Tag Archives: wisata magelang

Jangan Sampai Terlewat, Cari Tahu Sejarah Candi Borobudur di Museum Ini



Jakarta

Traveler yang ingin melihat kemegahan Candi Borobudur, bisa datang ke museum yang ada di Kampung Seni Borobudur (KSB). Museum ini baru saja dibuka untuk umum.

Museum Kampung Seni Borobudur baru dibuka awal Mei 2025. Kendati usianya baru dua minggu, namun wisatawan yang datang ke sini cukup ramai, lho.

Dayat, petugas Museum KSB, mengatakan bahwa antusias pengunjung saat dibuka lumayan bagus. Dengan tiket terjangkau, hanya Rp 10.000, traveler diajak mendalami lika-liku keberadaan Borobudur.


“Kalau hari biasa bisa sampai 100 orang, namun saat hari libur bisa lebih 200 orang,” kata Dayat kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)

Museum KSB tidak terlalu luas, namun di dalam museum itu terdapat beberapa penjelasan mengenai Candi Borobudur, ragam stupa dan ada fasilitas VR. Melalui VR traveler bisa menonton penjelasan mengenai candi.

“Bila ingin menonton VR tentang penjelasan Candi Borobudur, kamu cukup membayar tiket tambahan Rp 10 ribu saja,” kata dia.

detikcom berkesempatan berkeliling Musem KSB. Walau museum ini tidak besar, namun ‘cukup padat’ merangkum dan menampilkan sejarah tentang Candi Borobudur.

Di sini juga ditampilkan beberapa stupa yang ada di candi beserta penjelasan. Ada juga contoh relief yang bisa kamu pelajari.

Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)
Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)

Museum ini bisa dikatakan sederhana. Namun bisa menarik perhatian generasi muda yang suka akan sejarah. Seperti Alfin dan Desi, kaula muda asal Jakarta.

Mereka mengaku menikmati museum date di KSB karena mereka menjadi tahu sejarah Candi Borobudur.

“Museumnya sangat bagus dan informatif ya karena di sini semuanya dijelasin bagaimana sejarahnya. Dan sangat membantu sih, karena kalau langsung ke Candi Borobudur kita nggak ngerti dan tahu kan bagaimana sejarahnya. Makanya kita datang langsung ke sini untuk cari tahu sejarahnya dulu,” kata Alfin.

Museum Kampung Seni BorobudurMuseum Kampung Seni Borobudur (Syanti Mustika/detikcom)

Selain menampilkan sejarah Candi Borobudur, di sini juga dipajang beberapa lukisan terkait candi. Traveler yang membutuhkan tur guide untuk lebih paham tentang museum, juga bisa request kok tanpa dikenakan biaya.

“Kita buka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB,” ujar Dayat.

Nah, Museum KSB bisa jadi pilihan bagi traveler yang ingin mengetahui sejarah keberadaan Candi Borobudur. Lokasi museum ini juga tidak jauh kok dari salah satu loket ke Candi Boroburur. Jadi sekalian aja deh habis dari museum langsung beli tiket ke Candi Borobudur.

(sym/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ada Bunker Peninggalan Belanda di Magelang, Kini Jadi Sarang Kelelawar



Magelang

Bangunan bunker peninggalan Belanda ternyata ada di Magelang. Bangunan bersejarah itu kondisinya tak terawat dan kini jadi sarang kelelawar.

Di kota Magelang, Jawa Tengah ada beragam bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Salah satu bangunan itu adalah bunker yang lokasinya persis berada di belakang Kantor Kecamatan Magelang Tengah atau dikenal sebagai kawasan Kwarasan.

Tak banyak warga Kota Magelang yang mengetahui keberadaan bunker tersebut. Padahal bunker tersebut lokasinya berada di dekat perkampungan.


Untuk masuk ke dalam bunker ini, traveler harus melalui pintu masuk dengan lebar sekitar 1,5 meter. Ketinggian bangunan bunker itu sendiri 3,5 meter.

Jalan masuk menuju bunker tersebut mirip lorong dan nantinya bakal menemukan pintu lagi. Kondisi di dalam bunker tersebut gelap karena hanya ada satu lubang ventilasi udara.

Bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada di Kota Magelang.Bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada di Kota Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Di dalam bunker ada 6 ruangan. 4 ruangan berukuran sekitar 3,5 x 3,5 meter. Kemudian ruang lainnya memiliki luas yang relatif lebih kecil.

