Tag Archives: wisata

Dermaga Kedisan Jadi Spot Instagramable Favorit di Bangli



Bangli

Sempat viral di media sosial, Dermaga Kedisan ternyata kini menjadi destinasi baru dengan spot foto yang instagramable. Epik dengan view Gunung Batur.

Berlokasi di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, secara sekilas dermaga ini sama seperti dermaga lainnya. Berfungsi sebagai penyeberangan menuju kuburan di Desa Trunyan.

Dermaga Kedisan belum lama ada. Dermaga ini selesai dibangun pada tahun 2022.

Namun, yang membuat dermaga ini tampak berbeda adalah view atau pemandangan epik Gunung Batur dan Bukit Trunyan yang memanjakan mata. Sempat viral di media sosial membuat wisatawan berbondong-bondong untuk mengunjungi Dermaga Kedisan.

Pesona Keindahan Dermaga Kedisan

Dermaga Kedisan menghadirkan panorama alam yang begitu memesona. Dikelilingi oleh keindahan Danau Batur. Traveler dapat menikmati pemandangan gunung berapi yang memikat, yaitu Gunung Batur.

Tak hanya pemandangan, udara segar di sekitaran dermaga membuat traveler akan betah berlama-lama di sini. Suasana damai dan ketenangan dari Dermaga Kedisan cocok untuk traveler yang ingin healing dan melepas penat.

Salah satu daya tarik utama Dermaga Kedisan adalah keberadaan spot-spot foto yang instagramable. Dari dermaga ini, traveler dapat mengabadikan momen indah dengan latar belakang Danau Batur dan Gunung Batur. Deretan pohon yang menutupi bukit di sekitar danau menambah keindahan dermaga ini.

Setiap sisi dermaga akan menghasilkan foto dengan latar belakang yang sangat indah. Tak perlu ragu untuk mengeksplor setiap sisi dari Dermaga Kedisan. Pencahayaan yang cukup tentu akan mempercantik hasil foto traveler.

Untuk menikmati keindahan Dermaga Kedisan, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam karena traveler tak perlu membayar biaya tiket masuk alias gratis. Traveler yang membawa kendaraan roda dua maupun empat hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan.

Jika traveler berangkat dari Kota Denpasar perlu menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan jarak tempuh 65 kilometer. Dermaga ini bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, bagi traveler yang berkunjung ke sini diharapkan selalu waspada ya, karena setiap sisi dermaga tidak dilengkapi dengan pagar pembatas. Kerap gelombang danau juga membuat dermaga ini bergoyang. Jadi selalu berhati-hati ya traveler!

Jika traveler sedang berlibur ke Bali dan mencari spot foto alami dan instagramable, Dermaga Kedisan adalah pilihan yang sip. Tetap waspada dan menjaga kebersihan ya traveler. Semoga liburanmu semakin berkesan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kecil-kecil Tua, Stasiun Solo Kota Warisan Belanda



Solo

Sebuah bangunan kecil di Solo jadi cagar budaya peninggalan Belanda. Lokasinya di Sangkrah, Pasar Kliwon, namanya Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo.

Kota Solo saat ini memiliki lima stasiun, yaitu Stasiun Purwosari, Stasiun Balapan, Stasiun Jebres, Stasiun Solo Kota, dan Stasiun Kadipiro yang baru berdiri sejak 2019. Di antara empat stasiun yang didirikan oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Stasiun Solo Kota adalah stasiun yang paling muda.

Hal itu dijelaskan Ketua Solo Societeit, Dani Saptoni. Ia mengatakan, Stasiun Solo Kota diresmikan pada 1922, paling muda di antara 4 stasiun lawas lainnya.


“Dibangun paling akhir di antara beberapa stasiun kereta api lain di Kota Solo, yang lain dibangun sebelum abad 20. Yang di Sangkrah ini dibangun tahun 1919. 1922 itu kayaknya peresmiannya, tapi mulai pembangunannya 1919 atau 1920,” kata Dani saat dihubungi detikJateng, Kamis (23/11/2023).

Potret Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo Kota yang masih terjaga keasliannya meski sudah berdiri 100 tahun silam.Potret Stasiun Sangkrah atau Stasiun Solo Kota yang masih terjaga keasliannya meski sudah berdiri 100 tahun silam. Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Solo

Dani menjelaskan, pembangunan Stasiun Solo Kota ini dulunya digadang sebagai penunjang transportasi murah dan mudah untuk mengangkut berbagai hasil bumi. Stasiun ini dibangun perusahaan maskapai kereta api Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) agar kereta melewati pusat-pusat perdagangan dan transportasi.

“Program tahunan negara bagian selatan, yaitu daerah Wonogiri. Mobilitas penduduk di sana dipermudah untuk jalur perdagangan. Tapi sebetulnya kan di situ sebelum ada stasiun kereta api uap itu kan sudah ada trem kuda,” terangnya.

