Tag Archives: wisata kulon progo

Yang Hijau-hijau di Jogja, Wisata Tepi Sawah di Geblek Pari Nanggulan



Yogyakarta

Traveler yang berencana menghabiskan Tahun Baru di Yogyakarta, coba deh mampir ke Kulon Progo. Di sana terdapat restoran tepi sawah yang menarik bernama Geblek Pari.

Geblek Pari belakangan ini viral di kalangan wisatawan pemburu pemandangan hijau. Restoran yang terletak di Nanggulan, Kulon Progo itu memang berdiri di pinggir sawah dan menawarkan nuansa pedesaan.

detikTravel sempat berkunjung ke Geblek Pari beberapa waktu lalu. Untuk menuju Geblek Pari, traveler harus melewati desa yang sempit. Namun perjuangan itu terbayar lunas dengan suasana asri di sana.


Restoran ini cukup luas. Daya tampungnya dapat mencapai 700 orang.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaGeblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Putu Intan/detikcom

Selain tempatnya yang nyaman, traveler juga dapat menikmati masakan tradisional khas desa Kulon Progo. Di sini, traveler tak perlu memesan makanan melainkan langsung mengambil nasi dan lauk di dapur.

Menu andalan di sini antara lain bronkos hingga oseng klompong. Jangan lupa juga untuk memesan geblek yang merupakan ikon Kulon Progo.

Geblek adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung tapioka dan bumbu bawang yang digoreng gurih. Geblek ini mirip dengan cireng di Jawa Barat.

Sebagai makanan khas Kulon Progo, geblek juga menginspirasi penamaan restoran ini. Koordinator Geblek Pari, Ardi, menjelaskan nama restoran itu memang mengangkat kekuatan geblek di Kulon Progo.

“Geblek makanan khas Kulon Progo seperti cireng. Pari itu padi. Jadi, Geblek Pari itu artinya makan geblek sambil lihat padi,” kata Ardi.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaMakan dengan view sawah di Geblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta (Foto: Putu Intan/detikcom)

Nama ini sangat cocok karena traveler dapat menikmati makanan sambil menikmati hijaunya persawahan dan perbukitan di Nanggulan. Suasananya sungguh syahdu dan menenangkan.

Bila sudah kenyang, traveler juga dapat berkeliling sawah dengan menyewa kendaraan. Geblek Pari menyewakan skuter hingga ATV untuk digunakan pengunjung.

“Harga sewa ATV per jam Rp 100 ribu. Kalau skuter per jam Rp 30 ribu – 40 ribu,” ujar Ardi.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaGeblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Putu Intan/detikcom

Sementara itu, traveler juga dapat belajar membatik di Geblek Pari. Untuk harganya bervariasi tergantung media untuk membatiknya. Untuk kipas harganya Rp 40 ribu, totebag Rp 40 ribu, dan kain Rp 25 ribu.

Betah singgah di Geblek Pari, traveler juga bisa menginap di homestay. Geblek Pari memiliki 2 homestay yang masing-masing dilengkapi 4 tempat tidur. Untuk harga sewa per malamnya adalah Rp 400 ribu.

Geblek Pari buka setiap hari dengan jam operasional Senin – Jumat pukul 08.00 – 20.00 WIB. Sedangkan Sabtu – Minggu pukul 07.00 – 20.00 WIB.

(pin/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ada yang Baru Nih di Kulon Progo, Prasasti Bedhol Desa di Waduk Sermo



Kulon Progo

Bertambah lagi daya tarik objek wisata Waduk Sermo di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di sana terdapat landmark baru yaitu prasasti Bedhol Deso. Prasasti ini dibuat untuk mengenang ratusan warga yang dulu pernah bermukim di kawasan tersebut.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan prasasti ini merupakan wujud apresiasi kepada eks warga yang telah merelakan tanahnya untuk pembangunan waduk.

“Ya sebetulnya sudah terlalu lama, tapi tidak ada jeleknya untuk mengenang kembali pengorbanan mereka,” ucapnya usai meresmikan Prasasti Bedhol Deso Waduk Sermo, Senin (15/1/2024).


