Tag Archives: wisata yogyakarta

Situs Warungboto Istana Air Pesanggrahan Kuno Ngayogyakarta



Jakarta

Selain menjadi surga pecinta alam, Jogja juga menjadi surga penikmat sejarah dan budaya. Salah satu yang bisa disinggahi adalah Situs Warungboto.

Situs Warungboto juga dikenal sebagai bagian dari Pesanggrahan Rejawinangun telah ada sejak 1778 M. Bangunan itu juga merupakan sebuah banteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta.

Pesanggrahan itu merupakan istana air dengan fungsi utama untuk ketenangan dan kenyamanan. Umumnya, di dalam pesanggarahan terdapat taman, kolam, kebun, dan fasilitas lain penunjang kegiatan religius.


Pesanggrahan Warungboto berada di Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejowinangun merupakan salah satu dari beberapa pesanggrahan yang dibangun era Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Selama periode sebagai Putra Mahkota tahun 1765 M hingga 1792 M, beberapa pesanggrahan yang dibangun adalah Pesanggrahan Rejawinangun, Purwareja, Pelem Sewu, dan Reja Kusuma. Oleh karenanya, sang raja dikenal sebagai raja pembangunan pesanggrahan.

Berdasarkan sumber di antaranya Tidischriff voor Nederlandsch Indie tulisan J.F. Walrofen van Nes tahun 1884, Babad Momana serta Serat Rerenggan dijelaskan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M). Di dalam babad Momana disebut angka tahun pembuatan pesanggrahan, 1711 tahun Dal, Kanieng Gusti awit vasa ing Rejawinangun…

Sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarga, Rejawinangun pernah dikunjungi dan “dinspeksi” seorang pejabat Belanda, yaitu Jan Greeve pada 5 hingga 15 Agustus 1788 M. Inspeksi dan kunjungan terhadap sarana dan prasarana yang dapat difungsikan sebagai pertahanan tersebut dilakukan bersamaan dengan benteng baluwarti Keraton.

Berdasarkan hasil identifikasi gugusan bangunan Pesanggrahan Rejawinangun terbuat dari batu bata tapa struktur kayu, seperti bangunan Pesanggrahan Tamansari yang berdinding tebal. Kompleks pesanggrahan itu terdiri atas pagar keliling dan bangunan pesanggrahan.

Lokasinya yang berseberangan langsung dengan Sungai Gajah Wong. Nah, air yang mengalir ke Situs Warungboto berasal dari sungai tersebut dengan memanfaatkan undak-undakan sungai.

Pesanggrahan Rejawinangun di sisi barat Sungai Gajah Wong terdiri atas bangunan inti yang berada di dalam pagar keliling sera terdapat ruang utama yang merupakan pusat kesakralan. Bangunan tersebut diindikasikan sebagai bangunan pengimaman. Selain itu terdapat dua buah kolam yang berbentuk bundar dan segi empat. Kedua kolam tersebut berdinding bata dengan perekat dan lepa.

Penelitian tentang Situs Warungboto telah dilakukan sejak zaman Belanda hingga masa pasca kemerdekaan. Pada tahun 1936, Oudheidkundige Dienst (OD) membuat peta gambar rekonstruksi serta mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Kegiatan in selesai tahun 1937.

Kemudian, hasil pemetaan Oudheidkundige Dienst tahun 1936 tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan perbaikan darurat oleh Dienst der Zelbestuurweken te Jogjakarta (dinas pekerja Kotapraja) dengan petunjuk dari Oudheidkundige Dienst.

Setelah dilakukan perbaikan darurat tahun 1939 oleh Oudheidkundige Dienst maka tahun 1981 mulai diadakan peninjauan kembali terhadap kekunoan Situs Warungboto. Langkah itu dilakukan kaitannya dengan usaha pemeliharaan dan perlindungannya sebagai situs purbakala.

Hingga pasca gempa tahun 2006 dilakukan pemugaran. Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 semakin memperparah kerusakan dari sisa-sisa bangunan Pesanggrahan Rejawinangun yang masih ada. Namun sebagian sisa-sisa bangunan tersebut seperti bangunan pendapa, kolam bundar dan masjid secara parsial masih dapat dilestarikan.

Pemugaran dilakukan berulang kali secara bertahap. Tahun 2009 dilakukan pemugaran bagian pendapanya. Kemudian, pada tahun 2015 pada bagian depan yang terdapat bangunan pengimaman dengan kondisi memprihatinkan.

Lantas, di tahun 2016 rehabilitasi dilakukan di bangunan tengah yang terdapat kolam atau umbul, sayap sisi selatan, dan bangunan bertingkat sisi selatan serta pagarnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Plunyon Kalikuning di Sleman Versi Lokal Jembatan Russel di Skotlandia



Sleman

Plunyon Kalikuning, dengan jembatan ikoniknya, sering disebut sebagai “versi lokal Jembatan Russel” di Skotlandia. Terletak di kaki Gunung Merapi, jembatan ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan, tetapi juga memiliki sejarah yang kaya dan menjadi destinasi wisata yang semakin populer.

“Jembatan ini dibangun oleh warga pada tahun 1982-1983 untuk irigasi, bukan oleh Belanda seperti yang banyak orang kira,” ujar Sarjiman, pengelola Plunyon Kalikuning.

Jembatan yang berada di Kedungsriti, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, KabupatenSleman, Yogyakarta itu semakin populer di kalangan wisatawan karena disebut-sebut mirip dengan jembatan Russel di Skotlandia. Meskipun memiliki fungsi awal yang berbeda, kedua jembatan itu kini sama-sama menjadi ikon wisata di wilayah masing-masing.


Pluyon Kalikuning, Umbulharjo, Sleman, YogyakartaPluyon Kalikuning, Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Seperti jembatan Russel, yang terkenal dengan keindahan arsitektur dan alam sekitarnya, Plunyon Kalikuning juga menawarkan pemandangan alam yang luar biasa. Dengan bukit hijau yang mengelilinginya dan sungai yang mengalir di bawahnya, jembatan ini memberikan pengalaman visual yang menakjubkan bagi para pengunjung.

“Pemandangan Gunung Merapi paling jelas terlihat di pagi hari sekitar pukul 7,” kata Sarjiman.

Selain pemandangannya yang menawan, jembatan Plunyon Kalikuning juga memiliki nilai sejarah dan fungsi penting dalam irigasi. Meskipun kini lebih dikenal sebagai objek wisata, fungsi irigasi jembatan ini masih tetap berjalan, mendukung kebutuhan air untuk pertanian dan rumah tangga di Sleman dan Yogyakarta.

“Jembatan ini awalnya dibuat untuk mengalirkan air ke sawah-sawah dan ternak di daerah sekitarnya,” kata Sarjiman.

Popularitas jembatan ini semakin meningkat setelah menjadi lokasi syuting film “KKN Desa Penari”. Proses syuting memerlukan izin khusus sebesar Rp10 juta dan persiapan yang memakan waktu lima hari, dengan syuting dilakukan selama satu hari satu malam. Hal ini menunjukkan betapa menariknya Plunyon Kalikuning sebagai lokasi dengan daya tarik visual yang kuat.

