Tag Archives: yogyakarta

Mengenal Museum Diponegoro Yogyakarta, Batal Jadi Lokasi Desak Anies



Yogyakarta

Museum Diponegoro Yogyakarta adalah salah satu museum yang bersejarah. Tak hanya karena koleksi, melainkan menjadi saksi bisu kaburnya Pangeran Diponegoro dari kejaran Belanda.

Museum ini awalnya direncanakan menjadi tempat acara Desak Anies di Yogyakarta. Namun, hal itu diurungkan setelah izin acara tersebut dicabut. Adapun kini, Museum Diponegoro dikelola Korem 072/Pamungkas, Yayasan Wiratama dan bekerja sama dengan pihak swasta.

Museum Diponegoro Sasana Wiratama adalah rumah masa kecil Pangeran Diponegoro. Mengutip laman jogjaprov.go.id, Rabu (24/1/2024), menurut sejarah, kompleks ini adalah tempat tinggal nenek buyut Pangeran Diponegoro, yakni Ratu Ageng (Permaisuri Sultan Hamengku Buwana I).


Kemudian, rumah ini menjadi kediaman Pangeran Diponegoro sejak kecil sampai meletusnya Perang Diponegoro atau Perang Jawa (Java Oorlog) pada tahun 1825.

Museum ini punya 413 koleksi yang terdiri dari berbagai jenis benda yang digunakan Pangeran Diponegoro pada masa lampau. Mengutip kebudayaan.jogjakota.go.id, koleksinya berupa senjata asli laskar Diponegoro seperti tombak, bandil, martil baja, serta patrem dan candrasa yakni senjata rahasia yang digunakan prajurit wanita.

Ada pula dua senjata yang dikeramatkan, yakni keris dengan lekukan 21 seorang empu pada masa Kerajaan Majapahit, serta sebuah pedang berasal dari Kerajaan Demak. Kedua senjata keramat ini dipercaya dapat menolak sial.

Karena merupakan bekas rumah pribadi, tak ketinggalan pula koleksi dari peralatan rumah tangga. Lalu ada juga seperangkat alat gamelan milik Sri Sultan Hamengku Buwono II, meriam, dan batu Comboran yang biasa digunakan untuk tempat minum kuda.

Ada juga kereta kepangeranan milik Sri Sultan HB ke VIII yang berperan sebagai duplikat kepunyaan Pangeran Diponegoro. Kereta tersebut didapatkan dari Kraton Yogyakarta pada 1971.

Salah satu yang paling ikonik dari museum ini adalah adanya tembok jebol. Yakni tembok yang dipercaya sebagai jalan Pangeran Diponegoro dan pasukannya ketika meloloskan diri dari sergapan tentara Belanda pada serangan 20 Juli 1825. Banyak yang beranggapan juga bahwa tembok ini dijebol dengan tangan kosong.

Bagi traveler yang penasaran, bisa berkunjung ke museum dengan alamat Jalan HOS Cokroaminoto TR III/430, Tegalrejo, Yogyakarta. Jam bukanya pukul 08.30-15.00 WIB (Senin-Kamis) dan 08.30-13.30 WIB (Jumat). Sayangnya, untuk akhir pekan museum ini tutup.

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Naik Bus Jogja Heritage Track



Yogyakarta

Yogyakarta tidak pernah kehabisan cara memanjakan wisatawan. Dengan modal sekali klik di smartphone, traveler bisa loh menikmati jalan-jalan keliling Jogja gratis selama satu jam, sudah begitu ditemani pemandu atau edukator.

Cara baru untuk memudahkan wisatawan dan promosi wisata Yogyakarta itu bernama Jogja Heritage Track. Fasilitas itu dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bus Jogja Heritage Track (JHT) diresmikan pada Maret 2022, namun setiap tahunnya dilakukan relaunching dengan penambahan konsep baru. Di tahun 2024 JHT menambah konsep night tour atau jalan-jalan malam melintasi Jalan Malioboro. Tujuan utama dioperasikannya JHT adalah untuk memperkenalkan sumbu filosofis Jogja kepada para pengunjung.


“Rencananya kita akan jalan-jalan mengenai tema historikal atau perjuangan Jogja sebagai ibu kota republik, dan juga rute kuliner, dan juga rute religius. Saat ini baru digodok sama Dinas Kebudayaan, siapa tahu di tahun ini bisa di-launching,” kata Budi, salah satu edukator Bus Jogja Heritage Track.

Bus JHT memiliki dua jenis bus, yakni bus Kraton yang berwarna kuning dan bus Malioboro berwarna merah. Selama satu jam perjalanan, traveler akan diajak mengelilingi Jogja sesuai rute yang traveler pilih ketika melakukan reservasi.

Bus wisata gratis di Yogyakarta Bus Jogja Heritage Track (JHTBus wisata gratis di Yogyakarta Bus Jogja Heritage Track (JHT) (Arawinda Dea Alisia)

_

Perjalanan akan semakin lengkap karena traveler akan ditemani edukator yang siap menceritakan sejarah Jogja dari masa Panembahan Senopati hingga saat ini. Kabar baiknya, seluruh fasilitas tersebut bisa traveler dapatkan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Karena memang di sini gratis, kami difasilitasi menggunakan dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Budi.

Tertarik untuk menaiki Bus Jogja Heritage Track ini? Yuk, simak prosedur, rute, dan cara reservasinya.

Prosedur Operasional Jogja Heritage Track

  1. Bus beroperasi mulai hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00-16.00, dengan libur di hari Senin.
  2. Seluruh pendaftaran dilakukan melalui website jogjaheritage
  3. Minimal usia peserta Bus JHT adalah 15 tahun atau setara SMP. Apabila usia anak-anak atau di bawahnya (bayi yang dipangku atau di gendong) belum bisa difasilitasi.
  4. Kuota Reguler dalam 1 bus adalah 8 orang.
  5. Reservasi mandiri dibuka sejak H-3 mulai pukul 12.00 WIB hingga kuota terpenuhi.
  6. Apabila terdapat peserta yang membatalkan reservasi maka jadwal pada website akan kembali di buka.
  7. Peserta group dapat melakukan reservasi maksimal 5 orang.
  8. Peserta wajib mengenakan pakaian batik, kemeja, dan bersepatu. Dilarang menggunakan kaos, celana pendek, dan bersandal.
  9. Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelumnya di meeting pointl yaitu di Kantor JTTC, Sleman. Cek lokasi di sini.
  10. Masing-masing peserta diwajibkan mengisi link evaluasi setelah selesai mengikuti kegiatan dengan scan barcode yang tersedia.

