Tag Archives: wisata

Mengenang 26 Tahun Peristiwa Reformasi di Museum Tragedi 12 Mei 1998



Jakarta

26 tahun tragedi berdarah 12 Mei 1998 berlalu. Jejak perjuangan para pahlawan reformasi dan sejarahnya tersimpan di sini, di Museum Tragedi 12 Mei 1998.

Museum Tragedi 12 Mei 1998 terletak di dalam kawasan Universitas Trisakti. Museum itu menjadi saksi bisu peristiwa kelam yang merenggut nyawa empat mahasiswa dari Universitas Trisakti, yakni Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai diorama, foto-foto, dan barang-barang peninggalan para korban yang menjadi bukti nyata dari tragedi tersebut. Pengunjung akan diajak untuk merenungkan makna demokrasi dan perjuangan untuk keadilan, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk meneruskan cita-cita para pahlawan reformasi.


Museum Tragedi 12 Mei 1998 menyajikan berbagai informasi terkait peristiwa reformasi tersebut. Pengunjung dapat memulai pada bagian audio visual pada sebuah televisi yang memutar film dokumenter tentang tragedi 12 Mei. Di sana juga terdapat berbagai foto-foto situasi sebelum dan pasca kerusuhan, kronologi peristiwa yang detail hingga jam dari kejadian tersebut, dan barang-barang peninggalan kerusuhan tersebut.

Salah satu yang bukti kerusuhan yang masih dipertahankan hingga saat ini adalah jejak peluru berupa kaca yang berlubang yang masih tertanam di dinding kaca museum. Hal ini semakin membuat bergidik pengunjung sekaligus menjadi pengingat nyata dari kekejaman yang terjadi.

Museum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, JakartaMuseum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

“Di sini juga ada bukti nyata, dimana saat kejadian 12 Mei ini bukti dari tembakan oleh aparat kepolisian,” Kata Rahma, humas Trisakti, dalam Keluyuran Ngojak di sekit Grogol Sabtu (29/5/24).

Selain itu, terdapat suatu papan yang disebut dengan papan bercak darah. Konon karena ricuhnya suasana pada saat itu, tandu penyelamat tidak dapat memadai untuk membantu mengevakuasi para korban. Akhirnya para mahasiswa berinisiatif menggunakan papan tersebut sebagai tandu darurat.

“Display selanjutnya, di sini ada semacam papan yang dimana pada saat itu bekas bazzar dan pada saat 12 Mei digunakan sebagai tandu untuk mengevakuasi korban-korban yang luka maupun yang berjatuhan pada saat itu dan ini masih ada bekas darah-darah dari para korban,” kata Rahma.

Rahma juga menjelaskan pada pukul 10.00 – 12.00 mahasiswa masih melakukan aksi damai sambil menyampaikan aspirasinya terkait betapa jomplangnya ekonomi rakyat dan para pejabat saat itu.

Namun, negosiasi tidak berakhir sesuai ekspektasi mahasiswa, bahkan mereka dipaksa mundur.

Hingga akhirnya pada pukul 17.00 terjadi kesalahpahaman antara oknum mahasiswa dengan komando aparat berbentuk ucapan kasar yang akhirnya menjadi sumbu emosi dan kericuhan.

Rahma juga menjelaskan salah satu foto yang menggambarkan situasi salah satu mahasiswa bernama Kiki dari fakultas hukum yang terkena tembakan pada pelipis dekat matanya. Saat itu, ia dinyatakan pingsan bahkan meninggal dunia.

Tetapi, ternyata kondisinya membaik setelah ditangani dan masih sehat hingga saat ini bahkan menjadi salah satu pengacara di Indonesia. Akhirnya, tembakan mulai mereda dan mahasiswa dapat dipulangkan secara bertahap pada pukul 20.00.

Museum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, JakartaMuseum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Bangunan dari museum ini juga menjadi salah satu saksi sejarah yang terjadi. Terdapat satu foto yang mengabadikan aksi penembakan salah satu mahasiswa bernama Hafidin Royan yang saat itu tertembak di bagian kepala dan dinyatakan tewas tepat di depan gedung museum ini.

Lokasinya kini juga diabadikan dalam bentuk Tilas Tapak Pahlawan Reformasi Trisakti 12 Mei 1998 yang dapat dilihat di depan Gedung Dr. Sjarif Thajeb Universitas Trisakti.

Selain itu, museum tersebut juga dilengkapi dengan barcode berisikan berbagai foto dan video kerusuhan saat itu. Terdapat pula piagam tanda kehormatan yang diberikan kepada empat korban yang meninggal dunia dari Universitas Trisakti. Terdapat beberapa barang berupa sepatu, pakaian, buku hingga peluru yang melukai mahasiswa di dalam museum itu.

Diharapkan dengan adanya museum ini, sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali dan semangat reformasi terus terjaga.

Museum Tragedi 12 Mei 1998 terletak di Jalan Gajah Mada 45, Jakarta Pusat. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat, pukul 09.00-16.00 WIB. Bagi Anda yang ingin mengenang sejarah dan menumbuhkan semangat reformasi, museum ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ngopi Bonus Suara Menenangkan Gemericik Air Sungai di River Deck



Bandung

Bosan dengan kafe-kafe yang ada di Bandung? Kamu suka dengan nuansa alam? Salah satu kafe yang berada di pinggiran Bandung ini bisa jadi alternatifnya. Kafe River Deck yang berada di kawasan Gunung Puntang ini memiliki pemandangan yang bisa menenangkan pikiran.