“Setelah dipakai untuk syuting, tempat ini menjadi lebih ramai pengunjung,” kata Sarjiman.

Dengan kemiripannya dengan Jembatan Russel, Plunyon Kalikuning juga menjadi tempat favorit untuk fotografi. Wisatawan sering memanfaatkan pemandangan jembatan yang indah untuk mengabadikan momen mereka.

“Tiap hari biasa paling ada 150-200 pengunjung, tapi kalau hari libur bisa sampai 1250 orang,” kata Sarjiman.

Ini menunjukkan betapa populernya jembatan ini, baik untuk wisatawan lokal maupun internasional.

Pluyon Kalikuning, Umbulharjo, Sleman, YogyakartaPluyon Kalikuning, Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Meski demikian, beberapa tantangan seperti kerawanan longsor dan kondisi taman yang mulai lapuk perlu diperhatikan.

“Tamannya sudah lapuk dan ini sudah kami laporkan tetapi belum ada respon. Sudah setahunan,” kata Sarjiman.

Dengan perhatian yang lebih pada pemeliharaan dan keamanan, Plunyon Kalikuning dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik dan aman bagi semua pengunjung.

Secara keseluruhan, Plunyon Kalikuning menawarkan pesona yang luar biasa dengan jembatan ikonik yang kini dikenal sebagai versi lokal Jembatan Russel di Skotlandia. Dengan pemandangan alam yang indah, sejarah yang kaya, dan daya tarik visual yang kuat, jembatan ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam dan sejarah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Jembatan Plunyon Kalikuning, Jembatan Ikonik di Film KKN Desa Penari



Sleman

Jembatan Plunyon Kalikuning semakin populer di kalangan wisatawan setelah muncul sebagai latar ikonik dalam film “KKN Desa Penari”. Jembatan itu memiliki sejarah panjang dan berperan penting dalam irigasi lokal hingga kemudian menjadi destinasi wisata.

“Plunyon Kalikuning dibangun untuk irigasi sekitar tahun 1982-1983,” kata Sarjiman, pengelola Plunyon Kalikuning saat ditemui detikTravel.

Dulu, jembatan ini dibuat oleh warga setempat, bukan oleh Belanda seperti yang banyak orang kira. Fungsi utamanya adalah untuk mengalirkan air ke sawah-sawah dan ternak di daerah sekitarnya.


Plunyon sendiri diambil dari kata lunyu, yang dalam bahasa Jawa berarti licin. Hal tersebut disebabkan batu di situ sangat licin. Namun, letusan Gunung Merapi tahun 2010 yang dahsyat telah mengubah wajah Plunyon Kalikuning.

“Dulu, batu di sini sangat licin, tetapi setelah erupsi, semuanya tertutup pasir sehingga berubah bentuk. Warna air di Kali Kuning pun berubah, dari kuning keruh menjadi lebih jernih setelah tertutup batu dan pasir,” kata Sarjiman.

Selain itu, letusan juga merusak beberapa bagian jembatan, termasuk pagar besinya yang akhirnya diperbaiki pada tahun 2018.

Sejak tahun 2016, Plunyon Kalikuning mulai dikelola oleh Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan pengunjung dikenakan tiket masuk.

“Kami mulai memungut tiket dari tahun 2016. Tiket ini membantu dalam pemeliharaan dan pengelolaan tempat ini, termasuk perbaikan fasilitas dan kebersihan area,” ujarnya.

Saat ini, irigasi masih berjalan dan airnya juga dimanfaatkan oleh PDAM untuk kebutuhan masyarakat Sleman dan Yogyakarta melalui pipa-pipa besar.

Film “KKN Desa Penari” yang mengambil lokasi syuting di Plunyon Kalikuning telah memberikan dampak signifikan terhadap jumlah pengunjung. Proses syuting itu memerlukan izin khusus sebesar Rp 10 juta dan persiapan yang memakan waktu lima hari, dengan syuting dilakukan selama satu hari satu malam.

“Sebelum dipakai syuting, tempat ini tidak seramai sekarang,” ujar Sarjiman.

Seiring dengan peningkatan jumlah pengunjung, beberapa masalah juga mulai muncul, termasuk kerawanan longsor dan kondisi taman yang mulai lapuk.

“Tamannya sudah lapuk dan ini sudah kami laporkan tetapi belum ada respon. Sudah setahunan,” ujar Sarjiman.

Plunyon Kalikuning menyuguhkan pemandangan indah Gunung Merapi yang paling jelas terlihat di pagi hari sekitar pukul 07.00. Dengan pengelolaan yang baik dan perhatian terhadap keselamatan, diharapkan Plunyon Kalikuning dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung sambil tetap mempertahankan fungsi irigasinya yang vital bagi masyarakat sekitar.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jembatan Ikonik dengan Taman Tepi Sungai



Sleman

Terletak di kaki Gunung Merapi, Plunyon Kalikuning memiliki pesona alam yang memukau dengan jembatan ikonik, taman tepi sungai, area pendakian, serta panorama bukit hijau dan pegunungan yang menakjubkan.

Keindahan tempat ini menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati keajaiban alam sambil merasakan ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Plunyon Kalikuning dikenal dengan jembatan ikoniknya yang menjadi latar dalam film “KKN Desa Penari”. Dibangun pada tahun 1982-1983, jembatan ini awalnya dibuat untuk irigasi oleh warga setempat. Sekarang, jembatan ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam yang indah.


“Jembatan ini dulunya dibuat untuk mengalirkan air ke sawah-sawah dan ternak di daerah sekitarnya,” ujar Sarjiman, pengelola Plunyon Kalikuning.

Yuk intip segala pesona dari Plunyon Kali Kuning

Taman Tepi Sungai

Selain jembatan yang mempesona, Plunyon Kalikuning juga memiliki taman tepi sungai yang menawarkan tempat yang sempurna untuk bersantai. Taman ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang sambil mendengarkan gemericik air sungai.

Suara gemericik air dari sungai bisa Traveler tempuh dengan tracking sekitar dari area jembatan. Di sana, akan ditemui lembah teduh yang bisa untuk basah-basahan main air sepuasnya.

Setelah erupsi Gunung Merapi, lanskap di sekitar sungai berubah, tetapi tetap menawarkan keindahan yang menakjubkan.

“Dulu, batu di sini sangat licin, tetapi setelah erupsi, semuanya tertutup pasir sehingga berubah bentuk,” jelas Sarjiman.

Area Pendakian

Bagi para pencinta alam dan pendaki, Plunyon Kalikuning menawarkan area pendakian yang menantang dan menyegarkan. Jalur pendakian ini tidak hanya memberikan pengalaman fisik yang memuaskan tetapi juga menghadirkan pemandangan alam yang luar biasa.

Pendaki juga dapat menikmati panorama bukit hijau yang mempesona sepanjang perjalanan.

“Pemandangan Gunung Merapi paling jelas terlihat di pagi hari sekitar pukul 7,” kata Sarjiman.

Panorama bukit hijau dan pegunungan

Panorama bukit hijau dan pegunungan di Plunyon Kalikuning menambah daya tarik tempat ini.