Rute Jogja Heritage Tour

Mengusung konsep city tour, traveler akan dibawa selama satu jam mengelilingi Jogja sesuai dengan rute yang dipilih. Tidak hanya berkeliling saja, nantinya traveler diajak turun melihat langsung destinasi wisata pilihan seperti Museum Sonobudoyo, Panggung Krapyak, atau Teras Malioboro.

Berikut daftar selengkapnya :

1. Sangkan Paraning Dumadi

Beroperasi pukul 08.30 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rutenya meliputi meeting point, Tugu, Keraton, dan berhenti sebentar di Panggung Krapyak

2. Paraning Dumadi

Beroperasi pukul 11.00 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rute meliputi meeting point, Tugu, Keraton Yogyakarta, dan berhenti sebentar di Teras Malioboro.

3. The Legacy

Beroperasi pukul 14.00 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rutenya meliputi meeting point, Pojok Benteng, Keraton, dan berhenti sebentar di Museum Sonobudoyo.

4. Colonial Heritage (night tour)

Beroperasi hanya pada Hari Rabu pukul 18.00 WIB dan tersedia dengan 2 pilihan bus yaitu Bus Kraton dan Bus Malioboro. Rutenya meliputi meeting point, Tugu Pal, Stasiun Tugu, Malioboro, Titik Nol KM, Bintaran, dan Kota Baru.

Cara Reservasi Bus Jogja Heritage Tour

  1. Buka website jogjaheritage
  2. Klik menu “Reservasi Bus Jogja Heritage Track”
  3. Pilih tanggal pemesanan yang diinginkan.
  4. Klik “Liat Jadwal Keberangkatan” dan akan muncul pilihan rute berdasarkan detail informasi sesuai yang diinginkan.
  5. Jika belum terdapat keterangan “Full Booked” maka traveler masih bisa memilih rute tersebut.
  6. Jika sudah menentukan pilihan rute dan bus, pilih menu “Pesan Sekarang”.
  7. Mulailah mengisi keterangan yang tersedia dengan baik dan benar berupa jumlah penumpang, nama penumpang, tanggal lahir, instansi, kota asal, nomor WhatsApp, dan alamat email.
  8. Selanjutnya, untuk mendapat kode OTP, traveler dapat memilih “Kirim OTP WA” atau “Kirim OTP Email”.
  9. Setelah mendapatkan kode, traveler memasukkan kode OTP pada kolom yang tersedia.
  10. Setelah semua keterangan terisi lengkap , klik “Pesan Sekarang”
  11. Setelah itu, pesanan akan diproses oleh admin dan traveler akan mendapatkan informasi lebih lanjut melalui WhatsApp atau Email yang traveler cantumkan.

Demikian ulasan lengkap mengenai Jogja Heritage Track yang bisa menjadi alternatif traveler ketika ingin berkeliling Jogja no budget. Meskipun gratis, pengalaman yang ditawarkan JHT sangat menarik loh, jadi tunggu apalagi? Segera lakukan reservasi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menanti Wajah Baru Museum Benteng Vredeburg



Yogyakarta

Museum Benteng Vredeburg sedang menjalani revitalisasi dan pemeliharaan. Seperti apa wajah baru museum di Yogyakarta ini ya?

Untuk mengoptimalkan fungsi Museum Benteng Vredeburg sebagai destinasi wisata edukasi dan ruang publik yang menyenangkan bagi masyarakat, program revitalisasi dan pemeliharaan pun dilakukan oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesia Heritage Agency (IHA).

Proyek transformasi Museum Benteng Vredeburg meliputi revitalisasi infrastruktur dengan pembaruan dan pemeliharaan area terbuka, serta ruang tata pamer museum.


Selanjutnya, pembangunan fasilitas pengunjung seperti museum shop dan ruang anak pun dilakukan, untuk mengoptimalkan pengalaman publik yang lebih edukatif dan interaktif.

Plt Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra menyatakan, transformasi Museum Benteng Vredeburg bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung yang lebih baik lagi ke depannya.

“Kami berharap museum ini tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi menjadi tempat yang nyaman untuk rekreasi. Untuk itu, MCB terus berkomitmen untuk terus mendukung transformasi museum yang profesional melalui berbagai agenda revitalisasi untuk menjadikan museum sebagai ruang yang nyaman untuk semua,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Senin (11/3/2024).

Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg Foto: (dok. IHA)

Museum Benteng Vredeburg terletak di Kota Yogyakarta. Museum ini memiliki lebih dari 7.000 benda bersejarah, mulai dari peralatan rumah tangga sampai peralatan perang.

Menempati bangunan kolonial yang dibangun pada tahun 1760, museum yang beralamat di Jalan Margo Mulyo No 6 ini menjadi destinasi wisata sejarah yang memiliki nilai historis dan edukatif bagi para pengunjung.

Selama proses revitalisasi, Museum Benteng Vredeburg akan tutup dari tanggal 4 Maret 2024. Kendati demikian, bagi publik yang ingin mengeksplorasi koleksi museum dapat mengakses kegiatan “Vredeburg Virtual Visit” yang diselenggarakan setiap hari Senin untuk umum atau individu dan Rabu untuk kelompok atau sekolah pukul 09.00-11.00 WIB secara gratis.

Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo menjelaskan, rencananya museum secara fisik akan kembali dibuka untuk publik dengan wajah barunya pada pertengahan tahun 2024.

“Walau secara fisik museum tutup, tetapi kami tetap hadir secara virtual. Hal ini penting bagi kami, karena tugas kami adalah untuk membuka akses masyarakat terhadap bangunan, artefak dan benda bersejarah yang dapat diolah menjadi produk pengetahuan sejarah dan berguna untuk pemahaman bangsa mengenai warisan budaya Nusantara dan semangat perjuangan bangsa Indonesia,” tutupnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Pandansari, Punya Hutan Cemara dan Mercusuar



Yogyakarta

Popularitas Pantai Pandansari tidak seperti Pantai Parangtritis atau Pantai Cemara Sewu. Tetapi, justru membuat pantai di Bantul ini cocok untuk mencari ketenangan.

Berlokasi di Bantul, Yogyakarta dan masih satu garis pantai dengan Parangtritis, Pantai Pandansari adalah salah satu pantai berpasir hitam halus dengan deburan ombak laut selatan yang menggulung. Pantai ini memiliki sejuta fakta dan pesona yang memikat untuk kembali datang.