Dari Kota Bandung, jarak tempuh ke kafe River Deck ini hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Setelah menemukan gerbang masuk kawasan Taman Kop Guntang, Gunung Puntang, traveler tinggal membayar tiket masuk area tersebut.

Untuk satu orang pengunjung harus membayar sekitar Rp 25.000 dan jika kamu membawa kendaraan akan dikenai biaya Rp 7.000 untuk motor, serta Rp 12.000 untuk mobil. Setelah membayar tiket masuk, langsung saja ikuti petunjuk yang sudah ada disepanjang jalan.

Tak jauh dari gerbang masuk, traveler bakal langsung menemukan kafe estetik ini. Pemandangan yang asri di tengah hutan dengan pepohonan yang lebat menjadi asupan untuk mata selama perjalanan menuju lokasi dan saat di lokasi.

Kafe River Deck di BandungKafe River Deck di Bandung (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Aliran sungai juga jadi dambaan pengunjung yang datang ke kafe ini, mereka bisa dengan bebas untuk bermain di aliran sungai tersebut. Keseruan pun tercipta di antara mereka, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Lokasi kafe River Deck ini masih dalam area Taman Kopi Guntang, sehingga sangat pas sekali jika kamu ingin menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga sambil menikmati kopi di tengah alam.

Untuk harga yang ditawarkan oleh kafe ini, tak bisa juga disebut murah. Tapi untungnya kafe ini masih memiliki daya tarik yang mampu meredam rasa perih saat membayar, selain itu rasa makanan yang disuguhkan juga cukup untuk membuat perut kenyang nikmat.

“Harganya sebenernya nggak bisa dibilang murah, mie instan aja dibanderol Rp 30.000. Tapi, tetep worth it buat datang ke sini karena harga mahalnya bisa terbayarkan sama pemandangan yang bagus banget. Cocok banget kalo lagi pengen refreshing,” ujar Anas salah satu pengunjung kafe River Deck.

Ia bersama suaminya jauh-jauh dari daerah Ujung Berung datang ke sini hanya untuk menikmati nuansa kafe yang berada di kawasan hutan ini. Jarak tak menjadi hambatan untuk keduanya menerjang kemacetan Kota Bandung.

Di masa libur panjang ini jadi momen mereka untuk mencoba menikmati sarapan di River Deck, matahari seakan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati situasi kafe tanpa merasa tersengat. Konsep outdoor yang kafe ini bawakan begitu cocok dengan perpaduan nyanyian dari alam.

Buat kamu yang penasaran dengan menikmati kopi di tengah hutan, langsung aja datengin River Deck di kawasan Taman Kopi Guntang ini.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenal Desa Wisata Jatiluwih, Bali Siap Terima Delegasi World Water Forum



Tabanan

Desa wisata Jatiluwih di Bali terpilih sebagai destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh delegasi World Water Forum ke-10, forum air internasional terbesar di dunia yang akan diselenggarakan pada 18 – 25 Mei 2024. Yuk mari mengenal desa wisata ini.

World Water Forum ke-10 ini akan menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkenalkan keragaman budaya dan pariwisata, khususnya Bali kepada dunia, dan juga bagaimana Indonesia menjaga dan merawat sumber daya alam sebagai bagian dari budaya dan juga sumber kehidupan.

Jatiluwih telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012. Desa ini merupakan representasi dari pengembangan pariwisata Indonesia di masa depan, yaitu pariwisata yang berbasis keberlanjutan lingkungan (sustainable tourism).


“Kami sangat mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jatiluwih karena hal tersebut sejalan dengan kebijakan di Kemenparekraf yang beralih dari quantity tourism ke quality tourism,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam pernyataannya.

Terkenal dengan sistem subaknya, Desa Jatiluwih menghasilkan padi sebagai komoditas utama hasil pertaniannya. Menurut sumber lokal, beras merah yang dihasilkan di wilayah Jatiluwih merupakan beras merah yang terbaik di wilayah Bali.

Subak sendiri merupakan organisasi tradisional yang mengatur sistem irigasi yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali.

Uniknya, selain dijual, masyarakat lokal juga mengolah beras merah tersebut menjadi teh yang bermanfaat bagi kesehatan di antaranya membantu menurunkan berat badan, menjaga keseimbangan gula darah, menurunkan kolesterol, dan sebagai sumber anti oksidan. Teh beras ini telah diproduksi secara komersil dan dipasarkan di wilayah Bali.

Ke depan, pengelolaan persawahan di Jatiluwih akan diarahkan ke konsep _organic farm_, dimana 100 persen pupuk yang digunakan merupakan pupuk alami, misalnya seperti kotoran sapi milik penduduk lokal. Hal tersebut diharapkan semakin menambah manfaat ekonomi yang diterima oleh masyarakat setempat, serta menjadi contoh penerapan _sustainable tourism_ karena lebih ramah lingkungan.

Hal ini juga merupakan suatu bentuk implementasi dari community-based tourism, yang melibatkan masyarakat setempat untuk saling bekerja sama dalam pengembangan pariwisata.

Ketua DTW desa wisata Jatiluwih, Ketut Purna Jhon, menyampaikan bahwa Jatiluwih merupakan destinasi wisata yang dimiliki oleh personal. Hal ini karena daya tarik utamanya adalah persawahan yang dimiliki oleh banyak petani setempat.

“Jadi, kami berusaha untuk merangkul petani-petani setempat untuk bersama-sama mendukung program besar ini karena pengembangan pariwisata di Jatiluwih ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu keterlibatan banyak pihak, terutama petani setempat, untuk akhirnya nanti menggerakkan ekonomi lokal,” kata Purna.