Di dalam bunker tersebut juga ada pintu keluar. Hanya saja kondisinya sudah tertutup tanah. Saat ini, bunker tersebut sudah menjadi sarang kelelawar.

Bahkan saat berada di dalam bunker, traveler akan mencium bau tidak sedap yang berasal dari tumpukan kotoran kelelawar.

“Kondisi bunker ini tidak terawat dan memprihatinkan. Sebenarnya, kalau terawat bisa menjadi destinasi wisata di Kota Magelang,” kata Tari (30), salah satu warga setempat.

Kondisi bunker, kata Tari, di dalamnya ada beberapa ruangan. Hanya saja di dalamnya gelap dan menjadi sarang kelelawar.

“Ada beberapa ruangan dan ruangan itu jadi sarang kelelawar,” ujarnya.

Ditemui terpisah, pegiat Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana mengatakan, bunker di Magelang masih bisa telisik keberadaannya. Salah satunya yang berada di belakang kantor Kecamatan Magelang Tengah atau kawasan Kwarasan.

“Yang paling kelihatan di Kwarasan. Ada kamar-kamarnya, jadi kapasitas ruangnya menyesuaikan seberapa banyak orang yang tinggal di kawasan tersebut,” kata Bagus.

“Itu untuk perlindungan dari perang. Ada 6 ruangan. Ada juga lubang ventilasi. Pemkot Magelang harus mengonservasi bangunan bunker untuk diperbaiki, bisa juga dijadikan daya tarik wisata. Itu (bunker) kan tidak setiap kota ada bunker yang bisa diakses oleh publik,” tegas Bagus.

Terkait bangunan heritage peninggalan kolonial, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, bangunan heritage nantinya akan diinventarisasi dan dilakukan revitalisasi.

“Pokoknya nanti akan kita inventaris dan pasti akan kita revitalisasi untuk wisata Kota Magelang. Itu potensi namanya. Ini kita programkan, nanti program kedepan seperti itu,” kata Damar.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Legendaris! Toko Nyonya Pang Muntilan, Surga Jajanan Tradisional dan Oleh-oleh



Muntilan

Di Muntilan ada satu toko oleh-oleh legendaris yang sudah ada sejak 1912. Toko ini semakin ramai setelah serial Gadis Kretek tayang di Netflix.

Ya, toko Nyonya Pang selalu ramai dikunjungi orang-orang yang berkunjung ke kawasan Magelang dan Yogyakarta. Toko ini menjadi jujugan wisatawan yang berlibur ke sana.

Toko ini semakin ramai karena disebut sebagai salah satu kunci lokasi kota M dalam serial Gadis Kretek yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, dan Arya Saloka. nama toko ini muncul dalam novel Gadis Kretek.


Faktanya, toko itu benar-benar ada. Toko itu benar-benar bernama Toko Nyonya Pang.

Awalnya, pada 1912, Nyonya Pang hanya berjualan jenang dodol. Karena banyak digemari, akhirnya Nyonya Pang resmi membuka toko pada tahun 1950. Toko ini kini telah dijalankan oleh generasi ke enam.

Toko Nyonya Pang ini sangat mudah ditemui di Muntilan karena lokasinya yang strategis dekat dengan jalan raya. Tepatnya berlokasi di Jalan Pemuda No.71, Growong, Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun sebaiknya pengunjung datang menggunakan motor atau kendaraan umum saja karena tokonya berada di deretan pertokoan lain yang menjadikan area parkirnya terbatas.

Saat memasuki toko ini pengunjung akan dibuat bingung karena banyak sekali pilihan oleh-oleh yang tersedia di sini. Ada wajik, pie susu, dodol, bakpia, krasikan, miku, moho, aneka keripik, dan masih banyak lagi. Namun tenang saja, karena staf-staf toko di sini akan membantu menemukan jajanan yang dicari.

“Yang paling sering dicari di sini sih biasanya miku, dodol, atau gak wajik, itu best seller banget karena emang udah lama ada di sini,” kata salah satu staf Toko Nyonya Pang.

Ada satu yang unik di sini adalah jajanan pasarnya yang ada di dekat meja kasir, di sini pembeli bisa membeli beragam jajanan dengan harga mulai dari Rp 2.500. Jajanan yang dihadirkan pun unik-unik, ada putri mandi, moho, piyangko, rondo kemul, sengkolon, dan gorengan-gorengan.