Pantainya yang tidak terlalu diketahui orang membuatnya masih sedikit terjaga kebersihannya. Lokasinya pun tidak seramai pantai tetangga yang terkadang sangat padat.


Akses menuju lokasi sangatlah mudah dan sama sekali tidak membingungkan. Traveler bisa parkir di area yang mudah dilihat. Masuk ke pantai ini traveler cukup membayar retribusi sebesar Rp 5.000 dan biaya parkir Rp 5.000 hingga Rp 10.000 tergantung jenis kendaraan.

Lalu apa saja pesona yang memikat di sini, yuk simak!

Ada mercusuar, loh!

Pantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuarPantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuar (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Pandansari menjadi satu-satunya pantai selatan di Jogja yang memiliki mercusuar. Bangunan setinggi 40 meter ini tinggi gagah berdampingan dengan pantai. Traveler yang datang bisa merasakan langsung uji adrenalin menapaki ratusan tangga menuju puncaknya.

Mercusuar ini bernama Kala Jivam Asti yang sudah berdiri kokoh sejak tahun 1997. Tertarik untuk melihat Jogja dari ketinggian? Coba tantang dirimu untuk mendaki sampai ke puncak, ya.

Hamparan hutan cemara laut hijau

Bak masuk ke negeri dongeng, di pantai ini akan ditemukan hamparan hutan cemara laut yang menghijau membentang layaknya pagar penjaga pantai. Hutan ini sedang hijau-hijaunya di musim sekarang. Pohon cemara laut yang rimbun dipadu dengan padang rumput menghijau membuat lokasinya asyik untuk sekadar merenung.

“Niatnya ke sini mau merenung aja sih sambil nunggu buka (puasa). Mungkin sekalian bukber di sini sih nanti,” kata Fadhil, salah satu pengunjung Pantai Pandansari.

Lokasinya yang rimbun dan rerumputan yang subur bak permadani karpet membuat tempat ini cocok untuk berpiknik ria. Traveler bisa berbaring tanpa alas sekalipun di sini. Di tambah tinggi pohon cemara laut yang menjulang sedikit menunda teriknya sinar mentari langsung mengenai muka.

Berkunjung ke sini memang waktu terbaiknya di sore hari menjelang senja. Selain untuk berburu sunset, cahaya dan suhunya bisa membuat nyaman tanpa takut kepanasan. Traveler bisa melakukan kegiatan berpiknik, berbaring, memasang hammock di antara pohon, atau sekadar duduk merenung sambil baca buku favorit. Atau jika traveler sedang berpuasa, bisa agendakan buka bersama di Pantai Pandansari agar anti mainstream.

Spot berburu senja

Pantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuarPantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuar, pas untuk berburu senja. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Jika beruntung dengan cuaca, matahari terbenam di laut selatan tidak pernah mengecewakan. Di ufuk barat akan tidur sang surya di perduannya. Langit oranye dan laut biru berpadu pendar memanjakan mata. Waktu terbaik untuk diabadikan lewat mata dan kamera.

“Iya main, berburu sunset juga kebetulan lihat langit Bantul lagi cerah jadi tadi mampir kemari buat foto-foto lumayanlah hari ini lagi bagus,” kata Kurniawan, seorang fotografer yang mampir ke Pandansari.

Tidak akan asyik jika wisata tanpa berfoto. Di Pandansari traveler tidak akan kehabisan spot untuk berfoto dengan berbagai latar. Latar biru laut, hijau hutan, dan oranye senja siap dipilih untuk masuk sosial media.

Berkemah bahkan memancing

Sepanjang garis pantai traveler akan melihat beberapa orang tengah memancing di bibir pantai. Mereka melemparkan pancing ke laut dan menunggunya dengan tenang di pinggiran pantai. Traveler yang hobi memancing bisa mencobanya kemari dengan peralatan pribadi.

Selain memancing, aktivitas lainnya yang bisa dilakukan adalah berkemah. Mendirikan tenda di sekitar kawasan Pantai Pandansari diperbolehkan dengan seizin bertugas. Jika bermalam pastikan memiliki penerangan pribadi yang cukup dan peralatan camping yang memadai ya, karena di sini tidak menyediakan persewaan apapun.

Untuk fasilitas pantai tersedia dengan lengkap, mulai dari area parkir, toilet dan kamar mandi, tempat sampah, air bersih, warung makan, gazebo, kursi dan meja kayu, hingga mushola. Jadi, tidak perlu bingung jika kemari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya… Negeri di Atas Awan Tersembunyi Jogja



Yogyakarta

Siapa sangka Yogyakarta mempunyai spot negeri di atas awan yang cocok dinikmati saat berburu sunrise. Lokasinya berada di Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Lokasi itu berada di puncak kebun buah sehingga pemandangan yang terlihat adalah hamparan hijau perbukitan Sewu dan pegunungan Wonosari. Di bawahnya traveler akan menyaksikan liukan sungai Oyo yang menyibak pegunungan dari sisi barat hingga ke timur.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Saat jam 05.00-08.00 pagi pengunjung ramai-ramainya terus tutup jam 18.00,” Kata Sugiyarto, asisten kepala pengelola Kebun Buah Mangunan.


Disebut negeri di atas awan karena saat pagi hari panorama view tersebut akan dipenuhi kabut awan. Waktu terbaik mengunjunginya adalah pukul 05.00 dini hari saat musim penghujan. Sugiyarto menyebut tatkala kemarau tidak akan ditemukan lautan awan dan dedaunan pohon di bukit akan meranggas. Pengunjung kerap menyebutnya sebagai sakuranya Indonesia sebab hanya tampak tumbuh bunga di sepanjang bukit.

Untuk menyaksikan view tersebut traveler harus masuk ke area Kebun Buah Mangunan dan membayar retribusi sebesar Rp 7.000. Kemudian menyusur jalan menuju puncak panorama view sekitar lima menit dari gerbang masuk. Dari pusat Jogja perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam, dengan melewati jalan mulus berkelok menanjak sekitar 15 menit sebelum akhirnya bertemu dengan gerbang masuk Kebun Buah Mangunan.

Sugiyarto menyebut Kebun Buah Mangunan sudah ada sejak tahun 2003, namun panorama viewnya baru mulai dikelola dengan baik sejak tahun 2009. Mulai dari situ, lokasi ini menjadi favoritnya warga Jogja untuk menikmati matahari terbit. Lautan awan yang indah dipadukan megahnya warna orange sang surya yang baru lahir dari peraduannya. Hawanya yang sejuk menambah poin interest lain dari tempat ini untuk sekadar bersantai.