Pihaknya terus mendorong masyarakat untuk turut menjaga kelestarian alam agar sumber mata air di sana tetap terjaga kelestarian dan kebersihannya, salah satunya dengan menjaga kelestarian hutan setempat.

Desa wisata Jatiluwih memiliki beberapa aktivitas untuk ditawarkan kepada wisatawan, di antaranya _trekking_ sambil menikmati keindahan _rice terrace_ atau teras ring, bersepeda, demo masak, serta berkunjung ke perkebunan kopi, alpukat, dan durian.

Menurut Purna, dalam rangka menyambut delegasi World Water Forum, nantinya desa wisata Jatiluwih akan dihias dengan banyak penjor. Selain itu, para delegasi juga akan disambut dengan tari tradisional Bali, yaitu Tari Rejang, yang diiringi dengan musik tumbuk lesung.

“Jika memungkinkan, kami juga akan menyuguhkan Jaje Laklak kepada delegasi World Water Forum. Jaje Laklak ini mirip seperti kue serabi, tetapi dibuat dengan bahan dari beras merah,” katanya.

Selain berkunjung ke Jatiluwih, delegasi World Water Forum juga akan diajak untuk melakukan prosesi melukat, yang merupakan salah satu tradisi atau upacara yang biasa dilakukan oleh umat Hindu, khususnya di Bali.

Melukat dimaksudkan untuk menyucikan jiwa dari hal-hal tidak baik dengan menggunakan media air yang bersumber dari mata air. Istilah melukat sendiri datang dari kata ‘Sulukat’, yang mana ‘Su’ artinya baik, serta ‘lukat’ artinya ‘penyucian’. Jadi, secara sederhana, melukat dapat diartikan sebagai penyucian yang baik.

Pada dasarnya, melukat bertujuan untuk menyegarkan pikiran. Hal ini berkaitan dengan proses melukat yang dominan dilakukan di bagian area kepala.

Selama proses melukat, para pengikut upacara melukat akan diguyurkan air suci yang diharapkan dapat membuat hati merasa lebih tenang dan menyegarkan jiwa.

(ddn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

3 Taman di Jakarta Lumayan buat Healing Tipis-tipis Saat Long Weekend



Jakarta

Tiga taman kota di Jakarta ini bisa menjadi pilihan untuk rehat sejenak. Bisa disambangi buat mengisi long weekend pekan ini.

Ruang terbuka hijau (RTH) itu bisa menjadi tempat untuk masyarakat memanfaatkan waktu luang mereka, entah bermain bersama keluarga atau hanya sekadar menghabiskan waktu istirahat di sela-sela rutinitas.

Buat warga Jakarta yang ingin menghabiskan waktu senggang dengan harga yang murah, bisa datang ke taman-taman yang sudah disediakan oleh pemerintah. Suasana sekeliling yang hijau bisa membuat mata dan pikiran jadi segar, belum lagi menikmatinya dengan orang-orang terkasih.

Supaya nggak bingung pergi ke taman mana, nih beberapa rekomendasi taman-taman di Jakarta yang memiliki nuansa yang berbeda. Jadi nggak akan bosan karena punya beberapa pilihan taman untuk di datangi.

1. Tebet Eco Park

Tebet Eco Park di JakselTebet Eco Park di Jaksel (Lugas Pribady/detikcom)

Taman yang terletak di Jalan Tebet Raya Barat RT 1/RW 10, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta. Suasana yang sejuk mampu membuat pengunjung yang datang ke sini jadi nyaman. Boleh dibilang fasilitas yang ada lengkap.


Memiliki jogging track, area bermain anak, tempat gym, juga ada jembatan penghubung antara taman dan sungai. Toilet yang ada pun cukup bersih dan nyaman, nggak perlu khawatir kalau perut keroncongan karena di dalam Tebet Eco Park juga terdapat beberapa stall penjual makanan.

Jika ingin pilihan yang lebih beragam, di luar area Tebet Eco Park pun banyak penjual makanan mulai dari bakso, sosis bakar hingga minuman dingin. Terlebih jika datang di akhir pekan, pedagang yang berjual di pinggir taman ini semakin banyak.

Salah satu pengunjung yang mengajak anak-anaknya bermain di taman ini adalah Rodiyah. Ibu beranak dua itu rutin membawa anaknya ke sini. Alasannya karena murah dan mudah terjangkau.

“Karena rumah saya deket dan anak-anak masih kecil jadi senang kalau diajak ke sini. Mereka bisa main perosotan, ayun-ayunan sama yang lainnya,” kata Rodiyah sambil duduk lesehan di rerumputan yang dialasi tikar.

Untuk lebih menghemat pengeluaran, ia juga tak lupa membawa perbekalan dari rumahnya. Setelah asik bermain, kedua anak Rodiyah pun menghampirinya untuk mengambil cemilan yang sudah dibawanya.

Akses masuk Tebet Eco Park tak perlu biaya banyak, tak ada tiket masuk alias gratis, hanya cukup membayar parkir seharga Rp 2.000. Jam buka taman ini mulai dari pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB.

2. Taman Literasi Martha Tiahahu (Blok M)

Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Blok M, JakselTaman Literasi Martha Christina Tiahahu Blok M, Jaksel (M. Lugas Pribady/detikcom)

Taman yang berada dekat Blok M Square dan Blok M Mall ini jadi tempat yang strategis untuk menikmati waktu senggang di tengah kepadatan rutinitas. Karena taman ini juga menyediakan perpustakaan kecil di dalamnya, perpustakaan ini juga sudah disediakan colokan, akses wifi, AC, dan tempat duduk yang nyaman.