Wujud Prasasti Bedhol Deso yang ada di Waduk Sermo, Kulon Progo, Senin (15/1/2024).Wujud Prasasti Bedhol Deso yang ada di Waduk Sermo, Kulon Progo, Senin (15/1/2024). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Prasasti ini lanjut Sultan juga jadi penanda sekaligus kenangan dari eks warga terdampak yang sekarang telah menyebar ke berbagai daerah.

“Saya kira hanya untuk memenuhi aspirasi mereka yang sudah berada di Bengkulu, sebagai satu kenangan bahwa mereka adalah warga dari Jogja,” ucapnya

Prasasti Bedhol Deso sendiri dibangun oleh Dinas Pariwisata Kulon Progo dan bisa ditemui di area parkir sisi timur dermaga Waduk Sermo. Wujudnya berupa batu marmer yang dipercantik dengan dua gapura dan instalasi seni berbentuk ikan.

Isi prasasti berupa daftar 102 nama warga. Mereka merupakan warga terdampak pembangunan Waduk Sermo yang kini telah pindah ke daerah lain lewat program transmigrasi tahun 1990-1991.

“Jadi dulu waktu Sermo dibikin kan harus mentransmigrankan ratusan orang, ke Rejang Lebong, Bengkulu. Jadi untuk mengenang itu kita buatkan prasasti, menggunakan dana keistimewaan,” ujar Kepala Dispar Kulon Progo, Joko Mursito.

Joko pun berharap kehadiran prasasti ini juga bisa menambah keindahan Waduk Sermo sekaligus daya tarik wisata baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Tentu bisa mewarnai destinasi wisata, jadi kadang destinasi wisata itu kering sepi, kalau ada instalasi ini bisa menambah keindahan,” terangnya.

Baca selengkapnya di sini.

https://www.detik.com/jogja/plesir/d-7142674/landmark-baru-kulon-progo-prasasti-bedhol-desa-di-waduk-sermo

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit With A View, Ini Menoreh Dreamland Kulon Progo



Kulon Progo

Kulon Progo punya segudang tempat wisata untuk ngabuburit. Bukan sekedar menunggu waktu berbuka, pemandangannya bikin pikiran adem.

Inilah Menoreh Dreamland, tempat wisata dengan view hutan pinus. Menoreh Dreamland terletak di kawasan perbukitan menoreh wilayah Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo. Dari pusat Kota Jogja, jarak yang ditempuh untuk sampai ke sini berkisar 35 km atau 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

Dibuka sejak Desember 2023 lalu, tempat yang berbatasan langsung dengan wilayah Kaligesing, Purworejo ini mengusung konsep wisata kuliner terpadu. Di mana wisatawan bisa menyantap aneka kuliner sembari menikmati keindahan hutan pinus yang ada di sekitar. Selain itu, juga tersedia beragam wahana permainan yang bisa diakses oleh masyarakat umum.


Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3).Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja

“Jadi Menoreh Dreamland merupakan wahana wisata yang dilengkapi dengan cafe kekinian. Tempat kami menyediakan rainbow slide, kereta hutan, permainan rumah balon, kamera 360, taman play ground, outbond, hingga kolam renang,” ungkap Tri Sugianto, selaku Direktur Menoreh Dreamland saat ditemui detikJogja di lokasi Sabtu (16/3).

Wahana permainan itu bisa dijumpai di area hutan pinus sekitar Cafe Menoreh Dreamland. Biaya masuknya sebesar Rp10.000 per orang. Harga yang sama berlaku untuk penggunaan wahana seperti rainbow slide dan kereta hutan.

Bagi pengunjung yang ingin ke sini disarankan untuk datang pada sekitar pukul 16.00 WIB. Sebab, pada saat itu akan muncul kabut yang menambah syahdu suasana sewaktu ngabuburit.

“Sebenarnya cafe ini lebih mengedepankan pada kenyamanan. Jadi teman-teman yang datang ke sini akan menikmati suasana hutan pinus, nah kalau jam 4 sore kita bisa pastikan ada kabut, sehingga membuat suasana kian syahdu, jadi direkomendasikan datang sore karena untuk ngabuburit sangat cocok,” ujarnya.

Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3).Suasana di Menoreh Dreamland, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girmulyo, Kulon Progo, Sabtu (16/3). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja

Tak hanya menjual suasana dan wahana permainan, Menoreh Dreamland juga menyajikan kuliner yang tergolong lengkap. Mulai dari aneka ayam goreng, olahan nasi, kentang, mie, camilan dan menu andalan yaitu sop buntut.

“Unggulan di sini adalah sop buntut, karena diracik dengan aneka bumbu yang dapat menggugah selera berbuka,” ucap Tri.

Pun demikian dengan minuman yang beraneka ragam. Termasuk beragam varian kopi yang cocok bagi pecinta minuman berkafein tersebut.

Untuk harga sendiri tergolong masih ramah di kantong. Baik makanan maupun minuman kisaran harganya mulai dari Rp10.000 hingga Rp50.000-an.

Salah satu pengunjung Ando, asal Jogja mengaku sengaja datang ke sini untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa. Menurutnya tempat ini cocok untuk nongkrong karena suasana yang dihadirkan bisa jadi obat penenang dari penatnya hiruk pikuk perkotaan.

“Memang niatnya mau ngabuburit sih. Pilih di sini karena direkomendasikan oleh teman, terus pas sampai wah ternyata suasananya nyaman ya. Apalagi bisa lihat pemandangan hutan pinus dan hawanya dingin jadi semacam healing dari padatnya kota,” ujarnya.

Soal rasa kuliner yang disajikan, Andi menyebut cukup nikmat. Apalagi menu sop buntut yang menurutnya pas bagi lidah masyarakat Indonesia.

“Paling jos sop buntutnya sih, campuran rempahnya pas, jadi ada kombinasi gurih, manis, asinnya. Cocok untuk lidah saya,” ucapnya.

**

Baca artikel selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Dadakan di Kulon Progo, Lihat Atraksi Layangan Naga



Kulon Progo

Area persawahan di Galur, Kulon Progo, kini jadi destinasi wisata baru. Warga atau traveler bisa menikmati kuliner lokal sambil menyaksikan atraksi layangan naga setiap akhir pekan.

Lokasi persawahan ini berdekatan dengan calon jembatan baru Pandansimo. Spot baru ini terletak di sisi barat Jembatan Pandansimo atau masuk wilayah Banaran, Galur, Kulon Progo. Setiap akhir pekan, area persawahan yang dibelah oleh Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini mendadak ramai jadi mirip seperti pasar tumpah.

Terdapat lebih dari 50 lapak UMKM yang berjejer rapi di sepanjang jalur tersebut. Mereka menawarkan pelbagai kuliner murah meriah, seperti sempol, jus, es teh, dan sebagainya.


Sembari menikmati jajanan, pengunjung bisa menyaksikan atraksi layangan naga yang diterbangkan oleh warga sekitar. Ukuran layangan bervariasi, mulai dari versi mini hingga yang paling besar dapat dilihat di sini.

“Di sini sekarang memang ramai terus, bahkan kemarin pas ada isu Jembatan Pandansimo mau dibuka untuk umum banyak yang berbondong-bondong ke sini, sampai jalannya macet,” ucap warga sekitar, Bendil, saat ditemui di lokasi.

Bendil mengatakan kehadiran calon jembatan baru Pandansimo menjadi salah satu alasan kenapa lokasi ini bisa ramai. Menurutnya banyak masyarakat dari luar Galur yang penasaran dengan kondisi terkini jembatan itu.

“Daya tariknya jembatan Pandansimo ini memang kuat, banyak yang pengin lihat kondisinya, karena penasaran sama desain jembatan yang memang terlihat bagus itu,” ujarnya.

Hal itu pula yang membuat banyak pelaku UMKM tertarik membuka lapak dagangan di sini. Termasuk halnya Bendil yang sejak sepekan terakhir bikin kedai yang menawarkan es inovasi bernama Es Kobar. Minuman ini terbuat dari campuran kelapa muda, potongan buah nangka, gula jawa cair, kolang kaling, cincau dan creamer kental manis. Rasanya manis dan ada sedikit sensasi gurih.

Artikel ini sudah tayang di detikJogja. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(rih/ddn)



Sumber : travel.detik.com