Trem kuda merupakan sarana transportasi yang berbentuk seperti gerbong kereta yang ditarik kuda. Menurut Dani, trem kuda ini dulu populer di era Hindia Belanda. Kemudian penamaan Solo Kota diambil karena letak stasiun yang berada di jantung Kota Solo, yang saat itu masih dalam kekuasaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pria yang kerap menelusuri sejarah melalui Solo Societeit itu mengatakan, jalur kereta di Stasiun Solo Kota ini dominan ke arah Wonogiri. Tapi dulunya sempat dibuka jalur Solo-Boyolali. Seiring perkembangan zaman, beberapa jalur banyak yang kemudian terputus karena ada pembangunan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.

“Makanya sekarang kan hanya ada Kereta Bathara Kresna yang masih beroperasional,” ujar Dani.

Kereta Bathara Kresna melintas dari Purwosari menuju Wonogiri. Sesekali Stasiun Solo Kota juga melayani rute Sepur Kluthuk Jaladara yang akan membawa penumpang melewati Jalan Slamet Riyadi dengan kereta uap yang antik.

“Menarik karena keberadaannya ini bukan untuk mobilitas luar kota, jadi jarang orang yang tahu. Makanya lebih ke wisata heritage, berbeda dengan Stasiun Purwosari, Balapan, Jebres yang ada pengunjung luar kota,” jelasnya.

Sebagai salah satu cagar budaya di Kota Solo yang berada di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Stasiun Solo Kota masih mempertahankan keasliannya. Hanya beberapa ornamen yang diubah, seperti stasiun-stasiun lawas lainnya di Kota Solo.

“Itu dominan bangunan lama masih dipertahankan. Ada beberapa ornamen yang memang diubah karena kebutuhan zaman tentu saja,” tutur Dani.

Hal itu dibenarkan Manager Humas Daop 6 Jogja, Krisbiyantoro. Ia mengatakan, Stasiun Solo Kota termasuk ke dalam kategori bangunan heritage cagar budaya yang dilindungi, sehingga bangunannya masih asli dan masih dirawat untuk menjaga kelestariannya.

“Sampai saat ini kami mengatakan bangunan Stasiun Solo Kota itu masih asli, dan belum ada wacana untuk berubah karena harus dilindungi keasliannya. Bahkan sistem persinyalannya pun masih jadul, pakai mekanik, yang ditarik pakai tangan,” ungkapnya saat dihubungi detikJateng.

***

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Paket Lengkap! Restoran di Gunung Kawi Punya Wisata, Ayunan, dan View Sawah



Gianyar

Di Pura Gunung Kawi ada satu restoran cantik, lengkap dengan atraksi wisata yang seru dan pemandangan sawah yang memanjakan mata. Namanya Green Carik.

Untuk traveler yang sedang berlibur ke Bali dan jalan-jalan ke Pura Gunung Kawi, Green Carik adalah spot yang sip untuk beristirahat saat sudah lelah menaiki tangga. Tak hanya bisa menghilangkan lapar dan haus, di restoran satu ini traveler bisa sekaligus bermain dan cuci mata.

Komang, manager Green Carik, menyebut restoran ini memiliki konsep yang berbeda dari restoran lainnya. Tak hanya menyajikan pemandangan sawah yang hijau, tapi restoran ini mempunyai wahana permainan.

Sambil menyantap makanan yang lezat traveler bisa menikmati pemandangan hamparan sawah yang indah. Traveler pun dapat mencoba beberapa wahana, yaitu zipline dan swing.

“Ini namanya Green Carik, kita ada wahana plus restorannya. Kebetulan wahananya itu lagi booming di Bali yaitu swing dan zipline yang konsepnya beda dari yang lain,” katanya.

Menu-menu di Green Carik dan Harganya

Bagi traveler yang sedang berlibur ke Pura Gunung Kawi dan ingin mengisi waktu istirahat sambil cuci mata dengan pemandangan yang indah, Green Carik menjadi pilihan yang sip. Menu makanan di sini mulai dari menu lokal hingga western yang siap mengisi perut traveler.

Untuk menu andalan yang wajib traveler cicipi di sini adalah pizza spesial ala Green Carik. Menu spesial yang dibuat langsung dengan resep dari chef restoran Green Carik. Untuk mencicipi menu spesial di sini, traveler hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 33 ribu – Rp 85 ribu.

Traveler yang pecinta minuman sehat, Green Carik menyediakan jamu detoks yang menjadi favorit para pengunjung. Es kelapa muda juga menjadi minuman yang wajib traveler cicipi terlebih ketika cuaca panas. Untuk menu minuman traveler hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu – Rp 60 ribu.


Wahana Menarik di Green Carik

Tak hanya mencicipi makanan yang lezat, traveler wajib mencoba beberapa wahana menarik yang ada di Green Carik.

1. Green Carik Zipline Adventure

Wahana ini termasuk salah satu zipline terlengkap di Bali. Traveler bisa mencoba 8 bagian dalam permainan zipline ini. Tak perlu khawatir, Green Carik Zipline Adventure dibangun oleh professional. Tak perlu khawatir Green Carik sudah menggunakan peralatan yang berstandar internasional, jadi aman ya traveler!

Untuk mencoba Green Carik Zipline Adventure dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribu dengan durasi bermain sepuasnya.