“Dulu, sini sampai gunung itu penuh pohon pinus, sekarang tinggal beberapa saja,” kenang Sarjiman.

Meskipun demikian, keindahan alam Plunyon Kalikuning tetap memikat, dengan bukit-bukit hijau yang menghiasi lanskap dan memberikan pemandangan yang menenangkan bagi para pengunjung.

Dengan pengelolaan yang baik oleh Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Plunyon Kalikuning terus berkembang sebagai destinasi wisata yang populer.

“Kami mulai memungut tiket masuk dari tahun 2016, dan ini membantu dalam pemeliharaan dan pengelolaan tempat ini,” ujar Sarjiman.

Namun, beberapa tantangan seperti kerawanan longsor dan kondisi taman yang mulai lapuk perlu mendapat perhatian lebih.

Secara keseluruhan, Plunyon Kalikuning adalah tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan alam sambil belajar tentang sejarah dan fungsi irigasinya. Dengan jembatan ikonik, taman tepi sungai, area pendakian, serta panorama bukit hijau dan pegunungan, tempat ini menawarkan pengalaman yang lengkap bagi setiap pengunjung.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sendratari Ramayana Terjemahan Relief Candi Prambanan Tanpa Kata



Yogyakarta

Diterpa cahaya rembulan, di hadapan megahnya Candi Prambanan, keindahan budaya Jawa tersuguhkan dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan itu memukau ribuan penonton dengan kisah epik Ramayana yang diadaptasi dalam bentuk seni drama dan tari tanpa dialog.

“Cerita Ramayana terkisah dari relief-relief yang terpahat di Candi Prambanan,” ucap sang narator

Pertunjukan itu bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebuah upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Sejak 26 Juli 1961, pertunjukan tersebut daya tarik populer bagi wisatawan yang datang ke Candi Prambanan.


Sendratari Ramayana yang juga dikenal dengan Ramayana Ballet populer sebagai hiburan malam hari di Jogja. Tidak hanya menjadi rujukan wisatawan lokal, tapi turis asing terlihat antusias menyaksikannya.

Berikut yang dapat traveler rasakan jika menyaksikan sendratari Prambanan:

Pertunjukan Tanpa Dialog yang Menggetarkan

Sendratari Ramayana Prambanan menggabungkan unsur tari dan drama tanpa dialog, menceritakan perjalanan heroik Rama dalam menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik oleh Rahwana, raja Negara Alengka.

Lebih dari 200 penari profesional dan musisi lokal terlibat dalam pertunjukan ini, menciptakan harmoni gerakan dan musik yang menggetarkan hati. Candi Prambanan, terutama Candi Siwa, menjadi latar belakang yang mempesona, menambah keagungan pertunjukan ini.

Tradisi yang Menyatu dengan Alam

Pertunjukan ini digelar rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada musim kemarau bulan Mei hingga Oktober, pementasan berlangsung di panggung terbuka dengan ukuran mencapai 14 x 50 meter yang menyatu dengan Candi Prambanan dan alam sekitar.

Saat musim hujan sekitar Januari hingga April dan November hingga Desember, pertunjukan dipindahkan ke panggung tertutup Trimurti Stage.

Keunikan Kisah Ramayana Versi Jawa

Cerita Ramayana yang diangkat dalam sendratari ini merupakan adaptasi dari epos Hindu, namun dengan sentuhan budaya Jawa yang khas. Pertunjukan diawali dengan kemenangan Rama dalam kompetisi memanah untuk memperebutkan Putri Shinta. Setelah menikah, Rama, Shinta, dan Laksmana mengembara ke hutan Dandaka, tempat Rahwana menculik Shinta.

Dengan bantuan Hanoman dan pasukan kera, Rama membangun jembatan menuju Alengka untuk menyelamatkan Shinta. Pertempuran besar terjadi antara pasukan kera dan raksasa Alengka, hingga akhirnya Rama berhasil mengalahkan Rahwana dengan panahnya. Meski sempat meragukan kesucian Sinta, Rama akhirnya menerima kembali Shinta setelah ia membuktikan kesuciannya dengan membakar diri namun selamat dari api.

Pengalaman Menonton yang Tak Terlupakan

Penonton diingatkan untuk tidak menggunakan flash saat memotret dan tidak berbicara terlalu keras selama pertunjukan. Acara ini terdiri dari dua babak, dengan babak pertama diakhiri oleh aksi Hanoman membakar kerajaan Alengka, disusul oleh istirahat 15 menit.

Babak kedua yang lebih singkat diakhiri sekitar pukul 9 21.00.

Pada akhir pertunjukan, penonton diperbolehkan berfoto dengan para pemain di atas panggung. Terlihat pemeran Rama Sinta dan kera Hanoman sering menjadi favorit untuk diajak berfoto wisatawan.

Menjaga Warisan Budaya

Sendratari Ramayana Prambanan bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah upaya untuk menjaga dan merayakan warisan budaya Indonesia.

Setiap gerakan tari dan alunan musik dalam sendratari ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang harus terus dilestarikan.

Penonton tidak hanya disuguhi sebuah kisah epik, tetapi juga diajak untuk menghargai dan memahami budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Di panggung besar dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah, Sendratari Ramayana Prambanan terus berlanjut, mengisahkan cerita cinta dan keberanian yang abadi, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai budaya mereka.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

4 Keunikan Kafe di Rumah Kuno Ndalem Pembayun Yogyakarta



Yogyakarta

Space Roastery 1890 yang dibuka April 2024 bukan tempat ngopi biasa. Berada di bangunan kuno, kafe itu mengenalkan sedotan ramah lingkungan.

Kafe dengan konsep unik bergaya klasik itu diresmikan pada 12 April 2024. Terbilang masih baru. Tetapi, justru karena kebaruannya itu, kafe tersebut menyuguhkan sejumlah oembeda.

Beralamat di Jl. MT Haryono No 9, Suryodiningrat, Kota Yogyakarta. Lokasinya dekat dengan sebagian pusat Jogja seperti Plengkung Gading dan Alun-alun Kidul Yogyakarta, sehingga aksesnya begitu mudah ditemukan.


Berikut 4 pembeda Space Roastery 1890 :

1. Berada di Bangunan Berusia Satu Abad

Bangunan yang digunakan kafe ini memiliki arsitektur Jawa yang mencolok, bahkan sejak pengunjung menginjakkan kaki di area parkir. Bangunannya lawas dan ternyata merupakan bangunan warisan budaya yang sudah berusia lebih dari satu abad.

Space Roastery berada di Ndalem Pembayun yang dulu milik keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Nama 1890 diambil dari tahun berdirinya rumah tersebut. Selama 134 tahun, rumah ini telah beralih menjadi beragam fungsi, salah satunya dulu pernah menjadi toko game Dino. Warga Jogja generasi 80 hingga 90an pasti familiar dengan itu.

