Tag Archives: yogyakarta

Pogung, Kawasan Kuliner Favorit di Jogja



Yogyakarta

Pogung merupakan sebuah daerah yang berlokasi di utara Universitas Gadjah Mada (UGM), masuk ke Kelurahan Sinduadi, Sleman. Kawasan ini merupakan pemukiman padat dengan banyak gang. Bahkan, Pogung dijuluki sebagai ‘labirin-nya Yogyakarta’.

Di antara gang dan jalan, terdapat banyak rumah makan dengan ragam menu dan harga. Tak ayal, Pogung menjadi destinasi wisata kuliner Jogja.

Berikut beberapa aspek yang menjadikan Pogung sebagai destinasi wisata kuliner:


1. Ragam pilihan makanan

Jajanan Kaki Lima

Pogung terkenal dengan banyaknya penjual makanan kaki lima yang menawarkan berbagai macam jajanan, mulai dari gorengan, sate, hingga makanan ringan lainnya yang bisa dinikmati sambil berjalan-jalan.

Restoran dan Warung Makan

Selain jajanan, terdapat banyak warung makan dan restoran dengan menu tradisional hingga menu internasional, serta berbagai pilihan kopi dan minuman kekinian. Contohnya Lotek Pandega Putri, Bara Bakery dan Gelato, Mie ayam dan Bakso Woyo-woyo, Broklat dan Seblak Mang Een.

Pilihan Harga Terjangkau

Berada di lingkungan kampus, mayoritas tempat makan di Pogung menawarkan harga yang relatif terjangkau. Wisata kuliner di sini akan membuat perut kenyang tanpa membuat kocek berat.

2. Lokasi dan Suasana

Terletak di Dekat Kampus

Kawasan ini banyak dihuni oleh mahasiswa, sehingga suasana di Pogung sangat hidup dan dinamis dengan banyaknya tempat makan yang buka hingga larut malam.

Akses Mudah

Lokasinya yang strategis di tengah-tengah kota Yogyakarta memudahkan akses bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan mencicipi makanan di sini.

3. Pengalaman Wisata Kuliner Otentik

Nuansa Lokal

Pogung memberikan pengalaman kuliner yang otentik, di mana pengunjung bisa merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta sambil menikmati hidangan lokal yang lezat.

Kreativitas Kuliner

Banyak tempat makan di Pogung yang menawarkan kreasi makanan yang unik dan inovatif, menggabungkan cita rasa lokal dengan sentuhan modern.

4. Dampak Ekonomi Lokal

Mendukung Usaha Lokal

Keberadaan Pogung sebagai pusat kuliner mendorong pertumbuhan usaha makanan dan minuman di daerah tersebut, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Destinasi Wisata Sekitar Candi Prambanan


Jakarta

Setelah puas menikmati kemegahan Candi Prambanan, traveler harus mengelilingi destinasi menarik lainnya yang ada di sekitar candi, mulai dari tempat wisata pertunjukan, pemandangan asyik, hingga wisata dengan wahana seru.

Berikut ini 10 tempat wisata sekitar Candi Prambanan yang bisa traveler kunjungi bersama sahabat ataupun keluarga.

1. Sendratari Ramayana

Kalau sudah sampai di Candi Prambanan, tampaknya kurang lengkap jika nggak nonton Sendratari Ramayana atau Sendratari Roro Jonggrang. Traveler tinggal pilih mau nonton cerita Rama dan Sinta (Ramayana) atau dongeng 1.000 candi (Roro Jonggrang).


Sendratari Ramayana digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara Sendratari Roro Jonggrang digelar setiap Jumat. Keduanya dapat disaksikan pukul 19.30 WIB dengan durasi sekitar 1 jam. Adapun harga tiket pertunjukkan Rp 100 ribu hingga Rp 450 ribu

2. Candi Ratu Boko

Candi Ratu BokoCandi Ratu Boko Foto: Budi Puspa Wijaya/Unsplash

Candi Ratu Boko berada di Jalan Raya Piyungan-Prambanan No 2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Ratu Boko diperkirakan dibangun oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha pada abad ke-8, namun diambil alih kerajaan Mataram Hindu, sehingga situs ini dipengaruhi Hindu-Buddha.