Perpustakaan ini juga sangat nyaman untuk orang-orang yang mencari keheningan, sekadar membaca buku atau bahkan menjalankan work from anywhere. Untuk area taman sendiri bisa dikunjungi mulai dari jam 08.00-20.00 WIB, sementara untuk perpustakaan bisa di datangi sama dengan jam buka taman dan tutup pada pukul 21.00 WIB.

Kamu hanya perlu masuk ke area Blok M Square dan tak jauh dari pintu masuk Taman Literasi pun sudah terlihat dan untuk akses menuju perpustakaan, hanya tinggal berjalan masuk ke area taman lalu ambil rute sebelah kanan. Rak buku pun akan terlihat dari jauh.

Fasilitas umum seperti toilet dan mushola pun sudah tersedia dengan nyaman dan baik, tak perlu khawatir untuk makanan. Area Blok M ini terkenal dengan banyaknya makanan yang menggugah selera.

Jika memang sedang beruntung, taman ini juga kerap jadi tempat para musisi bermain musik. Salah satunya solois perempuan Danila pernah melangsungkan panggungnya di Taman Literasi Martha Tiahahu ini.

Tak ada biaya yang dipungut untuk ke taman ini hanya membayar parkir masuk area Blok M Square saja.

3. Taman Hutan Kota Gelora Bung Karno

Taman Hutan Kota, Senayan, Jakarta PusatTaman Hutan Kota, Senayan, Jakarta Pusat (M. Lugas Pribady/detikcom)

Terletak di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, taman ini jadi tempat chill paling estetis yang bakal kamu rasain. Terlebih datang di sore hari, saat matahari terbenam bisa menjadi waktu yang pas buat duduk-duduk di taman ini.

Dihadapkan dengan pemandangan cahaya dari lampu gedung-gedung pencakar langit yang menyala, jadi sebuah kombinasi yang indah untuk diabadikan.

Taman yang buka hampir setiap hari, dari Selasa sampai Minggu dengan dua waktu operasional jam 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB, mampu menyuguhkan kamu nuansa ala-ala luar negeri, taman di tengah-tengah gedung pencakar langit.

Selain punya gedung pencakar langit, dari akun Instagram Kemensetneg menyebutkan kalau Taman Hutan Kota di GBK mempunyai koleksi pohon-pohon langka seperti baobab, matoa, jacaranda, tabebuya pink, dan kayu ulin. Ini jadi daya tarik juga buat kamu yang penasaran sama pepohonan langka.

Taman ini cocok buat kamu yang ingin piknik ala-ala dan menikmati keindahan kota dan terpenting untuk masuk ke taman ini tak perlu bayar, gratis.

Kamu cukup membayar parkir. Sebagai catatan seluruh area GBK pembayaran parkirnya menggunakan uang elektronik jadi harus dipersiapkan. Tempat parkir disediakan di gedung parkir elevated, area stadion akuatik, dan plaza timur.

Transportasi publik juga memudahkan pengunjung ke taman ini. Baik menggunakan Transjakarta atau pun MRT.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Hidden Gem Sesungguhnya, Siapa Sangka Bisa Ngopi di Atas Tebing



Jakarta

Tempat ngopi yang satu ini berada di tempat yang anti mainstream. Tepatnya di atas tebing, Karang Boma Cliff. Traveler bisa ngopi santai sambil menikmati cantiknya sunset Pulau Bali.

Inilah pilihan baru bagi traveler yang ingin menghabiskan waktu menikmati sunset, namun dengan suasana dan lokasi yang anti mainstream. The Copy Card namanya, pilihan yang sip untuk nyunset dan ngopi cantik.

Di atas tebing dengan angin sepoi-sepoi, ada sebuah bajaj mini yang tawarkan berbagai minuman segar. Ialah The Copy Cart.

Bukan sekadar penjual minuman biasa, di sini traveler akan mendapatkan bonus view pantai komplit tebing dan suara debur ombak. Menikmati segelas kopi dan kelapa muda di The Copy Card akan semakin istimewa ketika matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat.

The Copy Cart baru-baru ini menjadi lokasi favorit warga Bali untuk menikmati sunset. Bahkan bajaj mini ini tak pernah berhenti membuat kopi. Terlebih ketika waktu mulai sore, The Copy Cart akan padat pembeli.

The Copy Cart, ngopi di Karang Boma Cliff, BaliThe Copy Cart, ngopi di Karang Boma Cliff, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Lokasinya juga terbilang hidden gem, di Karang Boma Cliff. Tepatnya di Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali. Dari pusat kota Denpasar berjarak kurang lebih 32 kilometer atau dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit perjalanan. Untuk ke sini, traveler disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua.

Perjalanan sampai ke The Copy Cart tak berhenti disana, traveler harus berjalan kaki sekitar 5 menit melewati jalan setapak. Hingga sampai ke bibir tebing dan menemukan bajaj mini yang sedang menjajakan kopi.

The Copy Cart hanya menjajakan menu minuman, baik kopi maupun non kopi. Ada juga kelapa mudah utuh yang dapat traveler pesan. Menu andalan dari Copy Cart adalah piccolo dan cappucino. Untuk selain kopi ada hot/ice choco.