“Ditemukan panorama view semenjak pengunjung datang kesini. Kemudian dikelola mulai 2009-2011. Mulai dibangun pagar dan akses jalan,” kata Sugiyarto.

Dalam sehari pengunjung yang datang rata-rata berjumlah 50-100 orang. Mereka akan beramai-ramai datang di pagi hari. Meski demikian, saat dikunjungi detikTravel lokasi tersebut tetap ramai kondusif dan tidak berdesakan.

Selesai menikmati panorama view, traveler bisa melepas rasa lapar dan haus dengan mengunjungi warung-warung yang ada di sekitar puncak Kebun Buah Mangunan. Tersedia lengkap aneka kuliner mulai dari jajanan hingga makanan berat. Selain itu juga tersedia banyak gazebo, meja, dan tempat duduk untuk beristirahat.

Destinasi ini cocok dinikmati saat pagi hari, sehingga Sugiyarto menyebut banyak warga luar Jogja yang rela menginap di homestay warga sekitar sehari sebelumnya. Mangunan merupakan salah satu desa wisata di Jogja yang dikelola dengan baik. Dengan Kawasan Hutan Pinus dan Kebun Buahnya yang menjadi destinasi andalan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kilas Balik Perjalanan Mangunan Jadi Desa Wisata Tersohor



Yogyakarta

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama yang menawan. Desa itu juga pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021. Seperti apa perjalanan Mangunan hingga menjadi desa wisata?

Sugiyarto, asisten kepala Pengelola Kebun Buah Mangunan, kesuksesan itu dimulai dari langkah membuka Kebun Buah Mangunan pada 2003. Saat itu, lokasi seluas 24,5 hektar tersebut dikelola oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bantul untuk dijadikan sebagai kebun buah yang memenuhi kebutuhan buah segar non-kimia bagi masyarakat sekitar.

“Jadi tujuannya pertama di Kabupaten Bantul supaya masyarakat bisa menikmati buah segar, dalam hal ini mengurangi bahan kimia dalam buah tersebut. Masyarakat dianjurkan beli buah di sini. Kedua untuk menambah kesejahteraan masyarakat sekitar didukung dengan panorama alam di puncak,” kata Sugiyarto


Sejak pertama kali dibuka hingga tahun 2008, pohon yang ada di kebun mulai menampakkan hasil buahnya. Di tahun 2008 pula akhirnya lokasi tersebut mulai dilirik oleh pengunjung sebagai daya tarik wisata. Terlebih setelah disadari ada satu spot dengan view bak negeri di atas awan.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Namun seiring berjalannya waktu, pengunjung bingung. Pagi hari datang ke panorama view tapi setelah itu masih ada waktu. Akhirnya mereka berteduh di bawah pohon rindang, yaitu di sekitar hutan pinus,” kata Sugiyarto

Fenomena hutan pinus sebagai lokasi persinggahan wisatawan akhirnya direspon baik oleh masyarakat Mangunan. Sugiyarto menyebut kegiatan perekonomian perlahan muncul, mulai dari mendirikan lapak jualan makanan ringan, menjajakan minuman, hingga pengadaan tempat parkir.

Akhirnya, sejak 2013 lokasi itu semakin ramai. Sugiyarto melihat adanya kolaborasi yang baik antara kebun buah dan hutan pinus kala itu,

“Duet antara kebun buah dan hutan pinus luar biasa. Akhirnya di hutan pinus tersebut muncul tempat tempat wisata baru. Muncul puncak becici, rumah hobbit, Pengger, bukit panguk hingga akhirnya banyak pengelola destinasi wisata di mangunan.” kata Sugiyarto

Mangunan kini bertransformasi sebagai desa wisata unggulan dengan puluhan destinasi wisata pilihan. Selain kebun buah, destinasi lainnya dikelola oleh masyarakat sekitar dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono. Berdasarkan data koperasi tersebut, tercatat di tahun 2023 lalu jumlah wisatawan mencapai 72,941 atau naik 141,61% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari situ mulai terlihat tujuan pemerintah kalau boleh kami sombongkan berhasil. Masyarakat sekitar mangunan tidak hanya bisa menikmati adanya wisata di kebun buah mangunan sini tok. Namun mereka bisa mengelola tempat tempat wisata di sekitar,” kata Sugiyarto

Selain berkembang destinasi wisata, berkembang pula homestay di sekitar. Banyak rumah warga yang akhirnya dimodifikasi sebagai homestay yang nyaman bagi wisatawan. Traveler akan menemukan setidaknya 23 titik.

Dilansir dari website resmi kemenparekraf.go.id, Mangunan dikenal pula sebagai Desa Wisata Kakilangit sejak 9 Maret 2014. Hasil kristalisasi potensi sumber daya manusia, alam, dan budaya tradisi akhirnya melahirkan delapan kegiatan pokok sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sesuai kebidangannya.

8 pesona Desa Wisata Mangunan:

1. Atap Langit

Masyarakat yang rata-rata memiliki lebih dari satu rumah akhirnya mengembangkan potensi tersebut sebagai jaga penginapan atau homestay.

Daya tarik rumah adat tradisional dengan berbahan baku mayoritas kayu dan perpaduan alam pedesaan menjadi tema kampung limasan yang merupakan warisan dari nenek moyang menjadi ciri khas pengembangan homestay atap langit.

2. Rasa Langit

Kegiatan ini menarik wisatawan penikmat kuliner masa lalu dengan olahan tradisional khas Mangunan. Olahan kuliner itu disajikan dengan cerita dari berbagai sudut pandang untuk sekadar melepas kerinduan penikmatnya.

Berbagai macam olahan tersebut diantaranya gudeg maggar, thiwul, kicak, cemplon, sayur bobor, sayur jambu mete, sambel terong, sambel bawang, sambal jenggot, sayur oyok-oyok, bothok, sayur lompong, bledak, mie lethek, gudangan, pecel.

3. Budaya Langit

Penampilan atraksi kebudayaan tidak lagi sebagai atraksi hiburan rakyat akan tetapi sudah menjadi produk industri pariwisata untuk meningkatkan pendapatan bagi para seniman seniman lokal.

Atraksi budaya tersebut antara lain: gejok lesung, wayang pethilan, cokean, karawitan, panemgomo, mocopatan, dan kethoprak.

