagian depan kepalanya.

Meskipun berukuran tak terlalu besar, hewan ini memiliki kandungan gizi tinggi protein, lemak, zat besi, dan zat kitin yang dapat menurunkan kolesterol serta menjaga metabolisme tubuh.

Kuliner Yutuk dari KebumenKuliner Yutuk dari Kebumen Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Anda akan dengan mudah menemukan olahan undur-undur laut di Kebumen, karena hampir semua pedagang di sekitar pantai menjualnya. Salah satunya di Pantai Karangbolong, yang terletak di Puring, kabupaten Kebumen.

Pantai ini memiliki gua karang unik yang biasa digunakan sebagai tempat upacara adat Ngunduh Sarang Lawet sebagai rasa syukur dan permohonan keselamatan untuk para pengunduh sarang burung walet kepada penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

Tak lengkap rasanya jika datang ke sini tanpa mencoba yutuk. Ada dua jenis olahan yutuk yang paling sering ditemukan di sini yaitu peyek yutuk dan yutuk crispy.

Menurut seorang warga lokal, sekaligus pemilik warung yang menjual yutuk, ada beragam reaksi wisatawan ketika mencoba yutuk untuk pertama kalinya.

“Reaksinya ya ada yang baik ada yang kurang baik mungkin karena rasanya unik dan bentuknya yang menggelikan bagi beberapa orang, tapi ada juga yang suka banget,” tutur Linda sebagai generasi ketiga penjual yutuk di keluarganya.

Yutuk dijual dengan harga Rp 10,000 per ons. Dalam sehari ia dapat menjual hingga 10kg per hari bahkan 20kg di hari Minggu.

Selain yutuk, di sini Anda juga bisa mencoba seafood lainnya seperti baby crab, udang, dan ikan laut. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

4 Rekomendasi Kuliner Legendaris Saat Jalan-Jalan di Pasar Baru



Jakarta

Tak hanya sebagai lokasi berbelanja pakaian dan kain, jika berkunjung ke Pasar Baru jangan sampai melewatkan kuliner legendarisnya. Apa saja ya?

Sebagai salah satu pasar tua di Jakarta, berbagai kuliner mulai dari makanan berat, cemilan, hingga dessert ada di Pasar Baru dengan cita rasa khas dan suasana vintage yang masih terasa.

Berikut detikTravel rangkum empat kuliner legendaris di Pasar Baru,

1. Bakmi Gang Kelinci (GK)

Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru di Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Meskipun lokasinya berada di dalam gang, Bakmi ini selalu ramai dikunjungi pembeli.


Sudah berdiri sejak tahun 1957, konsep resto jadul masih dipertahankan Bakmi GK hingga saat ini. Meskipun telah membuka banyak cabang, Bakmi GK Pasar Baru merupakan lokasi pertama penjualannya.

Harga per porsi bakmi mulai dari Rp 18 ribu saja. Kali ini detikTravel berkesempatan mencoba Bakmi Spesial AK yang merupakan menu andalan Bakmi GK.

Disajikan semangkuk mi pipih dengan tekstur yang kenyal, gurih, dan khas karena dibuat sendiri. Lengkap dengan topping jamur, ayam asin, ayam manis, sayur, serta kuah gurih terpisah.

Selain bakmi tersedia juga berbagai menu makanan berat lainnya seperti capcay, ayam goreng mentega, chicken steak, hingga gurame saus padang.

Bakmi GK buka setiap hari pukul 09.00 – 20.00 WIB. Lokasinya berada di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

2. Bakmi Aboen

Bakmi A Boen Pasar BaruBakmi A Boen Pasar Baru (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Berada tak jauh dari kuliner sebelumnya, tepat di samping Bakmi GK terdapat gang kecil tempat Bakmi Aboen berjualan. Nama Aboen berasal dari nama pemilik kedai.

Kedai mie gaya China ini selalu dipenuhi pembeli setiap harinya, meskipun lokasinya di ujung gang. Namun tak perlu khawatir menunggu lama karena pelayanan di Bakmi Aboen terhitung cepat dengan ruang makan yang nyaman dilengkapi AC.

Menu andalannya adalah bakmi non halal, yakni bakmi campur babi char siu dan babi goreng, dengan daging ayam cincang, bakso sapi. Meskipun memiliki menu andalan non halal tersedia juga berbagai menu lainnya yang tidak menggunakan campuran komponen non halal.

Menu Locupan Bakmi Aboen yang terkenal lezat juga jangan sampai terlewat dicoba jika berkunjung ke sini. Selain bakmi tersedia juga berbagai menu chinese food lainnya yang menggugah selera.