Beberapa orang mungkin merasa asing dengan nama jajanan ini, namun visual dari jajanan ini sangat menggugah selera dengan warna-warni yang menawan. Pembeli juga bisa mencoba beberapa tester yang tersedia di toko ini, jadi kamu bisa merasakannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli yang mana.

Makanan-makanan ini sebagian besar merupakan makanan yang diproduksi sendiri oleh pemilik, namun tidak sedikit pula yang berasal dari produksi UMKM lokal. Itu dilakukan agar Toko Nyonya Pang bisa turut membantu UMKM-UMKM lain di sekitarnya.

Toko Nyonya Pang melayani pemesanan online melalui Whatsapp dan online marketplace. Info lengkapnya bisa dilihat di akun Instagram @nypang71. Di sini juga kamu bisa memesan tampah jajanan tradisional dengan jajanan dan ukuran sesuai selera, tampah ini merupakan tumpukan jajanan tradisional yang ditumpuk menyerupai tumpeng.

Toko Nyonya Pang telah menjadi salah satu ikon Muntilan yang melestarikan jajanan tradisional, tidak heran banyak wisatawan luar daerah yang singgah ke sini untuk mencoba jajanan unik yang jarang dijual di tempat lain ini.

“Udah beberapa kali ke sini gak pernah bosan soalnya suka sama jajanan pasarnya, jarang nemu di tempat lain, sebelum ini aja saya gak tau ada jajanan kayak gini,” kata Ainun, salah satu pembeli Toko Nyonya Pang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Di Kelenteng Muntilan Ini, Ada Altar dengan Foto Gus Dur



Magelang

Saat berkunjung ke kelenteng Hok An Kiong, Muntilan, kamu bisa melihat foto Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terpasang di salah satu altarnya. Ternyata, sejak dulu banyak juga yang berdoa di altar Gus Dur yang dijuluki Bapak Tionghoa ini.

“Ada altar Gus Dur karena kita sejak dulu, kelenteng ini ada hubungan sama NU Muntilan (Wakil Majelis Cabang Nahdlatul Ulama). Nah pas ulang tahunnya NU ke-96. Dia (MWC NU) mau minta di sini upacara penyerahan fotonya Gus Dur, di sini ya kurang lebih ada 300 sampai 400 orang upacara,” kata Ketua Umum TITD Hok An Kiong Budi Raharjo kepada wartawan di sela-sela pembersihan rupang atau patung di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan, Minggu (4/2/2024).

Foto yang diserahkan oleh MWC NU Muntilan untuk kelenteng tersebut terus ditempatkan di salah satu ruangan. Ruangan tempat foto Gus Dur juga dijadikan tempat berdoa. Kemudian juga diberikan sesajen.


“Apalagi kan Gus Dur termasuk Bapak Tionghoa di Indonesia. Kita menghormati, kita ngasih altar untuk kalau mau berdoa di situ boleh, cuma itu aja tujuannya,” sambung Budi.

Budi menambahkan, bahwa yang berdoa di sini tak hanya orang Tionghoa, namun masyarakat umum juga berdoa di sini.

Kelenteng Hok An KiongKelenteng Hok An Kiong Foto: Website Bapeddalitbang Surabaya

Kemudian sesaji yang berada di meja altar bawah foto Gus Dur berupa buah-buahan. Buah-buahan yang untuk sesaji terdiri lima unsur.

“Kalau kita kan di sini kan upacara, kita ambil pakai buah. Lima macam buah, yaitu ya apel, jeruk, pisang, ya segala boleh asal lima unsur. Nggak tiap hari (diganti), tiap tanggal 1 sama tanggal 15 purnama (diganti). Pas bulan-bulan itu kita mempersembahkan ganti, semua diganti semua,” kata dia.

Selanjutnya, menjelang datangnya Imlek sudah menjadi tradisi di kelenteng tiap tahun ada pembersihan, jeng dun atau bersih-bersih altar. Bersih-bersih altar dilakukan dalam kepercayaan mereka setelah para dewa naik menuju surga.

“Jadi kemarin, kita mengadakan upacara kenaikan patung-patung ke naik surga. Hari ini kosong. Jadi kita masih bisa membersihkan patung-patung yang kita sembah. Nanti kira-kira 5 hari lagi, kita juga upacara sembahyang, turunnya dewa-dewa lagi,” ujar Budi.