Dominasi warna hijau, kuning, dan coklat yang teduh dipadu dengan unsur modern yang tidak merusak ornamen aslinya. Bangunan ini sejatinya representasi dari bagian terdalam rumah Joglo yakni Omah Njero sebagai ruang keluarga. Di dalamnya juga ada senthong yang tidak diusik oleh Space Roastery karena ditutup oleh tirai di belakang meja bar barista.

2. Tasting Station

Jangan khawatir jika ragu dengan rasa kopinya, karena Space Roastery menjanjikan tasting station untuk traveler yang ingin mencicipi dulu rasa untuk filter coffee.

Di meja panjang itu, traveler dapat memilih rasa mana yang sesuai dengan lidah. Tidak perlu sungkan untuk meminta tolong barista mengarahkan. Jika sudah mantab, traveler bisa lanjut membeli kopi yang sesuai dengan selera.

3. Menu Unik di Space Roastery 1890

Space Roastery memang dikenal dengan signature kopinya, namun di gerai barunya ini mereka menyediakan menu tambahan unik tiada duanya di gerai lain.

Menu tersebut adalah kopi ronde dan wedang bajigur. Jika tidak ke 1890, traveler tidak akan menemukan menu serupa di gerai Space Roastery lainnya.

4. Sedotan ramah lingkungan dan edible

Space Roastery 1890 menjamin mutu sedotan untuk customernya ramah lingkungan dan bisa dimakan. Bahan dasar sedotan adalah tepung beras dan tepung jagung, sehingga biodegradable dan juga compostable.

Aman untuk dikonsumsi namun tidak mudah lunglai. meski setelah 30 menit terendam dalam minuman. Diproses lama selama 3-4 jam sog-resistant, traveler bisa memakannya jika sedotan sudah terasa lembek.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

20 Hotel Dekat Malioboro yang Terbaik, Rp 200 Ribuan hingga 1 Jutaan



Jakarta

Jika ingin menginap di pusat Kota Yogyakarta dengan nuansa kota yang khas, detikers bisa menginap di kawasan Jalan Malioboro. Ada banyak hotel di sana dengan kelas yang berbeda-beda.

Jika detikers masih bingung memilih hotel dekat Malioboro, simak dulu rekomendasi 20 hotel terbaik sekitar Malioboro berikut ini. Harganya bervariasi mulai dari Rp 200 ribuan hingga Rp 1 jutaan per malam.

Rekomendasi 20 Hotel Dekat Malioboro

Dirangkum dari sejumlah situs booking hotel dan Google Maps, berikut ini rekomendasi 20 hotel dekat Malioboro, lengkap dengan lokasi dan harganya:


1. Liberta Malioboro

Hotel Liberta Malioboro Yogyakarta.Hotel Liberta Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @libertamalioboro)
  • Lokasi: Jalan Pringgokusuman No 17, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
  • Harga: mulai Rp 280 ribu

Hotel dekat Malioboro yang pertama adalah Liberta Malioboro yang jaraknya sekitar 700 meter dari Jalan Malioboro. Berdesain modern, hotel bintang dua ini ini memiliki fasilitas kolam renang cukup luas. Tempat ini juga dilengkapi kafe yang nyaman.

2. Top Hotel Malioboro Jogja

Top Hotel Malioboro Yogyakarta.Top Hotel Malioboro Yogyakarta. (dok Top Hotel Malioboro)
  • Lokasi: Jalan HOS Cokroaminoto No 145, Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 320 ribu

Top Hotel Malioboro Jogja adalah hotel bintang dua yang cukup terjangkau. Jaraknya cukup dekat dengan kawasan Malioboro, yakni hanya 6 menit naik motor.

Ada beberapa pilihan kamar, seperti superior, bisnis, dan deluxe. Kamar superiornya memiliki luas 21 meter persegi dengan fasilitas AC, pembuat kopi dan teh, dan TV.

3. Taman Yuwono Heritage Malioboro

Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro Yogyakarta.Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro Yogyakarta. (dok Taman Yuwono Hotel & Villa Malioboro)
  • Lokasi: Komplek Taman Yuwono, Jalan Dagen No.11, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
  • Harga: mulai Rp 390 ribu

Taman Yuwono Heritage Malioboro termasuk hotel yang jaraknya sangat dekat, yakni sekitar 300 meter dari Jalan Malioboro atau 350 meter jalan kaki dari pintu Stasiun Yogyakarta.

Hotel ini berkonsep minimalis dan terasa seperti rumah lama. Terdapat joglo yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang bersama.

4. D’Senopati Malioboro

Hotel D'Senopati Malioboro dekat Malioboro.Hotel D’Senopati Malioboro dekat Malioboro. (dok D’Senopati Malioboro).
  • Lokasi: Jalan Panembahan Senopati No 40, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 430 ribu

D’Senopati Malioboro berlokasi tak jauh dari ujung selatan Jalan Malioboro. Hotel ini berada di tepi jalan raya, dan bangunannya cukup megah sehingga mudah ditemukan.

Terdapat beberapa jenis kamar, yakni standar, superior dan deluxe. Luas kamarnya 22 meter persegi. Ada kolam luas yang bisa detikers pakai untuk berenang.

5. Whiz Hotel Malioboro Yogyakarta

Whiz Hotel Malioboro.Whiz Hotel Malioboro. (dok Whiz Hotel Malioboro).
  • Lokasi: Jalan Dagen No 8, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 380 ribu

Whiz Hotel sangat dekat dengan Malioboro karena hanya berjarak 100 meter dari Jalan Malioboro. Tempatnya juga berdekatan dengan tempat makan gudeg populer, sehingga cocok buat kalian yang ingin mencicipi kuliner khas Jogja ini.

Kalian bisa memilih standard room dan superior room, atau deluxe room. Fasilitasnya antara lain brankas, TV, kulkas mini, pembuat teh dan kopi, dan lain sebagainya.

6. Prima In Hotel Malioboro

Prima In Hotel dekat Malioboro.Prima In Hotel dekat Malioboro. (dok Prima In Hotel Yogyakarta).
  • Lokasi: Jalan Gandekan Lor No 47, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 470 ribu

Prima In Hotel Malioboro merupakan hotel bintang tiga yang cukup mudah ditemukan. Jaraknya hanya 400 meter dari pintu Stasiun Yogyakarta.

Hotel ini menawarkan beberapa jenis kamar, mulai dari superior, cabanas, deluxe, executive, dan suite untuk keluarga. Pada jenis superior, luas kamarnya 24 meter persegi dengan fasilitas AC, meja kerja, LED TV, pembuat teh dan kopi, minibar dengan camilan gratis, dan balkon.

7. Grand Hotel Malioboro

  • Lokasi: Jalan Dagen No 85, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 730 ribu

Berada di kawasan Wisata Dagen, hotel ini juga dekat dengan Malioboro. Traveler bisa memilih kamar superior, double, dan executive. Kamar superiornya memiliki luas 19 meter persegi dengan fasilitas AC, pembuat kopi dan teh, hingga TV LCD.

8. Amaris Hotel Malioboro

  • Lokasi: Jalan Pajeksan No 10, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 430 ribu

Amaris Hotel Malioboro berada sangat dekat dengan Jalan Malioboro, terutama dengan Rumah Hantu Malioboro dan Pasar Beringharjo. Hotel ini memiliki bangunan berdesain Belanda yang unik. Traveler bisa memilih jenis kamar smart room hollywood maupun smart room twin yang dilengkapi dengan TV LCD dan wifi gratis.