Harga seporsi bakmi di sini mulai dari Rp 50 ribu saja dengan sajian topping yang melimpah. Bakmi Aboen buka setiap hari pukul 07.00 – 20.00 WIB.

3. Cakwe Ko Atek

Cakwe Ko Atek, Pasar BaruCakwe Ko Atek, Pasar Baru (Natasha kayla Ananta/detikcom)

Setelah kenyang menyantap bakmi, traveler bisa coba cemilan satu ini. Masih berada satu gang dengan Bakmi Aboen, ada toko cakwe legendaris yang sudah berdiri sejak 1971. Kelezatan Cakwe Ko Atek berhasil membuatnya masuk ke dalam jajaran ’10 Most Wanted Food In Jakarta’.

Sesampainya di sana traveler akan bertemu langsung dengan Ko Atek. Ko Atek merupakan generasi kedua dari ayahnya, Sutikno yang lebih dulu berjualan cakwe dan kue bantal.

Hingga saat ini Ko Atek masih terjun langsung dalam membuat adonan hingga menjual cakwe di Pasar Baru. Hal ini dilakukannya untuk terus mempertahankan kelezatan cakwe buatannya.

“Iya buat adonan masih sendiri juga. Kalau makanan itu susah, beda pembuat pasti rasanya berubah,” Kata Ko Atek saat ditemui detikTravel Kamis (16/5/24).

Hanya dengan Rp 6 ribu per biji traveler sudah bisa menikmati cakwe yang mekar sempurna, gurih, garing, dan lembut pada bagian dalamnya. Saus cakwenya pun unik dengan rasa pedas manis asam yang kuat.

Meskipun sudah berdagang selama 53 tahun, Ko Atek tetap mempertahankan kesederhanaannya berjualan di gang dan kios kecil. Hal tersebut dilakukannya karena ia sudah merasa nyaman berjualan di lokasi tersebut.

“Enak begini kan di gang, nggak ganggu orang lain, tenang,” kata Koh Atek.

Cakwe Ko Atek buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 09.00-16.00 atau sampai habis. Jika beruntung, traveler bisa melihat langsung proses Ko Atek membuat cakwe hingga menggorengnya di sana.

4. Restoran Tropic

Restoran Tropic di Pasar BaruRestoran Tropic di Pasar Baru (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Perlu kejelian mata yang ekstra untuk menemukan resto es krim yang sudah berdiri sejak tahun 1950-an ini. Menu andalannya adalah Three Fruity dan Banana Splits.

Menurut salah satu penjaga toko, es krim yang dijual di Restoran Tropic dibuat sendiri atau home made dengan resep turun temurun. Itulah sebabnya es krim di sini akan selalu menciptakan cita rasa yang khas dan lembut.

“Iya, semua es krim kita bikin sendiri,” katanya.

Nama ‘Tropic’ diambil dari kata Tropis yang mencerminkan iklim di Indonesia yang cenderung panas. Sehingga Tropic Ice Cream hadir untuk melegakan tenggorokan di kala cuaca panas.

Terdapat banyak lukisan di dinding resto, lukisan itu kini sudah tidak ada namun nuansa tempo dulu sengaja dibiarkan begitu saja di resto ini.

Menjadi toko es krim tertua kedua di Indonesia, tak menghalangi Restoran Tropic untuk terus berinovasi. Hal ini terlihat dari pilihan rasa es krim yang mulai menyajikan rasa kekinian seperti rasa green tea dan tiramisu. Es krim di Restoran Tropic dibanderol mulai dari harga Rp 25 ribu saja.

detikTravel berkesempatan untuk mencoba es krim Three Fruity yang terdiri dari 4 rasa eskrim buah dilengkapi dengan potongan buah koktail, sirup, dan wafer. Rasanya unik dengan sedikit rasa asam yang menyegarkan. Setiap pembelian es krim juga akan mendapatkan segelas air mineral gratis untuk menetralkan mulut.

Mulanya resto ini hanya menjual es krim saja, namun seiring berjalannya waktu menunya bertambah. Traveler juga bisa mencoba menu makanan lainnya yang ada di sana seperti pangsit goreng, bakso, soto, laksa ayam, hingga opor ayam.

Resto ini berada tepat di depan toko Dunia Moda tekstil dan di samping Bombay Tekstil. Buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan ke SCBD Park, Ada Restoran Hotpot sampai Supermarket ala Korea


Jakarta

SCBD Park merupakan kawasan untuk menikmati Food & Beverage (FnB), hiburan, dan rekreasi di Jakarta Selatan. Ruang terbuka dengan konsep tamannya cocok dijadikan tempat menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Berbagai gerai yang bisa ditemui mulai dari restoran, cafe, coffee shop, sampai supermarket Korea. Yuk, ketahui lebih lanjut!