“Kita juga memohon nanti kalau sudah turunnya dewa-dewa itu, memohon pada sang dewa supaya nanti kebetulan pas mau pemilihan umum supaya aman, tentram, tidak ada masalah. Kita juga bisa milih pemimpin yang bijak, yang baik untuk negara kita. Ya tujuannya cuma itu aja,” katanya.

Ada 63 patung untuk ritual tolak bala, kata Budi. Adapun tuan rumah di kelenteng Hok An Kiong adalah Dewa Bumi.

“Di sini banyak rupang-rupang seperti Dai Shui, Dai Shui, itu mungkin di lain tempat nggak ada, yang ada di Indonesia cuma kita. Dai Shui itu yang banyak sekali. Itu 63, itu kan satu untuk ritual ciswak, ciswak tolak bala,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikjateng

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Spot Healing di Nampan, Sukomakmur, Magelang Punya Background Gunung Sumbing



Magelang

Traveler yang suka hunting foto jangan sampai kelewatan spot satu ini. Jalanan lengang dengan latar Gunung Sumbing dan hijau kebun sedang viral di media sosial.

Saat cuaca sedang bersahabat, pemandangan awan dan alamnya tampak begitu jelas di depan mata. Jalanan mulus beraspal itu terletak di daerah Sukomakmur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Iya kebetulan ini lagi sunmori trus katanya mampir ke sini worth it gitu,” kata Fatiya, salah satu pengunjung spot.


Dari Yogyakarta, traveler perlu menempuh jarak sekitar 60 km atau setara dengan 1,5 jam perjalanan. Tenang saja, perjalanan panjang itu akan terbayar lunas dengan view indah lereng Gunung Sumbing. Ditambah lagi terasering lahan sayur di Negeri Sayur Sukomakmur menjadi pemanis alami.

“Jalannya kayak highways to heaven ya mbak. Lurus mulus dan megah ngarah ke Sumbingnya, cantik banget. Nggak sia-sia jauh-jauh ke mari dari Jogja kami,” kata Fatiya.

Ya, pesona spot ini adalah jalanan beraspal sempit, namun memiliki view yang menawan. Di kanan kiri jalan adalah kebun petani, sudah begitu jalan itu menghadap langsung ke Gunung Sumbing. Saat cuaca cerah, lekuk gunung, hijau dan area gersang lerengnya kentara betul, menggoda berpadu dengan awan biru.

Selain itu, udara nan segar dan hawa dingin cocok untuk menjadi obat bagi traveler yang penat dengan polusi di perkotaan. Sejenak, lokasi itu bisa menjadi tempat pelarian yang nyaman. Poin plusnya angin semilir yang berhembus dapat menguapkan stress menumpuk akibat aktivitas berat seolah mengusir penat dan lelah.

Berfoto ria di jalan ini gratis tanpa pungutan biaya bahkan untuk parkir sekalipun. Traveler cukup berhenti saja di pinggir jalan dan bisa mulai mengabadikan momen. Mengingat areanya yang terletak di dataran tinggi mencapai 1300 mdpl, disarankan menggunakan kendaraan bermotor dengan kondisi prima dan bensin yang cukup.

Lebih asik lagi jika traveler mengendarai kendaraan roda dua agar lebih leluasa menghabiskan jalanan dan mampir semaunya.

Waktu terbaik menikmati view Gunung Sumbing tentunya di pagi hari, tepatnya sebelum pukul 09.00. Jika beruntung dengan cuaca yang cerah, Gunung Sumbing akan terlihat jelas hingga di puncaknya tanpa tertutup awan kabut.

Jalanan ini sejatinya adalah jalan umum masyarakat di Sukomakmur. Traveler akan melewatinya jika hendak pergi ke wisata Negeri Sayur Sukomakmur. Jadi, cukup ketikkan saja keyword “Nampan, Sukomakmur, Magelang” di aplikasi maps, traveler akan dengan mudah menemukannya.

Selain sisi belakang yang langsung menyuguhkan Gunung Sumbing, di kiri kanannya tidak kalah menakjubkan. Sepanjang jalan traveler akan melihat kebun sayur terbentang luas yang beraneka ragam jenisnya tergantung musim. Mulai dari daun bawang, sayur hijau, cabai, dan sayur mayur lainnya.