Dari sini, traveler bisa melihat pemandangan beberapa tempat sekaligus jika langitnya cerah. Menghadap ke selatan, kamu bisa melihat pemandangan Yogyakarta, jika ke arah barat maka akan terlihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan.

Harga tiket masuk:

Tiket dewasa (10 tahun ke atas): Rp 40 ribu.
Tiket anak (3-10 tahun): Rp 20 ribu.
Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan dewasa: Rp 85 ribu.
Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan anak: Rp 40 ribu.

Jam buka: 07.00 – 17.00 WIB.

3. Candi Sewu

Candi Sewu berada di Jalan Candi Sewu, Bener, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Harga tiket masuk candi sudah termasuk dalam tiket Candi Prambanan.

Dilansir dari situs Pemprov DIY, candi Buddha ini lebih tua dari Candi Prambanan karena dibangun sejak abad ke-8. Ada 249 candi di kompleks Candi Sewu ini.

4. Tebing Breksi

Desa Wisata Dewi Sambi atau Sambirejo menjadi salah satu desa wisata di wilayah Yogyakarta. Lokasinya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.Desa Wisata Dewi Sambi atau Sambirejo menjadi salah satu desa wisata di wilayah Yogyakarta. Lokasinya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Foto: Jauh Hari Wawan S

Tebing Breksi berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Objek wisata instagramable ini buka buka pukul 08.00-21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 10.000

Tebing Breksi dahulunya adalah perbukitan dari batuan breksi yang ditutup dari aktivitas tambang. Namun daripada tidak dimanfaatkan, masyarakat menyulapnya menjadi tempat wisata.

Selain menyaksikan pemandangan Yogyakarta dari ketinggian, rasakan juga sensasi naik jip untuk menjelajahi bukit breksi.

5. Kids Fun Park

Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman No 99-101, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, DIY. Adapun harga tiketnya mulai dari Rp 100.000

Jika mengajak anak-anak, Kids Fun menjadi salah satu pilihan agar mereka tidak bosan. Di sini mereka bisa bermain seharian hingga puas dengan menjajal aneka permainan, seperti komidi putar, mobil-mobilan, kereta mini, berkeliling di taman dinosaurus, naik pesawat mainan, perahu mainan, hingga menyaksikan pertunjukan seru di kastil.

6. Waterboom Jogja

Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga.Keseruan para pengunjung yang sedang berenang di Waterboom Jogjga. Foto: Instagram @waterboomjogja

Nikmati juga keseruan bermain air di Waterboom Jogja. Datang saja ke Jalan Utara Stadion Maguwoharjo, Jenengan, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga tiket masuknya mulai Rp 45 ribu

Ada berbagai wahana air seru yang bisa dimainkan, misalnya brando boomeranggo, volcano coaster, donte wild river, dan kolam ombak.

7. Obelix Hills

Obelix Hills berada di Dusun Klumprit I, II, Kelurahan Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.
Destinasi ini buka pukul 07.00-21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 30 ribu.

Obelix Hills menawarkan banyak spot foto instagramable. Beberapa spot foto menarik ayunan langit, Eagle Nest, dan Sky Deck. Salah satu yang wajib dicoba adalah Pottery Cave, yang berkonsep warna-warni estetik dan cantik.

8. HeHa Skyview

Objek wisata di Gunungkidul.Objek wisata HeHa Skyview Foto: (Instagram)

HeHa Sky View adalah objek wisata di perbukitan yang menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta. Lokasinya di Jalan Dlingo-Patuk No 2, Bukit, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemandangan ini lebih indah ketika malam hari. Kamu juga bisa menyaksikan eloknya matahari terbenam dari sini. Ada juga sejumlah spot menarik seperti Sky Glass, Sky Balloon, serta tempat panjat tebing yang aman untuk anak-anak.

Untuk harga tiket masuknya Rp 35 ribu.