Ngopi cantik sambil menikmati sunset di The Copy Cart dijamin nggak bikin dompet tipis. Harga menu di sini berkisar antara Rp 34.650 hingga Rp 86.625.

Setelah memesan minuman, traveler bisa langsung memilih tempat duduk. Copy Cart menyediakan beberapa spot payung dan kain yang dapat traveler gunakan sembari menyeruput minuman dan menikmati keindahan sunset.

The Copy Cart buka setiap hari Selasa hingga Minggu. Mulai pukul 15.00 hingga 19.30 WITA. Traveler disarankan untuk berkunjung mulai pukul 17.00 WITA, karena ketika sore hari tiba, antrean panjang sudah mulai terlihat di depan bajaj mini ini. The Copy Cart juga aktif di sosial media instagram mereka @copycartbali.

Bagi traveler yang ingin menikmati sunset di Pulau Bali sambil nongkrong dan ngopi santai yang anti mainstream. The Copy Cart adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Dijamin cantik dan nggak bikin dompet tipis.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Sunset Cantik di Pantai Kelan, Bonus View Pesawat Landing dan Take Off



Badung

Tak salah jika Bali dinobatkan sebagai lokasi sunset terbaik di dunia. Dan, spot sunset terbaik di banyak tempat di pulau dewata adalah sunset di Pantai Kelan.

Predikat itu didapatkan Bali pada 2023. detikTravel membuktikan dengan menyambangi sejumlah pantai di Bali.

Salah satu tempat sip buat menyaksikan sunset ada di Pantai Kelan. Pantai ini berada di tidak jauh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. View makin epik karena sunset bisa ditambah bonus view pesawat landing dan take off.

Pemandangan pesawat landing dan take off menjadi daya tarik tersendiri dari Pantai Kelan. Bahkan traveler tak bisa menemukan pemandangan yang sama di pantai lainnya. Sunset berpadu dengan pesawat terbang, cantik dan unik banget!

Tak hanya menikmati sunset sambil berdiam diri, di sini traveler bisa menemukan beberapa kafe tepi pantai yang menawarkan beberapa jenis kopi. Traveler bisa menikmati sunset sembari ngopi cantik dan bersantap. Harganya pun cukup terjangkau.

Pantai Kelan memiliki ombak yang tenang sehingga cukup aman bagi traveler yang ingin berenang. Asal tetap dalam batas aman ya traveler!

Pantai Kelan berlokasi di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Traveler bisa menuju ke pantai ini menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Tak ada biaya tiket masuk, namun traveler harus membayar biaya parkir sekitar Rp 5 ribu/kendaraan.

Pantai Kelan buka setiap hari selama 24 jam, kecuali pada hari raya nyepi. Waktu terbaik untuk traveler berkunjung ke sini mulai pukul 17.00 WITA. Traveler juga bisa menikmati beberapa fasilitas, seperti area parkir yang luas, toilet umum, tempat sampah,dan pusat layanan informasi.

Jadi, apakah traveler tertarik untuk berkunjung ke Pantai Kelan? Jangan lupa siapkan sunblock dan kameramu ya! Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga liburanmu menyenangkan.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Jelajah Lorong Waktu di Diorama Arsip Jogja



Yogyakarta

Diorama Arsip Jogja menyodorkan wisata edukasi interaktif. Sama sekali tidak membosankan.

Di sini, traveler seolah diseret masuk menembus lorong waktu sejarah empat abad. Durasinya seperti menyaksikan film-film di bioskop atau Netflix, yakni selama 90 menit.

Di sini traveler diajak berkeliling langsung oleh tour guide melintasi 18 ruangan. Masing-masing ruangan merepresentasikan setiap era, mulai dari Panembahan Senopati hingga Keistimewaan Yogyakarta. Keunikannya, setiap ruangan tersedia visualisasi konten yang interaktif dengan durasi 5 hingga 10 menit. Traveler juga bisa memanfaatkan fitur AR (Augmented Reality) yang tersambung dengan aplikasi khusus yang akan dipandu oleh tour guide yang ada.


“Yang menarik perhatian pengunjung paling banyak ada di ruang delapan, di lokomotif perubahan. Karena nanti kita, istilahnya kontennya kita berada di dalam kereta menuju moderenisasi Jogjakarta,” ungkap Ginza (26), salah satu pemandu saat ditemui tim detikTravel, Rabu (21/2/2024).

Menariknya, di sini traveler hanya bisa datang di jam-jam tertentu sesuai sesi yang telah ditentukan. Selain itu, untuk dapat masuk ke Diorama Arsip Jogja traveler wajib melakukan reservasi melalui website arsipjogja.id atau nomor whatsapp resmi yang dapat dilihat di akun instagram @dioramarsipjogja.

Diorama Arsip Jogja, YogyakartaDiorama Arsip Jogja, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Tidak hanya diajak untuk mengingat sejarah kerajaan, traveler juga akan melihat kilas balik dahsyatnya erupsi Gunung merapi tahun 2010 silam. Juga asal muasal lahirnya Yogyakarta sebagai kota yang erat dengan pendidikan, pariwisata, dan kebudayaannya. Tentunya, diorama ini tidak melarang pengunjungnya untuk berswafoto ria, selagi masih dalam batas aman dari koleksi.

“Unik banget sih ini, di sini walaupun museum tapi kita ga ngantuk karena tiap ruangannya ada visualisasi dan dijelasin komplit juga sama pemandunya jadi belajarnya nggak bosen,” kata Dila, salah satu pengunjung Diorama Arsip Jogja, Rabu (21/2/2024).