4. Langit Terjal

Kegiatan ini mengajak traveler memacu adrenalin dengan mengunjungi daerah yang sulit dijangkau seperti lereng bukit, sungai kecil, hutan rakyat, dan tebing-tebing menggunakan akomodasi transportasi seperti sepeda motor trail dan jeep. Pilihan akomodasi tersebut memberi pengalaman yang atraktif serta menantang bagi wisatawan yang ingin mencobanya.

5. Langit ilalang

Komitmen dukungan generasi muda dalam kemajuan desa diwujudkan ke dalam wadah organisasi kecil dengan nama pemuda ilalang. Untuk melengkapi daya tarik desa wisata kaki langit pemuda ilalang membuat aktivitas berupa outbound, jelajah alam, dan beberapa layanan yang bersifat edukasi.

6. Karya Langit

Tak lengkap jika tak membawa oleh-oleh cinderamata sebagai buah tangan saat mengunjungi sebuah tempat wisata. Di Desa Wisata Mangunan, penyediaan oleh-oleh itu diwadahi dalam organisasi kecil karya langit.

Karya langit juga bertugas untuk menyediakan cinderamata sebagai media cerita dalam rangka promosi bagi desa wisata kakilangit.

7. Langit Cerdas

Belajar tatanan kehidupann sosial masyarakat pedesaan dengan berbagai aktivitasnya yang dikemas dalam paket edukasi muleh ndeso bila dikelola dengan baik dan profesional sangat mungkin diminati oleh wisatawan dari kota-kota besar untuk belajar kemandirian hidup.

Bentuk wisata itu menjadikan pengunjung bisa merasakan sensasi kerasnya kehidupan dengan berbagai keterbatasan yang harus dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar budaya tradisi yang tumbuh kembang di masyarakat pedesaan.

8. Langit Hijau

Mata pencaharian pertanian merupakan potensi yang bisa diolah untuk mendukung dan melengkapi aktivitas desa wisata dengan berbagai atraksi pertanian, seperti menggarap sawah, membajak, menanam, mencari kayu bakar, memanen, dll.

Kegiatan pertanian juga bisa menciptakan peluang-peluang baru berupa pengembangan destinasi wisata alam seperti hutan rakyat, terasiring, dan berbagai keindahan alam lain serta mengembangkan berbagai jenis tanaman yang menarik bagi wisatawan, antaralain taman bunga, buah-buahan, tanaman obat keluarga.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Berburu Bunga di Kota Baru Jogja



Yogyakarta

Traveler yang hendak ke Yogyakarta bisa memasukkan satu destinasi ini dalam rencana. Satu sudut menarik di daerah Kota Baru dengan beragam toko bunga bisa menjadi pilihan.

Lokasi tepatnya ada di timur Kali Code, Jalan Ahmad Jazuli, Yogyakarta yang. Lokasi itu menjadi rujukan warga untuk mencari bunga atau sekadar berfoto-foto ria di depan bunga-bunga cantik yang berjejer rapi.

Di sepanjang jalan berdiri kios-kios yang menjajakan bunganya. Ada sekitar 30 toko bunga yang beroperasi. Dituturkan oleh salah satu penjaga Melati Florist, salah satu toko bunga di Kota Baru, lokasi ini dulunya adalah hasil relokasi pada tahun 1990.


“Di sini kan relokasi dari Sarkem. Dulu jualannya di daerah Abu Bakar Ali dekat Malioboro terus dipindah kesini karena Malioboro makin ramai,” kata penjaga kios Melati Florist.

Ya, dulu lokasi ini dipenuhi dengan sampah hingga kemudian dikelola sebagai sentra toko bunga. Namun, masih ditemukan beberapa titik penampungan sampah di daerah tersebut saat dikunjungi detikTravel.

Pasar Kembang Kota Baru, YogyakartaPasar Kembang Kota Baru, Yogyakarta masih menjadi gudang sampah. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Traveler bisa menemukan berbagai macam bunga di sini, dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 5.000 per tangkainya. Ada bunga mawar, sedap malam, anggrek, krisan, dan lainnya. Bunga tersebut bisa dipesan dalam bentuk buket hingga karangan bunga. Menariknya, penjual di sini terkenal ramah dengan pengunjungnya.

“Iya kalau lagi ga ramai pesanan, boleh kalau mau belajar wrapping sendiri bunganya,” kata penjaga kios Melati Florist

Pengalaman merakit bunga sendiri bisa traveler dapatkan jika berkunjung di jam-jam sepi. detikTravel menyarankan untuk tidak berkunjung di momen tertentu seperti Hari Valentine, Hari Ibu, atau masa-masa wisuda. Pasar Kembang ini buka mulai pukul 06.00 hingga 22.00 setiap hari, atau tergantung kebijakan masing-masing kios.

Pasar Kembang Kota Baru, YogyakartaPasar Kembang Kota Baru, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat pagi hari. Di mana kendaraan masih belum terlalu ramai, dan cahaya matahari sedang cantik-cantiknya jika traveler hendak mengambil gambar.

Lokasi ini dapat traveler tempuh kurang lebih 15 menit dari Tugu Pal Putih Yogyakarta. Di sepanjang jalan menuju lokasi, traveler bisa menyaksikan kawasan Kota Baru sebagai cagar budaya. Rumah-rumah klasik bergaya Belanda banyak ditemukan di sini. Jalanannya pun ramah pejalan kaki dengan trotoar yang luas, terlebih tidak terlalu banyak kendaraan melintas saat pagi hari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ide Liburan Senang-senang Bersama Anak di Kids Play Area SCH Jogja



Yogyakarta

Sleman City Hall (SCH) merupakan salah satu mall yang berada di kawasan Sleman, Yogyakarta. Mal bergaya Romawi, yang diresmikan sejak 2019 dan beroperasi hingga sekarang tersebut, memiliki banyak spot buat liburan bersama anak.

Salah satu yang membuat mall ini ramai adalah adanya kids play area atau area bermain anak-anak yang lengkap. Pilihan wahananya beragam dan sebagian besar terletak di Lantai 2.

Libur lebaran bersama anak tidak perlu bingung lagi. Cukup datang ke satu lokasi, traveler bisa memilih berbagai aktivitas menyenangkan yang disukai anak-anak.


Penasaran ada apa saja? Yuk, simak!