2. Green Carik Bali Swing

Pemandangan hamparan sawah akan lebih lengkap bila dinikmati dan diabadikan di atas ayunan raksasa. Green Carik Bali Swing menyajikan pengalaman untuk traveler bermain ayunan di atas ketinggian dengan pemandangan persawahan dan tebing-tebing sungai.

Tak hanya bermain swing, traveler bisa langsung mengabadikan momen dengan latar belakang pemandangan yang indah. Untuk mencoba Green Carik Bali Swing traveler dikenakan biaya sebesar Rp 200 ribu, sudah include dengan dress dan fotografer. Durasi bermain selama 8 menit dengan kesempatan 2 kali main.

3. Green Carik Trekking

Bagi traveler pecinta trekking, Green Carik juga menyediakan pengalaman trekking di tengah hamparan sawah hingga mencapai Pura Gunung Kawi. Traveler akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah. Lelah pun tak akan terasa.

Untuk mencoba pengalaman ini traveler dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu. Biaya ini sudah include wahana dan lunch. Trekking akan dimulai dari pasar tradisional, sekolah, kunjungan ke Pura Gunung Kawi, dan irigasi sawah. Bagi traveler yang ingin mencoba trekking wajib meluangkan waktu satu hari karena akan mengunjungi banyak tempat.

4. Green Carik Selfie Spot

Tak lengkap rasanya bila berkunjung ke Green Carik namun tak mengabadikan momen di beberapa spot foto yang cantik. Di sini terdapat beberapa spot foto seperti bird nest, hanging bed, dan heart. Untuk traveler yang sudah membayar biaya pada wahana zipline dan swing dapat mencoba selfie spot secara gratis.

Lokasi dan Jam Operasional Green Carik

Green Carik berlokasi di Jalan Pura Gunung Kawi, Banjar Penaka, Tampaksiring, Gianyar. Restoran ini terletak di tepi jalan tangga menuju spot Pura Gunung Kawi, jadi cocok untuk traveler yang ingin beristirahat sejenak setelah lelah trekking ke Pura Gunung Kawi. Green Carik buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA.

Penasaran dengan keindahan Green Carik? Bagi traveler yang berkunjung ke Pura Gunung Kawi jangan lupa mampir ke Green Carik. Paket lengkap, tak hanya menu makanan yang lezat, tapi ada wahana dan pemandangan yang memikat mata.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tebet Eco Park, Rasakan Sensasi Healing Gratis di Ibu Kota


Jakarta

Menjalani aktivitas sehari-hari di Kota Jakarta memang cukup melelahkan. Hadirnya kawasan terbuka hijau pun kerap menjadi dambaan bagi warga ibu kota untuk melepas penat dan stres.

Tebet Eco Park adalah taman kota seluas 7 hektare di Jakarta Selatan yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Tempat ini menjadi alternatif warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghirup udara segar di tengah-tengah padatnya kota.

Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Untuk mengunjungi taman kota Tebet Eco Park, detikers bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.


Berikut rute dan cara menuju Tebet Eco Park menggunakan kendaraan umum:

Pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park bisa menggunakan transportasi KRL Commuter Line. Stasiun KRL terdekat dengan lokasi Tebet Eco Park adalah Stasiun Cawang. Berikut caranya:

  • Naik KRL tujuan Bogor. Jika dari arah Jakarta Kota/Bekasi/Tangerang kamu bisa transit di Stasiun Manggarai.
  • Dari arah Bogor bisa naik KRL tujuan Jakarta Kota atau Tanah Abang, kemudian turun di Stasiun Cawang.
  • Dari arah Bekasi bisa naik KRL tujuan Stasiun Manggarai, lalu naik KRL tujuan Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
  • Dari arah Tangerang bisa naik KRL tujuan Stasiun Duri, berikutnya naik KRL tujuan Stasiun Manggarai dan berganti kereta ke Bogor untuk turun di Stasiun Cawang.
  • Detikers juga bisa naik KRL turun Stasiun Kalibata, lalu dilanjut dengan naik MikroTrans JAK 18 (Stasiun Kalibata – Kuningan).

Bagi pengunjung yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan TransJakarta, maka Halte TransJ terdekat dengan Tebet Eco Park adalah Halte BUMD.

Berikut daftar koridor TransJakarta yang melayani rute dengan tujuan turun Halte Tebet BUMD:

  • Koridor 7B (Kampung Rambutan-Blok M).
  • Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit).
  • Koridor 9A (PGC 2-Pluit).
  • Koridor 9C (Pinang Ranti-Kota).
  • Koridor M7 (Kampung Rambutan-Harmoni).

Bagi kamu yang hendak ke Tebet Eco Park menggunakan MikroTrans. Berikut daftar koridor MikroTrans yang melayani rute dengan tujuan turun Tebet Eco Park:

  • MikroTrans No. JAK 43C (Sarana Jaya – Tebet Eco Park – St. Cawang)
  • MikroTrans No. JAK 43B (Tongtek – Cililitan (Tebet Eco Park-St. Cawang)).

Harga Tiket Tebet Eco Park

Untuk dapat masuk ke Tebet Eco Park, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Meski begitu, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di aplikasi JAKI. Setelah itu, pengunjung akan mendapatkan barcode sebagai akses masuk ke taman.