9. Ayaartta Hotel Malioboro

  • Lokasi: Jalan KH. Ahmad Dahlan No 123, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 390 ribu

Ayaartta Hotel Malioboro merupakan hotel bintang 3 dengan kamar-kamar bergaya artistik. Ada pilihan jenis kamar, seperti kamar superior, deluxe premiere, deluxe premier balcony, family room, junior suite, dan premier suite. Kamar superiornya mempunyai 2 bed berukuran cukup besar.

10. Khas Hotel Malioboro

  • Lokasi: Jalan Gadean No 3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 580 ribu

Khas Hotel Malioboro juga sangat dekat dengan Pasar Beringharjo, meskipun agak masuk ke dalam gang. Bangunannya tampak megah dengan warna putih. Fasilitasnya ramah untuk umat Islam, karena dilengkapi mukena, sajadah, dan Al-Qur’an.

11. Ibis Styles Yogyakarta

Hotel Ibis Styles Yogyakarta dekat Malioboro.Hotel Ibis Styles Yogyakarta dekat Malioboro. (dok Ibis Style Yogyakarta).
  • Lokasi: Jalan Dagen No 109, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 620 ribu

Ibis Style Yogyakarta hanya berjarak lima menit jalan kaki menuju Jalan Malioboro. Dalam situs resminya, kamar superior dilengkapi satu queen size bed dengan luas 23 meter persegi, dengan fasilitas TV, pengering rambut, mini bar, brankas, hingga pembuat teh dan kopi.

Fasilitas lainnya antara lain kolam renang di atas, gym, bar, restoran, hingga area bermain anak. Pengunjung dapat berenang menikmati pemandangan Jogja dari atas hotel.

12. Emersia Hotel Malioboro

  • Lokasi: Jalan Gowongan Kidul No 34, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 650 ribu

Emersia Hotel Malioboro berada di sisi utara Stasiun Yogyakarta, sehingga hanya membutuhkan waktu 8 menit menuju Jalan Malioboro. Dari sisi bangunan, hotel bintang 3 ini berdesain gabungan antara modern dan tradisional.

Pilihan kamarnya ada superior dan deluxe. Kamar superiornya memiliki dua jenis, yaitu berada di lantai dasar dengan pemandangan taman dan balkon, atau di lantai dua yang dilengkapi kolam ikan.

13. The Malioboro Hotel & Conference

  • Lokasi: Jalan Gandekan Lor No 21, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 630 ribu

The Malioboro Hotel & Conference merupakan hotel baru yang berada di dekat Malioboro. Hotel bintang empat ini memiliki fasilitas lengkap, meskipun kolam renangnya tidak terlalu besar. Interior hotel ini Jogja banget karena menggunakan desain batik dan wayang.

14. Patra Malioboro

Hotel Patra Malioboro.Hotel Patra Malioboro. (dok Hotel Patra Malioboro).
  • Lokasi: Jalan Sosrowijayan No 35, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 650 ribu

Patra Malioboro berjarak 200 meter ke Jalan Malioboro. Keluar dari gang, traveler bisa langsung menemukan Teras Malioboro yang merupakan tempat berbelanja oleh-oleh khas Jogja. Hotel ini menawarkan gaya klasik modern dengan fasilitas antara lain kolam renang dan teras kota yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan.

15. Malyabhara Hotel

Hotel Malyabhara dekat Malioboro.Hotel Malyabhara dekat Malioboro. (dok Hotel Malyabhara).
  • Lokasi: Jalan Malioboro No 52-58, Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 710 ribu

Malyabhara letaknya sangat strategis karena berada di sisi utara Plaza Malioboro dan Mall Malioboro. Hotel ini memiliki fasilitas kolam renang di atap. Kalian juga bisa menikmati pemandangan Jalan Malioboro dari atas. Beberapa pilihan kamarnya adalah superior twin, superior king, deluxe twin, deluxe king, dan executive.

16. Neo Hotel

Neo Hotel dekat Malioboro.Neo Hotel dekat Malioboro. (dok Neo Hotel Yogyakarta)
  • Lokasi: Jalan Pasar Kembang No 21, Sosromenduran, Yogyakarta, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 590 ribu

Lokasi Neo Hotel Malioboro sangat strategis karena berada di depan Stasiun Yogyakarta. Tinggal jalan kaki 3 menit sudah sampai ke Jalan Malioboro. Hotel ini dilengkapi Lounge di rooftop yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk melihat pemandangan dari atas.

17. Jambuluwuk Malioboro Yogyakarta

Jambuluwuk Hotel dekat Malioboro.Jambuluwuk Hotel dekat Malioboro. (dok Jambuluwuk Hotel)
  • Lokasi: Jalan Gajah Mada No 67, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 630 ribu

Jambuluwuk Malioboro berada sekitar 900 meter dari Jalan Malioboro. Beberapa pilihan kamarnya ada superior dan deluxe. Fasilitas yang ditawarkan seperti karaoke, tropical pool, playground dan toko suvenir.

18. el Hotel Yogyakarta Malioboro

el Hotel Yogyakarta dekat Malioboro.el Hotel Yogyakarta dekat Malioboro. (dok el Hotel Yogyakarta)
  • Lokasi: Jalan Dagen No 6, Sosromenduran, Malioboro, Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 840 ribu

el Hotel Malioboro adalah hotel bintang empat yang jaraknya hanya 20 meter ke Jalan Malioboro. Beberapa pilihan kamar yang ditawarkan seperti superior room, deluxe room, deluxe premier room, suite room, dan executive suite room. Fasilitasnya antara lain TV LED, kulkas, pembuat teh dan kopi, pengering rambut, hingga playground untuk anak-anak.

19. Royal Malioboro by Aston

Hotel Royal Malioboro Yogyakarta.Hotel Royal Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @royalmalioboro)
  • Lokasi: Jalan Pasar Kembang No 29, Sosromenduran, Yogyakarta, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 890 ribu

Hotel Royal Malioboro berada di depan Stasiun Yogyakarta dan bersebelahan dengan Neo Hotel. Cukup berjalan kaki 3 menit, traveler akan sampai ke Jalan Malioboro.

Selain mendapatkan kamar yang luas dan nyaman, traveler juga memperoleh beberapa fasilitas seperti gym, restoran, dan kolam renang di atap dengan pemandangan kota Jogja.

20. Novotel Suites Yogyakarta

Novotel Suites Malioboro YogyakartaNovotel Suites Malioboro Yogyakarta. (dok Instagram @novotelsuitesmalioboro)
  • Lokasi: Jalan Malioboro No 52-58, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta.
  • Harga: mulai Rp 1,2 juta

Hotel ini bersebelahan dengan Malyabhara Hotel atau di utara Plaza Malioboro dan Mall Malioboro, sehingga sangat strategis. Kamar superiornya terdapat dua pilihan, yakni dengan satu bed ukuran king atau dua single bed. Fasilitasnya antara lain kamar seluas 32 meter persegi, pemandangan kota, mini bar, microwave, hair dryer, wifi, dan televisi.