1. Boulder Trampoline Park

Boulder Trampoline Park di Sleman City Hall, Sleman, YogyakartaBoulder Trampoline Park di Sleman City Hall, Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Wahana itu cocok dikunjungi jika memiliki anak yang hyper-active. Dengan total 12 pilihan area, traveler bisa dengan bebas melompat kesana kemari tanpa takut terluka. Meski demikian, tetap harus waspada dan hati-hati ketika membawa anak-anak.

Trampoline ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00. Lokasinya ada di Lantai 2 mall.

Menawarkan dua tipe tiket masuk, yaitu Regular ticket dengan durasi satu jam dan 3 Hours Jump Session. Untuk regular ticket weekday di harga Rp 40.000 dan weekend Rp 60.000. Sedangkan, untuk 3 Hours jump session weekday dihargai Rp 80.00 dan weekend Rp 120.000.

Selain itu untuk dapat beraktivitas di trampoline pengunjung wajib mengenakan kaos kaki dengan bantalan grip di alasnya agar tidak licin saat melompat. Perlengkapan tersebut dapat dibeli di outlet seharga Rp 15.000 atau membawa milik pribadi. Pembelian dan pembayaran bisa dilakukan di outlet langsung tanpa reservasi dan telah melayani pembayaran non-tunai.

“Malahan biasanya anak-anak ambilnya tiga jam. Kalau dewasa gitu belum tiga jam udah capek,” kata Firza, leader outlet Boulder Trampoline Park.

Tidak perlu cemas, trampoline selalu menyediakan instruktur sekaligus pengawas yang akan mengawasi pergerakan pengunjung. Mereka dengan sigap membantu jika dibutuhkan pertolongan medis seperti kram atau sekadar membantu mengambilkan foto.

Di sini juga disediakan kursi tunggu bagi orang tua yang sudah merasa lelah dan ingin mengawasi anaknya bermain. Disediakan pula loker untuk menyimpan barang-barang pengunjung.

2. SCH Ice Skating Arena

SCH Ice Skating Arena di Sleman City Hall (SCH, YogyakartaSCH Ice Skating Arena di Sleman City Hall (SCH, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Merasakan sensasi meluncur bebas di atas es siapa yang tidak menginginkannya. SCH menawarkan tempat bermain ice skating yang populer di Jogja. Traveler akan dibawa masuk ke area dengan suhu di bawah 15 derajat celcius ditemani kabut tipis yang dingin.

Ice skating adalah aktivitas berseluncur di atas es menggunakan sepatu khusus. Terdapat sebilah pisau baja yang tajam di bawah sepatu tersebut, sehingga memungkinkan untuk penggunanya meluncur tanpa tergelincir.

Lokasinya masih di lantai 2. Traveler yang hendak kemari disarankan untuk memakai jaket atau pakaian hangat serta kaos kaki dan sarung tangan. Jika tidak membawanya, traveler bisa membeli di outlet dengan harga Rp 16.500 untuk kaos kaki dan Rp 22.000 untuk sarung tangan.

Harga tiket wahana ini dibagi menjadi 2 kategori. Untuk Weekday bagi member seharga Rp 88.000 per orang, sedangkan non member Rp 110.000. Untuk Weekend dan public holiday bagi member dikenai Rp 110.000 per orang, sedangkan non member Rp 132.000.

Harga tiket tersebut sudah termasuk sewa sepatu. Pembelian tiket bisa dilakukan di tempat dan pembayaran sudah tersedia untuk non-tunai. Satu tiket dapat digunakan untuk satu sesi bermain.

Berikut daftar sesi setiap harinya :
Sesi 1: 10.00-11.30
Sesi 2: 11.45-13.15
Sesi 3: 13.30-15.00
Sesi 4: 15.15-16.45
Sesi 5: 17.00-18.30
Sesi 6: 18.45-20.15
Sesi 7: 20.30-22.00

Tidak perlu was-was tergelincir, traveler akan ditemani petugas yang siap membantu traveler bangkit kembali jika terjatuh. Ada juga persewaan skating aid atau alat bantu bermain yang berwujud Flipper the dolphin dan Ramon the penguin. Masing-masing dikenai harga Rp 82.500 dan Rp 55.000 untuk satu jam. Selain itu, bagi visitor yang tidak ikut bermain akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp 15.000 per orang.

3. Happy Land Playground

Happy Land di Sleman City Hall (SCH), YogyakartaHappy Land di Sleman City Hall (SCH), Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Ingin melatih motorik anak sekaligus bermain edukatif? Wahana ini bisa menjadi pilihan terbaik traveler. Di sini anak-anak dapat bermain mandi bola sepuasnya, role playing kostum dan profesi, bermain perosotan bersama orang tua, komidi putar, hingga trampolin mini.

Happy Land di mall ini memiliki tema khusus yakni membawa konsep kutub utara dan kehidupan laut. Tersedia berbagai macam ensiklopedia di setiap sudut untuk menambah wawasan anak.

Berlokasi di lantai 2, tempatnya luas sehingga anak-anak bisa bebas bermain kesana kemari. Tersedia juga berbagai macam mainan seperti mobil-mobilan dan kuda-kudaan untuk anak bisa berkeliling.

Untuk menikmati seluruh fasilitasnya, harga tiket reguler cukup dikenakan Rp 50.000 per dua jam sudah termasuk satu pendamping dan bonus kaos kaki untuk anak-anak. Untuk bermain sepuasnya tanpa batasan waktu, hari biasa tiket seharga Rp 65.000 dan hari libur seharga Rp 75.000.

Di sini tersedia pula kartu member VIP dengan sistem deposito Rp 500.000. Dengan kartu vip, harga tiket akan terpotong Rp 5.000. Selain itu untuk pendamping kedua akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp 20.000. Semua harga bisa berubah sewaktu-waktu.

4. Boulder Gokart

Boulder Go Cart & Playzone di Sleman City Hall (SCH), Sleman, YogyakartaBoulder Go Cart & Playzone di Sleman City Hall (SCH), Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Baru diresmikan 2023 lalu, gokart jelas mencuri perhatian para pecinta driving. Di Sleman City Hall tepatnya lantai GF traveler bisa balapan gokart bersama orang tersayang.

Anti kepanasan karena gokart ini menjadi yang pertama di dalam mall di Jogja. Tersedia untuk dewasa dan anak-anak minimal usia 6 tahun. Dilengkapi pula perlengkapan keamanan seperti hairnet, helmet dan tentunya sabuk pengaman.