9. Bukit Bintang

Traveler yang ingin menikmati malam cara tak biasa di Yogyakarta, datang saja ke Bukit Bintang di Jalan Jogja-Wonosari, Kecamatan Piyungan, Bantul. Masuk ke sini gratis kok.

Dari ketinggian, traveler bisa menyaksikan pemandangan lampu kota wilayah Yogyakarta yang berkelap-kelip seperti bintang. Traveler juga bisa menyaksikan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu, serta aktivitas pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta.

10. Gembira Loka Zoo

Sudut gembira loka, semakin kekinian dan instagramableSudut gembira loka, semakin kekinian dan instagramable Foto: detik

Traveler yang liburan bersama anak-anak bisa nih berkunjung ke Gembira Loka Zoo yang berada di Jalan Kebun Raya No 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Harga tiket masuknya mulai Rp 60 ribu.

Ragam hewan bisa traveler temui di sini. Tak usah khawatir kelelahan berkeliling, karena ada kereta yang difasilitasi kebun binatang. Pada waktu tertentu, ada pertunjukan satwa seperti beruang madu, burung merak dan orang utan.

(sym/row)



Sumber : travel.detik.com

Wajah Baru Tempat Pembuangan Sampah, Kini Tempat Liburan Favorit Warga



Jakarta

Umbul Sidomulyo Kalasan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, adalah wisata air favorit para warga dengan airnya yang jernih dan segar. Umbul dan kolam pemandian ini menjadi alternatif masyarakat untuk liburan di akhir pekan bersama teman atau keluarga.

Namun siapa sangka, Umbul Sidomulyo Kalasan dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Air yang terpancar dibuang langsung ke sungai tanpa dimanfaatkan lebih dulu. Sampai akhirnya di tahun 2019, warga setempat bekerja sama membangun Umbul Sidomulyo Kalasan.

Umbul Sidomulyo KalasanUmbul Sidomulyo Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

Salah seorang warga, Karti (63) mengatakan Umbul Sidomulyo Kalasan adalah wisata air yang diurus RT 8/RW 17 Desa Brintikan Sidomulyo. Tiap orang patungan Rp 3 ribu untuk membangun kembali Umbul Sidomulyo Kalasan. Kehadiran pilihan wisata air ini mendapat respon positif dari para wisatawan.


“Biasanya mulai datang pengunjung pagi dari jam 7, tapi baru jajan jam 10 siang biasanya,” kata Karti.

Umbul Sidomulyo punya lima kolam yang memungkinkan pengunjung menikmati waktu berenang di air yang bersih dan sejuk. Menurut salah satu pengunjung, Irma, pernah ada momen seluruh kolam penuh hingga pengunjung tak bisa banyak bergerak dan berenang.

“Ini masih enak, dulu pernah di kolam enggak bisa bergerak sama sekali,” ucap Irma.

Umbul Sidomulyo mulai beroperasi pukul 06.00-16.40 WIB. Pemandian ini ditutup setiap Selasa dan Jumat untuk pengurasan air kolam. Tiket masuknya sebesar Rp 5.000 pada hari biasa dan Rp 8.000 pada akhir pekan. Untuk warga desa setempat yang kontribusi bisa membayar seikhlasnya.

(bnl/row)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Ledok Sambi, Sejuk dan Adem Cocok untuk Liburan Keluarga


Jakarta

Yogyakarta tak pernah kehabisan tempat yang menawarkan pengalaman menarik, salah satunya Ledok Sambi Ecopark. Tempat ini menawarkan suasana alam yang memanjakan mata, lengkap dengan berbagai aktivitas seru yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Ledok Sambi Ecopark atau lebih dikenal dengan Ledok Sambi menawarkan suasana hijau yang sejuk, asri, dan menenangkan. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Bagi yang mencari inspirasi wisata di Yogyakarta, Ledok Sambi menjadi tujuan yang wajib dikunjungi. Penasaran apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi Ecopark? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!