Itulah tadi 20 hotel dekat Malioboro yang bisa menjadi pilihan traveler saat berwisata ke Jogja. Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga selalu cek kembali harga terbaru di situs booking hotel atau situs resmi hotelnya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Candi Prambanan Keajaiban Dunia di Perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah



Jakarta

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar dan termegah yang dibangun pada Jawa Kuno. Candi ini dinilai sebagai salah satu bukti keajaiban arsitektur Hindu di Jawa.

Candi Prambanan dibangun pada abad kesembilan Masehi di daerah Sleman, Yogyakarta. Saat ini, Candi Prambanan juga menjadi tujuan wisara turis lokal dan mancanegara.

Candi Prambanan memiliki legenda yang terkenal yaitu Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Legenda ini merupakan salah satu legenda yang terkenal di Indonesia.


Arti Nama Prambanan

Dikutip dari situs resmi kabupatensleman, nama Prambanan berasal dari nama desa tempat candi itu berdiri. Desa Prambanan.

Diduga ada pengaruh perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna “Brahman Agung”, yaitu Barhman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu.

Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.

Nama lain dari Prambanan dapat berarti lima gunung yang dalam bahasa Khmer/Kamboja lima adalah Pram dan banam adalah gunung (ប្រាំភ្នំ). Itu menggambarkan lima puncak gunung dari Himalaya di India. Pada waktu yang sama dalam kronik Khmer bahwa Bangsa Jawa pernah menjajah Khmer salama 200 tahun dan Jayawarman ke 2 yang pernah di Jawa merupakan pahlawan yang membebaskan Khmer dari dominasi Jawa.

Sejarah Candi Prambanan

Dikutip dari Digilib UNS, Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia. Candi Prambanan dibangun pada abad kesembilan masehi.

Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti tiga dewa utama dalam ajaran Hindu. Yaitu Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagai pemusnah dan pencipta kembali.

Berdasarkan prasasti Siwagrha, nama asli komplek Candi Prambanan adalah Siwagrha atau rumah Siwa. Nama ini sejalan dengan penempatan arca Siwa di ruang utama candi.

Arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter menunjukkan Candi Prambanan lebih diutamakan untuk Siwa. Menurut prasasti Siwagrha, Candi Prambanan mulai dibangun sekitar tahun 856 masehi oleh Rakai Pikatan.

Candi ini terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, masa kerajaan Medang Mataram. Nama Candi Prambanan berasal dari desa tempat candi ini berdiri.

Diduga prambanan merupakan perubahan dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu yaitu Para Brahman. Kata Para Brahman memiliki makna yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tidak dapat digambarkan.

Legenda Candi Prambanan

Dikutip dari situs repositori Kemendikbud, Candi Prambanan dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Konon, Roro Jonggrang merupakan nama seorang putri cantik jelita anak dari penguasa saat itu.

Ayah Roro Jonggrang adalah Raja Baka. Terdapat banyak raja muda yang ingin mempersunting putri cantik ini. Namun, mereka ditolak karena tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta Roro Jonggrang.

Salah satu orang yang ingin mempersunting Roro Jonggrang adalah Bandung Bondowoso. Ia memiliki kekuatan yang luar biasa hingga putri takut untuk menolaknya. Akhirnya, Roro Jonggrang memberikan persyaratan yang cukup berat, yaitu membangun seribu arca dalam waktu satu malam.

Sebagai orang yang sakti mandraguna persyaratan yang diberikan disanggupi oleh Bandung Bondowoso. Saat menjelang pagi pada saat candi dan arca sudah hampir selesai. Roro Jonggrang berupaya untuk menggagalkan hal tersebut.

Bandung Bondowoso dibantu para jin saat menyelesaikan pekerjaan membangun candi. Mendengar suara alu dan kokok ayam, para jin takut matahari akan terbit.

Para jin tersebut meninggalkan Bandung Bondowoso dengan pekerjaan yang belum selesai. Bandung Bondowoso marah saat mengetahui kejadian ini adalah akal-akalan sang putri.

Lalu, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu sebagai pelengkap arca yang belum diselesaikan. Arca tersebut adalah arca Durga Mahisasuramardini yang saat ini ada di relung sebelah utara Candi Ciwa.

Keajaiban Arsitektur Hindu di Jawa

Relief Ramayana Candi Prambanan Panel 15 di Candi BrahmaRelief Ramayana Candi Prambanan Panel 15 di Candi Brahma (Facebook/Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta)

Candi Prambanan dinilai sebagai salah satu keajaiban arsitektur candi Hindu di Jawa. Arsitektur Candi Prambanan berpedoman kepada tradisi arsitektur Hindu yang berdasarkan kitab Wastu Sastra.

Denah candi megikuti pola mandala, sementara bentuk candi yang tinggi menjulang merupakan ciri khas candi Hindu.

Seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan juga memiliki tingkatan zona candi, mulai dari yang kurang suci hingga ke zona yang paling suci. Tingkatan candi itu terbagi dalam tiga zona lahan denah secara horisontal maupun vertikal, yakni Bhurloka(dalam Buddhisme: Kamadhatu), adalah ranah terendah makhluk yang fana; manusia, hewan, juga makhluk halus dan iblis. Di ranah ini manusia masih terikat dengn hawa nafsu, hasrat, dan cara hidup yang tidak suci. Halaman terlar dan kaki candi melambangkan ranah bhurloka.

Kemudian, Bwahloka(dalam Buddhisme: Rupadhatu), adalah alam tegah, tempat orang suci, resi, pertapa, dan dewata Di alam ini manusia mulai melihat cahaya kebenaran. Halaman tengah dan tubuh candi melambangkan ranah bwahloka. Yang ketiga, Swahloka(dalam Buddhisme: Arupadhatu), adalah ranah tertinggi sekaligus tersuci tempat para dewa bersemayam, juga disebut swargaloka.

Halaman dalam dan atap candi melambangkan ranah swahloka. Atap candi-candi di kompleks Prambanan dihiasi dengan kemuncak mastaka berupa ratna (Sanskerta: permata), bentuk ratna Prambanan merupakan modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Dalam arsitektur Hindu Jawa kuno, ratna adalah sandingan Hindu untuk stupa Buddha, yang berfungsi sebagai kemuncak atau mastaka candi.
Pada saat pemugaran, tepat di bawah arca Siwa di bawah ruang utama candi Siwa terdapat sumur yang didasarnya terdapat pripih (kotak batu).

Sumur ini sedalam 5,75 meter dan peti batu pripih ini ditemukan di atas timbunan arang kayu, tanah, dan tulang belulang hewan korban. Di dalam pripih ini terdapat benda-benda suci seperti lembaran emas dengan aksara bertuliskan Baruna (dewa laut) dan Parwata (dewa gunung). Dalam peti batu ini terdapat lembaran tembaga bercampur arang, abu, dan tanah, 20 keping uang kuno, beberapa butir permata, kaca, potongan emas, dan lembaran perak, cangkang kerang, dan 12 lembaran emas (5 diantaranya berbentuk kura-kura, ular naga (kobra), padma, altar, dan telur).