Harga tiketnya untuk weekday seharga Rp 35.000 untuk durasi 5 menit dan Rp 45.000 untuk 10 menit bermain. Sedangkan saat weekend di harga Rp 45.000 dengan durasi 5 menit dan Rp 55.000 untuk durasi 10 menit.

Sebelum bermain, traveler akan mendapat pengarahan oleh petugas. Jadi tidak perlu khawatir jika belum pernah mengemudikannya.

Berbeda dengan wahana sebelumnya, gokart ini akan menjadi ajang pacu adrenalin yang seru. Panjang lintasannya cukup membuat traveler puas berkeliling mengitari arena layaknya pembalap profesional. Anak-anak akan menyukainya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

9 Destinasi di Desa Wisata Mangunan, Bikin Betah!



Jakarta

Masuk dalam daftar 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu, Desa Wisata Mangunan memiliki beragam destinasi yang menarik untuk masuk ke daftar rencana liburanmu. Apa saja sih?

Desa Mangunan terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dulu, area ini bukan apa-apa, tidak dikelola dengan baik dengan kawasan hutannya yang sebagian besar tandus.

Akhirnya, sejak munculnya Kebun Buah Mangunan, desa itu mulai dilirik wisatawan, terutama setelah spot ‘negeri di atas awan’ populer.


Mulai tahun 2008, desa tersebut dikembangkan atas kolaborasi Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono bersama pemerintah terkait. Hingga kemudian, pada 9 Maret 2014 desa itu dibentuk menjadi Desa Wisata Kakilangit yang merupakan unit kerja dari Organisasi KKLPMD Pedukuhan Mangunan.

Yuk, simak pilihan destinasi wisata di Mangunan yang bisa melengkapi daftar rencana liburanmu!

1. Kebun Buah Mangunan

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama viewnya sebagai destinasi unggulan. Desa ini pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu. Melihat kesuksesannya, bagaimana kilas balik Mangunan akhirnya berdiri sebagai desa wisata?Kebun Buah Mangunan (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Menjadi pelopor terbentuknya desa Mangunan sebagai desa wisata, kebun buah yang satu ini tidak bisa dilewatkan. Dengan luas hampir 24,5 hektar terdapat bermacam buah yang dapat dipetik dan dibeli langsung oleh pengunjung.

Selain buah, terdapat pula puncak panorama view yang kerap disebut sebagai negeri di atas awan milik Jogja. Di sana traveler bisa berburu sunrise dan lautan awan di pagi hari. Harga tiket masuknya sebesar Rp 7.000 dan buka setiap hari mulai pukul 05.00-17.00.

2. Hutan Pinus Mangunan

Hutan pinus Mangunan di Bantul, YogyakartaHutan pinus Mangunan di Bantul, Yogyakarta Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menawarkan pemandangan alam yang indah dan hijau berpadu dengan udara sejuk sangat cocok untuk destinasi ketika penat dan butuh healing. Hutan Pinus Mangunan memiliki banyak pohon pinus yang tinggi dan rindang. Ternyata, dulu lokasi ini adalah kawasan hutan yang tandus, loh.

Terdapat aneka pepohonan mulai dari mahoni, kayu putih, akasia, hingga pinus sebagai daya tarik utama. Dengan fasilitas mulai dari tempat parkir luas, toilet, mushola, hingga warung makan dan minum, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 per orangnya. Tarif parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk mobil. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Disarankan ketika berkunjung ke lokasi ini adalah saat pagi hari, ketika udara sedang sejuk dan belum begitu ramai.

3. Seribu Batu Songgo Langit (Rumah Hobbit)

Destinasi ini terdapat beberapa spot foto menarik yang bisa menjadi pilihan. Kumpulan batu-batu indah, gardu pandang, bebatuan besar, pepohonan yang asri nan rimbun, hingga Rumah Hobbit sayang untuk dilewatkan.

Tidak hanya berfoto, di sini traveler bisa mencoba memacu adrenalin dengan menjajal flying fox nya dengan harga Rp 15.000 per orang. Untuk menuju rumah Hobbit pengunjung akan diarahkan untuk melewati jembatan jomblo. Lagi dan lagi sayang jika tidak diabadikan dengan kamera.

Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 pengunjung dapat menikmati destinasi wisata yang satu ini. Untuk tarif parkir sendiri dibandrol seharga Rp 2.000 bagi sepeda motor, mobil Rp 5.000, dan Rp 20.000 untuk bus.

4. Puncak Becici

Puncak BeciciPuncak Becici di Mangunan, Bantul Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Keindahan hutan pinus terpotret jelas di Puncak Becici. Destinasi ini menjadi populer karena sempat menjadi persinggahan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama pada Juni 2017 silam. Puncak Becici beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Traveler bisa melakukan beragam aktivitas mulai dari berfoto di spot selfie, camping, outbond, piknik, family gathering, naik jeep wisata, bahkan berburu matahari senja. Untuk harga tiket masuk mulai dasri Rp 2.000 saja per orang.

5. Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger YogyakartaHutan Pinus Pengger Yogyakarta (Bayu Fitri/d’Traveler)

Masih di kawasan hutan pinus, lokasi ini tidak jauh berbeda dari hutan pinus di kawasan Mangunan lainnya. Menjadikannya berbeda dengan hadirnya beberapa spot foto instagrammable berlatarkan panorama view alam yang membentang luas.

Beberapa spot foto yang tersedia dan menjadi favorit wisatawan adalah Panca Wara berupa tangan raksasa. Susunan kayu yang menghadap ke atas di ujung tebing ini menjadikan angle yang cocok untuk diabadikan.

Ada pula jembatan pinus pengger hingga lubang raksasa. Pinus Pengger buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Untuk masuk pengunjung dikenai biaya Rp 3.000 saja per orang.

6. Watu Goyang

Destinasi ini diberi nama secara harfiah karena dulunya ada bongkahan batu di puncak yang apabila didorong atau disentuh batu tersebut bisa bergoyang. Keberadaan batu tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Daya tarik lainnya dari Watu Goyang adalah adanya beberapa gardu pandang dengan spot foto berbeda.

Masuk ke lokasi ini cukup membayar parkir motor Rp 3.000 dan mobil Rp 7.000 dan tidak ada biaya tambahan lainnya. Selain menawarkan panorama alam, di lokasi ini traveler bisa membeli tanaman atau bunga yang tersedia dengan variasi harga mulai dari Rp 10.000

7. Bukit Mojo Gumelem

Satu yang menjadi bukit ini unik adalah adanya spot foto sarang burung raksasa yang ikonik. Selain itu ada pula gardu pandang dengan bentuk bunga matahari. Seluas mata memandang dapat dilihat barisan bukit seribu dan Sungai Oyo dari Bukit Mojo Gumelem.