Jalan ini menjadi ramai diburu sebagai spot hunting foto kekinian sejak para influencer travel mempostingnya di instagram. Ada yang bilang jalan sukomakmur cocok dijadikan sebagai referensi sunmori.

Sunmori di tempat ini tentu menjadi pilihan yang sempurna. Selain dapat kepuasan berfoto, traveler juga bisa sekaligus mendinginkan kepala setelah beraktivitas di hari kerja. Apalagi healing ke sini sangat low budget. Namun pastikan jika traveler kemari menggunakan pakaian hangat atau jaket ya, karena suhu udaranya cukup dingin ditambah sepoi anginnya.

Puas memotret diri di lokasi ini, traveler bisa loh naik sedikit ke atas untuk mengunjungi wisata Negeri Sayur Sukomakmur. Di lokasi itu tentu akan ditemukan lebih banyak spot foto menarik. Dijamin traveler tidak akan kehabisan stok foto untuk di posting.

Ingin sekaligus wisata kuliner? Tenang saja, tidak jauh dari lokasi jalan surgawi ini, traveler akan menemukan pasar tradisional Sukomakmur. Di pasar ini tentu traveler akan menemukan berbagai jajanan pasar klasik seperti layaknya pancong, bubur sumsum, aneka gorengan, dan hidangan lainnya. Traveler juga bisa mampir untuk makan berat di warung-warung soto sekitar. Lengkap sudah healing traveler yang ingin merasakan vibes menjadi “warga lokal”.

Lelah perjalanan 1,5 jam seketika menguap jika sudah tiba di Sukomakmur. Jadi, tunggu apalagi? Segera rencanakan perjalananmu kemari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Rekomendasi Wisata Magelang, Tempat Berburu Sunrise Hingga Kota M



Jakarta

Magelang bersinar akhir pekan ini lewat Festival Lampion Waisak 2025. Buat traveler yang tengah berada di kota itu, ada delapan rekomendasi destinasi wisata selain Candi Borobudur.

Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada Senin (12/5/2025). Perayaannya kembali dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Magelang terletak di sebelah utara Yogyakarta dan sebelah selatan Semarang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1-2 jam, sedangkan dari Semarang ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1,5-2 jam.


Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan bus umum atau travel, baik dari Yogyakarta atau pun Semarang.

Nah, saat sudah berada di Magelang, traveler bisa memilih destinasi lain di samping Candi Borobudur sebagai pusat pelaksanaan Festival Lampion Waisak yang disarikan dari rilis Kemenpar dan sumber lain.

Berikut 8 rekomendasi wisata Magelang:

1. Museum dan Kampung Seni Borobudur

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Eko Susanto/detikJateng)

Tidak jauh dari Candi Borobudur, ada Museum dan Kampung Seni Borobudur sebagai pilihan destinasi yang bisa dikunjungi sebelum atau sesudah mengikuti acara Festival Lampion Waisak. Sesuai namanya, daya tarik tempat ini adalah area museum yang berisi replika arca singa Candi Borobudur, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi.

Di bagian luar, pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar dinding besar berisi relief yang menggambarkan perjalanan Candi Borobudur dan kehidupan setempat.

Museum dan Kampung Seni Borobudur juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari aksesoris, kerajinan tangan, hingga kaos dan kain tersedia dengan harga relatif terjangkau.

Jika ingin mengabadikan momen, area Top Selfie memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Bukit Menoreh. Ada juga area Amphitheatre yang sering kali menjadi venue event dan pertunjukan kebudayaan, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke museum ini.

2. Taman Baca Melek Huruf

Taman Baca Melek Huruf adalah tempat terbaik untuk mengenal Magelang lebih dalam. Di sini terdapat lebih dari 1.000 koleksi literatur, mulai dari buku fiksi, buku non-fiksi, buku anak, majalah, hasil riset, hingga statistik mengenai Magelang yang dapat dibaca di tempat secara gratis.

Pengunjung juga akan dimanjakan dengan latar pemandangan kebun dan Perbukitan Menoreh. Taman Baca Melek Huruf juga menyediakan aneka kudapan rumahan sebagai teman ngobrol dan membaca buku.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman liburan seru, tersedia juga area penginapan Taman Baca Melek Huruf dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Menariknya, penginapan ini menawarkan fasilitas tur yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung untuk mengeksplorasi tempat-tempat di Magelang.

Taman Baca Melek Huruf berada di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dan dapat dikunjungi mulai Jumat – Senin pukul 10.00 – 18.00 WIB.