Sejak beroperasi pada tahun 2022, Diorama Arsip Jogja kini mulai viral kembali di media sosial karena menawarkan experience yang seru dengan harga cukup terjangkau. Penasaran dengan detail lokasi, jam operasional, harga tiket, dan cara reservasinya?

Yuk, simak ulasan dari detikTravel.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Diorama Arsip Jogja

Diorama Arsip Jogja, YogyakartaDiorama Arsip Jogja, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Diorama Arsip Jogja berlokasi di Jalan Wonocatur, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Lokasi tepatnya adalah di Gedung Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk menuju ke sini, traveler hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit menggunakan kendaraan pribadi dari Stasiun Tugu Yogyakarta.

Bagi traveler yang ingin menggunakan transportasi umum dapat memilih transjogja jurusan Bandara Adi Sucipto dan berhenti di pemberhentian bus depan Perpustakaan Grhatama Pustaka.

Mulai 2 Januari 2024, Diorama Arsip Jogja dikenai tarif retribusi disesuaikan dengan kategori yang ada. Berikut daftar lengkapnya :

1. Pelajar/mahasiswa : Rp 20.000 per orang
2. Masyarakat umum : Rp 30.000 per orang
3. Wisatawan asing : Rp 100.000 per orang
4. Pembuatan liputan/vlog/ konten Youtube : Rp 250.000 per sesi
5. Paket Outing Class : bayar seharga 23 tiket untuk 25 pengunjung

Tarif tersebut untuk satu sesi selama 90 menit, sudah termasuk dengan tour guide. Setiap sesi hanya dibatasi sejumlah 25 orang saja. Diorama Arsip Jogja beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu dengan total 10 sesi setiap hari nya.

Berikut jadwal lengkap hariannya :

Sesi Pagi

1. Sesi 1 : 09.00 – 10.30
2. Sesi 2 : 09.20 – 10.50
3. Sesi 3 : 09.40 – 11.10
4. Sesi 4 : 10.00 – 11.30
5. Sesi 5 : 10.20 – 11.50

Sesi Siang

1. Sesi 1 : 13.00 – 14.30
2. Sesi 2 : 13.20 – 14.50
3. Sesi 3 : 13.40 – 15.10
4. Sesi 4 : 14.00 – 15.30
5. Sesi 5 : 14.20 – 15.50

Diorama Arsip Jogja bisa menjadi salah satu ide kencan menarik bersama teman, keluarga, atau pasangan tatkala menghabiskan waktu di Jogja. Berkunjung ke Jogja tapi bingung sama sejarahnya? Rugi dong jika melewatkan Diorama Arsip Jogja.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

9 Spot Ikonik di Blok M Jaksel, Bisa Dijangkau dengan Jalan Kaki



Jakarta

Blok M menjadi tempat nongkrong bagi semua kalangan sejak dulu. Sempat mati suri, kini Blok M ‘menyala’ lagi.

Untuk mengenal kawasan Blok M dengan lebih mudah, ada paket walking tour untuk merangkum kejayaannya dulu dan kini. detikTravel berkesempatan mengikuti Walking Tour bersama Jakarta Good Guide pada Rabu (28/2/2024) petang. Enggak perlu membayar mahal, traveler dapat berkeliling Blok M didampingi pemandu dan berkenalan dengan teman baru.

Pemandu dari Jakarta Good Guide, Ibet, menyebut sampai 1990-an kawasan Blok M selalu ramai oleh anak-anak muda. Kawasan itu memang relatif strategis, dekat Senayan dan mepet Senopati.


Daerah yang didesain sebagai pusat bisnis dan perbelanjaan pada tahun 1940-an ini ternyata menyimpan banyak cerita menarik yang tak boleh traveler lewatkan ketika berada di Jakarta.

Berikut 9 destinasi jelajah detikTravel bersama Jakarta Good Guide, mulai dari Masjid Al Azhar taman Literasi Martha Tiahahu.

1. Masjid Agung Al-Azhar

Suasana salat Idul Adha 1444 H di Masjid Al Azhar JakselMasjid Al Azhar Jaksel (Annisa/detikcom)

Masjid megah bergaya arsitektur India ini merupakan masjid modern pertama di Jakarta. Masjid itu digunakan sejak 1958.

Masjid itu dibangun untuk mengakomodasi pertumbuhan kawasan Kebayoran Hilir, yang pada saat itu dihuni oleh mayoritas muslim.

Masjid itu dibangun oleh anggota Masyumi. Salah satu yang membuat Masjid Agung Al-Azhar cukup tenar adalah sosok Buya Hamka yang kerap memberikan ceramah di masjid tersebut.

2. Sekretariat ASEAN

Gedung Sekretariat ASEAN diresmikan Jokowi hari ini. Sebelum menjadi gedung Sekretariat ASEAN, bangunan itumerupakan kantor Wali Kota Jakarta Selatan.Gedung Sekretariat ASEAN (Rengga Sancaya/detikcom)

Sempat bersamaan mengajukan diri dengan Thailand, namun Sekretariat ASEAN pada akhirnya dibangun di Indonesia. Keunggulan Indonesia dari kesiapan dalam menyediakan tempat dan membangun gedung yang diperlukan.

Gedung ikonik berbentuk bangunan terasering itu melambangkan persawahan yang menghasilkan beras sebagai makanan pokok masyarakat ASEAN. Dua gedung terbaru yang ada di Sekretariat ASEAN dihubungkan dengan jembatan yang dinobatkan sebagai sky bridge terpanjang tanpa penyangga di Indonesia.