Fasilitas Tebet Eco Park

Fasilitas Tebet Eco Park terbilang cukup lengkap, mulai dari tempat duduk, toilet, mushola, area parkir, alat fitness, serta tenant makanan dan minuman.

Selain itu, ada juga beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung agar area taman tetap bersih dan nyaman. Peraturan tersebut di antaranya, tidak boleh membuang sampah sembarangan, tidak boleh merusak taman hingga membawa hewan peliharaan.

Jam Operasional Tebet Eco Park

Tebet Eco Park dibuka setiap hari dengan 2 sesi jam buka.

  • Sesi pagi: 06.00-11.00 WIB.
  • Sesi sore: 13.00-18.00 WIB.

Rekomendasi Aktivitas Seru di Tebet Eco Park

Tebet Eco Park (TEP) adalah taman kota seluas 7,3 hektar yang dipenuhi dengan pepohonan dan tanaman hijau yang asri. Di sini, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas seru, di antaranya:

Infinity Link Bridge adalah sebuah jembatan penghubung antara Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan. Jembatan ini menjadi ikon utama Tebet Eco Park dengan tiang-tiang berwarna merah bergradasi di sampingnya.

Infinity Link Bridge berbentuk meliuk seperti angka delapan yang membelah pepohonan. Jembatan ini biasa digunakan pengunjung untuk jogging maupun berjalan santai.

2. Berjalan menyusuri rawa

Di Tebet Eco Park terdapat sebuah area unik bernama Wetland Boardwalk. Area ini merupakan kawasan rawa yang menyajikan keindahan tersendiri.

Di sini, kamu dapat berjalan di jalan setapak yang terletak di atas rawa-rawa. Selain indah, kawasan rawa-rawa ini juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai pengendali banjir dan untuk meningkatkan kualitas air.

Community Garden adalah sebuah tempat di Tebet Eco Park yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Di sini, detikers bisa bercocok tanam, berkebun, dan melakukan kegiatan edukasi alam lainnya.

4. Menyaksikan keseruan di Children Playground

Di Tebet Eco Park terdapat area bermain untuk anak atau children playground dengan sejumlah wahana yang bisa dimainkan. Ikon dari area ini adalah buaya raksasa berwarna cokelat. Di sini, kamu dapat menyaksikan keseruan anak-anak ketika bermain dengan ceria.

Nah, itulah informasi seputar lokasi, cara menuju, fasilitas, serta rekomendasi berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Tebet Eco Park. Bagaimana menurutmu healing di tempat ini, detikers?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Berburu Barang Antik di Pasar Triwindu Kota Solo



Surakarta

Bagi traveler yang sedang berburu barang antik, ada satu tempat di Solo yang wajib didatangi. Namanya Pasar Triwindu.

Lokasi Pasar Triwindu tidak jauh dari Pura Mangkunegaran, cukup berjalan lurus sedikit dari gerbang Pura Mangkunegaran. Dari gerbang itu, Pasar Triwindu berada di sebelah kiri jalan.

Di sini traveler akan melihat bangunan cukup besar dengan tanda bertuliskan ‘Pasar Triwindu’ di depannya. Dari depan sudah terlihat barang-barang jualan beberapa pedagang yang dipajang sepanjang pasar.


Pasar ini diresmikan pada tahun 2011 oleh Walikota Surakarta saat itu, Joko Widodo. Pasar ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1939 pada masa pemerintahan Mangkunegara VII, dibangun untuk merayakan kenaikan takhtanya yang ke 24. Istilah 24 tahun ini sering juga disebut tiga windu atau tri windu.

Menyusuri bagian dalam pasar ini terasa seperti menyusuri lorong waktu pada zaman-zaman kakek dan nenek dahulu. Setiap kios pada terisi dengan barang-barang dari penjual yang berbeda.

Pasar Triwindu, SurakartaPasar Triwindu, Surakarta (Lintia Elsi)

Barang-barang antik yang dijual ada beragam pilihannya, ada peralatan rumah tangga seperti piring-piring dan gelas kuno, rangkaian lampu gantung peninggalan zaman penjajahan, mainan tradisional, dan keris-keris.

Ada pula uang-uang kertas dan koin lama, televisi dan radio, patung, mesik ketik, koleksi keris, batik, hingga berbagai jenis kerajinan Jawa. Harga yang ditawarkan bisa mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Namun selain barang antik, pasar ini juga menjual kerajinan-kerajinan baru yang tetap sesuai dengan suasana pasar. Barang-barang di sini biasanya didapat dari pengoleksi dan pengrajin.

“Ada yang nyetor barang biasanya, barang yang udah dijual kolektor gitu kalau barang lama. Kalau barang baru itu ada perajinnya sendiri,” kata salah satu penjual.

Pasar Triwindu ini cukup menarik minat wisatawan terutama para kolektor barang antik dari luar kota yang mau datang jauh-jauh ke sini untuk melihat barang secara langsung. Saat datang ke sini, beberapa turis luar negeri juga terlihat berkeliling melihat barang.