Keajaiban lain CandiPrambanan ada pada relief. Relief di Candi Prambanan menampilkan Shinta tengah diculik Rahwana yang menunggangi raksasa bersayap, sementara burung Jatayu di sebelah kiri atas mencoba menolong Shinta.

Panil khas Prambanan, singa di dalam relung diapit dua pohon kalpataru yang masing-masing diapit oleh sapasang kinnara-kinnari atau sepasang margasatwa.

Lokasi dan Rute Perjalanan Candi Prambanan

Suasana Candi Prambanan sunyi di saat perayaan Hari Raya Nyepi, Senin (11/3/2024).Candi Prambanan (Jauh Hari Wawan S/detikJogja)

Candi Prambanan tepatnya berlokasi di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk menuju Candi Prambanan, kamu perlu menempuh jarak 16,3 km dari pusat kota Yogyakarta. Jarak tersebut dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Jam Operasional Candi Prambanan

Dikutip dari situs travel, candi Prambanan mulai beroperasi dari 07.00 sampai pukul 17.30 WIB. Loket dan pintu gerbang ditutup lebih awal dari jam operasional. Pada pukul 18.00 area candi Prambanan sudah dikosongkan.

Setiap hari Senin, pengunjung hanya bisa mengunjungi halaman sekitar candi (zona 2) karena kunjungan pada zona 1 ditutup untuk keperluan perawatan candi.

Harga Tiket Candi Prambanan

Kamu dapat membeli tiket masuk Candi Prambanan dengan cara online. Untuk menggunakan e-ticket, kamu hanya perlu menunjukkan kode QR pada e-ticket yang kamu miliki di loket.

QR tersebut akan discan oleh petugas dan ditukar dengan QR untuk masuk ke area Candi Prambanan. Berikut rincian harga tiket masuk Candi Prambanan:

Orang dewasa domestik: Rp 50.000 per orang.
Anak-anak domestik: Rp 25.000 per anak.
Turis asing dewasa: Rp 362.500.
Turis asing anak-anak: Rp 217.500.

Fasilitas Candi Prambanan

Fasilitas dari Candi Prambanan tergolong sangat lengkap. Fasilitas-fasilitas ini siap untuk memanjakan kalian. Berikut beberapa fasilitas yang dapat kamu gunakan di Candi Prambanan:

Halaman parkir yang luas
Papan Informasi
Musholla
Guide
Toko suvenir
Transportasi di dalam area candi (mobil golf, single bike, dan tandem bike).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuknya



Jakarta

Lagi kumpul bareng keluarga di Yogyakarta? Ada satu tempat yang wajib untuk dikunjungi, Ledok Sambi Ecopark atau lebih sering disebut Ledok Sambi. Objek wisata ini menawarkan berbagai permainan yang seru, sehingga cocok untuk liburan bareng teman ataupun keluarga.

Ledok Sambi juga menyuguhkan tempat yang asri dan sejuk. Alhasil, banyak juga wisatawan yang datang ke sini hanya untuk sekadar refreshing sambil menikmati beragam kuliner lezat.

Lantas, apa saja sih daya tarik dari Ledok Sambi? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


Daya Tarik Ledok Sambi

Ledok Sambi merupakan salah satu objek wisata di Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan, terlebih saat memasuki akhir pekan atau musim liburan. Soalnya, ada daya tarik tersendiri yang membuat masyarakat ingin berkunjung ke tempat wisata ini.

Mengutip Instagram resminya @ledoksambiecopark, berikut sejumlah daya tarik dari Ledok Sambi:

1. Menikmati Suasana Alam

Ledok Sambi membentang di lembah sungai Kali Kuning, dikelilingi persawahan, ladang, dan pepohonan hijau asri. Udara pegunungan yang sejuk dan pemandangan Gunung Merapi menambah kenyamanan liburan. Pengunjung bisa menggelar tikar dan bersantai di bawah pohon.

Kamu juga bisa bermain bersama teman-teman ataupun si kecil di pinggiran sungai. Tenang saja, air yang mengalir cukup tenang sehingga travelers bisa bermain ke tengah sungai. Namun tetap hari-hati karena terdapat batu kali yang licin.

2. Berkemah

Kurang puas bermain seharian di Ledok Sambi? Tenang, pengunjung juga bisa berkemah di Ledok Sambi, lho. Bahkan, pihak pengelola telah menyediakan tenda dengan ukuran yang bervariasi.

Biar nggak penasaran, berikut daftar harga camping di Ledok Sambi:

Camping Tenda sedang (untuk 2 orang) Rp 200.000
Tenda besar (isi 5 orang): Rp 250.000/tenda

Paket Camping Ceria: Rp 475.000/2 orang
Paket Camping Ceria Trio: Rp 600.000/3 orang
Paket Camping Ceria Plus: Rp 900.000/5 orang.
Sebagai catatan, untuk paket Camping Ceria, Ceria Trio, dan Ceria Plus sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur.

Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi wisatawan yang ingin menggunakan api unggun hingga sewa alat BBQ, yaitu:

Api unggun kecil: Rp 75.000
Api unggun besar: Rp 100.000
Sewa alat BBQ: Rp 50.000
Paket BBQ (daging dan alat): Rp 150.000 (sapi/ayam).

Perlu diingat, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Bagi travelers yang mau camping, dianjurkan melakukan reservasi terlebih dahulu paling telat H-2 sebelum kedatangan.

3. Bermain Outbound

Di Ledok Sambi juga terdapat fasilitas outbound untuk rombongan (minimal 20 pax), sehingga cocok untuk mengajak anak-anak sekolah ataupun outing perusahaan.

4. Bermain Flying Fox hingga RC

Bagi travelers yang tidak mengambil paket outbound tetap bisa bermain di seluruh wahana yang ada di Ledok Sambi, kok. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga mainan RC.

Setiap wahana permainan dikenakan biaya tiket masuk yang berbeda-beda. Simak rincian harganya di bawah ini:

– Fying Fox
HTM : Rp. 25.000 / orang

  • 2x luncuran kurang lebih 250m.
  • Bisa tandem (berdua)
  • maksimal berat 300kg

– Gel Gun

HTM : Rp. 25.000 / orang

Sudah termasuk 500 peluru

– Remote Control Car
HTM : Rp. 25.000 / 15 menit

– Paint Ball

HTM :
Rp. 50.000/ orang / 25 peluru
Rp. 80.000/ orang / 50 peluru

5. Menikmati Kuliner Lezat dan halal

Setelah lelah seharian bermain di Ledok Sambi, sudah saatnya untuk mengisi perut dengan makanan agar tenaga kembali full. Ledok Sambi kini sudah tersertifikasi halal jadi sudah mantap ya.

Di sini ada warung jajanan yang tersedia berbagai macam jajanan, makanan dan minuman yang bisa dinikmati dengan harga bersahabat.

Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

Ledok Sambi tidak mematok harga tiket masuk sama sekali untuk pengunjung. Mengutip situs Instagramnya, untuk masuknya gratis, nggak cuma buat anak-anak, orang dewasa juga bisa ikutan seru-seruan.