Ada Apa Saja di SCBD Park?

SCBD Park punya banyak gerai yang menarik untuk dikunjungi. Berikut di antaranya:


1. K3 Mart

K3 Mart adalah supermarket ala Korea yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Menurut laman instagramnya K3Mart kini sudah memiliki sertifikat halal.

Di sini, traveler bisa menemukan banyak variasi mie instan dari berbagai negara di Asia. Jika ingin memakannya di tempat sambil nongkrong, traveler tinggal naik ke area makan di lantai dua. Kamu bisa buat mie instan sendiri atau minta dibuatkan.

Selain mie instan, ada juga jajanan makanan seperti topokki, odeng, dan pilihan sate-satean lain. Untuk makan di tempat, kamu perlu membayar Rp 18.000. Jam operasionalnya mulai dari pukul 07.00 sampai 00.00.

Lokasi: SCBD Park lot 7.

2. Saycuan

Saycuan merupakan restoran hotpot yang sudah mengantongi sertifikat halal MUI. Restoran ini dilengkapi self cooking grill yang bikin suasana ngumpul semakin asyik.

Menurut liputan detikTravel sebelumnya, ada berbagai daging iris yang nantinya dicelupkan ke 7 pilihan kuah rasa. Selain itu, ada juga aneka bakso, sosis, dan juga sayuran. P

Pilihan menu lain di Saycuan adalah Shao Kao atau sate-satean ala China. Harga makanannya mulai dari Rp 25 ribu, sementara harga minumannya mulai dari Rp 18.000.

Lokasi: SCBD Park Lot 6.

3. Gudeg Mercon

Untuk hidangan khas Indonesia, ada Gudeg Mercon Bu Prih yang menawarkan cita rasa pedas. Tempatnya cukup luas dengan suasana yang nyaman.

Dalam satu paket Gudeg Mercon, terdapat nasi, gudeg dan areh, telur bacem, telur bacem, ayam suwir, ayam bacem, krecek, dan sambal mercon. Harga untuk satu paket gudeg merconnya yaitu Rp 75k.

Untuk pilihan minuman tradisionalnya ada Wedang Uwuh dan Wedang Seruni. Gudeg Mercon buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB

Lokasi: SCBD Park Lot 6.

4. Simulator Golf Academy

Simulator Golf Academy merupakan kawasan yang menawarkan simulasi bermain golf di area Indoor. Jadi, di sini, traveler tidak perlu takut kepanasan.

Menurut laman instagramnya, tempat ini juga menyediakan VIP Room dengan Karaoke. Untuk bermain golf indoor ini harganya dibanderol mulai dari Rp 200k.
Simulator Golf Academy buka setiap hari pukul 06.00-22.00 WIB.

Lokasi: SCBD Park Lot 8.

5. Motoplex

Motoplex merupakan dealer resmi dari Piaggio Group. Menurut instagram SCBD Park, di sini terdapat berbagai motor klasik seperti Vespa hingga Moto Guzzi.

Motoplex juga menawarkan layanan bengkel yang dikelola teknisi resmi. Jam operasionalnya adalah mulai pukul 10.00-21.00 WIB

Lokasi: SCBD Lot 8.

6. Titik Temu

Kawasan SCBD Park juga mempunyai beberapa coffee shop, salah satunya adalah Titik Temu. Coffee shop ini memiliki konsep yang begitu asri dengan pepohonan hijau di sekitarnya.

Coffee shopnya cukup luas dengan pilihan tempat indoor dan outdoor. Beberapa menu yang ditawarkan di antaranya adalah Ice Matcha Espresso, Cappuccino, pandan late, dessert tiramisu, hngga soto betawi.

Harganya dibanderol mulai dari Rp 45.000-an. Adapun jam operasional dari coffee shop ini yaitu mulai pukul 07.00-00.00 WIB

Lokasi: SCBD Lot 7.

Lokasi SCBD Park

SCBD Park berlokasi di Jalan Jend. Sudirman kavling 52-53 No. LOT 6-8, RT.5/RW.1, Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190. Kawasan ini buka dari pukul 06.00-02.00 WIB.

Itulah beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi di SCBD Park. Masih banyak tenant lainnya yang bisa kamu temui di SCBD Park, seperti restoran ramen, dimsum, pizza, dan masih banyak lagi.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com