Tag Archives: wisata lembang

Fasilitas, Aktivitas Menarik, dan Biaya Masuk


Kabupaten Bandung Barat

Taman Lembah Dewata merupakan salah satu spot yang menarik dikunjungi di kawasan Lembang, Bandung. Berikut fasilitas, hingga aktivitas menarik di dalamnya.

Taman Lembah Dewata adalah sebuah taman yang terletak pada lembah di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Taman ini memiliki nuansa menarik lewat ornamen khas Jawa dan Bali di dalamnya.

Ornamen Bali ditampilkan lewat adanya pura di tengah danau yang dibuat mirip seperti di Bedugul, Bali. Selain itu, ada juga air mancur patung barong, hingga pepohonan yang diberikan sarung khas Bali.


Selain aksen Bali, aksen Jawa juga melekat lewat miniatur candi hingga patung-patung dalam kisah pewayangan. Ada patung Rama-Shinta hingga Pandawa Lima.

Pada kunjungan detikTravel ke Taman Lembah Dewata, Sabtu (6/1/2024), terlihat tempat ini dipenuhi wisatawan. Banyak wisatawan yang hadir merupakan keluarga dan rombongan wisatawan.

Fasilitas

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungPiknik estetik di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kab. Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Taman Lembah Dewata memiliki fasilitas yang cukup lengkap, untuk fasilitas hiburan, di sini tersedia fasilitas sepeda, mobil keliling yang dikemas layaknya sepeda, spot nongkrong yang terdiri dari kafe hingga kursi, dan spot foto estetik.

Selain itu, ada pula fasilitas pendukung seperti area kuliner yang menyajikan sekitar 15 tenant makanan dan minuman. Traveler dapat temui makanan berat hingga makanan ringan.

Sedangkan fasilitas pendukung terdapat toilet hingga mushola yang cukup luas.

Aktivitas Menarik

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungMemberi makan alpaca di Taman Lembah Dewata, Lembang, Kab. Bandung Barat (Weka Kanaka/detikcom)

Terdapat beberapa aktivitas menarik yang dapat dilakukan di Taman Lembah Dewata, misalnya saja swafoto. Traveler dapat menemukan beberapa spot foto dengan pemandangan pura tengah danau hingga berlatar Gunung Putri. Traveler juga dapat berfoto dengan ornamen patung hingga hewan-hewan di sini.

Selain itu, berkunjung ke sini traveler juga dapat berinteraksi dengan hewan misalnya menaiki kuda hingga memberi makan alpaca. Di sini terdapat aktivitas menaiki kuda untuk amatir hingga profesional.

Ingin berkeliling tanpa pegal? Traveler juga bisa nih menaiki mobil keliling yang dikemas layaknya kereta keliling dengan tajuk Dewata Express.

Tak hanya itu, piknik estetik juga bisa banget dilakukan di sini lho. Traveler hanya perlu membeli paket piknik di sini dengan harga Rp 50 ribu – Rp 100 ribu.

Harga Tiket Masuk

Tempat ini menjadi salah satu taman bermain yang cukup terjangkau di Lembang, biaya masuknya hanya Rp 20 ribu untuk weekday dan Rp 25 ribu weekend. Selain itu, terdapat pula beberapa biaya untuk aktivitas tambahan antara lain:

Menyewa sepeda 60 menit: Rp 15 ribu
Becak 30 menit: Rp 15 ribu
Dewata Express 1 kali putaran: Rp 15 ribu
Sepeda listrik dan mobil listrik 15 menit: Rp 25 ribu
Wahana air: Rp 15 ribu – Rp 45 ribu
Beanbag piknik 2 jam: Rp 10 ribu
Tikar kecil 2 jam: Rp 20 ribu
Tikar besar 2 jam: Rp 30 ribu
Berkuda: Rp 35 ribu – Rp 115 ribu
Memberi makan binatang: Rp 10 ribu – Rp 15 ribu

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

978 Warung di Ciater Dibongkar, Jalur Wisata Kini Gelap dan Rawan Kriminalitas



Bandung Barat

Jalan Raya Subang, tepatnya daerah Ciater yang berbatasan dengan kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini terlihat gelap setelah ratusan warung di sana dibongkar.

Selasa (12/8/2025) malam, detikJabar menyusuri jalanan berhawa sejuk itu. Perjalanan ditempuh dari Kota Cimahi dengan jarak sekitar 19 kilometer. Membutuhkan waktu 1 jam 12 menit menggunakan mobil. Kini tak ada lagi terang dari warung-warung jagung di sepanjang Jalan Raya Subang. Tak lagi terlihat barisan kendaraan yang terparkir melepas lelah sekejap.


Hilang juga rasa aman terutama buat mereka pemotor yang datang dari arah Subang menuju Lembang maupun sebaliknya. Berganti jadi kelam dan seram di tengah luas pelukan kebun teh tak produktif dan tegak Gunung Tangkuban Parahu yang sewaktu-waktu bisa bangun dari tidurnya.

Warung-warung milik ‘orang kecil’ itu dianggap ilegal, sebab berdiri di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Beberapa hari lalu, alat berat Satpol PP Jabar dan Kabupaten Subang meruntuhkan konstruksi bangunan semi permanen tersebut.

Puing-puing bangunan yang telah memberi kenangan banyak orang sejak puluhan tahun lalu itu masih berserakan. Sementara orang yang dulu menggantungkan hidup dari warung itu kini entah kemana rimbanya.

“Ya jadi seram lewat sini, soalnya biasa ada warung 24 jam sekarang sudah dibongkar. Jadinya kan gelap,” kata Rizaldi, pengendara asal Cimahi, Selasa (12/8/2025).

Sebagai pengendara motor, keberadaan warung-warung itu serupa juru selamat. Jika hujan, maka menjadi tempat berteduh. Jika lelah, juga menjadi tempat merebahkan badan.

“Kadang sengaja juga dari rumah sama keluarga kesini cuma mau makan mie, karena kan suasananya sejuk, lihat kebun teh, liburan murah lah istilahnya. Sekarang enggak bisa lagi,” kata Rizaldi.

Buat Deni, warga Subang, hilangnya warung-warung itu menjadi kerugian besar. Risiko tindak kriminal di malam hari kian meningkat gegara tak ada sumber penerangan dan kehadiran orang-orang.

“Jelas takut nanti lewat sini, risiko ada begal semakin besar. Kemudian kecelakaan, waktu warung ada saja kan sering ada kecelakaan, apalagi sekarang kalau malam hari jalan sepi terus gelap. Makanya enggak kebayang sama kami,” kata Deni.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(sud/ddn)



Sumber : travel.detik.com