Daya Tarik Ledok Sambi

Ledok Sambi di Sleman, YogyakartaLedok Sambi di Sleman, Yogyakarta Foto: Lintia Elsi

Ledok Sambi terkenal dengan daya tarik utamanya yaitu menawarkan suasana alam yang asri dan sejuk. Banyak pengunjung datang ke sini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi? Mengutip laman Instagram resminya, ledoksambiecopark, berikut sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan:

1. Menikmati Suasana Alam

Ledok Sambi dikelilingi pepohonan hijau dan aliran sungai yang jernih, menciptakan suasana yang tenang. Pengunjung bisa duduk santai di atas tikar, menikmati udara segar, atau bermain di sungai. Cocok banget buat kamu yang ingin rehat sejenak dari keramaian kota sembari menikmati alam terbuka.

2. Berkemah

Kalau ingin merasakan pengalaman lebih lama, kamu bisa berkemah di area yang sudah disediakan. Suasana malam yang damai ditemani gemericik air sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

Berikut daftar harga untuk berkemah di Ledok Sambi:

  • Group Camping (Minimal 20 pax) : Rp. 175.000
  • Tenda Sedang (untuk 3 orang) : RP 200.000
  • Tenda Besar (untuk 5 orang) : RP 250.000
  • Paket Camping Ceria (untuk 2 orang) : Rp 475.000
  • Paket Camping Ceria (untuk 3 orang) : Rp 600.000
  • Paket Camping Ceria plus (untuk 5 orang) : Rp 900.000

Paket Camping Ceria sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur. Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi pengunjung yang ingin menggunakan api unggun atu sewa alat BBQ, yaitu:

  • Api Unggun Kecil : Rp 75.000
  • Api Unggun Besar : Rp 100.000
  • Paket BBQ (2-3 orang) : Rp 150.000
  • Paket BBQ (4-6 orang) : Rp 275.000
  • Paket BBQ (7-10 orang) : Rp 400.000
  • Sewa Alat BBQ : Rp 50.000
  • Matras, Bantal, Selimut : Rp 50.000

3. Bermain Outbound

Ledok Sambi juga punya area outbound seru yang cocok untuk kegiatan kelompok atau keluarga. Ada berbagai permainan yang melatih kerja sama dan keberanian. Sangat seru dimainkan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Terdapat beberapa paket outbound yang bisa pengunjung ikuti, berikut rinciannya:

  • Outbound Remaja (SMP/SMA) : Rp 175.000 (minimal 20 pax)
  • Outbound Dewasa : Rp 200.000 (minimal 20 pax)
  • Outbound Anak (TK/SD) : Rp 150.000 (minimal 20 pax)
  • Outbound dan Camping : Rp 325.000 (minimal 20 pax)

Ledok Sambi juga menawarkan opsi tambahan seperti tambahan paintball war dengan tambahan biaya sebesar Rp 50.000 per pax, dokumentasi foto dan video mulai dari Rp 350.000 sampai Rp 1.250.000. Seluruh paket yang ditawarkan dilengkapi fasilitas pemandu aktvitas, makan siang, pendopo, dan paramedis.

4. Aktivitas Menarik Lain

Bagi pengunjung yang tidak mengambil paket outbound, jangan berkecil hati! Karena Ledok Sambi menyediakan berbagai jenis aktivitas lain yang bisa dilakukan. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga archery.

Setiap wahana permainan dikenakan biaaya tiket masuk yang berbeda.

  • Archery : Rp 15.000
  • Flying Fox : Rp 25.000
  • Gel Gun : Rp 25.000
  • Kayak : Rp 25.000
  • Melukis : Rp 25.000
  • Scooter : Rp 25.000
  • Paintball : Rp 50.000

5. Menikmati Kuliner

Ledok Sambi juga menawarkan aneka kuliner ala rumahan yang bisa dinikmati setelah melakukan berbagai aktivitas. Namanya Warung Kopi Ledok.

Warung ini menyediakan beragam kuliner lezat dengan harga yang ramah dikantong mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 22.000 saja pengunjung bisa memilih berbagai jenis makan ala rumahan yang lezat untuk mengisi perut setelah seharian beraktivitas.

Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat.Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat. Foto: Lintia Elsi

Bagi yang ingin berkunjung ke Ledok Sambi, tempat ini tidak memungut biaya tiket masuk untuk pengunjung. Mengutip informasi dari laman Instagram resminya, wisata ini gratis untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk biaya parkir, mulai dari Rp 3.000 (untuk motor) hingga Rp 5.000 (untuk mobil).

Selain pemandangan alam yang asri, Ledok Sambi juga menawarkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan pengunjung. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk menaiki wahana-wahana menarik di sini. Harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 saja, pengunjung juga bisa membeli tiket terusan seharga Rp 80.000, tiket ini berlaku untuk menikmati semua permainan di Ledok Sambi.

Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

Ledok Sambi berlokasi di Jl. Kaliurang KM 19,2 Area Sawah, Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jaraknya hanya sekitar 20 hingga 22 km dari pusat Kota Yogyakarta. Jika ditempuh menggunakan mobil, perjalanan ke Ledok Sambi hanya memakan waktu sekiar 45 menit sampai 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Objek wisata alam ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang indah dengan suasana yang sejuk dan asri.

Tips Sebelum Berkunjung

Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke Ledok Sambi, agar liburanmu makin seru dan nyaman:

  • Bawa pakaian ganti dan handuk, karena akan banyak aktivitas air
  • Gunakan sunscreen, Ledok Sambi merupakan kawasan alam terbuka sehingga penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Pakai sandal atau sepatu yang nyaman agar lebih mudah berjalan di area berbatu atau berumput
  • Datang lebih pagi untuk bisa menikmati suasana yang tenang dan udara yang segar.
  • Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen selama bermain di Ledok Sambi.

Selamat liburan di Ledok Sambi detikers! Jangan lupa ajak teman dan keluarga kamu ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Menelusuri ‘Candi Prambanan’ yang Ada di Lampung


Jakarta

Tak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta untuk bisa menikmati kemegahan Candi Prambanan. Di Lampung, terdapat sebuah bangunan berupa replika Candi Prambanan yang didesain mirip dengan bentuk aslinya.

Lokasinya berada di kawasan wisata Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Selain replika Candi Prambanan, kawasan wisata ini juga menampilkan replika bangunan dari berbagai suku dan daerah yang ada di Indonesia.

Sejarah Cakat Raya

Melansir situs traveling, Kabupaten Tulang Bawang dikenal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman suku dan budaya. Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi di Lampung, Tulang Bawang tumbuh menjadi kawasan yang dinamis dengan penduduk dari berbagai latar belakang.


Seiring waktu, daerah ini berkembang pesat hingga akhirnya resmi berdiri secara administratif sebagai kabupaten pada tahun 1977. Wujud penghargaan dari keberagaam tersebut tercermin dari pembangunan kawasan wisata Cakat Raya.

Dari tempat ini, wisatawan tidak hanya melihat keunikan arsitektur tradisional, tetapi juga menikmati panorama alam yang menakjubkan berupa hamparan rawa dan kebun hijau yang terbentang luas.

Daya Tarik Cakat Raya

Kawasan wisata Cakat Raya menampilkan replika bangunan bersejarah dari berbagai daerah di Indonesia sebagai lambang keberagaman yang terbentuk. Mulai dari rumah-rumah adat dari beberapa daerah, bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi ikon wisata.

Daya tarik utama kawasan ini adalah replika Candi Prambanan yang berdiri kokoh dengan luas 9×10 meter dengan tinggi mencapai 12 meter. Replika Candi Prambanan ini memiliki detail yang rapih dan tampak seperti bangunan aslinya.

Replika Candi Prambanan berdiri menghadap langsung ke Way Tulang Bawang, sebuah sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Tulang Bawang. Pemandangan yang indah dan bangunan yang berdiri megah membuat replika candi ini menjadi spot favorit wisatawan.

Dengan keunikannya inilah, kawasan wisata Cakat Raya menjadi destinasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Terlebih pada hari-hari libur, lebih banyak wisatawan datang ke tempat ini untuk mengabadikan momen atau berlibur bersama keluarga.

“Tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama orang tersayang,” tulis akun google review An********** dalam ulasan yang dibaca detikTravel Rabu (5/11/2025).

Tulisan serupa juga ditulis oleh beberapa akun lain, wisatawan merasa nyaman dan puas terhadap kebersihan di kawasan wisata Cakat Raya. “Kawasan wisata dikelola dengan baik walaupun tanpa tiket masuk. Penjaganya ramah, memberi informasi tentang tempat wisata dengan detail,” tulis akun Munah Mey dalam ulasan tersebut.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk Cakat Raya

Kawasan wisata Cakat Raya berada di Jalan Lintas Sumatera, Desa Cakat Raya. Lokasinya 16 km dari pusat Kota Menggala. Jika wisatawan pergi dari Bandar Lampung, cukup melakukan perjalanan selama 3 jam setengah untuk sampai ke kawasan wisata ini.

Untuk mengunjungi kawasan wisata Cakat Raya, wisatawan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Tertarik untuk berkunjung ke kawasan wisata Cakat Raya?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Nongkrong Anti-mainstream di Jogja, Embung Langensari



Yogyakarta

Yogyakarta begitu identik dengan Malioboro, Prawirotaman atau Jakal (Jalan Kaliurang). Tapi Jogja juga punya tempat nongkrong anti-mainstream dan gratis!

Adalah Embung Langensari, sebuah waduk yang dibuat untuk menampung kelebihan air di saat hujan. Kawasan ini baru dibangun pada tahun 2015 dan dikembangkan sebagai tujuan wisata lokal pada tahun 2017.

Lokasinya ada di Jalan Kusbini, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Embung ini buka 24 jam dan tidak tidak memungut biaya masuk alias gratis. Traveler hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua.


Saat malam hari, Embung Langensari tampak bercahaya dengan kelap-kelip lampu yang dipasang berwarna-warni. Dengan pohon-pohon rindang yang mengelilingi waduk, Embung Langensari tampak makin fotogenik.

Embung Langensari di YogyakartaEmbung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

Semakin malam, Embung Langensari semakin ramai. Ada banyak kedai makanan dengan model food truck di sana. Pengunjung dibuat nyaman dengan fasilitas kursi dan meja yang menghadap ke arah penampungan air.

Kalau mau lesehan juga bisa, ada lapangan yang cukup luas di area tengah. Pengunjung bisa bebas memilih sudut terbaik untuk nongkrong. Bahkan tak sedikit yang mengerjakan tugas di sini.

Kedai-kedai di Embung Langensari mulai buka saat sore hingga malam hari. Pengunjung bisa puas berwisata kuliner, ada berbagai macam jenis makanan yang dijual. Mulai dari burger, kopi, sampai street food viral. Harganya juga masih terbilang ramah di kantong.

Sebagai gambaran, segelas es teh jumbo dihargai Rp 4.000, makanan berat seperti mie mentai dimulai dari harga Rp 15.000, sampai burger viral mulai dari Rp 28.000.

Embung Langensari di YogyakartaEmbung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

Pusa (22), seorang mahasiswi yang baru pertama kali ke sini cukup senang ketika diajak main ke sini oleh teman-temannya. Dengan bekal lotion anti-nyamuk, ia langsung merasa betah untuk nongkrong.

“Ini tempatnya enak buat nongkrong bareng teman, banyak makanan, suasananya juga asyik. Walaupun enggak terlalu luas, lampu-lampu yang dipasang bikin foto estetik. Mau ke sini lagi nanti,”‘ ucapnya senang kepada detikTravel pada Sabtu (22/11/2025)

Sementara Yozar (24), sudah ke sini berulang kali. Ia merasa sangat nyaman nongkrong di sini sampai-sampai membawa gitar untuk berdendang bersama teman-teman.

“Tempatnya cozy, gerai makanan banyak. Ini kaya sunmori versi malam,” kata Yozar.

Embung Langensari di YogyakartaPengunjung Embung Langensari di Yogyakarta Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com