Lokasi ini buka setiap hari selama 24 jam alias tidak memiliki jam buka tutup. Untuk masuk ke areanya pun belum ada tarif biayanya,

8. Tebing Watu Mabur

Masih dengan mengagumi keindahan barisan bukit seribu dan sungai Oyo, lokasi ini menjadi tempat melepas stress yang oke sekali. Fasilitas yang disediakan berupa spot foto menarik, kawasan perkemahan, toilet, mushola, dan warung makan minum.

Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar Rp 2.000 per orang. Beberapa spot foto akan dikenai biaya Rp 3.000 untuk spot jalan raya atau landasan pacu. Parkir motor seharga Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000

9. Bukit Panguk Kediwung

Bukit Panguk KediwungBukit Panguk Kediwung, Mangunan, Bantul, Yogyakarta (Muhammad Iqbal/d’Traveler)

Magnet pengunjungnya adalah keindahan pemandangan alam. Sama seperti destinasi wisata lainnya, terdapat beberapa spot foto gardu pandang yang disediakan pengelola.

Lokasi ini juga cocok untuk menikmati terbit dan tenggelamnya matahari. Lautan awan di pagi hari tampak megah bersama dengan indahnya warga orange sang surya saat terbenam. Biaya masuknya adalah Rp 3.000 dan parkir Rp 2.000

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ikut Workshop Batik Lukis di Batik Seno Painting, Yuk!


Yogyakarta

Traveler bisa menjajal membatik di Batik Seno Painting. Seru dan menegangkan, tetapi juga menyenangkan dan menenangkan!

Tidak melulu wisata alam, Jogja juga menggaet wisatawan dengan budayanya yang kental. Salah satunya adalah batik.

Batik biasanya dikenal dalam wujud fashion atau pakaian. Namun, ternyata ada satu produk unik yang masih jarang orang ketahui yaitu lukisan batik.


Batik Seno berdiri sebagai galeri batik lukis terbesar di Jogja sejak tahun 1979. Kini, mereka telah berkiprah sebagai rumah produksi bagi belasan pelukis batik sekaligus galeri seni yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

“Membatik itu bukan sekadar melukis atau menggambar, tapi tentang ketenangan hati dan pikiran. Jadi kalau membatik harus benar-benar rileks, harus sabar, santai, fokus. Kalau dalam kondisi emosi misal sedang marah atau terlalu senang, biasanya tidak akan berhasil. Itu akan mempengaruhi konsistensi garis. Makanya orang membatik cenderung diam,” kata Melinda, pemilik Batik Seno, saat ditemui detikTravel di galerinya.

Filosofi tersebut yang akhirnya membawa Melinda membuka adanya kelas workshop bagi wisatawan yang berminat belajar langsung. Selain melestarikan budaya bangsa, Melinda ingin mengajak wisatawan mencari ketenangan batin lewat seni lukis batik.

Melinda juga berharap melalui workshop pembeli semakin paham value yang dimiliki oleh batik. Alasan mengapa harga batik cenderung mahal akan terjawab melalui setiap proses yang dilalui. Dari situ akhirnya wisatawan lebih menghargai batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Berlokasi di Mantrijeron MJ 3/ 801, Kota Yogyakarta, Batik Seno dekat dengan kampung turis Prawirotaman. Menuju lokasi ini sangat mudah, dari Stasiun Tugu hanya butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan dengan motor.

“Tamu yang datang tidak ditarik HTM, kami jelaskan, tidak beli juga tidak apa-apa. Cuma kalau untuk rombongan sekolah kami agak membatasi, terutama untuk musim ramai, karena ga cukup tempatnya,” kata Melinda.

Workshop batik lukis di Batik Seno Painting, YogyakartaWorkshop batik lukis di Batik Seno Painting, Yogyakarta. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Tidak perlu takut dan sungkan jika hanya ingin berkunjung dan melihat secara langsung proses produksi batik lukis. Namun, sangat disayangkan bukan jika tidak merasakan langsung pengalaman mencipta karya lukis batik milik sendiri?

“Untuk workshop mulai 75k-300k. Tapi tidak harus diselesaikan dalam sehari, bisa berangsur. Harganya sama untuk penyelesaian sehari, tiga hari, bahkan sebulan,” kata Melinda

Workshop batik lukis di Batik Seno terbuka untuk umum di hari Senin hingga Sabtu, dan membutuhkan reservasi jika ingin datang di Hari Minggu. Harga workshop mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 300.000 dengan penawaran gratis kain lukis, properti membatik, juga minuman.

Berikut daftar paket lengkap Batik Workshop di batik Seno Painting :

Short Batik Workshop

Paket ini menawarkan kelas membatik singkat untuk lukisan batik dengan ukuran kain 25×25 cm dan satu kali proses pewarnaan dengan harga Rp 75.000 per orang.

Wisatawan dapat hadir pada jam 09.00 hingga 15.00. Menurut Melinda, proses membatik setiap orang memerlukan waktu yang berbeda, sehingga tidak ada patokan waktu pengerjaannya. Namun umumnya kelas ini membutuhkan waktu sekitar satu sampai 2 jam pengerjaan.

Batik Coloring For Kids

Menawarkan kelas untuk anak belajar melukis batik, paket ini sudah termasuk kain batik lukis ukuran 30×30 cm, pola desain, peralatan membatik, hingga minuman, dengan harga Rp 100.000 per orang. Jam kunjungan masih sama, dan pengunjung diharapkan datang sebelum pukul 13.30 WIB.

Batik Workshop Small Size

Sama seperti short class sebelumnya, paket ini menyediakan kelas membatik dengan kain batik ukuran 30×30 cm dan 2 kali proses pewarnaan dengan harga Rp 200.000 per orang. Sudah gratis minuman, pengunjung akan dibatasi maksimal 10 orang setiap sesinya. Proses ini umumnya memakan waktu 2 sampai 3 jam pengerjaan.

Full Proccess Batik Workshop

Paket ini merupakan penawaran terbesar dengan harga Rp 300.000 per orang. Pengunjung akan mendapatkan kain batik lukis ukuran 45×50 cm dengan 3 kali proses pewarnaan. Tidak perlu takut tidak mampu menyelesaikannya dalam sehari, traveler bisa datang kapanpun saat luang hingga lukisannya selesai dibuat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com