3. Stasiun Mass Rapid Transit Jakarta ASEAN

Jakarta memiliki 13 Stasiun MRT, 11 diantaranya memiliki nama belakang yang ditambahkan dengan nama perusahaan. Hanya dua stasiun MRT yang tidak memiliki nama belakang perusahaan yaitu, Stasiun MRT Bundaran HI dan Stasiun MRT ASEAN.

Stasiun MRT Bundaran HI dimiliki oleh pemerintah, sedangkan Stasiun MRT ASEAN diberikan sebagai tanda terima kasih atas adanya Sekretariat ASEAN di Indonesia.

4. Halte Cakra Selaras Wahana (CSW)

Seorang perempuan duduk di atas pembatas jalan di dekat halte Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) yang berhiaskan lampu warna-warni di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (31/7/2021). Proyek pembangunan jembatan penghubung atau skybridge untuk intergrasi Halte Transjakarta CSW dengan Stasiun MRT ASEAN itu mengusung konsep desain Cakra Selaras Wahana yang memiliki arti sebagai lingkaran penghubung yang setara antar moda. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.Halte Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) , Kebayoran (Aprilio Akbar/Antara)

Halte yang semula bernama Sisingamangaraja ini merupakan salah satu halte tersibuk di Jakarta. Lokasi yang berdekatan dengan Stasiun MRT ASEAN membuat Halte CSW ini menjadi titik pertemuan antara penumpang MRT dengan penumpang Trans Jakarta. Sesuai dengan namanya, jika dilihat perspektif yang lebih tinggi halte ini berbentuk cakra/roda.

5. Roti Bakar Edi

Sebuah warung yang sudah berdiri sejak tahun 1971 ini memang melegenda di Jakarta. Memiliki target pembeli yang senang nongkrong membuat Roti Bakar Edi sempat mengalami kebangkrutan pada tahun 1980-an karena adanya aturan jam malam pada era tersebut.

Namun, saat ini kejayaannya telah kembali, Roti Bakar Edi masih menjadi tempat favorit bagi berbagai kalangan. Apalagi, jam bukanya hingga tengah malam.

6. Markas Besar Polisi Negara Republik Indonesia (Mabes Polri)

Gedung Markas Besar POLRI Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Rengga Sancaya/detikcom.Gedung Markas Besar POLRI Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (Rengga Sancaya/detikcom)

Pada Mabes Polri ini terdapat Museum Polri yang baru direvitalisasi dengan konsep lebih modern. Di sana traveler dapat melihat sejarah tentang Polri hingga melihat berbagai koleksi barang dari suatu peristiwa bersejarah di Indonesia.

Yang tak kalah menarik adalah cerita di balik Patung Gajah Mada di depan gedung Mabes Polri. Kapolri pertama Soekanto Tjokrodiatmodjo sangat kagum dengan sosok Gajah Mada. Pada tahun 1959 Soekanto memerintahkan Oemar Gatab untuk membuat patung Gajah Mada.

Karena kebingungan dengan sosok asli Gajah Mada, Oemar Gatab menggunakan foto Kepala Brimob Surabaya M. Jasin saat itu sebagai referensi pemahat. Jadilah Patung Gajah Mada dengan wajah M. Jasin yang masih terpampang hingga saat ini.

7. Perumahan Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum PERURI)

Tak hanya mencetak mata uang Rupiah, PERURI juga mencetak mata uang Ringgit Malaysia, Rupee Sri Lanka, dan Sol Peru. Namun sejak tahun 1991 kantor PERURI telah dipindahkan ke Karawang.

8. Mal Blok M

Mall dengan gaya bangunan vintage yang sempat ramai pada zamannya ini merupakan salah satu mal yang bertahan cukup lama hingga akhirnya terdampak pandemi Covid-19. Saat ini, hanya beberapa pedagang makanan dan thrift (pakaian bekas) yang bertahan.

9. Taman Literasi Martha Tiahahu

Imlekan di Taman LiterasiTaman Literasi Martah Tiahahu di Blok M (Weka Kanaka/detikTravel)

Taman ini merupakan hasil revitalisasi dari taman yang dibangun oleh Ir. M. Soesilo pada tahun 1948. Taman ini ramai dikunjungi masyarakat Jakarta meskipun di hari weekday.

Tidak ada patung atau pun peninggalan sejarah dari pahlawan asal Maluku Martha Christina Tiahahu, namun pada bagian tengah taman tersebut terdapat garis yang apabila ditarik lurus akan mengarah kepada tanah kelahiran Martha Tiahahu.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Cek Harga Tiket dan Jam Operasional Puri Ubud nan Megah Itu



Gianyar

Puri Ubud merupakan pusat pemerintahan kerajaan Ubud yang hingga kini menjadi destinasi favorit wisatawan. Cek harga tiket dan jam operasional, serta hal-hal lainnya soal puri ini.

Istana Ubud, yang juga dikenal sebagai Puri Saren Agung, terletak di Gianyar, Bali. Tempat ini salah satu objek wisata primadona turis asing dan wisatawan domestik.

Sejak akhir abad ke-19, istana ini menjadi tempat tinggal resmi keluarga Kerajaan Ubud sekaligus menjadi pusat pemerintahan. Puri Ubud merupakan saksi bisu dari sejarah Kerajaan Ubud.

Tertarik mengunjungi Puri Ubud? Yuk, simak harga tiket masuk, jam operasional, hingga aktivitas menarik lainnya.