Dengan begitu, detikers hanya perlu mempersiapkan uang untuk bermain di sejumlah wahana dan membeli makanan serta minuman di Ledok Sambi. Jika ingin membeli tiket terus pun lumayan terjangkau, hanya Rp 80.000

Oh ya, siapkan juga uang untuk membayar tiket parkir. Bagi yang membawa sepeda motor dikenakan parkir Rp 3.000, sementara untuk mobil Rp 5.000.

Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

Alamat :
Jl. Kaliurang KM 19.2, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Ledok Sambi hanya berjarak sekitar 20-22 km dari pusat Kota Jogja. Dengan mobil, durasi tempuh berkisar 45 menit hingga 1 jam tergantung lalu lintas

Jam Buka :
09.00-17.00

Tips Sebelum Berkunjung

  • Bawa baju ganti dan sunscreen, karena banyak aktivitas air
  • Cek prakiraan cuaca untuk kenyamanan
  • Usahakan datang di pagi hari untuk suasana lebih sejuk dan aktivitas lebih banyak

Dengan pemandangan alam yang asri, permainan seru, dan harga ramah di kantong, Ledok Sambi Ecopark jadi destinasi ideal untuk liburan keluarga, piknik teman, hingga paket outing

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Beternak Hingga Panen Salak, Ini Beragam Aktivitas Seru di Desa Wisata Nganggring



Sleman

Desa Wisata Nganggring menawarkan pengalaman unik dan seru buat traveler. Di sini, pengunjung bisa wisata beternak kambing dan bertani salak.

Desa Wisata Nganggring berada di bawah kaki Gunung Merapi di Desa Nganggring Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan Desa wisata itu memiliki pemandangan yang indah dengan suasana yang asri dan sejuk.

Desa Wisata Nganggring dikembangkan oleh masyarakat setempat sejak 2005. Tidak disangka, pada 2007, Desa Wisata Nganggring berhasil mendapatkan penghargaan Kalpataru, yaitu penghargaan tertinggi dari pemerintah atas jasa melestarikan lingkungan hidup.


Destinasi yang paling menonjol dari desa ini adalah peternakan kambing peranakan etawa (PE) dan perkebunan salak, karena mayoritas masyarakat disana bekerja sebagai peternak kambing dan petani salak.

Kegiatan Seru di Desa Wisata Nganggring

Berada sekitar 11 km dari puncak Gunung Merapi, Desa Wisata Nganggring memiliki luas 2,75 Ha dan dikelola oleh masyarakat sebagai destinasi wisata.

Melansir situs Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan laman Instagram Desa Wisata Nganggring, berikut beberapa kegiatan menarik yang bisa dilakukan di Desa Wisata Nganggring.

1. Pengelolaan Hutan Rakyat

Dalam tur ini wisatawan akan diberikan edukasi pengelolaan hutan rakyat dengan tanaman tegakan HMT. Wisatawan akan diberikan materi dan modul pembelajaran, disertai dengan narasumber yang berpengalaman. Wisatawan juga akan diajak praktik menanam secara langsung untuk mendapatkan pengalaman menarik.

Benefit yang didapat dari tur ini adalah pengalaman menarik, ilmu tentang pengelolaan hutan, dan sertifikat kegiatan. Untuk paket tur ini, wisatawan perlu membayar Rp 150 ribu per orang.

2. Budidaya Kambing Peranakan Etawa (PE)

Dalam tur ini wisatawan akan diberikan edukasi tentang budidaya kambing PE. Wisatawan akan mendapatkan materi dari narasumber profesional dan modul pembelajaran. Selain itu, wisatawan diajak untuk praktik lapangan terkait proses budidaya kambing peranakan etawa.

Benefit yang didapat dari tur ini adalah pengalaman menarik, ilmu tentang budidaya kambing peranakan etawa, dan sertifikat kegiatan. Wisatawan hanya perlu membayar Rp 195 ribu.

3. Paket Edukasi Kambing

Dalam paket wisata ini wisatawan akan diajak untuk lebih berkeliling area wisata dan melihat lebih dekat peternakan kambing peranakan etawa.

Kegiatan yang dilakukan mulai dari melihat langsung kandang Kambing, cara pemeliharaan, memberi pakan kambing, memberi susu untuk cempe (anak kambing), dan edukasi terkait budidaya kambing hingga produk-produk turunan kambing.

Harga untuk paket tur ini mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung paket tur yang dipilih.

4. Memerah Susu Kambing PE

Selain mengenal budidaya kambing secara langsung, wisatawan juga bisa mendapatkan pengalaman unik untuk belajar cara memerah susu kambing PE. Selain mendapatkan pengalaman baru, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan terkait proses higienis dalam pengambilan susu segar.

Untuk paket tur ini, wisatawan perlu membayar seharga Rp 35 ribu

5. Mengelola Pakan dan Pupuk Organik

Dalam paket tur ini, wisatawan diajak melihat proses limbah ternak diolah menjadi pupuk organik, baik produk pupuk organik cari maupun padat. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan pakan kambing yang dibuat dengan bahan-bahan alami.

Untuk paket wisata ini wisatawan hanya perlu membayar dengan harga Rp 35 ribu.

6. Mengolah Susu Kambing PE

Setelah mengetahui cara memerah susu kambing PE, wisatawan juga diajak untuk mengetahui proses mengolah susu Kambing. Dalam kegiatan ini, pengunjung belajar cara mengolah susu Kambing menjadi berbagai produk seperti yogurt, keju, hingga susu bubuk.

Untuk mengikuti paket tur menarik satu ini, wisatawan hanya perlu membayar Rp 145 ribu.

7. Mengelola Lotion dan Sabun dari Susu Kambing

Ternyata selain menjadi yogurt atau keju, susu kambing juga bisa diolah menjadi lotion dan sabun loh! Dalam tur ini pengunjung akan diajak untuk mengelola susu kambing PE menjadi lotion yang memiliki manfaat bagi kulit karena dibuat dari bahan alami.

Wisatawan hanya perlu membayar RP 35 ribu untuk paket tur membuat lotion dan Rp 25 ribu untuk paket tur membuat sabun.

8. Panen Salak

Nah selain melakukan kegiatan yang berhubungan dengan peternakan kambing PE, wisatawan juga ditawarkan pengalaman keliling perkebunan salak. Dalam tur ini, wisatawan diajak untuk melihat langsung kebun salak di Desa Wisata Nganggring.

Dalam tur ini, wisatawan akan diajak memetik dan menikmati buah salak yang dibudidayakan di desa tersebut, wisatawan juga akan diberikan edukasi terkait proses perkawinan pohon salak. Untuk mengikuti paket tur ini, wisatawan hanya perlu membayar Rp 25 ribu.

Selain kegiatan yang menarik Desa Wisata Nganggring menyediakan berbagai fasilitas untuk mengutamakan kenyamanan wisatawan seperti, toilet, mushola, lahan parkir, aula pertemuan, wi-fi area, kios makanan dan minum, hingga kios souvenir.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com