3. Punthuk Setumbu

Punthuk SetumbuSunrise di Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Magelang adalah Punthuk Setumbu. Area ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati momen matahari terbit. Daya tarik utama dari Punthuk Setumbu adalah area perbukitan menawan dengan latar Candi Borobudur dan pegunungan.

Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Punthuk Setumbu mempunyai suasana yang sejuk. Oleh karena itu, destinasi wisata Magelang ini biasa menjadi pilihan favorit liburan anak muda maupun keluarga sambil menikmati pemandangan matahari terbit.

4. Dusun Butuh

Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. Deretan rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. (Kemenparekraf)

Dusun Butuh, dikenal dengan julukan “Nepal van Java”, merupakan kawasan permukiman yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.620 mdpl membuat suasana Dusun Butuh seringkali disandingkan dengan desa-desa dataran tinggi Pegunungan Himalaya.

Seperti permukiman dataran tinggi pada umumnya, Dusun Butuh berlatar panorama indah area persawahan terasering dan rumah-rumah di perbukitan. Saat sunrise, dusun ini terlihat makin cantik dengan sinar matahari yang menembus kabut dan menyinari pemukiman.

Desa Butuh menjadi titik awal bagi pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Sumbing, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

5. Gunung Andong

Sensasi Mendaki Gunung AndongJalur pendakian Gunung Andong (Eko Susanto/detikcom)

Dengan ketinggian 1.726 mdpl, Gunung Andong adalah pilihan favorit para pendaki pemula. Terlebih, gunung ini mempunyai trek pendakian yang landai sehingga relatif mudah dilalui untuk sampai ke puncak.

Tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian, Gunung Andong juga kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan. Oleh karena itu, Gunung Andong juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Magelang yang menarik untuk dikunjungi.

6. Wisata Getek Balong

Wisata Getek Balong merupakan salah satu aktivitas menyusuri Sungai Progo dengan menggunakan rakit bambu tradisional sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Jeram-jeram kecil dan batu-batuan andesit di tengah sungai menjadi rintangan yang menambah keseruan wisata ini.

Fakta menariknya, wisata ini merupakan bentuk replikasi kehidupan masyarakat setempat pada zaman dahulu yang memanfaatkan Sungai Progo untuk mengambil batuan dan mengantarnya dengan getek sebagai bahan pembangunan Candi Borobudur.

Oleh karena itu, Wisata Getek Balong juga menjadi salah satu bagian dari Borobudur Trail of Civilization, perjalanan wisata tematik yang terinspirasi dari relief-relief Candi Borobudur.

7. Kota M di Serial Netflix Gadis Kretek

Serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix pada 2 November 2023 berhasil menarik perhatian publik, salah satunya karena latar misterius bernama ‘Kota M’. Penulis novelnya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa ‘Kota M’ merupakan kota fiktif yang terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang.

Petunjuknya terlihat dari posisi geografis Muntilan yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang, serta referensi budaya khas seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang yang juga disebutkan dalam cerita.

Muntilan yang sebenarnya memiliki sejarah panjang dan peran strategis sebagai pusat perdagangan dan pendidikan sejak era kolonial. Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Yogyakarta hingga dikuasai Inggris dan Belanda, Muntilan berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah modern dari misi Katolik.

8. Bukit Rhema

Bukit Rhema, yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi unik di Magelang yang menawarkan pemandangan alam spektakuler dan bangunan ikonik berbentuk burung merpati besar. Bangunan itu juga dikenal sebagai gereja ayam, karena bentuk kepalanya menyerupai ayam jantan. Padahal, sebenarnya bangunan itu didirikan sebagai rumah doa lintas agama oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1990-an.

Terletak di perbukitan Menoreh, destinasi itu menjadi populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, dan kini menjadi salah satu spot foto paling favorit di sekitar Borobudur.

Selain arsitekturnya yang menarik, Bukit Rhema juga menawarkan pengalaman spiritual dan edukatif. Di dalam bangunan terdapat ruang-ruang doa, galeri sejarah pembangunan, hingga spot merenung di bagian mahkota.

Pengunjung juga bisa naik ke puncak kepala burung untuk menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan-dengan latar Gunung Merapi, Merbabu, dan Borobudur di kejauhan. Tempat ini cocok untuk mereka yang mencari suasana tenang, inspiratif, sekaligus instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com