“Tau tempat ini dari teman sesama kolektor juga, kebetulan saya baru mulai koleksi uang lama. Jadi mumpung ada day off saya coba ke sini, dari Balikpapan,” kata Hedi, salah satu pengunjung.

Selain para kolektor, pengunjung-pengunjung di sini juga banyak yang datang untuk sekadar melihat-lihat dan mengambil gambar karena lorong-lorong sempit pasar ini cukup populer untuk menghasilkan spot foto bergaya vintage. Namun, tentunya harus izin terlebih dahulu pada penjual di sekitar agar tidak mengganggu proses transaksi di pasar.

Pasar Triwindu ini buka mulai buka pada jam 09.00 – 16.00 WIB. Lokasinya ada Jalan Diponegoro, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Luar Negeri, Bangunan Klasik Eropa Ini Ternyata Ada di Solo



Kartasura

Tidak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk menikmati pesona bangunan Eropa klasik, sekitar 17 menit dari pusat kota Solo ada destinasi wisata unik yang kental dengan suasana Eropa zaman dahulu.

The Heritage Palace namanya, terletak di Jalan Permata Raya Dukuh Tegalmulyo, Honggobayan, Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bangunan The Heritage Palace merupakan bangunan bekas pabrik gula bernama Pabrik Gula Gembongan yang berdiri pada 1899. Karena berdiri pada masa kolonial Belanda, arsitektur bangunan ini pun identik dengan bangunan bergaya Eropa.


Kini bangunan ini telah dioperasikan sebagai tempat wisata bersejarah, bangunannya pun telah diakui sebagai bangunan cagar budaya sejak 2018.

Untuk masuk ke sini pengunjung harus membayar tiket masuk dengan harga Rp 30 ribu, tiket ini berlaku untuk area outdoor berupa gedung klasik beserta tamannya. Pengunjung juga bisa membeli tiket terusan dengan harga Rp 55 ribu untuk weekdays dan Rp 65 ribu untuk weekend dan libur nasional, tiket ini bisa dipakai untuk area outdoor dan wahana indoor The Heritage Palace.

Wahana indoor ini terdiri dari Museum 3 Dimensi di mana pengunjung bisa berfoto di gambar-gambar dengan konsep dunia fantasi hingga tempat-tempat terkenal seperti Patung Liberty. Ada pula Museum Transportasi yang memperlihatkan koleksi mobil dan motor zaman dulu. Ada juga Omah Kwalik yaitu ruangan-ruangan dengan perabotan yang terpasang terbalik.

The Heritage Solo, KartasuraThe Heritage Solo, Kartasura (Lintia Elsi)

The Heritage Palace ini memiliki parkiran yang luas sehingga rombongan wisata dengan bus pun bisa masuk ke sini. Dari pintu masuk pengunjung akan langsung dihadapkan dengan taman, di sini terdapat dinding putih yang dihiasi dengan patung kuda di depannya. Pada bagian tengah taman ada air mancur kecil dengan pohon-pohon dan beberapa kursi yang mengelilinginya.

Berjalan maju sedikit, sampai lah pada bagian utama bangunan The Heritage Palace. Bangunan ini berdiri megah dengan beberapa bendera negara Eropa yang terpasang di dindingnya.

Di sudut-sudut area ini terdapat penjual minuman dan kursi-kursi sehingga pengunjung bisa beristirahat menikmati suasana di sini. Ada satu tangga menuju jembatan penghubung bangunan di mana pengunjung bisa berfoto dengan latar gedung klasik dari ketinggian.

“Bagus banget di sini, waktu liat di tiktok gitu saya kira ini di luar ternyata di Solo. Buat yang suka tempat-tempat estetik gitu harus ke sini sih, outdoor-nya aja udah keren,” kata Maria, salah satu pengunjung.

Selain itu, saat berjalan untuk keluar dari area ini, akan ada kawasan oleh-oleh dan foodcourt di depannya dengan pilihan makanan berat dan makanan ringan yang beragam.

Bagi yang sedang jalan-jalan ke Solo, tidak ada salahnya mencoba mampir ke destinasi satu ini. The Heritage Palace buka setiap hari, Senin-Kamis pada jam 09.00 – 16.00 WIB, sedangkan Jumat-Minggu pada jam 09.00 – 16.30 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Healing Maksimal di Teras Abang Camping Ground di Tepi Danau Batur



Bangli

Jika bosan dengan pengalaman libur yang monoton, traveler dapat mencoba kemping di tepi Danau Batur. Tak hanya udara segar, traveler akan dapatkan view Gunung Batur.

Tersembunyi di lanskap hijau Danau Batur, Teras Abang Camping Ground menjadi pilihan yang sip untuk pergi dari hiruk pikuk perkotaan. Menyajikan ketenangan sekaligus pemandangan danau dan gunung yang memanjakan mata.

Berada di Jalan Trunyan, Kintamani, Bangli, Teras Abang Camping dikelilingi oleh pegunungan yang hijau dan danau yang tenang, traveler dapat menikmati matahari terbenam yang menakjubkan dan langit malam yang penuh bintang. Udara yang segar membuat tempat ini cocok untuk healing.


Pesona Keindahan Teras Abang Camping Ground

Ketika traveler berkemah di sini, hiruk pikuk kota terasa semakin jauh. Udara pegunungan yang segar tentu memberikan ketenangan. Sinar matahari yang menciptakan refleksi di permukaan air danau akan menciptakan pemandangan yang memukau.

Terlebih Ketika traveler bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang selalu berhasil memanjakan mata. Pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk menikmati pemandangan di tepi Danau Batur.

Fasilitas Berkemah di Teras Abang Camping Ground

Saat menghabiskan waktu liburan di destinasi ini, traveler dapat menikmati berbagai fasilitas yang nyaman. Beberapa fasilitas yang traveler dapatkan yaitu:

1. Tenda Camping
Traveler dapat menyewa tenda yang telah disediakan di Teras Abang Camping Ground. Tenda-tenda ini umumnya dilengkapi dengan perlengkapan camping dasar, seperti matras dan sleeping bag, sehingga pengalaman berkemah menjadi lebih nyaman.

2. Toilet
Fasilitas toilet yang bersih dan terawat memastikan traveler nyaman selama berada di area camping ground. Tak hanya satu, di sini traveler dapat menemukan 4 toilet yang berada dekat dengan camping ground.

3. Restoran
Terdapat restoran di dalam kompleks camping ground yang menyajikan berbagai jenis hidangan. Traveler dapat menikmati makanan dan minuman setelah seharian beraktivitas di alam terbuka tanpa perlu khawatir membawa bekal.

Aktivitas Menarik di Teras Abang Camping Ground

1. Berkemah
Teras Abang Camping Ground menawarkan pengalaman berkemah yang autentik di tengah alam yang indah. Suara alam yang menenangkan dan keindahan pemandangan alam menjadi daya tarik utama aktivitas ini.

2. Fishing
Bagi traveler yang menyukai kegiatan memancing, area sekitar Teras Abang Camping Ground menyediakan lokasi memancing yang menarik. Traveler dapat mencoba keberuntungan mereka menangkap ikan di perairan sekitar.

3. Trekking
Terdapat jalur trekking yang mengelilingi area camping ground. Para pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam, melintasi hutan dan dataran tinggi, sambil menikmati udara segar.

4. BBQ
Sambil menghabiskan waktu di malam hari, traveler bisa melakukan kegiatan BBQ. Traveler bisa membawa bahan sendiri, pihak pengelola sudah menyediakan alat untuk BBQ.

Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan beragam aktivitas menarik, Teras Abang Camping Ground menjadi destinasi ideal bagi traveler para pencinta alam dan petualang.

Bagi traveler yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dengan berkemah dan menikmati berbagai aktivitas menarik di dalamnya, Teras Abang Camping Ground adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menengok Masjid Tempat Berkumpulnya Wali Songo di Cirebon



Cirebon

Masjid Jagabayan merupakan salah satu masjid bersejarah di Cirebon. Masjid ini pernah menjadi tempat berkumpulnya Wali Songo.

Masjid Jagabayan terletak di Jalan Karanggetas, Kota Cirebon. Ketika detikJabar datang ke sana, juru kunci Masjid Jagabayan, Muhammad Faozan, menjelaskan sejarah berdirinya masjid ini.

Masjid Jabayan rupanya dibangun Pangeran Nalarasa. Dia merupakan utusan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran.


Awalnya, Pangeran Nalarasa diperintahkan untuk mencari putra Prabu Siliwangi yakni Pangeran Walangsungsang. Pencarian dilakukan setelah beredar kabar ada kerajaan baru yang berdiri tanpa seizin Padjajaran.

Akan tetapi, begitu sampai di Cirebon, Pangeran Nalarasa tak menemukan kerajaan itu. Pangeran Nalarasa malah menemukan pondok tempat santri belajar agama.

“Ternyata cuma ada pondok-pondok tempat orang mengaji dan secara tidak sengaja bertemu dengan Pangeran Walangsungsang tetapi Pangeran Nalarasa tidak menyadari bahwa yang ia temui adalah Pangeran Walangsungsang yang ia cari,” kata Faozan.

Pertemuan tersebut malah membuat Pangeran Nalarasa tertarik terhadap ajaran islam. Sehingga, Pangeran Nalarasa masuk islam di bawah bimbingan Pangeran Walangsungsang.

“Jadi bukannya membawa Pangeran Walangsungsang pulang, Pangeran Nalarasa malah masuk islam,” ujarnya.

Setelah masuk Islam Pangeran Nalarasa bertemu dengan Sunan Gunung Jati. Oleh Sunan Gunung Jati Pangeran Nalarasa diberikan sebuah gelar Tumenggung Pangeran Jagabayan yang arti seorang yang menjaga dari bahaya.

“Pada masa itu beliau langsung mendirikan sebuah Pos Penjagaan yang nantinya menjadi sebuah masjid dengan bentuk persegi,” katanya.

Pos itu jadi cikal bakal berdirinya masjid pada tahun 1437. Menurut Faozan, masjid Jagabayan juga kerap digunakan untuk berkumpulnya para Wali Songo.

“Masjid yang didirikan oleh Pangeran Jagabayan tersebut konon sering digunakan oleh para Wali Sanga untuk berkumpul karena pada masa itu masjid Sang Cipta Rasa yang ada di Keraton masih belum didirikan,” katanya.

Berita ini sudah tayang di detikJabar.

(pin/pin)



Sumber : travel.detik.com

Stasiun Gadis Kretek di Dunia Nyata, Ternyata Ada di Semarang



Jakarta

Serial Gadis Kretek menyita perhatian publik. Salah satu latar dalam adegan yang terkenal adalah stasiun kereta api. Ternyata, stasiun itu eksis di dunia nyata.

“Temui saya di stasiun minggu depan, saya akan pulang.”

Itulah potongan dialog yang diucapkan Mas Raja kepada Jeng Yah saat mereka bertemu di stasiun kereta api. Stasiun kereta api ini bukan sengaja dibangun demi kepentingan syuting melainkan menggunakan bangunan yang memang sudah ada sejak zaman Belanda.


Mengutip postingan PT Kereta Api Indonesia di X, stasiun yang menjadi latar Gadis Kretek itu adalah Stasiun Tuntang yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.

Stasiun ini adalah stasiun kereta api kelas III dengan gaya arsitektur “Chalet NIS”. Gaya ini banyak digunakan di stasiun-stasiun awal abad ke-20.

Stasiun Tuntang dibangun pada 1871 dan mulai beroperasi pada 21 Mei 1873. Namun, bangunan yang sekarang eksis itu sudah direnovasi dan merupakan generasi kedua yang berasal dari tahun 1905.

Meskipun stasiun kecil, Stasiun Tuntang punya peran penting dalam mengangkut hasil perkebunan. Pengiriman karet, gula, kopi, dan coklat dari Ambarawa pasti melewati Stasiun Tuntang.

Selain itu, Stasiun Tuntang tempo dulu juga menjadi tempat transit dari layanan bus milik NIS yang memiliki trayek Stasiun Tuntang – Kota Salatiga. Pada 1921, layanan bus tersebut kemudian diakuisisi oleh perusahaan otobus swasta, Eerste Salatigasche Transport Onderneming (ESTO).

Pada 1 Juni 1970, Stasiun Tuntang sempat non aktif. Alasannya, stasiun ini kalah saing dengan moda transportasi lain dan kendaraan pribadi. Stasiun lantas beralih fungsi sebagai museum.

Sampai pada 2002, ketika jalur Ambarawa – Tuntang kembali dibuka, Stasiun Tuntang dilewati kereta uap wisata atau kereta diesel vintege. Dengan kata lain, saat ini Stasiun Tuntang aktif menerima kereta wisata.

Tak hanya itu, stasiun ini juga menjadi tempat penyimpanan sebagian lokomotif diesel. Rencananya, Stasiun Tuntang akan menjadi museum lokomotif diesel.

(pin/fem)





Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Penginapan Glamping di Puncak dengan View Ciamik


Jakarta

Penginapan glamping kini telah banyak diminati oleh wisatawan, terutama kaum millennial. Tentunya, pemandangan alam di sekitar glamping menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata ini.

Wisata glamping di puncak bisa jadi pilihan traveler yang mau menginap bersama keluarga. Selain fasilitas yang memadai seperti hotel berbintang, traveler bisa menghirup udara sejuk dikelilingi pemandangan yang memukau.

Rekomendasi Penginapan Glamping di Puncak

Glamping atau glamour camping menawarkan konsep penginapan dengan suguhan keindahan alam dan fasilitas yang memadai. Berikut beberapa rekomendasi tempat glamping di Puncak.


1. Puncak Langit

GlampingPuncak Langit (Instagram Puncak Langit)

Puncak langit menawarkan pengalaman glamping di tengah pepohonan pinus yang menyejukkan. Destinasi ini berada di atas ketinggian 1.300 mdpl, sehingga wisatawan bisa melihat keindahan alam dari ketinggian.

Menurut laman salah satu agen travel, terdapat paket tenda yang mencakup fasilitas toilet, mushalla, akses listrik dan juga dapur umum.

Lokasi: Puncak Megamendung Cisarua, Jl. Cipendawa, Bojong Koneng, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770.

2. Kampung Rimba Camp

Mengutip website Kampung Rimba Camp, area camping ini berlokasi di atas perbukitan yang begitu sejuk. Pemandangan kota masih bisa disaksikan dari tempat ini.

Selain menginap di glamping, ada pula rumah pohon dan rumah kayu sebagai tempat penginapan. Pada pagi harinya, wisatawan dapat berkeliling menaiki mobil jeep atau bermain di sungai.

Lokasi: Jl. Ciburial Kampung Baru Jeruk, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

3. Forest Garden Batulayang

Forest Garden Batulayang merupakan wisata dengan berbagai pilihan glamping di daerah pegunungan Surya Kencana Cisarua. Mulai dari glamping untuk 2 orang dengan 1 King bed hingga keluarga dengan 3 King bed.

Adapun beberapa fasilitasnya yaitu makan malam, sarapan pagi, snack, api unggun, jagung bakar, teh kopi hingga berbagai permainan. Mulai dari tenis meja, badminton, panahan, ATV, memancing sampai dengan tracking ke curug.