Aktivitas Menarik di Puri Ubud

Tak hanya sarat akan nilai sejarah, Puri Ubud juga memiliki banyak spot foto estetik. Arsitektur bangunan khas Bali yang masih kental membuat setiap sudut di Puri Ubud menjadi spot yang cocok untuk berfoto.

Spot favorit wisatawan untuk berfoto adalah candi bentar (pintu masuk) yang dibangun dengan bata merah lengkap dengan ukiran kayu dan batu yang indah. Di sini traveler tak akan kehabisan spot yang sip untuk dijadikan latar belakang berfoto.

Jika ingin mendapatkan sensasi yang berbeda, traveler bisa menyaksikan pertunjukan tari tradisional yang akan dipentaskan di halaman Puri Ubud. Bagi traveler yang ingin menyaksikan pertunjukan tari bisa membeli tiketnya langsung di Puri Ubud dengan harga Rp 100.000/orang. Pertunjukan ini berlangsung selama 1 jam 30 menit mulai pukul 19.20 hingga 21.00 WITA.


Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Puri Ubud

Puri Ubud berlokasi di Jalan Raya Ubud Nomor 8, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Untuk sampai ke Puri Ubud traveler membutuhkan waktu sekitar 50 menit dari Kota Denpasar. Traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat atau dapat menggunakan kendaraan umum yaitu Bus Trans Metro Dewata.

Tidak ada biaya tiket untuk memasuki area Puri Ubud, namun, apabila traveler berkeinginan menikmati pertunjukan seni, traveler akan dikenakan biaya sebesar Rp 100.000 per orang. Puri Ubud buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WITA. Pertunjukan seni berlangsung selama 1 jam 30 menit, dimulai pada pukul 19.30 hingga 21.00 WITA.

Setelah traveler puas menyusuri keindahan Puri Ubud, traveler bisa melanjutkan perjalanan wisata ke beberapa destinasi terdekat, seperti Pasar Seni Ubud, Monkey Forest, dan beberapa restoran estetik yang ada di Ubud.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

33 Diorama di Bajra Sandhi Rekam Perjuangan Rakyat Bali



Denpasar

Bali memiliki banyak destinasi bersejarah, salah satunya Bajra Sandhi. Monumen satu ini menyajikan cerita sejarah perjuangan masyarakat Bali melalui diorama.

Monumen Perjuangan Rakyat Bali atau yang lebih dikenal dengan nama Monumen Bajra Sandhi merupakan salah ikon terkenal yang terletak di Lapangan Niti Mandala, Kota Denpasar.

Jika dilihat sekilas, bentuk bangunan Monumen Bajra Sandhi terlihat unik, dengan penggunaan bata hitam yang khas. Bentuknya menyerupai genta (bajra) yang sering digunakan oleh pendeta agama Hindu dalam merapal mantra.

Tak hanya bentuknya yang unik. Bangunan setinggi 45 meter ini ternyata menyimpan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Cerita ini disajikan melalui media diorama. Adapun total diorama yang ditampilkan, yakni sebanyak 33 diorama berdimensi 2×3 meter.

Monumen Bajra Sandhi di DenpasarMonumen Bajra Sandhi di Lapangan Niti Mandala, Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti)

Kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, I Made Artana Yasa, menuturkan 33 diorama yang ada menggambarkan rekonstruksi perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Mulai dari masa pra sejarah hingga setelah kemerdekaan RI.

“Diorama ini menyajikan dan menggambarkan adegan atau proses masa kehidupan masyarakat Bali. Diawali dengan masa pra sejarah, masa Bali kuno, masa Bali Madya, dan masa perjuangan kemerdekaan,” Kata Yasa.


Adegan adegan sejarah tersebut disuguhkan dalam bentuk tiga dimensi yang dilengkapi berbagai model boneka manusia, binatang, dan peralatan yang digunakan pada waktu itu, walaupun tidak sama persis.

Yasa menyebut penggambaran diorama secara tiga dimensi diharapkan akan memudahkan setiap pengunjung dapat memahami alam, situasi, dan suasana yang mencerminkan keadaan pada saat suatu peristiwa tersebut terjadi.

Setiap diorama juga dilengkapi dengan penjelasan singkat mengenai peristiwa sejarah yang terjadi pada waktu itu. Kerennya lagi, penjelasan diorama disajikan dalam 3 bahasa, yakni Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Traveler juga bisa menjumpai fasilitas barcode yang nantinya bisa dipindai untuk mengetahui cerita lebih lengkap terkait setiap diorama.

Secara kronologis, diorama ini diawali dari masa prasejarah, yakni dimulai dari diorama 1 memutar ke kanan mengikuti arah jarum jam. Deretan putaran pertama dengan diorama 20, kemudian deretan putaran kedua mulai diorama 21 sampai dengan diorama 33.

Bajra Sandhi menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang kerap disambangi oleh pelajar atau mahasiswa. Menurut Artana Yasa, setiap harinya terdapat sekitar 500 pengunjung yang datang ke Bajra Sandhi.

Adapun harga tiket bagi wisatawan mancanegara dewasa Rp 100.000, dan anak-anak Rp 50.000. Lalu untuk wisatawan domestik dewasa Rp 30.000 dan anak-anak Rp 20.000.

Kemudian tarif bagi mahasiswa lokal Rp 10.000, mahasiswa luar bali Rp 20.000, pelajar lokal Rp 5.000 dan pelajar luar bali Rp 10.000.

Ternyata nggak cuma arsitekturnya yang unik, Bajra Sandhi juga menyimpan banyak cerita sejarah perjuangan rakyat Bali.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker