Tag Archives: wuruk

5 Objek Wisata Batu Terkenal yang Cocok Buat Liburan 2024


Kota Bat Menjadi salah satu kota yang terkenal banyak menawarkan destinasi wisata di Jawa Timur. Kota ini juga dikenal dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang menawan.

Tak heran, jika batu punya julukan sebagai “Kota wisata”. Dulunya, Batu masuk ke wilayah Malang makanya orang banyak menyebutnya Batu Malang.

Namun, sejak tahun 2001 kota Batu telah berdiri sendiri sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang. Apa apa saja wisata di Batu? Simak rekomendasinya di bawah ini.


Rekomendasi Wisata Batu

1. Batu Love Garden (Baloga)

Batu Love Garden di Kota BatuBatu Love Garden di Kota Batu. Foto: Muhammad Aminudin/detiktravel

Batu Love Garden merupakan destinasi wisata Batu yang cocok untuk keluarga. Di sini, kita akan banyak menemukan berbagai jenis bunga dan aneka wahana seru.

Selain keindahan flora, Batu Love Garden juga memiliki spot-spot foto yang instagramable. Bahkan, kamu juga bisa menyaksikan flowers parade yang berlangsung saat weekend di jam 11.00 WIB dan 14.00 WIB.

Ada puluhan wahana yang bisa traveler coba, mulai dari bianglala, boom boom car, hingga rainbow slide. Aktivitas seru seperti memberi makan satwa, naik onta, petik apel, sewa kostum ala Eropa juga bisa kamu temukan di sini.

  • Alamat: Jl. Raya Pandanrejo No.91, Pandanrejo, Kec. Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Hari & Jam Operasional: Setiap hari mulai dari jam 08.30 – 16.30 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Weekday untuk tiket reguler Rp 50 ribu dan tiket terusan Rp 90 ribu (free wahana), sementara weekend Rp 90 ribu (free wahana).

2. Batu Wonderland

Batu Wonderland Water ResortBatu Wonderland Water Resort. Foto: Instagram @batuwonderland

Batu Wonderland menawarkan pilihan liburan yang cukup lengkap, karena memiliki waterpark, hotel, hingga restoran. Taman hiburan ini menggabungkan berbagai wahana air dan permainan dengan desain yang menarik.

  • Alamat: Jl. Imam Bonjol No.17, Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Hari & Jam Operasional: Setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 WIB.WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Tarif waterpark Senin-Jumat Rp 15.000 , sedangkan Sabtu-Minggu Rp 30.000.

3. Coban Talun

wisata MalangAir terjun Coban Talun. Foto: Rizna Feramerina/d’Traveler

Coban Talun adalah wisata alam Batu yang menawarkan keindahan terjun megah.
Selain bisa menikmati udara segar pegunungan, tempat ini bakal cocok bagi traveler yang suka berpetualang di alam. Pasalnya, untuk bisa menuju air terjun ini perlu melakukan sedikit trekking. Selain melihat

  • Lokasi: Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
  • Hari & Jam Operasional: setiap hari mulai dari jam 08.00 – 16.00 WIB.
  • Harga Tiket: Rp 10.000

4. Jatim Park

jatim park 1Jatim Park 1. Foto: M Bagus Ibrahim

Jawa Timur Park merupakan tempat rekreasi dan taman belajar yang terkenal dan jadi salah satu ikon Kota Batu. Terdapat 3 pusat rekreasi Jawa Timur Park, yang terdiri dari:

  1. Jawa Timur Park 1 (Museum Tubuh dan Science Coaster Park)
  2. Jawa Timur Park 2 (Museum Satwa dan Batu Secret Zoo)
  3. Jawa Timur Park 3 (Dino Park, Museum Musik Dunia, The Legend Star Park, Funtech Plaza, dan Milenial Glow Garden)

Alamat:

  • Jawa Timur Park 1 berlokasi di Jl. Kartika No. 2, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.
  • Jawa Timur Park 2 berlokasi di Jalan Oro-oro Ombo No. 9, Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.
  • Jawa Timur Park 3 berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno No.144, Beji, Kota Batu, Jawa Timur.

Hari & Jam Operasional:

  • Jawa Timur Park 1 buka setiap hari dari jam 08.30 – 16.30 WIB.
  • Jawa Timur Park 2 buka setiap hari dari jam 08.30 – 16.30 WIB.
  • Jawa Timur Park 3 Weekday 11.00 – 20.00 WIb dan Weekend 11.00 – 21.00 WIB.

Harga Tiket Masuk:

  • Jawa Timur Park 1 Rp 125.000
  • Jawa Timur Park 2 Rp 140.000
  • Jawa Timur Park 3 Rp 290.000.

5. Batu Night Spectacular (BNS)

Batu Night Spectacular (BNS)Batu Night Spectacular (BNS). Foto: (Bonauli/detikcom)

Batu Night Spectacular merupakan wisata Batu berupa taman hiburan malam, yang tergabung dalam Jatim Park Group.

Traveler akan diajak menikmati berbagai atraksi dan hiburan, dalam suasana yang penuh warna dan ceria di sini. Mulai dari rumah hantu, cinema 4D, hingga spot-spot yang bagus untuk dijadikan background foto.

Alamat: Jl. Hayam Wuruk No.1, Kecamatan Batu, Kota Batu.

  • Hari & Jam Operasional: Setiap hari 15.00-23.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk: Senin-Kamis Rp 40.000 dan Jumat-Minggu Rp 65.000.

Beragam wisata yang ditawarkan, membuat Batu jadi kota yang dipilih untuk menghabiskan waktu liburan bersama orang tersayang.

(fds/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Istana Ajaib Bhre Wengker di Mojokerto



Mojokerto

Di Mojokerto, ada sebuah situs bersejarah bernama Situs Kumitir. Situs ini dipercaya sebagai istana ajaib Bhre Wengker. Bagaimana kisahnya?

Menurut para arkeolog, Situs Kumitir diduga merupakan bekas istana Bhre Wengker yang disebut juga Istana Ajaib. Istana ini dibangun pada era kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi.

Hipotesis bahwa Situs Kumitir adalah bekas istana Bhre Wengker dan Bhre Daha atau istana timur Majapahit didukung berbagai temuan arkeologi, yakni Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.


Dalam Naskah Negarakertagama, Situs Kumitir disebut juga sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha. Istana timur dan barat Kerajaan Majapahit itu dibangun di masa pemerintahan Putri Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 masehi).

Pembangunan istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha ini tepatnya dilakukan setelah wafatnya kakak tiri Tribhuwana Tungga Dewi, Jayanegara (1309-1328 masehi), yang menjadi Raja Kedua Majapahit.

Kedua istana itu dibangun untuk mencegah perebuatan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

Karena kedua putri Raden Wijaya, pendiri Majapahit dengan Dyah Gayatri atau Rajapatni itu sama-sama berhak menjadi penguasa kerajaan setelah Jayanegara wafat.

Istana barat dan timur dibangun di Wilwatiktapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

Sedangkan, Istana barat ditempati oleh Tribhuwana Tunggadewi dengan suaminya Bhre Tumapel atau Kertawardhana yang kemudian diwariskan ke putra Tribhuwana, Raja Hayam Wuruk.

Istana barat Majapahit ini diperkirakan berada di Situs Kedaton atau Situs Sumur Upas, Desa Sentonorejo, Trowulan.

Pertikaian di Majapahit baru terjadi melibatkan keturunan Hayam Wuruk hingga mewariskan tahtanya kepada Wikramawardhana, buah pernikahan dengan Prameswari.

Hayam Wuruk juga mempunyai anak dari selir, yaitu Bhre Wirabhumi. Wirabhumi diangkat anak oleh Bhre Daha dan dibesarkan di istana timur Majapahit. Ia menikah dengan cucu ibu angkatnya, Nagarawardhani dan dijadikan Bhre Lasem.

Sebenarnya, Wirabhumi sudah mengalah tapi Wikramawardhana mengganti jabatan Wirabhumi sehingga memicu Perang Paregreg antara Majapahit barat dan timur (1404-1406 masehi).

Situs Kumitir juga menjadi tempat pendarmaan atau tempat menghormati Mahesa Cempaka, salah seorang raja bawahan Singosari. Bhre Wengker membangun tempat suci itu untuk menghormati leluhurnya, Mahesa Cempaka di dalam istananya yang kini menjadi Situs Kumitir.

Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 masehi. Semasa hidupnya dia menjadi Bhre Daha yang memimpin salah satu negara bagian Kerajaan Singosari. Sementara Singosari kala itu dipimpin saudara tirinya, Wisnu Wardhana.

Sosok Mahesa Cempaka juga diketahui merupakan keturunan kedua Ken Arok dengan Ken Dedes. Dia adalah kakek Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Sedangkan Wisnu Wardhana keturunan kedua dari Tunggul Ametung dengan Ken Dedes.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Situs Kumitir, Istana Ajaib Bekas Kerajaan Majapahit


Jakarta

Situs Kumitir dipercaya merupakan istana ajaib yang dikenal sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit. Di mana dan seperti apa situs Kumitir itu? Berikut fakta-faktanya.

Situs Kumitir berada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs Kumitir dianggap sebagai situs tak biasa, istana ajaib, karena temuan strukturnya, bentuk, ukuran, dan susunan, yang tidak lazim dibanding situs Kerajaan Majapahit.

Arkeolog menemukan struktur bata raksasa, jauh lebih besar dari bata Majapahit biasa. Selain itu, ditemukan juga parit menyerupai benteng istana, area kompleks sangat luas, mencapai hampir 1 hektare, dan lokasinya persis dengan kawasan suci yang disebut dalam naskah kuno Negarakertagama.


Situs itu juga ditemukan secara dramatis, seperti muncul secara utuh setelah terkubur berabad-abad lalu setelah digali dan dinilai berkorelasi dengan tempat upacara dan leluhur raja, sesuai naskah kuno tersebut.

Para arkeolog menyebut situs itu unik, misterius, dan seperti istana yang timbul dari tanah, ajaib.

Berikut kisah seputar Situs Kumitir!

Peninggalan Istana Ajaib Bhre Wengker

Para arkeolog berpendapat bahwa Situs Kumitir merupakan bekas istana Bhre Wengker atau yang disebut juga dengan istana ajaib. Predikat itu tak diberikan sembarangan, tetapi didasarkan oleh beberapa temuan yang memperkuat pendapat para arkeolog, di antaranya melalui penemuan Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.

Dalam Naskah Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365, memang tidak menyebut Situs Kumitir secara langsung, tetapi isinya menjadi kunci kenapa arkeolog menghubungkannya dengan kawasan tersebut.

Dalam naskah itu digambarkan perjalanan Hayam Wuruk ke arah timur Majapahit dan disebutkan ada kompleks suci besar-dengan tembok, gerbang upacara, parit, serta tempat pemujaan leluhur raja, termasuk perjalanan ritual menuju Candi Gentong, lokasi yang berada tepat di dekat Kumitir.

Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk.Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

Deskripsi Prapanca tentang kawasan yang menjadi pusat penghormatan kepada pendiri dinasti Rajasa itu cocok dengan temuan arkeolog, yakni talud bata raksasa, parit keliling, halaman luas bertingkat, dan struktur yang mengingatkan pada istana ritual.

Keselarasan antara naskah sastra abad ke-14 dan temuan fisik itulah yang membuat Kumitir dijuluki “istana ajaib yang muncul dari tanah”. Bangunannya sangat besar, bata-batanya tidak lazim, dan lokasinya berada di jalur ritual kerajaan yang disebut dalam Negarakertagama. Khususnya, bagian yang menyebut istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha, dua tokoh penting yang merupakan penguasa daerah bawahan Majapahit.

Dalam naskah Negarakertagama, tempat-tempat itu digambarkan sebagai bagian timur dan barat dari wilayah inti Majapahit, tempat bangsawan tinggi tinggal dan beraktivitas. Disebutkan pula, bahwa Istana Bhre Wengker didirikan oleh Tribhuwana Tunggadewi tepat setelah wafatnya Jayanegara sebagai raja kedua Kerajaan Majapahit.

Karena itu, para ahli menilai Kumitir bukan sekadar permukiman, melainkan bagian dari kompleks suci Majapahit, ruang upacara yang berhubungan dengan leluhur raja dan simbol kekuasaan dinasti.

Mencegah Perpecahan dan Perebutan Kekuasaan

Dalam catatan lain dijelaskan bahwa saat itu, istana Bhre Wengker dibangun untuk menghindari perebutan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu.Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

Istana barat dan timur dibangun di Wilwatikapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

Istana barat dikuasai oleh Tribhuwana Tunggadewi dan suaminya Kertawardhana atau dikenal dengan Bhre Tumapel. Kemudian setelah peninggalan Tribhuwana, istana ini diwariskan kepada putranya, Raja Hayam Wuruk.

Adapun, Istana bagian timur dikuasai oleh Bhre Daha. Situs Kumitir kemudian dikenal sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha.

Tempat Pendarmaan Mahesa Cempaka

Situs Kumitir juga dipercaya sebagai tempat pendarmaan atau tempat yang digunakan sebagai wadah untuk menghormati Mahesa Cempaka.

Mahesa Cempaka semasa hidupnya memimpin kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Singosari. Sosoknya merupakan keturunan dari Ken Arok dan Ken Dedes. Selain itu, dia merupakan keturunan Bhatara Parameswara yang merupakan leluhur Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 Masehi dan dibuatkan Situs Kumitir sebagai tempat menghormati sosoknya yang sudah membangun dan memerintah kerajaan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com