Lokasi: Jl. Kp. Pasir Jl. Ciburial, Manggis, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

4. Wisata Alam Sevillage

GlampingGlamping Foto: (Ig Wisata Alam Sevillage)

Wisata Alam Sevillage merupakan wisata alam dengan berbagai wahana sekaligus penginapan. Menurut instagram resminya, pilihan glamping yang ditawarkan mulai dari yang suite dengan fasilitas king bed, 2 extra bed, kitchen set, wifi hingga toilet, deluxe dengan tambahan balkon hingga superior yang cocok untuk jadi tempat liburan bersama teman-teman.

Adapun berbagai fasilitas lainnya mulai dari makan pagi, jagung bakar, sosis bakar hingga jungle track dan beberapa wahana permainan. Wahana yang tersedia di antaranya adalah flying fox, sky bike, sky swing, sky tree, helium dan helikopter.

Lokasi: Jalan Ziwa Besar, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

5. Forrester Glamping Co

Forrester Glamping Co adalah tempat glamping selanjutnya yang berada di tengah bukit dan pepohonan yang asri. Menurut instagram Forrester Glamping Co, satu set tenda glamping sudah termasuk breakfast, kipas angin, wifi, handuk snack, dan api unggun.

Adapun kegiatan serunya adalah trekking Curug Cibulao dan Curug Orok. Tersedia car double cabin yang akan mengantar wisatawan dari campsite ke curug.

Lokasi: Kawasan Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770

6. Wonderful Citamiang

Wonderful Citamiang menawarkan ketenangan di tengah alam ditemani suara aliran sungai dan angin yang berhembus. Glampingnya berhadapan langsung dengan sungai, sehingga kesejukan bisa begitu terasa.

Ada beberapa pilihan glamping seperti damar room dan juga pinus room. Untuk wisatawan yang suka berpetualang bisa mengikuti forest trip atau main paintball seru di hutan.

Lokasi: Jl. Ciliwung, Tugu Utara, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 167507.

7. Alinson Sunset Hill

GlampingGlamping Foto: (Ig Alinson Sunset Hill)

Alinson Sunset Hill merupakan salah satu spot sunset terbaik yang ada di Puncak, Bogor. Pilihan glampingnya ada couple hingga family tent.

Family Glampingnya memiliki kapasitas hingga 8 orang dan mempunyai space halaman pribadi. Melihat instagram resmi destinasi ini, beberapa fasilitasnya yaitu king bed, water heater, televisi, hingga free refill botol air. Menariknya banyak spot aesthetic berlatarkan pemandangan alam puncak yang begitu cantik!

Lokasi: Jl Raya Puncak, Tugu Utara, kec, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

8. Teras Bhumi

Teras BhumiTeras Bhumi Foto: (Ig Teras Bhumi)

Sensasi menginap di glamping mewah bisa traveler dari Teras Bhumi. Ada beberapa tipe glamping, di antaranya dome dengan luas kurang lebih 44,5 m2 dan snail dengan luas kurang lebih 48,5 m2. Ada juga family glamping dengan 3 bedroom dengan kapasitas maksimal 8 orang dewasa dan 3 anak.

Adapun fasilitasnya yaitu wifi, smart tv, AC, kamar mandi, shampo dan sabun, teko elektrik, handuk hingga dapur pribadi. Ada pula kolam renang yang cukup luas dan restoran dengan berbagai hidangan.

Lokasi: Jl. Hankam Desa No.66, Leuwimalang, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750

9. Damar Langit Resort

GlampingGlamping Foto: (Ig Damar Langit Resort)

Damar Langit Resort merupakan destinasi yang dikelilingi keindahan Gunung Gede, Pangrango dan juga Salak. Suasananya begitu asri dengan udara yang sejuk jauh dari perkotaan.

Adapun glampingnya menghadap ke pemandangan Gunung Salak. Beberapa fasilitasnya berupa AC, televisi, kamar mandi dalam, teh, kopi air mineral, air panas hingga breakfast.

Lokasi: Jl. Batu Sapi, desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, RT 6 RW 4, Puncak, Bogor.

10. Wildwoods Camp

GlampingWildwoods Camp (Instagram Wilwoods Camp) Foto: (Ig Wisata Alam Sevillage)

Wildwoods camp cocok untuk kamu yang mau staycation sambil melihat view pegunungan, tracking ke sungai dan BBQ-an di malam hari. Ada round tent dengan fasilitas berupa twin bed, meja, payung, toilet, water heater dan square tent dengan king bed, sofa meja, payung, kursi lipat dan bathtub dan shower.

Melihat instagram Wildwoods Camp, fasilitasnya berupa air mineral, handuk, sabun, sampo, bonfire, movie night, river trekking, mini cafe hingga BBQ. Wisatawan bisa menikmati pemandangan city light yang memukau.

Lokasi: Kampung Sirimpak RT 02/05 Megamendung Megamendung, Puncak, Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16770

Itulah 10 rekomendasi wisata glamping di Puncak, Bogor. Semoga informasi ini membantumu!

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com